NovelToon NovelToon
IVORY

IVORY

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:187.1k
Nilai: 5
Nama Author: YoonViKim

18+

Ivory, harus menikah dengan pangeran Grey Yohansen karena desakan kedua sahabatnya untuk mengikuti sayembara yang diadakan oleh kerajaan Geogini. Namun ia tidak pernah menyangka malah terpilih karena semua kriteria yang diinginkan sang raja ada pada dirinya.

Mau tau bagaimana kehidupan pasangan 'jomplang' ini?

Ikuti cerita IVORY. Bertema romansa kerajaan yang khas. Serta momen-momen yang akan membuat mood kalian seperti naik roller coaster.

Cerita ini semi Mature ya. Mungkin akan ada beberapa momen yang perlu untuk disikapi lebih dewasa.

Jangan lupa untuk follow dan tambah ke favorit serta like jika suka ceritanya.

See You.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoonViKim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ucapan terimakasih.

...Jangan lupa tinggalkan Like dan jadikan IVORY sebagai salah satu list 💙 readers baik hati sekalian....

...Thanks...

...Happy Reading....

...•...

Aroma kuat petrikor yang menyapa penghidu, membuat Dayana sedikit merutuki kebodohannya sendiri untuk datang ke taman bunga ketika matahari hampir bersembunyi di balik cakrawala. Ia mengedarkan pandangan, sesekali mengingat momen menyenangkan bersama Grey, tentu saja sebelum sikap laki-laki itu terasa berbeda kepadanya.

Hujan yang masih menyisakan rintik kecil gerimis, menyapa setiap helai rambut Dayana yang tergerai hampir mencapai panggul. Ia menunduk, tersenyum getir, dan sadar jika sejak awal Grey memang bukan untuknya. Dia tidak mau menjadi wanita jahat dan egois, setelah menerima kebaikan Ivory. Dayana merasa berhutang nyawa, untuk itulah dia berusaha melepas Grey untuk gadis itu, meskipun terasa begitu sulit diterima oleh hati kecilnya.

“Sedang melamun apa, putri Yana?” tanya seseorang dibalik punggungnya. Begitu mengetahui sosok yang mendekat disampingnya, Dayana tersenyum sembari menunduk guna menyembunyikan wajahnya yang gelisah.

“Tidak ada, panglima Jun. Hanya ingin menikmati udara dingin setelah hujan.” kilah Dayana, menutupi kebohongan yang sengaja ingin ia simpan sendiri tanpa membaginya kepada siapapun. “Sedang patroli?” tanya Dayana balik, berharap topik mereka akan menukik tajam kearah pembahasan lain.

“Tidak. Aku tidak sengaja melihat dari sana.” jawab Junot sambil menunjuk satu bangunan tinggi mercusuar yang tidak jauh dari taman bunga tempat mereka berada saat ini. “Lalu aku kesini. Apa anda keberatan saya berada disini?”

Dayana menyemburkan tawa. “Hei. Jangan bicara seformal itu denganku. Tidak ada siapapun disini. Cukup panggil namaku, dan berbicaralah seperti biasa.”

Junot tersenyum, menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sama sekali, kemudian berdehem sedikit keras membuat Dayana terkejut.

“Baiklah, Yana.”

Dayana suka sekali ketika Junot memanggil namanya seperti itu. Rasanya membuat debaran yang masih sama seperti dulu. Namun itu semua hanya dulu, tidak untuk hari ini atau besok, atau selamanya. Mungkin tidak akan, karena Dayana masih menyimpan rapat perasaannya tanpa diketahui oleh Junot.

“Orang tua putri Ivory, apa mereka sudah sampai?”

Junot mengangguk membenarkan. “Sebelum matahari tenggelam tadi. Lalu, mengapa anda disini sendirian?”

Dayana kembali menatap luasnya taman bunga yang berwarna-warni didepan mata. Warna yang sebentar lagi akan menghilang karena hari berubah gelap. “Bukankah tadi sudah aku katakan? Aku hanya ingin menikmati udara dingin, dan juga melihat bunga yang bermekaran.”

Junot tau Dayana sedang tidak mengatakan hal yang sesungguhnya.

Dibawah langit yang semakin menggelap, Junot masih bisa menangkap wajah sendu Dayana. Mungkin sesuatu sedang mengganggu pikiran gadis itu hingga harus membuat dirinya sendiri terkena siraman gerimis yang biasanya selalu ia hindari. Dayana tidak suka hujan dan sejenisnya, termasuk gerimis. Jadi mustahil jika dia tiba-tiba saja membiarkan dirinya seperti itu tanpa satu alasan.

“Apa ini tentang Grey?” tanya Junot, mencoba menerka isi kepala Dayana yang tidak bisa ia raba secara terang-terangan.

Untuk sesaat, Dayana seperti tidak peduli akan pertanyaan Junot. Namun sekarang, hati yang sedari tadi ia coba untuk tegar, akhirnya roboh juga. Airmata Dayana jatuh menetes dikedua sisi wajahnya. Dia tertawa, namun terdengar begitu pilu di pendengaran Junot.

“Mudah sekali ditebak ya? Atau, di keningku terdapat tulisan kasat mata yang bisa kamu lihat, Jun?” kelakar Dayana sambil mengusap air matanya yang kembali jatuh. Mungkin, keberuntungan sedang tidak berpihak kepada dirinya.

Seolah ditampar kenyataan, Junot merasa bersalah sudah bertanya itu kepada Dayana, mengingat ia pun tau, seperti apa hubungan antara Grey dan Dayana yang bisa dikatakan rumit. Dan entah mengapa, lengan Junot terulur dibahu Dayana. Mengusapnya lembut penuh afeksi, mencoba menyalurkan ketenangan yang belum tentu bisa dirasakan gadis tersebut.

“Maaf. Seharusnya aku tidak bertanya demikian.”

...***...

“Apa maksud nyonya Rose meminta akses tanpa pemeriksaan?” gumam Grey sambil memutar alat tulis antara jari tengah, jari telunjuk dan ibu jari. Isi kepalanya sedang memutar arti ucapan ganjil yang sempat diucapkan Rose sebelum kemudian diralat. “Akses tanpa...”

Tiba-tiba seseorang mendorong pintu kamarnya, membuyarkan semua teka-teki yang sedari tadi sedang Grey coba untuk pecahkan. Ivory muncul, dengan wajah konyol yang membuat Grey gemas ingin meremas.

“Ada apa?” ketus Grey, tidak ingin beramah tamah. Ivory itu menyebalkan.

“Aku ingin bicara." jawab Ivory diikuti cengiran diwajah cantiknya.

“Cepat. Aku tidak punya banyak waktu.” sahut Grey sembari pura-pura menulis, namun pada kenyataannya, dia tidak sedang melakukan apapun. Hanya mengelabui.

Ivory berjalan mendekat ketempat Grey berada. Rasa khawatir membuat kesepuluh jari lentiknya saling meremat satu sama lain. Tatapan Grey sedikit menakuti Ivory, membuat gadis itu bungkam sesaat untuk menyusun ulang kalimat yang beberapa menit lalu ia susun.

“Terima kasih.”

Ucapan itu melesat begitu saja dari bibir Ivory. Padahal dia sudah menyusun kalimat yang lebih panjang dan berkesan untuk Grey yang mengabulkan keinginannya untuk bertemu sang ayah dan ibu. Tapi, apa? Hanya karena gugup, semua kalimat didalam kepalanya menghilang, menguar bersama udara.

“Untuk apa berterima kasih? Lagi pula aku melakukan itu karena terpaksa. Jika Fucia tidak memberitahu jika kamu menangis semalaman, aku tidak akan memanggil mereka.”

“Bagaimanapun, terima kasih. Terlepas dari terpaksa atau tidak, aku akan tetap berterima kasih.” tutur Ivory memaksa, yang pada akhirnya disanggupi Grey dengan sebuah anggukan.

“Baiklah jika kamu memaksa. Ya, terima kasihmu aku terima.”

Dengan degup jantung yang tidak keruan, juga langkah ragunya, Ivory berjalan lebih dekat ke sisi Grey yang kali ini harus mendongak guna menengok wajah Ivory yang posisinya lebih tinggi. Lantas, gadis itu membawa tubuhnya sedikit condong dan sebuah kecupan singkat mendarat di pipi kanan Grey. Singkat sekali, namun mampu mematik gairah yang menggelora dalam benak Grey. Wajah laki-laki itu memanas seketika, pipinya merona dan tubuhnya membeku ditempat.

“Sekali lagi, terima kasih.” lirih Ivory dengan nada canggung. Ia tidak bisa memberi sesuatu sebagai hadiah ucapan terima kasih, kemudian dia melanjutkan. “Sampai bertemu besok, di upacara pernikahan kita.” []

Bersambung.

1
Ipul Pasha
terharu q membaca bab ini....nyesek, bikin q mewek
Ipul Pasha
Luar biasa
VizcaVida: Terima kasih untuk Rate dan Ulasannya ya kak ❣️
total 1 replies
Ipul Pasha
aku kagum banget dengan karyamu thor, berasa ikut alur cerita. Luar Biasa...../Kiss//Heart/
VizcaVida: Terima kasih ya kak 🥰
total 1 replies
Erni Fitriana
cerita pertama mengenai keraja'an yg aku baca🙏
VizcaVida: Happy reading kakbeb 🥰
total 1 replies
Jelita S
bagus banget
VizcaVida: Makasih untuk rate dan ulasannya ya kakbeb 🥰
total 1 replies
sasip
baiklah kk.. sy akan segera mampir.. 😉👌🏻
VizcaVida: Happy reading 🥰
total 1 replies
Sagitarius
🤍🤍
VizcaVida: ❣️❣️❣️❣️❣️
total 1 replies
Rita Hermawati
😭😭😭😭
Fauziz Juliadri
coba baca ni novel pertama tentang kerajaan moga bagus😁😁
VizcaVida: Happy reading...

Semoga suka dan bisa menemani waktu senggang kakak ya ☺️
total 1 replies
sasip
kog green ya? maksudnya ivory kale ini ya thor? 🤔
VizcaVida: 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
total 1 replies
sasip
apakah putri kecil ini ivo? sepertinya demikian ya? 😉😅
VizcaVida: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
sasip
yang Mulia kale ya maksudnya inih? typo.. 😉
VizcaVida: Eh iya🤭 Makasih koreksinya ya kak
total 1 replies
sasip
sepertinya ortu ivo bukan kandung ya thor? ivo itu anak pungut kan? 🤔 nebak² semoga berhadiah ajah neh.. 😉😋🤭
VizcaVida: Yakin? 😁
total 1 replies
pitchess cismut
kisah cinta abadi yang tak terpisahkan oleh jarak. thank you penulis ceritamu menggunggah hati yg membaca
VizcaVida: Terima kasih untuk Rate dan Ulasannya ya kakak ☺️

Silahkan mampir baca cerita yang lain jika berkenan 🤭
total 1 replies
sasip
jadi keinget kisah hidupnya lady Diana ya? 🤔
Ninit Anggraeni
salam kenal kak
Ninit Anggraeni
salam kenal kak
VizcaVida: Oh hai kak Ninit ☺️
Salam kenal juga
total 1 replies
Yusfi Failna
aq terharu Thor
VizcaVida: Terima kasih sudah mengikuti cerita IVORY ya 🥰

Happy reading ...
total 1 replies
hikma hikma
baik
Moertini
terimakasih thor ceritanya sudah tamat asyik tapi berakhir sedih bikin terharu penyesalan yang terlambat bagi seorang suami dilanjutin yaaa terus berkarya semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!