NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 5: Tekanan di Ruang Rapat

Hari berikutnya di kantor PT Nusantara Mandiri berjalan dengan tensi yang jauh lebih tinggi. Pukul sembilan pagi, seluruh jajaran manajer dipanggil ke ruang rapat utama untuk memaparkan laporan keuangan kuartal ketiga langsung di hadapan Rendy Wijaya.

Suasana di dalam ruang rapat terasa dingin berkat embusan AC dan tatapan tajam Rendy yang duduk di ujung meja oval besar. Pria itu tampak angkuh dengan pulpen berlogo merek mewah yang diputar-putar di jemarinya.

"Jadi, ini saja laporan yang bisa kalian serahkan pada saya?" suara Rendy memecah keheningan, melemparkan berkas tebal ke tengah meja hingga menimbulkan suara debuman yang mengejutkan beberapa manajer. "PT Nusantara Mandiri adalah anak perusahaan dari Pratama Group yang sangat besar. Tapi melihat grafik efisiensi biaya di divisi keuangan, saya rasa manajer kalian bekerja dengan sangat amatir."

Mata Rendy tertuju lurus pada Aldi yang duduk di barisan tengah. Ada kilat kepuasan di mata sang CEO baru saat melihat kesempatannya untuk menjatuhkan Aldi di depan umum akhirnya tiba.

"Manajer Keuangan, Aldi Pratama," panggil Rendy dengan nada meremehkan. "Bisa kamu jelaskan kenapa alokasi dana darurat untuk operasional gudang bulan lalu dipotong sebanyak lima belas persen? Apa kamu sengaja ingin membuat performa perusahaan ini mandek di bawah kepemimpinan saya?"

Aldi berdiri dengan tenang, merapikan kancing jasnya sebelum berbicara. Sikapnya yang terlampau tenang justru membuat Rendy merasa kesal.

"Mohon maaf, Pak Rendy," jawab Aldi dengan suara yang jernih dan tegas. "Pemotongan lima belas persen itu bukan pelemahan, melainkan optimalisasi. Berdasarkan data audit independen tiga bulan lalu, terjadi kebocoran dana pada biaya perawatan alat berat di gudang timur akibat vendor yang tidak kompeten. Saya memutus kontrak vendor lama dan menggantinya dengan vendor resmi yang memiliki harga dua puluh persen lebih murah namun dengan kualitas yang sama.

Tindakan ini justru menghemat kas perusahaan sebesar seratus lima puluh juta rupiah per bulan."

Beberapa manajer di ruangan itu tampak mengangguk-angguk setuju dengan penjelasan Aldi yang sangat logis dan berbasis data. Namun, Rendy justru merasa terpojok karena argumennya dipatahkan dengan mudah. Wajah sang CEO sedikit mengeras.

"Saya tidak peduli dengan alasan penghematan receh seperti itu, Manajer Aldi!" potong Rendy sambil menggebrak meja, suaranya meninggi demi mengembalikan otoritasnya. "Yang saya inginkan adalah hasil yang instan dan masif! Di bawah kepemimpinan saya, tidak ada tempat untuk argumen-argumen kuno seperti ini. Mulai besok, saya minta kamu merombak seluruh sistem laporan keuangan ini. Jika dalam tiga hari kamu tidak bisa memberikan proyeksi keuntungan yang menaikkan saham kita, saya sendiri yang akan mengevaluasi posisi kamu di perusahaan ini. Mengerti?!"

"Baik, Pak Rendy. Laporan baru akan selesai dalam tiga hari," jawab Aldi tanpa perubahan ekspresi sedikit pun. Dia kembali duduk dengan tenang.

Rendy mendengus sinis. "Rapat selesai. Semuanya kembali bekerja. Dan untuk kamu, Aldi... pastikan kamu tidak membawa masalah finansial rumah tanggamu yang kabarnya seret itu ke dalam pekerjaan profesional di kantor saya."

Sindiran pribadi di akhir kalimat Rendy membuat suasana ruang rapat mendadak canggung. Aldi hanya tersenyum tipis dalam hati. Dia tahu betul bahwa seluruh sistem keuangan yang sedang dikritik habis-habisan oleh Rendy adalah sistem standar global yang dirancang oleh dirinya sendiri bersama para petinggi Pratama Group pusat dua tahun lalu. Rendy, dengan segala keangkuhannya, sebenarnya sedang mengkritik pemilik asli dari tempatnya bekerja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!