NovelToon NovelToon
Aku Tidak Cacat, Mas

Aku Tidak Cacat, Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:179.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ni R

"Aku tidak cacat, mas. Menikah denganmu juga bukan kehendakku." Kemala.

Peristiwa kebakaran yang dialami oleh Kemala akibat menyelamatkan seorang ibu-ibu membuat ia harus menelan pil pahit jika sebagian wajahnya rusak karena luka bakar.

Atas kebaikannya ini lah yang membuat Kemala mau tidak mau harus menikah dengan seorang pria yang tidak ia cintai apa lagi ia kenal. Pria tersebut bernama Devanio, anak laki-laki dari orang yang sudah Kemala tolong. Bagaimana kehidupan rumah tangga Mala dan Deva? Mampu kah Deva menerima kekurangan Mala? Atau justru pernikahan mereka harus berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

"Deva...!!" Panggil pria yang berumur sekitar empat puluh delapan tahun. "kamu ngapain di sini?" Tanyanya.

Deva mengerutkan dahinya, pria ini menatap tidak suka pada orang yang menghampirinya ini.

"Melia mana? Kok kamu nggak bareng sama Melia?"

"Aku tidak ada urusan lagi sama Melia." Jawab Deva seraya berlalu pergi.

Pak Anton mengejar Deva, ia menahan langkah Deva sambil tertawa-tawa tidak jelas.

"Deva, minta uang dong." Pinta pak Anton yang sama sekali tidak tahu malu.

"Kenapa anda tidak meminta kepada anak anda, Melia?"

"Minta sama kamu juga sama, kamu kan calon mantu saya. Sama aja kan?"

Pak Anton kembali tertawa tidak jelas.

"Saya dan Melia sudah putus lama, lagi pula saya sudah menikah dengan perempuan lain." Ucap Deva memberitahu hingga membuat Pak Anton terkejut.

Deva tidak ingin menjelaskan, pria ini pergi begitu saja. Pak Anton yang tidak percaya bergegas pergi ke apartemen anaknya. Bagaimana bisa Melia putus dengan Deva anak orang kaya yang selama ini sudah memberi mereka penghidupan.

Sesampainya di apartemen, dengan perasaan malas Melia membuka pintu.

"Mel, apa benar kamu udah putus sama Deva?"

"Bapak tahu dari mana?"

"Deva yang bilang, apa benar hah?"

"Sebenarnya udah putus, tapi aku masih berusaha mengejar dia."

Pak Anton menggelengkan kepalanya, ia langsung duduk di sofa.

"Bodoh kamu!" Hardik pak Anton. "Kenapa sampai putus? Kamu tahu sendiri Deva anak orang kaya. Seharusnya kamu paksa dia buat nikahin kamu biar hidup keluarga kita naik derajat."

"Kemarin aku ada masalah!"

"Apa benar Deva sudah menikah sama perempuan lain?"

Melia mengangguk, wanita ini pun menceritakan apa yang sudah terjadi sebenarnya. Sedikit memutar balikan fakta tentang Mala yang sudah merebut Deva dari dirinya.

"Kamu benar, kamu harus mengejar Deva lagi. Jangan mau kalah sama bocah ingusan."

"Ini juga lagi usaha!" Seru Melia.

"Jangan bikin malu keluarga, bapak udah bilang sama orang-orang kalau calon kamu itu orang kaya raya."

Melia tidak menanggapi, rasanya malas sekali karena kedua orang tuanya cuma bisa memaksa dirinya ini dan itu. Seperti biasa, sebelum pergi pak Anton meminta sejumlah uang kepada anaknya sebagai modal berjudi.

Terlahir sebagai anak dari kalangan kelas bawah bahkan untuk makan pun susah. Tapi, Melia tidak mau mengakui jika dirinya berasal dari keluarga kurang mampu. Ia hanya ingin dipandang sebagai wanita berkelas yang bisa berdiri dengan kaum sosialita.

Tak berapa lama bapaknya pergi, ternyata Frans datang ke apartemen Melia. Belum juga pria ini duduk, Melia sudah meminta uang kepadanya.

"Kau pikir aku ini bank? kenapa kau tidak meminta kepada Deva? Bukankah dia sudah kembali pada keluarganya?"

Melia membuang kasar, entah kenapa Frans sangat pelit sekali padahal ia juga termasuk anak orang kaya.

"Kau hanya ingin menikmati tubuhku saja, giliran kumintai uang selalu saja berkata seperti itu."

"Kita melakukannya dasar suka sama suka. Jadi, kenapa kau harus protes? Jika kau ingin uang, KERJA. Sekali pun Deva berasal dari keluarga kaya raya, tidak akan mungkin keluarganya mau menerima kamu."

"Kau meremehkan aku?"

"Nyatanya dia tidak mau kembali padamu padahal kalian berpacaran hampir delapan tahun."

Melia merasa jengkel mendengarnya, wanita ini langsung mengusir Frans dari apartemennya.

Kembali pada Deva yang sampai detik ini masih mencari Mala yang sudah hilang tanpa jejak. Deva yang merasa lelah pun memutuskan untuk kembali ke kontrakan. Sekali pun ia sudah diizinkan untuk pulang ke rumah, tapi Deva lebih nyaman berada di kontrakan.

"Kamu itu minggat atau semedi? Minimal kasih kabar lah kalau pergi, jangan seperti ini. Ayo pulang si buruk rupa." Ucap Deva yang merasa geram.

Pria ini terus memandangi foto masa remaja Mala sampai ia terlelap tidur begitu saja. Baru setengah jam Deva tidur, ternyata David dan bu Resti datang ke kontrakan. Dengan perasaan malas, Deva membuka pintu.

"Deva, ayo pulang. Mau sampai kapan kamu seperti ini?" Bu Resti sudah lelah membujuk Deva.

"Nggak mau, kalau aku pulang ke rumah. Nanti sewaktu-waktu Mala pulang ke kontrakan bagaimana?"

"Mala juga nggak ada kabar, lagian kamu juga nggak tahu dia ada di mana?"

"Makanya, jadi manusia kalau punya mulut itu di rem sedikit." Ujar David yang merasa geram.

"Si paling sempurna. Udah, kalian pulang sana!" Usir Deva.

"Haduh, punya anak kok gini amat. Susah banget ngaturnya. Terserah kamu lah, Deva."

Bu Resti yang merasa kesal pun mengajak David pulang. Deva hanya duduk termenung seperti orang tidak waras, di sore yang sangat mendung ini entah kenapa ia sangat merindukan Mala. Pelukan hangat tanpa mengenal rupa yang sesungguhnya membuat Deva mulai tersiksa.

Sampai tiga bulan berlalu, Mala juga belum pulang atau sekedar menampakan wajah sebagai pelepas rindu. Sikap Deva juga berubah menjadi dingin bahkan mulutnya tidak cerewet seperti dulu lagi.

"Deva, tolong gantiin acara makan siang di restoran Kencana Asri. Mas mau pergi ke rumah mertua." Pinta David.

"Hem....!!" Jawabnya singkat tanpa membuka mulut.

David hanya bisa menggelengkan kepalanya, pria ini pun keluar dari ruangan Deva. Sampai sekarang Deva juga masih tinggal di kontrakan, pria ini begitu setia menunggu Mala pulang meskipun sampai sekarang ia tidak tahu Mala di mana?

Jarum jam sudah menunjukan pukul sebelas tiga puluh. Bergegas Deva pergi ke restoran yang dimaksud oleh kakaknya. Setelah Deva sampai di restoran, tanpa sengaja ia bertemu dengan teman-temannya yang sedang makan siang di sana.

"Kebetulan sekali ada Deva, kau datang tanpa diundang, kawan." Ucap salah seorang teman Deva yang bernama Hendro.

"Deva, mari makan siang bersama-sama." Ajak beberapa temannya yang lain.

"Kalian menganggapku sebagai teman?"

"Tentu, kau adalah teman kami jika kau mentraktir kami hari ini." Jawab Hendro setengah tertawa.

"Tapi maaf, aku sudah tidak menganggap kalian sebagai teman lagi." Sahut Deva kemudian pergi begitu saja.

Deva pun menuju meja nomor lima belas yang ternyata para rekan bisnis perusahaannya sudah menunggu dirinya. Deva pun makan siang dengan santai sambil membahas pekerjaan.

"Deva...!!" Panggil Melia yang sama sekali tidak memiliki sopan santun. "Ternyata Hendro benar, ternyata kamu makan siang di restoran ini." Ucap Melia yang masih berusaha mengejar Deva.

"Wah, siapa dia?" Goda salah seorang rekan bisnis yang bernama pak Gunawan.

"Saya......!!"

"Bukan siapa-siapa pak, dia sales obat gatal." Jawab Deva yang memotong ucapan Melia.

Melia sakit hati, ia merasa tidak terima dengan pengakuan Deva seperti itu. Dengan perasaan marah, Melia pun pergi dari sana dan memilih bergabung bersama teman-teman Deva.

1
maya ayu
lhahh baru tau marah izin dlu 🤣🤣🤣🤣
falea sezi
bodoh mending cerai krja apa aja pake cadar aja lah bodoh
Yuli Yanti
cerita nya bagus mna ke lanjutan nya thor
Ghaby
cerita nya bagus banget, cepat dong author jamuran kami nunggu nya lama²
Ayu Song
lama bnget thorr g pernah up.... uda jamuran nich thorrr
Ayu Song
lama g pernah up thorrr sampai jmurann
Novena
Bagus bet 🥰
Noor Sukabumi
udah lm bnget nunggu noh novel gilira update cuma dikit thor semangat n ditunggu lanjutannya ya thor
Edelweiss🍀
Udah saling tau kan, ayah dan anak itu. udh sebatas itu aja, kalau ketemu bertegur sapa masih wajar aja lah ya tp kalau untuk berhubungan baik layaknya keluarga yg sekian lama terpisah lalu ketemu lagi itu semua gak mungkin lah ya mengingat perpisahan itu terjadi atas kehendak bapak sendiri. Anggap saja kalian bukan siapa2 hanya sesama manusia yg sama2 berpijak di bumi. aku geram betul soalnya ini😤
Maria Kibtiyah
wah akhirnya up juga
Mrs.Helio Tropium
udah lama nunggu thor,akhir nya berlanjut cerita nya
Yannti Susanti
alhmdllh udah lnjut lgi kmren OPS nya lma thor
sania
ada g ya kira2 yg modelan bapak kek gini didunia nyata?pen nabok ya takut dosa diabiarin kok ya ngeselin.amit amit
Senajudifa
dikit amat thor
Ayu Song
up yg bnyak kakk lma g pernah up lagi bikin jamuran
Sri Suryani
lama libur'y thor..sampai lupa cerita'y 🤭
Ayu Song
kak koq g update lmaa bgett kakk
Ayu Song
ayo kakk update dongk
rita ziatmy
ceritanya menarik tp kok g sampai tamat ya ...
Ayu Song
kak koq lama g up lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!