NovelToon NovelToon
MY HOTTEST CAT

MY HOTTEST CAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Transformasi Hewan Peliharaan / Persahabatan / Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: jihadinraz

Kucing jadi cogan?!

-
-

Memiliki kehidupan yang kelabu dan membosankan, siapa sangka suatu hari Moza malah menemukan seekor kucing di jalanan.

Tapi bagaimana jadinya jika ternyata kucing yang gadis temukan justru berubah menjadi sesosok laki-laki tampan yang manja, berisik dan rewel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jihadinraz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

"Permisi... Saya mau pesan."

Seorang wanita dengan turtleneck merah pekat dan tas tenteng berwarna senada tengah berdiri di depan kasir yang sedang sepi.

"Permisi–ASTAGA!"

Wanita itu terperanjat saat melihat Hana muncul dari bawah dengan raut wajah malas dan tidak semangat. Belum lagi kantung mata Hana yang sepertinya juga memiliki kantung mata.

"Perasaan dari luar kayak kafe, tapi pas masuk kok kayak rumah hantu, ya," ucap wanita dengan dandanan menor itu.

"Pesen apa?"

Wanita itu terperanjat dengan suara serak Hana. Belum lagi Hana tak pakai basa-basi ramah ala pegawai rumah makan lainnya.

"Jujur saya kurang suka ekspresi kamu. Ada senyumnya sedikit kek. Pasti bagus di muka kamu yang biasa aja itu."

Hana tersenyum sejenak lalu kembali berwajah datar, "Mau pesen apa?"

"Eh? Kok gini? Saya tadi panggil-panggil dari meja gak ada yang jawab, giliran saya samperin ke kasir malah dikasih respons kayak gini. Aduuuhh, mau gimana sih?"

Semesta... Capek-capek stalk Ig mantan sampe tidur jam tiga pagi, dan ini hadiah yang kau berikan? Ocehan ibu-ibu bawel?

Hana mengatur napasnya. Ia menyesuaikan ekspresi wajahnya menjadi lebih ramah, lalu tersenyum lebar, "Mau pesan apa? Ada banyak menu diskon hari ini. Silakan dipilih."

"K–kayaknya kurang cocok, sih. Tapi gak apa-apa. Dan ngomong-ngomong, saya mau pesan kopi susu hangat sama onion ring, ya."

Hana kembali menghilangkan senyumnya, lalu mencatat, "Kopi susu satu, onion ring satu."

"Eh, tapi onion ring terlalu berminyak buat saya. Lagu pula kayak gak cocok dimakan sama kopi susu gak, sih? Saya mau kopinya sama cheese cake aja."

Hana menghela napas kasar, "Kopi susu satu, cheese cake satu."

"Kayaknya kalo dua-duanya manis gak akan terlalu enak. Lagi pula kopi hangat gak cocok buat hari panas gini. Saya mau pesan ice coffe sama omelette aja."

Mumpung lagi sepi. Kayaknya bunuh ni orang satu gak akan ketauan, batin Hana geram.

"Ice coffe satu, omelette satu." Hana bahkan kehabisan tinta pulpen untuk mencatatnya.

"Tapi kalo–"

"Kita juga ada menu kopi plus sianida, loh. Mau?"

Wanita itu terperanjat kaget, "K–kamu mau bunuh saya, ya??!"

"Kalo boleh jujur, sih... Dari tadi saya pengen banget cakar muka ibu."

Wanita itu lagi-lagi kaget dengan ucapan Hana yang berterus terang dengan ekspresi dingin seperti itu.

"CAKAR?!! IBU??!! Kamu manggil saya IBU?!Kamu mau saya penjarain, ya??!!!"

"Dengan senang hati asalkan di penjaranya gak ada makhluk tua, berisik dan bikin jengkel macam ibu."

"BENER-BENER KAMU, YA! HARUSNYA KAMU–"

"Ada apa ini ribut-ribut?"

Berbarengan, Hana dan wanita itu menoleh pada seorang laki-laki berkemeja biru muda yang menghampiri mereka.

Billy.

Hana memutar bola matanya, "Nice. Si artis datang."

"Na, ada apa ini?" tanya Billy. Ia bingung mendengar suara cekcok dari luar ruangannya. Tapi sekarang mendadak hening.

Billy bahkan dapat merasakan mata wanita itu tengah menatapnya secara tidak wajar.

"Bagus. Hadapi makhluk ini pake muka ganteng lo itu, ya. Gue mau lanjut mimpi ******* sama Song Joong Ki lagi."

Hana pergi menuju ruangan pegawai, sementara Billy yang kebingungan setengah mati.

"Ada apa, ya? Ada yang bisa dibantu?"

Wanita itu sadar dari lamunannya, "I–ini... Saya mau pesan d–dada EH! Kopi! Ya, kopi! Kopi susunya satu."

Billy terdiam. Sepertinya lain kali ia akan memakai dasi dan menutup dua kancing atas kemejanya.

...(ฅ^•ﻌ•^ฅ)...

Jam menunjukkan pukul dua siang. Kini waktunya para pegawai untuk beristirahat dari kegiatan melelahkan berjam-jam tadi.

Ya, pegawai yang dimaksud tentu saja Moza dan Hana. Kafe Memories ini memang tak selalu ramai pengunjung, jadi tenaga yang dibutuhkan pun tak terlalu banyak.

"Gak ke apartemen dulu, Za?" tanya Billy sambil menaruh segelas kopi di meja dan menarik kursi agar terduduk bersama Moza.

"Biasanya kalo jam istirahat, lo selalu balik dulu," lanjut Billy. Moza mengangkat kedua bahunya, "Enggak kenapa-kenapa, sih. Lagipula di apartemen gak ada apa-apa hehe."

Di apartemen Moza hanya ada seorang laki-laki muda berisik yang bersikap mirip bocah kelas dua SD.

Apalagi lelaki itu hanya diam di apartemen Moza tanpa seorang pun tahu bahwa sebenarnya lelaki itu bukanlah sepupu Moza.

Tak ada yang aneh, kan? Itu wajar-wajar saja.

"Eh, Bil. Aku masih ngakak soal insiden kamu sama ibu-ibu tadi. Bener-bener absurd. Gak kebayang kalo aku liat langsung kejadiannya. Pasti ketawa gak berhenti sampe sekarang," tawa Moza.

Billy mengernyit, "Ibu-ibu yang mana?"

Bukan pura-pura, karena sejujurnya ada lima ibu-ibu yang berulah pada Billy. Jadi tentu saja ia kebingungan Moza sedang menceritakan yang mana.

"Itu... ibu-ibu sosialita serba merah."

Billy terdiam sejenak lalu teringat, "Ah, yang itu. Astaga, iya. Gue juga kaget."

"Ppfftt kaget apaan. Harusnya udah biasa, kali. Bukannya ibu-ibu yang kayak gitu udah jadi makanan kamu sehari-hari?"

"Udah biasa itu bener. Tapi kaget itu pasti ada, lah. Siapa yang gak kaget kalo digituin, kan? Tatapannya itu bikin merinding, Za."

Moza tertawa geli, "Aku balikin pertanyaan, nih. Siapa yang gak kagum liat cowok kayak kamu? Dari segi fisik sih, kamu udah oke."

Billy yang tengah meneguk kopinya tiba-tiba tersedak lalu menatap Moza kaget. Apa-apaan maksudnya?

Moza... baru saja memujinya?

Moza tersenyum kecil, "Eh! Maaf! Gak usah kaget gitu, dong. Maksud aku, artinya secara fisik, kamu udah cocok dari kriteria mereka."

Billy terdiam. 'Mereka'....

Gue berharap apa, sih? gumam Billy dalam hati.

"Seperti kata Hana, gue kagum sama lo yang bisa liat sisi positif dari segala hal," ujar Billy dengan senyum tipisnya.

Moza balas tersenyum, "Ngomong-ngomong soal Hana, siapa yang baru keluar itu?"

Moza menatap gadis yang tak lain adalah Hana baru saja keluar kafe dengan langkah pelan nan lesu. Belum lagi disertai ekspresi wajah yang muram dan mata yang sembab.

"Hana?" panggil Moza. Billy menggeleng, "Bukan. Bukan Hana. Gue tau Hana kayak triplek ancur, tapi gak segininya."

Hana mendelik, "Gue lagi males congkel mata orang."

"Ya. Ini emang Hana," ucap Moza dan Billy berbarengan.

"Hana? Lo ke–"

"Belakangan ini gue lagi stalk pacar gue si Garry di Ig, atau pun real life buat mastiin dia selingkuh sama cewe lain atau enggak," jawab Hana bahkan tanpa membiarkan Billy menyelesaikan pertanyaannya.

Moza dan Billy saling menatap cemas, lalu Moza bertanya, "Terus gimana?"

"Ternyata Garry enggak selingkuh sama cewek lain...."

Moza dan Billy bernapas lega.

"...Tapi sama cowok."

Moza dan Billy bernapas leg– UUAPAAAA??!!!

"M–maksud kamu?" tanya Moza yang berusaha tidak mengerti apa yang ia dengar barusan.

Hana menoleh dan menatap keduanya datar, "Ya. Si Garry selingkuh sama cowok. Gue liat mereka berdua ke hotel, kamar seratus satu dan lantai enam. Kayaknya udah saling unboxing."

Astaga... Moza tak menyangka hal seperti tadi bahkan dapat masuk telinganya.

"Stres." Billy tak habis pikir. Hana mengangguk-angguk setuju, "Ya. Gue tau. Kadang orang gak bisa diprediksi."

"Gue ngatain lo, pe'a! Ngapain lo nguntit orang segitunya?! Sampe tau detail kamar dan lantai berapa, lagi."

Hana melamun sejenak, "Ya daripada nonton di video? Mending langsung, ya gak? Sayangnya pintu hotelnya dikunci. Gue gak jadi nonton adu pedang."

Billy geleng-geleng, "I'm done."

"Terus kalo Garry emang 'begitu' kenapa dia pacarin kamu?" tanya Moza yang malah jadi penasaran....

...Penasaran se-sableng apa otak Hana.

Hana mengangkat kedua bahunya, "Entahlah. Mungkin biar dia bisa punya anak sama gue, tapi mau ngakuin ke semua orang kalo itu anaknya sama cowok barunya."

Moza geleng-geleng, "I'm done."

...-TBC-...

1
Keysha Aurelie
udah dewasa si Mogi pemikirannya udah gak bocah lagi🤭 tinggal nunggu ungkapan cinta dari Mogi nih 😂 Moza pasti terkejut dan tidak menyangka apa lagi kalau sampai ngajak nikah 🤣🤣
Keysha Aurelie
terimakasih up nya kak tetap ditunggu kelanjutannya
masih tetap penasaran dengan Flashback Mogi
Keysha Aurelie
serius Mogi udah berubah menjadi pria berkarakter dewasa , berharap mulai ada flashback nya Mogi masih tetap penasaran dengan asal usul nya
Keysha Aurelie
si dedek Mogi lagi sakit tapi tetap cerewet nya masih 🤭 aku lagi menunggu sebuah keajaiban tentang perubahan Mogi menjadi pribadi dewasa , meskipun penasaran dengan flashback nya Mogi
Keysha Aurelie
iya gpp kak tetap semangat , semoga aja up nya besok menceritakan POV nya Mogi
berharap sekali🤭
Keysha Aurelie
astaga Moza apa yang kamu lakukan pada dek Mogi harus bertanggung jawab pokok nya ini 🤣 jadi tambah gemas aja nih , pengen si Mogi bisa berubah menjadi pria yang bersikap dewasa seperti Billi , biar bisa mengimbangi perlakuan Moza🤭😂
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat, Jadi tambah penasaran siapa sebenarnya Mogi ini kenapa kucing bisa berubah menjadi pemuda yang tampan🤔 masih tetap berharap ada flashback Mogi dan kenapa juga sifatnya kayak bocah
jihadinraz: Wiii tengcuu!! Ditunggu aja ya bab-bab selanjutnya haha💙
total 1 replies
Keysha Aurelie
mengejutkan sekali ternyata Hana begitu lama menyimpan perasaannya ke Billi . Tahan Na tahan agresif banget bar bar pastinya🤭😂 duh Billi mulai oleng sepertinya
Keysha Aurelie
si Hana ternyata bersikap menyebalkan ke Billi untuk menutup rasa suka nya astaga ini tak pernah terbayang kan , lha si Moza mulai menyukai siluman kucing🤭
aku tambah penasaran dengan POV Mogi
Keysha Aurelie
Bikin penasaran aja jangan-jangan Moza dan Hana sama-sama menyukai orang yang sama yaitu Mogi mungkin gak sih 😂
Keysha Aurelie
lanjut kak, berharap ada POV Mogi tentang jati dirinya sebenarnya siapa , Moza akhirnya mulai tertarik dengan Mogi 😂
Keysha Aurelie
om panggilan yang lucu Gi 😂
pengen Mogi berubah menjadi pribadi yang mempunyai karakter dewasa sebelas duabelas dengan Billi pria dewasa, meskipun masih penasaran dengan asal usul Mogi tapi tetap sabar menunggu kebenaran nya
Keysha Aurelie
Mogi masih merasa kecil terus kan sudah jadi pemuda , pengen banget Mogi berubah sifat semua pemuda biasa yang normal , dan kapan jati diri Mogi terungkap siapa sebenarnya Mogi
Keysha Aurelie
ini ceritanya ngulang lagi sama seperti bab sebelum nya ya kak
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat, semakin menarik ceritanya dan juga semakin dibuat penasaran, astaga Moza permintaan macam apa itu kayaknya Moza lagi terMogi - Mogi
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat, semakin penasaran tentang jati diri Mogi sebenarnya siapa dan datang dari mana, masih menunggu berharap ada POV atau flashback tentang Mogi
Keysha Aurelie
lanjut kak, Mogi bikin penasaran aja dia pura-pura berperilaku seperti anak kecil atau memang setelah berubah dari kucing ke manusia jadi pemuda yang gak tau apa-apa, Mogi bisa merasakan apa itu jatuh cinta .
Aku menunggu POV atau flashback Mogi
Keysha Aurelie
Gak nyangka ternyata kondisi kehidupan keluarga Moza sangat menyedihkan, Mogi semoga setelah kamu bangun sifat dan tingkah kamu juga akan berubah menjadi pria dewasa yang bisa melindungi Moza
Keysha Aurelie
lucu banget si Mogi yang kelakuannya kaya anak SD ternyata bisa merasakan apa itu jatuh cinta
jadi semakin penasaran tentang jati diri Mogi
Keysha Aurelie
sama aku juga tim lampu nyala waktu tidur , soalnya kalau nyala tidur bisa tenang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!