NovelToon NovelToon
Kekasih Rahasia Supermodel

Kekasih Rahasia Supermodel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noeryanthi Kusnadii

- Cinta Yang Menyembuhkan Trauma-

Damarlangit hanya salah satu dari orang yang memiliki trauma dalam hidupnya. Bahkan trauma itu dirasakan sejak usia Damar 10 tahun hingga saat ini, dan sampai dia berhasil menjadi super model, trauma itu masih Damar rasakan.

Hingga pada suatu hari, seorang wanita penghibur datang untuk menyembuhkan lukanya, namanya, Arundaya. Dipertemukan dengan tidak sengaja, membuat mereka mengenal satu sama lain, hingga kedekatan mereka jauh dari hubungan hanya seorang teman. Hingga hubungan gelap mereka jalin karena Ibu Damar tidak menginginkan Damar dekat dengan wanita seperti Arundaya yang dia pikir akan merusak karir Damar.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Dapatkah mereka menjalin hubungan saat Ibu Damar melarangnya, dan apakah trauma Damar akan sembuh saat bertemu dengan Arundaya yang ingin membantu Damar untuk sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noeryanthi Kusnadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

"Kau yakin baik-baik saja?" tanya Arundaya. Dia menghampiri Damar yang sedang duduk di sofa. Arundaya tidak sungkan untuk memegang tangan Damar sambil menatapnya khawatir.

"Tidak," jawab Damar sambil tersenyum manis.

"Sebenarnya hubungan kalian ini apa?" Rio yang dari dapur berjalan dan duduk di samping Damar. Mengganggu mereka yang sedang bicara.

"Maafkan aku," tutur Arundaya, setelahnya dia menjauh dari Damar.

"Kau harusnya bisa mengartikan sendiri," sahut Damar dengan nada ketus.

"Aku pikir kau itu adik yang tidak tau diri, begini juga aku lebih tua darimu, tidak bisakah kau lebih sopan menjawab pertanyaanku," gerutu Rio, namun dia tidak benar-benar marah, dia hanya menggoda Damar saja.

"Bagaimana dengan pertemuan besok?" Bukannya meledeni ucapan Rio, Damar malah mengalihkan pembicaraannya.

"Kau yakin bisa melakukannya?" tanya Rio.

"Ya, aku akan lakukan. Bisakah aku menolak saat kau sudah mengatur jadwalku."

"Bukan seperti itu. Aku hanya--" Sebenarnya bukan Rio yang mau Damar melakukan semua kontrak yang akan Damar lakukan.

"Aku tau. Sudahlah, sebaiknya aku istirahat. Jika tidak Papa yang akan membunuhku," ujar Damar.

Mendengar itu, Arundaya menatap Damar. Apa benar orang tua Damar sekejam itu, ity pikir Arundaya. Yang dia tahu, Damar memiliki masalah dengan Ibunya, tapi dia tak habis pikir jika Damar memang memiliki masalah besar dari keluarganya.

Padahal di depan kamera, Damar selalu memberikan penampilan yang bagus. Dia tidak pernah gagal ketika menjadi salah satu model brand. Damar selalu berhasil dan meskipun dia hanya seorang model, namun banyak yang menyukainya.

Damar mengusap kepala Arundaya sebelum dia masuk ke kamarnya. Tak lupa senyum manis itu kembali mengembang dari mulutnya.

"Kau tau, dia sering tersenyum di hadapanmu. Biasanya dia tidak seperti itu," bisik Rio pada Arundaya.

"Jangan kau racuni pikirannya dengan cerita burukmu itu," sahut Damar yang mendengar apa yang Rio katakan pada Arundaya.

"Telinganya juga begitu peka. Kau akan menyesal mengenalnya nanti. Lihat saja," ejek Rio. Damar menghentikan langkahnya dan berbalik sambil menatap tajam ke arah Rio.

"Sebaiknya aku pergi. Tapi tunggun ... kalian di rumah berdua. Kalian tidak akan?" Kalimat Rio menggantung. Damar mengerti apa yanh sedang manajernya itu katakan.

"Biarkan saja. Aku akan tunjukan pada mereka jika dia kekasihku," imbuh Damar. Kata-kata itu sukses membuat Arundaya yang ada di dekat Rio menatap terkejut dengan apa yang Damar katakan. Seperti mimpi saja jika Damar memang mau menjadi kekasihnya. Namun, Damar mengatakan hal itu.

"Jangan ... jangan. Aku mau kau tetap hidup. Kau akan mati di tangan Ibumu jika karirmu hancur." Mendengar obrolan mereka berdua, rasanya seperti melayang karena bahagia kemudian dihempaskan begitu saja. Arundaya masih tetap diam. Sekejam itukah Ibu Damar, itu pikirnya.

"Kalau dia memang berniat membunuhku. Sudah sejak lama aku menjadi bangkai. Dia masih membutuhkan diriku sebagai alat pencetak uangnya. Dia tidak akan membunuhku. Namun, apa aku salah menjalani hidupku. Aku hanya ingin menikmati hidupku saja. Apa aku tidak boleh?" tanya Damar. Matanya berkaca-kaca ketika mengatakannya. Arundaya semakin membeku. Dia tidak mengerti apa yang terjadi, tapi dari apa yang Damar katakan, dia pasti sangat menderita karena Ibunya.

"Lupakan tentang kisah tragsiku itu. Kau sudah mencarikan pekerjaan untuk Arundaya?" Damar teringat tentang pekerjaan Arundaya. Dia tidak ingin jika Arundaya merasa bosan nantinya jika hanya diam di rumah.

"Ah ... iya. Ada pekerjaan untuknya, tapi hanya sebagai bartender di salah satu Cafe. Temanku masih mencarikannya untuknya. Masalahnya dia tidak memiliki--"

"Biarkan dia menjadi asistenku jika begitu," sahut Damar.

"Kau gila?" Rio melotot memandang Damar karena ide gilanya itu.

"Tidak akan ada yang tau. Biar dia menjadi asistenku. Aku pikir dia bisa membantuku. Apa kau mau?" tanya Damar pada Arundaya yang sejak tadi hanya diam.

"Mungkin sebaiknya aku menerima pekerjaan di Cafe saja. Aku rasa akan menjadi masalah jika aku selalu bersamamu," jawab Arundaya. Sudah untung Damar membantunya. Dia tidak ingin memberikan masalah lebih lagi untuk Damar.

"Tidak, bukan begitu. Hanya saja Ibunya akan--"

"Aku akan menerima apapun pekerjaannya yang penting itu baik."

"Besok ikut saja denganku. Kua bekerja bersamaku." Damar menginginkan Arundaya menjadi asistennya.

"Damar ... kau yakin?" tanya Rio. Dia berjalan mengikuti Damar ke kamarnya. Ini tidak bisa terjadi. Walau Sarita tidak membunuh Damar, tapi dia pasti menekan dan menyiksa Damar lagi. Itu yang tidak ingin Rio lihat. Kejadian kemarin saja membuatnya merasa bersalah. Bagaimana jika kejadian itu terulah lagi. Masih baik Damar menyembunyikan hubungannya dengan Arundaya, daripada dia tersiksa dan mengalami trauma yang dalam.

***

Di dalam kamar Arundaya sibuk dengan pikirannya. Sebenarnya separah apa perlakukan Ibu Damar pada putranya. Rio saja sampai melarang untuk Damar menjadikan Arundaya asistennya. Walau tidak jelas menolaknya, tapi dari bahasa yang dikatakan Rio, saat Arundaya bersama Damar akan menjadi masalah besar.

"Sudah baik dia membantumu. Kau tidak boleh memberinya masalah lagi. Atau aku harus mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ... tidak. Kau tidak boleh lancang. Kau tidak tau diri jika ingin mencampuri urusan mereka tanpa diminta. Kau harus menghindari memberi masalah padanya." Arundaya bicara pada dirinya sendiri. Jika dia hanya mementingkan egonya saja, Damar yang akan terluka. Arundaya memilih untuk menerima tawaran Rio, untuk sekarang.

"Tapi tunggu. Apa dia menganggapku sebagai kekasihnya?" Senyum Arundaya merekah. Dia senang jika hal itu terjadi. Ketidaksengajaannya bertemu dengan Damar menjadi penyelamat untuknya.

***

"Kau tidak bisa menjadikannya asistenmu. Aku sudah merasa sangat bersalah ketika kau pulang dengan kondisi terluka akibat Ibumu itu. Itu hanya kau diminta menandatangi kontrak. Lantas jika dia tau ada penghalang karirmu. Dia akan membunuhmu. Dan aku orang pertama yang akan menyalahkan diriku jika terjadi apa-apa denganmu," jelas Rio. Dia begitu peduli pada Damarlangit karena kisahnya. Itu sebabnya jika sesuatu terjadi pada Damar, dia selalu menyalahkan diri karena tidak becus mengurus Damar dengan baik.

"Lantas aku harus bagaimana? Mengikuti terus permainan Ibu? Sampai kapan?" tanya Damar, jujur saja dia juga lelah dengan semua ini. Ingin sekali dia pergi dan menjalani hidupnya, namun itu tidak bisa Damar lakukan karena dia merasa terikat pada Sarita.

"Setidaknya jangan menantang maut. Aku memang bukan siapa-siapamu, namun aku sayang padamu seperti adikku. Aku tidak mau kau celaka dengan membawanya menjadi asistenmu. Sembunyikan dia untuk sekarang. Aku berjanji akan melindungi kalian, Tuan Brata tidak akan diam. Jika kau tidak ingin dia terluka, jangan kau buat dia menjadi asistenmu. Aku tau kau bisa bekerja dengan profesional, tapi akan tetap terlihat jelas, siapa dia dimatamu. Tolong pikirkan. Meski kau sering membantahku, tapi aku tau kau tidak dengan sungguh-sungguh melakukannya. Aku mohon pikirkan dirimu dan juga Arundaya. Jangan pernah menantang Ibumu."

Rio merasa jika Damar memiliki kekasih, Ibunya tidak akan tinggal diam. Tapi semua itu dari Damar juga, jika dia masih keras kepala, masalah akan terjadi. Karena Sarita lebih mementingkan karir Damarlangit. Dan Sarita pasti berpikir jika Arundaya adalah ancaman untuknya.

1
habibulumam taqiuddin
kok G lnjut2
Nona Lemetd 💜: sudah di lanjut lagi kak 🫡
total 1 replies
habibulumam taqiuddin
selamatkan arundaya
habibulumam taqiuddin
lama sekali g update
ramochaaa
semangat thorrr
ramochaaa
semangatttt
habibulumam taqiuddin
salut sy dg kejujuran damar. menerima kekurangan pasangan masing-masing....
Ameera zie
ya allah bu, tobatt
Ameera zie
ngilu🥲
Nona Lemetd 💜
happy reading ya, jangan lupa tinggalkan komen kalian. terima kasih, follow akunnya juga yaaaa
adilia
keren
adilia
damar
adilia
seru untuk di baca
Yarasary
aku udah mampir tor, mampir juga yuk ke novel aku ~Aswarya genggam aku 😊.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!