NovelToon NovelToon
Tertambat Bad Boy Insyaf

Tertambat Bad Boy Insyaf

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: Rya Kurniawan

Kenzo Matthew, harus merasakan hidupnya hampa setelah masa lalunya yang kelam karena ditinggal menikah oleh sang kekasih yang telah berselingkuh. Kini semakin hancur karena melihat perselingkuhan sang ibu di depan mata hingga pada akhirnya kedua orang tuanya itu pun berpisah. Membuat Kenzo menjadi seorang bad boy dan ikut bergabung dengan geng motor.

Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita bernama Diandra Olivia Jhonson, yang sangat membenci geng motor karena pernah merenggut nyawa adiknya.

Seiring berjalannya waktu, Kenzo semakin menyukai kepribadian Diandra dan membuatnya jatuh cinta, serta membuatnya insyaf.

Akankah Kenzo berhasil untuk mendapatkan hati Diandra?
Akankah Diandra melanggar janjinya untuk tidak berhubungan dengan pria yang berhubungan dengan genk motor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ucapan Terimakasih

"Kenzo?"

2 wanita cantik itu sama-sama terkejut melihat pria yang baru saja mereka bicarakan saat ini ada di hadapan mereka.

"Kalian sedang membicarakan siapa?" Kenzo mengulangi pertanyaannya itu sembari mendekati keduanya.

"Ehm Di, aku lupa tadi ada janji dengan Kak Satria di kantin. Aku duluan ya," ucap Sasa yang segera saja mengambil langkah seribu.

"Sa, kamu mau kemana?" Panggil Diandra, akan tetapi Sasa telah lenyap dari pandangan matanya.

Dan saat ini hanya tinggal Kenzo dan Diandra yang ada di sana, membuat Diandra kebingungan tidak tahu harus berbuat apa.

"Bisa kau jelaskan apa maksud pembicaraan kalian tadi?" Tanya Kenzo dengan jarak mereka yang begitu dekat, sehingga membuat jantung Diandra lagi-lagi berdebar tak karuan. 

"Ya seperti apa yang kamu dengar tadi, jadi kamu tidak perlu menanyakan hal itu lagi," jawab Diandra.

Kenzo mengernyitkan dahinya, sangat tak mengerti dengan wanita yang saat ini berdiri di hadapannya. 

"Sebenarnya tadi aku tidak terlalu mendengar jelas tentang percakapan kalian, yang aku dengar kalian hanya menyebut namaku saja," ungkap Kenzo.

"Huft, syukurlah," gumam Diandra yang tampak bernafas lega.

"Awas!" 

Kenzo berteriak di saat ada bola kaki yang tiba-tiba saja melayang dan hendak mengenai kepala Diandra. Untungnya Kenzo segera menarik tubuh Diandra, sehingga membuat wanita itu pun terjatuh ke dalam pelukannya. Sedangkan bola tersebut meleset entah kemana. 

Deg …

"Perasaan apa ini?" Batin Kenzo yang benar-benar tak mengerti dengan apa yang dirasakannya saat ini. 

"Maaf aku tadi hanya reflek mau menolongmu," ucap Kenzo dan membantu Diandra untuk berdiri. 

"Iya nggak apa-apa kok. Justru aku mau mengucapkan terimakasih karena lagi-lagi kamu telah menolongku," ucap Diandra.

"Bukankah itu sudah sewajarnya, sesama manusia kita harus saling tolong menolong," kata Kenzo.

"Iya kamu benar, tapi aku benar-benar mau mengucapkan terimakasih karena malam itu kamu telah menolongku. Aku tidak bisa berenang, kalau kamu tidak cepat menolongku, mungkin saat ini aku sudah tidak bernyawa lagi," ucap Diandra menatap sendu. 

"Menurutku maaf saja tidak cukup," ucap Kenzo. 

"Lalu kamu mau apa?" Tanya Diandra menatapnya. 

"Bagaimana jika kau ikut aku ke sebuah cafe, tapi kau yang harus traktir aku minuman. Anggap saja ini sebagai ucapan terimakasihmu," kata Kenzo. 

"Hanya traktir minuman saja?" Tanya Diandra, mengingat dompetnya yang sudah tipis, tetapi ia tidak mau ada hutang budi terhadap Kenzo. 

"Iya, kau tenang saja. Apa Kau pikir aku akan menghabiskan uangmu? Aku juga tidak akan tega," ucap Kenzo.

"Oke, kalau begitu tentukan saja dimana cafenya, kita akan segera bertemu di sana," kata Diandra.

"Siapa bilang kita akan pergi masing-masing? Aku mau kita pergi bersama sekarang. Bukankah kelasmu juga sudah selesai?" Kata Kenzo. 

"Ya kau benar, tapi aku tidak mau naik motor sport," tolak Diandra. 

"Siapa bilang menggunakan motor sport," kata Kenzo. 

"Lalu?"

Tanpa menjawab pertanyaan Diandra, Kenzo pun langsung saja menarik tangan wanita tersebut dan membawanya menuju ke parkiran mobil.

"Masuk!" Titah Kenzo yang membukakan pintu mobil untuk Diandra.

Diandra pun tak banyak bertanya lagi, ia menuruti perkataan Kenzo dengan masuk ke dalam mobilnya dan tentunya membuat Kenzo tersenyum bahagia. Lalu Kenzo juga ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya tersebut menuju sebuah cafe. 

*****

"Kamu."

"Kau."

Ucap Diandra dan Kenzo hampir secara bersamaan, keduanya terlihat canggung sehingga mereka hanya diam saja dan suasana menjadi hening. Bahkan minuman yang dipesan juga sudah hampir habis karena memang sama sekali tidak ada pembahasan sama sekali sejak pertama kali mereka duduk di cafe tersebut.

"Kau saja yang terlebih dulu bicara," ucap Kenzo.

"Kamu saja," kata Diandra pula.

"Ladies first," ucap Kenzo yang membuat Diandra pun tersenyum manis untuk pertama kalinya kepada Kenzo.

Rasanya begitu damai dan terasa sangat nyaman melihat senyuman yang terpancar dari sudut bibir Diandra, itulah yang dirasakan oleh Kenzo saat ini.

"Ken, kamu yakin hanya mau ditraktir minuman saja? Kalau kamu makan, boleh kok," tanya Diandra.

"Benarkah? Memangnya kau tidak takut jika nanti aku akan memesan makanan yang mahal dan banyak di cafe ini," tanya Kenzo pula.

"Ya sekali-sekali tidak masalah lah, yang penting aku sama sekali sudah tidak ada hutang budi sama kamu dan setelah ini kita juga sudah tidak ada urusan apapun lagi," kata Diandra, sehingga membuat wajah Kenzo yang tadinya ceria berubah menjadi murung.

"Jadi itu tujuanmu Di, aku tidak menyangka ternyata kau benar-benar menjauh dari anak geng motor," batin Kenzo.

"Ken, ada apa? Ada yang mau kamu tanyakan?" Tanya Diandra.

"Iya, sebenarnya memang ada yang ingin aku tanyakan. Tapi terserah jika kau mau menjawabnya atau tidak," kata Kenzo.

"Ya silahkan tanyakan saja," kata Diandra.

"Kenapa kau begitu membenci anak geng motor? Apakah kau mempunyai masa lalu yang begitu buruk tentang geng motor?" Tanya Kenzo penasaran.

Diandra tampak terdiam, rasanya sangat sedih jika mengingat bagaimana sadisnya para anak geng motor yang memukuli adiknya hingga pergi untuk selama-lamanya. Meskipun belum menjawab apapun, tetapi di saat itu Kenzo dapat melihat jika Diandra terlihat sedih. Bahkan ia tertunduk dan meneteskan air matanya.

"Di, kau tidak perlu menjawabnya. Aku minta maaf karena aku sudah ikut campur masalahmu," ucap Kenzo, merasa tak enak terhadap Diandra.

Diandra menghela nafas panjang, lalu ia pun mengusap air matanya dan menatap ke arah Kenzo.

"Aku minta maaf, ini memang urusan pribadiku, jadi aku tidak bisa cerita. Oh iya jika menurutmu ucapan terimakasih ini belum cukup, lain kali aku akan mentraktirmu lagi. Tapi kali ini aku harus pergi," ucap Diandra.

"Aku antar ya Di," tawar Kenzo.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri," tolak Diandra yang langsung saja beranjak dari tempat duduknya.

Sedangkan Kenzo hanya terdiam dan menatap punggung Diandra yang semakin menjauh meninggalkannya.

*****

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Kenzo tak lepas memikirkan Diandra yang telah berhasil mengobrak-abrik isi hatinya, meskipun ia belum menyadari perasaan apa yang dirasakannya saat ini. Akan tetapi walaupun membayangkan Diandra membuatnya begitu bahagia, tetapi jika mengingat bagaimana Diandra sangat membenci geng motor membuat nyalinya pun seakan menciut. Sampai sekarang ia belum mendapatkan jawaban tentang hal itu, bagaimana bisa ia dikatakan menyukai Diandra bahkan tentang Diandra saja ia sama sekali belum mengetahuinya.

Tepat di lampu merah, tidak sengaja mata Kenzo tertuju pada sosok ibunya sedang bersama seorang pria yang diyakini adalah selingkuhan yang saat ini telah menjadi kekasihnya itu sedang berada di depan sebuah restoran. Sudah pasti mereka akan makan di restoran tersebut.

"Padahal baru saja berpisah, tapi sekarang sudah berani mengumbar-umbarkan kemesraan seperti itu, tidak tahu diri," gumam Kenzo yang terlihat begitu jijik kepada ibunya sendiri. Lalu ia pun mengalihkan pandangannya ke arah lain dan malah melihat segerombolan orang yang di saat itu sedang berkelahi, membuat Kenzo pun menjadi penasaran dan ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.

Bersambung …

1
Tri Handayani
akhirnya impian kenzo dan diandra trwujud'semangat thorrr d tunggu karya selanjutnya...
Rya Kurniawan: hai Kak terimaksih ya atas dukungannya. Mampir di karya baru aku yg berjudul Istri Tengil Sang Presdir dan Istri Yang Tak Diakui yuk Kak. Mohon dukungannya.. 🥰🥰
total 1 replies
Tri Handayani
Next thorrrr...
Tri Handayani
ikut bahagia...akhirnya kenzo bsa bersama diandra lg'semangat thorrrr....
Tri Handayani
semua karena cinta y thorrr'tetep semangat up thorrrr....
Rya Kurniawan: benar Kak terima kasih ya semangatnya. 🥰
total 1 replies
Pisces Girl
Lanjut thor..
Tri Handayani
semangat kenzo'semoga kamu bsa melewati semuanya dn menjadi lebih baik lgi...semangat jg thorrr'double up'nya
Rya Kurniawan: terimaksih kk.. ditunggu ya..
total 1 replies
Tri Handayani
sabar y kenzo klu emang jodoh pasti diandra kembali padamu'Next thorrr
Tri Handayani
Next thorrr...semangat'
Rya Kurniawan: terimakasih ya kk udah mampir 🥰
total 1 replies
Lena Laiha
wow ceritanya keren sih ini. semangat thor
Rya Kurniawan: makasih ya Kak.. 🥰
total 1 replies
Aquarius
ceritanya sangat bagus.. 🤩
Putri Bungsu
Ceritanya sangat Bagus, semangat Author.. 🥰🥰😙
Pisces Girl
Ceritanya seru
One
semangat Thor ..ceritanya menarik..
UQies (IG: bulqies_uqies)
Awal cerita yang menyesakkan untuk kedua tokohnya, bagus kak 👍
UQies (IG: bulqies_uqies): Sama-sama kakak 🥰
total 2 replies
lanjut. semangat. sekuntum bunga buatmu
Rya Kurniawan: makasih ya Mak
total 1 replies
naya_handa
Sukakkk sama ceritanyaa
Rekomen bangeettt ❤️❤️❤️
naya_handa: Sip sama2…
total 2 replies
Pacarnya Lin Yi. 🥰
ceritanya menarik.. 🥰
Pacarnya Lin Yi. 🥰
Ceritanya menarik ..🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!