NovelToon NovelToon
Sistem Keuntungan Usaha

Sistem Keuntungan Usaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Setelah lelah menjalani hidup yang penuh kegagalan, Arga memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Namun, ironisnya ia tewas.

Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA, titik awal kehidupan buruknya. Bedanya, kini ia memperoleh Sistem Keuntungan Usaha yang membuat setiap bisnis yang berhasil memberinya hadiah melimpah.

Di kehidupan kedua ini, Arga bertekad mengubah nasib dan membangun kerajaan bisnisnya sejak masih berseragam sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Semena-mena

Dengan adanya kesepahaman itu, Tiara setidaknya bisa bernapas lega sore ini. Ia tidak perlu lagi merasa tertekan karena sikap orang tuanya yang egois dan toksik.

​Beberapa saat kemudian, Arga dan Tiara sudah berada di dalam kamar untuk memulai sesi les privat.

Namun bukannya mengajar dengan kaku, Arga malah asyik merebahkan diri di atas karpet lantai.

​"Kenapa kamu malah tiduran sih? Terus kenapa juga tadi harus pakai taruhan segala?! Mana bawa-bawa namaku lagi!" protes Tiara kesal sambil memegang buku pelajarannya.

​Arga menjawab dengan posisi mata terpejam santai. "Istirahat saja dulu, Cil. Segarkan otakmu. Hidup itu butuh jeda dan istirahat. Coba rebahan sejenak dan lepaskan semua beban pikiranmu. Masa depanmu itu masih panjang. Walaupun orang tuamu bersikap menuntut kayak gitu, pasti ada alasan di baliknya."

​"Alasan apa? Mereka cuma tahu cara menuntut dan melarangku ini-itu," gerutu Tiara cemberut.

​"Bisa jadi ibumu dulu diperlakukan hal yang sama oleh orang tuanya, makanya sekarang dia melampiaskannya ke kamu. Trauma berantai kayak gitu harus kamu putus sekarang. Biar di masa depan, saat kamu sudah punya anak sendiri, kamu bisa mendukung mereka dengan cara yang benar."

​Tiara makin cemberut. "Gara-gara mereka, aku gak bisa kayak anak-anak lain yang bebas bergaul dan main keluar."

​"Yah, bergaul itu emang bagus, tapi tetap harus ada batasnya. Lagian, bukannya sekarang kamu lagi bergaul denganku? Anggap saja kita ini teman mulai sekarang," ucap Arga seraya bangkit dari posisi tidurnya.

​Ia duduk tegak lalu mengambil buku cetak di meja. "Nah, ayo kita mulai belajar. Otakku sudah segar sekarang."

​"Eh? Jadi dari tadi sesi refresh otak itu bukan buat aku, tapi buat kamu sendiri?" tanya Tiara melongo.

​"Buat kita berdua, Dek. Kita belajar pelan-pelan saja. Saat hati kita senang, pikiran pun bakal lebih mudah mencerna materi. Nggak usah terlalu memikirkan hasil akhirnya dulu, yang penting sekarang fokus ke usahamu. Itu yang utama."

​Setelah itu, sesi belajar berjalan dengan sangat menyenangkan diiringi candaan kecil.

Suasana rumah mewah yang biasanya sepi dan menegangkan, perlahan berubah menjadi lebih hidup berkat keberadaan Arga.

​Malam harinya sekitar pukul tujuh, sesi les akhirnya selesai.

Arga berpamitan kepada orang tua Tiara, meskipun salamnya sama sekali tidak digubris.

Saat hendak melangkah keluar gerbang, ia menoleh ke arah Tiara yang menatapnya dengan raut wajah sedih karena harus berpisah.

​Arga melambaikan tangan sambil tersenyum lebar. "Dibawa enjoy saja, Cil. Hidup akan terus berjalan."

​Tiara pun tersenyum tipis, merasa perasaannya jauh lebih baik sekarang.

Arga kemudian berbalik dan berjalan pulang membelah kegelapan malam. "Dasar anak labil..." gumamnya terkekeh.

​Ia menikmati perjalanan pulang dengan berjalan kaki santai dan baru sampai di rumah mewah keluarga Wijaya sekitar pukul delapan lewat.

Begitu mencoba membuka pintu depan, ternyata pintunya sudah dikunci rapat dari dalam.

​"Parah banget nih keluarga, main kunci pintu saja. Untung masih ada pelayan yang berbaik hati mau bukain pintu belakang," batin Arga sinis.

​Sambil mengisap rokoknya yang kelima untuk hari ini, Arga melangkah santai memasuki rumah.

Di ruang tengah, tampak seluruh anggota keluarga, Bramantyo, Ratih, dan Nabila sedang duduk berkumpul di sofa mewah sambil asyik menonton drama di televisi.

​"Asyik juga ya filmnya," celetuk Arga santai sambil melintas.

​Bramantyo, Ratih, dan Nabila sontak menoleh ke belakang. Mata mereka seketika melotot tajam melihat kelakuan Arga yang dirasa semakin semena-mena dan tidak punya sopan santun.

​"Arga! Kamu berani merokok di dalam rumah?! Bau asapnya ke mana-mana!" teriak Ratih dengan wajah merah padam menahan kesal.

​Nabila berdecak sinis. "Kamu ini kenapa sih sekarang?! Usir saja dia dari rumah ini, Mah! Nyebelin banget!"

​Sementara Bramantyo hanya bisa menghela napas panjang, menahan amarahnya agar tidak meledak.

​Arga malah tertawa remeh mendengar ancaman itu. "Mengusirku? Woi! Mana mungkin kalian berani mengingkari perjanjian di atas kertas hitam putih itu. Asal kalian tahu ya... sekarang aku sudah tahu kalau Kakek itu sebenarnya sayang banget sama aku. Di dalam surat wasiatnya tertulis, kalau sampai aku terluka, bunuh diri, atau ada pihak ketiga yang dikuasakan Kakek tahu kalau kalian menelantarkanku... perjanjian warisan otomatis batal dan seluruh harta Kakek bakal langsung disumbangkan ke badan amal!"

​Sontak seluruh orang di ruangan itu terkejut setengah mati.

Rahang mereka menganga.

Mereka sama sekali tidak menyangka dari mana anak haram yang biasanya diam ini bisa mengetahui detail perjanjian rahasia tersebut secara rinci.

​Sebelum melangkah pergi ke kamarnya, Arga dengan sengaja menyentil sisa puntung rokoknya yang masih menyala tepat ke arah sofa mewah tempat mereka duduk.

​"Makan tuh bau rokok, hahaha! Terima kasih, Kakek. Sepertinya kehidupanku di garis waktu kali ini bakal berjalan semakin menyenangkan!" seru Arga riang sambil menaiki tangga.

​Di ruang tengah, Ratih langsung berteriak histeris penuh kemurkaan, "Sialan kamu, dasar anak haram!!!"

1
Raka Ar
sempurna 🌟
Maul: Terima kasih banyak😍😍😍👍pantengin terus kak
total 1 replies
Jujun Adnin
lemah
GHEAN RAKHENZA
g seru
Maul: Thank you kak👍
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Jujun Adnin
uang nya di buang terus
Maul: hehe, nanti di tabung kak/Smile/🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Maul: siapp kak🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lagi
Jujun Adnin
ok
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣ngadepin orang kayak mereka emang harus licik🤣🤣🤣🤣
Wega Luna: mantap👍
total 2 replies
Jujun Adnin
up yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
Zzzz: 🥳/Coffee/
total 1 replies
Gege
yoklaah Arga... putar balikkan keadaan dengan sistem milikmuuh..🤣🤭 cari Luna di laut siapa tau bikin restoran lagi..😄🤭
Maul: gak ada si dugong Luna di sini wkwk😂
total 1 replies
Gege
ada duyungnya engga ini Thor.. itu duyung belom di temukan lagi kah Thor..
Maul: sudah tamat kok yang duyung wkwk. sudah ketemu lagi di Bab bonus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!