Apa yang sudah digariskan oleh takdir maka tak ada yang bisa mengubahnya.
Vevina, gadis imut dengan segala pemikiran nya yang random serta tingkah nya yang konyol tapi menyimpan rasa sakit hati atas cinta pertama yang salah.
Luke, seorang aktor muda multitalenta didunia industri hiburan. Terkenal akan keramahan dan wajah tampan nya namun sangat tertutup rapat akan kehidupan pribadi nya terutama akan cerita tentang masa lalu nya.
Sempat terpisah jauh sampai takdir kembali mempertemukan mereka dengan cara nya..!!
Akan kah takdir bisa menyatukan mereka dan berdamai dengan masa lalu yang ada??!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenariansy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niat Sandra
Dilain tempat, disebuah kamar yang luas dengan dekorasi mewah nan klasik bernuansa rose gold, seorang wanita berumur tengah duduk disofa yang terdapat dikamar tersebut. Dirinya sedang memandangi sebuah lukisan besar nan elegan yang tergantung didinding kamar tersebut dan berada tepat didepannya sekarang.
Ditangannya menggenggam selembar photo sepasang pengantin dengan baju pengantin yang dikenakan tampak sederhana, terlihat juga dekorasi pernikahannya pun terlihat sederhana namun tak menutupi raut pasangan tersebut yang terlihat sangat bahagia terlihat dari senyum sepasang pengantin itu nampak jelas terpatri pada photo tersebut.
"Bu... Ibu, maaf menganggu tapi Dita ada diluar sekarang."
Sandra masuk kedalam kamar tersebut saat dirinya memanggil sang ibu mertua yang sepertinya sedang melamun dirinya melihat lembaran photo yang tangan sang ibu mertua.
Rasanya sesak didadanya setiap melihat photo tersebut, terlebih lagi melihat air muka sang ibu mertua yang sulit diartikan.
"Bu.. Mari aku bantu, kita temui Dita diluar ya." Sandra dengan sigap mendekati sang ibu untuk membantunya bangun dari duduknya.
...****************...
Dita baru saja turun dari mobilnya, selesai jam praktek tadi dirinya memutuskan untuk berkunjung kerumah besar yang sekarang ada didepan matanya, dirinya melangkah memasuki rumah tersebut yang kebetulan pintunya terbuka karena ada beberapa pekerja yang sedang membersihkan ruangan depan dirumah tersebut.
Dita menyapa salah seorang pekerja disana dan menanyakan dimanakah sang tuan rumah, dan pekerjaan tersebut pun mempersilahkan Dita untuk menunggu di taman yang berada samping rumah tersebut setelah mengatakan bahwa sang tuan rumah sedang ada dikamarnya dan akan menyampaikan kedatangan Dita.
Dita pun melangkah menuju taman tersebut, dan sang pekerja tersebut pun segera naik kelantai dua menuju kekamar sang tuan rumah untuk menyampaikan bahwa ada tamu yang menunggu dibawah.
Tepat didepan kamar sang ibu mertua, pekerja dirumah itu yang saat itu berniat untuk kekamar sang tuan rumah guna menyampaikan bahwa di bawah ada tamu yang menunggu dibawah tepatnya di taman samping rumah bertemu denga Sandra yang juga berniat menemui sang ibu mertua.
...****************...
"Dita..." Panggil sandra yang datang sembari menggandeng sang ibu.
"Iya tante, eh nenek.." Dita berdiri dari duduknya dan menghampiri sang pemilik rumah.
Dita menyalami dan mencium pipi tante Sandra dan wanita yang dipanggilnya dengan sebutan nenek tersebut bergantian, kemudian ikut menggandeng wanita yang panggilnya nenek tersebut dan membantunya untuk duduk dikursi yang tersedia di taman tersebut.
"Nenek apa kabar?" tanya Dita
"Seperti yang kau lihat, ini lah kondisi nenek mu ini... Kamu sendiri bagaimana kabarnya?" jawab wanita itu tersenyum lalu balik bertanya kepada Dita.
"Kabar ku baik nek." jawab Dita juga dengan senyuman.
"Ibu, Dita.. Tante tinggal masuk dulu ya sebentar."
Ujar Sandra seraya bangun dari duduknya dan berjalan masuk kedalam rumah, meninggalkan Dita dan sang ibu mertua setelah keduanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Dita, bagaimana dengan Luke? Apa kalian sering bertemu?" tanya nenek seraya memperhatikan ikan-ikan hias yang sedang berenang kesana kemari didalam kolam ikan yang lumayan besar yang berada tak jauh dari bangku yang mereka duduki sekarang.
"Iya nek, tadi pagi Dita berkunjung ke apartemennya untuk memeriksa Luke seperti biasa. Sepertinya Luke perlu banyak istirahat nek, mungkin dia terlalu memforsir tenaganya untuk bekerja. Dita takut dengan kondisi pekerjaannya yang padat akan membuatnya mudah sakit dan juga tingkat stres yang tinggi, bisa saja memicu traumanya akan kambuh nek." Jelas Dita.
"Dia memang selalu tak bisa diam, bila keinginannya belum tercapai." Nenek mendesah pelan mendengar penjelasan Dita.
"Bagaimana dengan terapinya? Apa masih berjalan?" tanya sang nenek kembali.
"Aku rasa masih nek.. Aku masih belum sempat menanyakannya nek" jawab Dita kembali.
Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya pelan. Tak ada obrolan lagi setelahnya, sampai Sandra kembali datang menghampiri mereka berdua dengan dua orang pekerja yang mengikutinya dengan membawa minuman dan beberapa cemilan juga buah-buahan yang telah dipotong dalam piring-piring kecil.
Sesudah menghidangkan minuman dan juga cemilan serta buah-buahan tadi yang dibawa, para pekerja tersebut pun undur diri dan masuk kembali kedalam rumah berbeda dengan Sandra yang ikut duduk dan mulai mengobrol dengan Dita dan sang ibu mertua.
"Dita bukankah kamu sudah lama kenal dengan Luke, bahkan sudah menjadi dokter pribadinya sekarang. Pasti kalian sudah lebih dekat dong sekarang?!" tanya Sandra antusias.
"Bagaimana ya tant, aku memang sudah lama mengenal Luke tapikan tante dan nenek tau sendiri bagaimana sifat dan sikap Luke dengan perempuan bila diluar urusan pekerjaan selama ini. Lagi pula selama ini hubungan kami hanya sebatas pasien dan dokter saja tant." Jelas Dita.
Sandra dan sang ibu saling pandang mendengar penjelasan dari Dita, Sandra pun tersenyum seraya menggenggam tangan Dita.
"Dita apa kamu menyukai Luke? tanya Sandra
Dita yang ditanya seperti itu hanya bisa diam dan tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, melihat jawaban Dita yang menjawab hanya dengan anggukan kepalanya Sandra tersenyum senang dan langsung memeluk Dita, Dita yang dipeluk pun membalas pelukan dari sandra.
Sandra memang sudah lama menyukai Dita karena menurutnya Dita adalah gadis yang manis dan baik, juga bukan perempuan biasa yang pastinya akan cocok bila bersanding dengan sang keponakan.
Sang nenek pun tersenyum senang melihat jawaban Dita yang menyukai sang cucu, dirinya pun memikirkan hal yang sama dengan sang menantu Sandra bahwa Dita adalah gadis yang layak untuk bersanding dengan sang cucu.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan interaksi ketiga wanita berbeda usia yang sedang bercengkrama ria di taman samping rumah itu dari pintu kaca yang menghadap kearah taman yang posisi nya sekarang dibelakang ketiganya, tak hanya itu iya pun dapat mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan oleh ketiga wanita beda generasi itu.
Anna mengepalkan tangannya, menahan geram saat dirinya tak sengaja mendengar apa yang dibicarakan sang ibu sambung bersama sang nenek dan Dita di taman samping rumah sang nenek, tadinya dirinya pamit kepada Vina dan Yuna setelah makan siang untuk pergi ke rumah sang nenek karena hendak mengambil dokumen penting yang harus segera diurus sehubungan kepindahan dirinya dan Luke dari rumah sang nenek ke apartemen yang sekarang mereka tempati.
Namun belum sempat dirinya naik kelantai dua rumah tersebut untuk mengambil dokumen yang menjadi tujuannya iya memutuskan untuk menyapa sang nenek yang terlihat sedang berada di taman terlebih dahulu, baru saja Anna hendak melangkah keluar dari pintu kaca yang jadi penghubung rumah dan taman tersebut dirinya mendengar obrolan dan juga pertanyaan sang ibu sambung kepada Dita yang menanyakan perasaan Dita kepada sang sepupu dan itu cukup membuat Anna sangat geram.
Anna merasa sang ibu sambung bahkan sang nenek sekali pun tak punya hak untuk mengatur-ngatur perihal perasaan, Anna paham betul kemana arah pertanyaan Sandra sang ibu sambung dengan melihat ekspresi sang ibu sambung dan sang nenek yang begitu mudah ditebak oleh Anna.
Anna memutuskan untuk berbalik dan melangkah naik kelantai dua rumah tersebut untuk mengambil dokumen yang jadi tujuannya tadi datang ke rumah itu, setelah mendapatkan dokumen yang menjadi tujuannya kemudian dirinya keluar dari kamarnya tak itu saja Anna pun turun dengan menyeret sebuah koper besar.
Sandra yang pamit masuk kedalam rumah karena hendak mengambilkan obat untuk sang ibu mertua dikagetkan dengan Anna yang turun dari tangga dengan membawa koper besar.
"Anna... Kapan kamu datang nak, kenapa ibu gak tau?" tanya Sandra terkejut menatap Anna turun sambil menyeret koper besar.
"Kapan saya datang bukan urusan anda, dan untuk kesekian kalinya mohon diingat anda bukan ibu saya!!" Jawab Anna acuh.
Dokter Dita yang dah lama kesemsem sama Luke.
💜💕💜💕💜💕💜💕💜💕💜💕💜💕
Terima kasih untuk dukungannya 💜borahe💜
panjang bnget narasi nya..
kok gk di pisah2
hati2 di jalan Ester