CERITA INI MENGANDUNG IRISAN BAWANG, KEUWUUAN YANG BIKIN MUAL, KESETRESSAN, SAMPAI KEGILAAN BUDAK CINTA
🥀🥀
Evelyn dan Darren sudah menikah selama 5 tahun. 5 tahun mereka arungi bersama dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa adanya rasa cinta. Siapa sangka jika pasangan yang digadang-gadang sebagai couple goals itu memiliki perjanjian hitam di atas putih selama pernikahan terjadi.
Lantas, akankah pernikahan tanpa landasan cinta itu bertahan lebih dari angka 5? sedangkan ada sosok lain yang mulai menggoyahkan satu pihak di antara mereka. Membuat cinta juga perhatian terbagi.
Ev menyebutnya Mistress. Wanita yang telah dipersunting suaminya tanpa sepengetahuan. Lantas, siapakah yang akan bertahan dalam biduk rumah tangga bersama Darren?
Apakah Ev yang sudah 5 tahun menemani, atau sang Mistress yang baru 5 bulan dinikahi?
🥀🥀
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR & FOLLOW AUTHOR @Kaka Shan
IG : Karisma022
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka Shan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
M18 : HAMIL
M18 🥀 : HAMIL
“Bagaimana?”
Wanita berhijab putih yang mengenakan snelli itu tersenyum tipis seraya mengembalikkan stetoskop yang baru saja digunakan pada tempatnya.
“Istri bapak tidak apa-apa,” ujarnya ramah.
“Tidak apa-apa bagaimana? Lihat, bagaimana kondisinya saat ini?” timpal Darren—suami pasien dari wanita berhijab putih—tampak tak percaya.
“Ini hanya gejala pada umumnya, bapak bisa tenang.”
“Tenang?” Darren menatap lawan bicaranya lekat.
“Mas, dengerin penjelasan ibu dokternya dulu,” lerai sang istri seraya memeluk lengan kokoh suaminya. Dia tahu suaminya amat risau.
“Hm.”
Darren berdehem. Mana bisa dia percaya istrinya baik-baik saja, sedangkan kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Mual dan muntah masih kerap kali istrinya alami. Ditambah lagi wanita itu tak mau makan sesuap nasi sekalipun. Oleh karena itu dia kehilangan banyak berat badan. Dia hanya mau makan buah mangga, sedangkan buah mangga sendiri tidak dapat memberikan asupan nutrisi yang cukup?
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena saat ini istri bapak bukan sedang sakit, melainkan tengah hamil.”
“Hamil?” Ulang Darren pelan.
Mendengar kata itu terlontar begitu saja dari wanita berhijab yang merupakan bidan senior di desa itu, membuat kinerja otaknya loading seketika.
“Iya, istri bapak tengah hamil. Saya bisa berkata demikian, karena gejala-gejala yang istri bapak alami seperti mual dengan atau tanpa muntah, ngidam, perubahan suasana hati, hingga mudah merasa lelah termasuk tanda-tanda kehamilan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, istri bapak bisa dibawa ke puskesma untuk melakukan USG,” tutur bidan tersebut, diakhiri dengan senyum hangat di akhir kalimat.
“Mual dan muntah adalah gejala yang umum terjadi pada trisemester pertama. Biasa disebut juga morningsickness. Di saat-saat seperti ini bapak harus siaga, mengingat kandungan pada trisemester pertama rentan keguguran.”
Darren masih tidak menunjukkan respon. Perlahan netranya bergulir pada wanita mungil di sampingnya yang sama-sama shock mendengar berita menggembirakan tersebut.
“Aku hamil, mas,” lirih wanita itu dengan netra berkaca-kaca. Sebelah tangannya terangkat, kemudian bersemayam di atas permukaan perut. Menyapa kehidupan baru yang ternyata telah dititipkan pada rahimnya.
Siapa sangka jika Tuhan akan secepat ini menitipkan sebuah kehidupan pada mereka. Baik Darren maupun Ella tak menyangka. Namun, jika ditilik balik, semua itu terjadi karena ada sebab dan akibatnya. Peluang terjadinya kehamilan bagi pasangan yang rutin melakukan hubungan seksual tentu sangat besar. Apalagi jika dilakukan pada saat masa subur. Masa subur sendiri adalah ketika tubuh melepaskan sel telur dari ovarium.
Hal itu juga berlaku bagi Darren dan Ella. Darren bahkan tidak pernah membiarkan sang istri tertidur di malam hari kala dia kembali. Mereka akan mengarungi panjangnya malam bersama, di bawah gulungan selimut dan letupan gairah yang meluap-luap. Bermandikan peluh disepanjang kegiatan yang menghabiskan banyak kalori. Ditambah lagi mereka berhubungan tanpa mengenakan perlindungan, baik pengaman ataupun after morning-pil. Seolah-olah memang mereka ‘sengaja’ membiarkan kehidupan baru cepat hadir. Mengingat mereka sama-sama masih muda, sehat dan sama-sama memiliki gairah muda yang meluap-luap.
“Mas kenapa? Kok kelihatan gak senang?”
Pertanyaan yang tiba-tiba mengudara itu membuat Darren berpaling. Bidan yang baru saja memeriksa Ella telah pamit pasca memberikan vitamin dan obat untuk meredakan mual. Sekarang hanya tinggal mereka berdua di ruangan tersebut.
“Kenapa kamu bisa berpikir demikian?” tanya Darren balik.
“Soalnya ekspresi mas gitu. Ella pikir mas….”
“Aku terlalu senang, sampai-sampai tidak tahu harus bereaksi bagaimana,” sela Darren. Netranya menatap sang istri lekat. Sebelah tangannya terangkat, kemudian bersemayam di atas permukaan perut sang istri. “Di sini ada darah daging ku, rasanya masih tidak percaya.”
Ella tersenyum lebar seraya mengelus punggung tangan sang suami. “Mas sebentar lagi bakal jadi ayah, Ella jadi bunda. Apa yang mas tidak percayai?”
“Ini terlalu cepat,” ujar Darren di dalam hati.
Hati kecilnya menolak keras fakta jika dia merasa ‘agak’ menyesal karena abai terhadap pengaman saat berhubungan. Rasanya kehamilan ini terlalu cepat, sampai-sampai ia tak sempat memikirkan planning yang matang. Kendati demikian, Darren tidak menampik luapan kebahagiaan yang melingkupi rongga dadanya. Dia akan segera menyandang status sebagai seorang ayah. Siapa sangka pasca 5 bulan menikah, Tuhan berbaik hati menitipkan buah hati. Sebuah anugrah yang datang di tengah-tengah gencatan masalah internal maupun eksternal yang membuat kepala Darren pening.
“Mas?”
“Hm.”
“Mas enggak senang, ya?”
“Tidak,” jawab Darren cepat. “Aku senang,” lanjutnya seraya menjatuhkan satu kecupan ringan di kening sang istri. “Terima kasih, Ella. Kamu telah mewujudkan impianku untuk menjadi seorang ayah. Aku senang sekali.”
Ella tersenyum kian lebar. Sebutir air mata tanpa bisa dicegah lolos begitu saja. Dia senang jika kehadiran malaikat kecil di antara mereka telah membuat impian pria yang dicintainya terwujud.
“Terima kasih, ma femme (istriku),” lanjut Darren.
Sekarang pria itu memiliki PR baru untuknya. Dikarenakan sang istri tengah mengandung, Darren juga harus memikirkan masalah keluarganya. Cepat atau lambat, keberadaan Ella pasti akan terendus. Dan sebelum keluarganya tahu, Darren ingin memberitahu mereka secara pribadi.
🥀🥀
“Ya ampun, nyonya.”
Pekikan tertahan yang menghampiri gendang telinga, membuat Diana Xender yang tengah menatap pecahan kaca di atas lantai marmer itu menoleh.
“Anda tidak apa-apa, nyonya?”
“Saya baik-baik saja, bi,” ujar Diana seraya tersenyum kecil.
“Bagaimana pigura fotonya bisa sampai pecah, nyonya?”
Diana menggeleng, wajahnya tampak sendu saat menatap foto sepasang pengantin yang ditaburi pecahan kaca di bawah sana. “Entahlah, padahal tidak ada angin kencang yang dapat membuat benda itu jatuh.”
“Mungkin karena kaitan piguranya sudah rapuh, nyonya.”
Diana mengangguk, kemudian mengalihkan tatapannya pada asisten rumah tangga yang sudah berumur tersebut. “Tapi, perasaan saya tidak enak. Entah apa yang telah terjadi pada Darren dan Ev, saya rasa salah satu di antara sedang tidak baik-baik saja.”
Diana tidak tahu firasat apa yang dia rasakan. Namun, sebagai seorang ibu perasaanya cukup peka. Entah siapa di antara putra atau putrinya yang tengah tertimpa masalah. Baik Darren maupun Ev, sudah memiliki ikatan batin yang kuat dengannya. Jika tidak tertimpa musibah atau masalah, pasti salah satu di antara mereka ada yang telah melakukan kesalahan fatal.
🥀🥀
Di tempat lain, Ev baru saja menginjakkan kakinya di sebuah caffe bintang 5 yang disewa secara ekslusif. Ev malam ini terlihat sangat menawan dengan dress berwarna silver model mermaid yang melekat indah di tubuhnya. Dress mewah yang diproduksi oleh brand pribadi itu mengekspose sebagian besar punggung mulus Ev. Sepasang anting-anting berbentuk ring berukuran besar yang dihiasi berlian juga menghiasi telinganya. Sedangkan untuk alas kaki, malam ini Ev menggunakan heels Gianvito Rossi 85mm pumps berwarna silver yang harganya sekitar $676 atau mencapai 9,6 juta rupiah. Sebuah clothes berwarna senada juga menunjang penampilan Ev.
Kehadirannya bersama Dean tentu mendapatkan perhatian penuh dari teman-teman lamanya. Mengingat mereka adalah saksi bisu masa-masa di mana Ev dan Dean terjebak hubungan frendzone yang membuat siapapun iri.
“Oh my god, akhirnya, kalian datang juga,” sapa Deesa heboh. “Omong-omong lo cantik amat malam ini, Ev.”
“Thanks, kamu juga cantik Dees.”
Deesa tersenyum tipis seraya menggamit lengan Ev. “Lo juga ganteng, Dean,” lanjutnya seraya melirik Dean yang masih berdiam diri. “Kalian lama amat di jalan, jadi gak lihat drama ikan terbang dong.”
“Drama?” ulang Ev.
Deesa mengangguk. “Lo tau Chloe, ‘kan? Temen kita pas SMA dulu.”
“Iya. Kenapa?”
“Dia jadi simpanan Milyader kaya yang namanya Juan Dermawan, ” bisik Deesa, tetapi masih dapat didengar oleh Dean.
“Kedengeran kali, dasar cimol,” ledek Dean seraya menyunggingkan senyum tipis.
“Apaan sih, gak usah ngeledekin gue lo. Lagi gak mood battle, maunya ghibah.”
“Dasar cimol. Gak berubah lo dari dulu. Jangan-jangan masih suka jajan cimol juga?”
“Gak! Sekarang jajannya udah ganti ke starbuck.”
Ev diam-diam menerbitkan senyum melihat interaksi mereka. Dari dulu Dean dan Deesa memang sukar akur. Dean selalu saja meledek Deesa dengan sebutan ‘cimol’ hanya karena Deesa pernah keranjingan makanan kenyal yang terbuat dari tebung kanji tersebut.
“Diem dulu deh, gue mau ghibah sama Ev,” ujar Deesa seraya menyikut perut Dean. Membuat pria itu meringis kecil. “Jadi, tadi si Chloe dilabrak istri sahnya Juan. Mereka sempet adu bacot tuh, sampe-sampe acara ini hampir dibatalin.”
“Kok bisa?” ucap Ev menanggapi. Dia memang jarang up to date soal gosip teman-temannya, karena Ev memang tidak suka mengurusi urusan orang lain.
“Bisa dong. Karena Chloe kebetulan dateng sama Juan. Terus gak lama setelah itu datang istri sah-nya Juan, maki-maki Chloe. Gue lihatnya ngeri-ngeri kasihan gitu, soalnya Chloe katanya lagi hamil. Dia sempat kena damprat. But, gue kasihan juga sama istri sah-nya Juan yang bela-belain datang dari LA buat ngebongkar kelakuan bej*t suaminya.”
Deesa menghela nafas pelan untuk sejenak. Bercerita ternyata membuatnya kembali emosional. “Tapi gila juga si Chloe, sampe mau-mau aja dihamilin Juan. Memang sih Juan itu tamvan, money-able, body goals juga, tapi kok bisa dia gak nyelidikin latar belakang si Juan yang udah beristri. Tadi, Juan lebih milih ngejar istri sah-nya, ketimbang milih Chloe. Nyesek gak tuh?”
Ev terdiam, tak merespon ucapan Deesa. Tiba-tiba pikirannya berkelana, menganalogikan peristiwa yang baru saja Deesa ceritakan. Jika suatu saat nanti pengkhianatan Darren terungkap, apa pria itu akan memilihnya ketimbang wanita simpanannya? Dan jika wanita simpanan Darren tengah mengandung, apakah masih ada harapan bagi Ev untuk mempertahankan pernikahan mereka?
Ev sendiri tak yakin Darren akan memilihnya, karena pada dasarnya pria itu tak pernah sepersen pun menaruh rasa pada Ev.
...🥀🥀...
...TBC...
...Maaf late update 🙏🙏...
...Ada aja kesibukan pas mau nulis, jadi ketunda-tunda. So, gimana menurut readers? masih mau lanjut? Spoiler next part, Ev dapet sebuah alamat. Alamat apa itu? ramaikan komentar, biar aku semangat update lagi ☺️👍...
...Jangan lupa mampir juga ke lapak CLBK or Cerita Lama Belum Kelar (Story Triple D)🔥...
...Note : Tandai Typo, pasti bertebaran 🙏...
...Jangan lupa like 👍 vote 💯 komentarrrr yang banyak 💌 share 📲 dan follow Author ❤️...
jadi di awal cuman mimpinya Darren
aku masih ngelag Lo Thor Ampe bab terakhir
wkwkkwkw
entah apa yg diharapkan
keizan belum kelar ni...
but.. anyway
nice ending
beautiful story'
si othor ini memang punya ke khas literasi yg ciamik dalam mengelola kalimat dan data juga memang riset nya yg wow banget.
menambah cerita menjadi lebih hidup dan nyata
kalimat nya sederhana tapi jleb banget ke hati
terimakasih atas cerita indah nya thor
semoga... memberikan kita untuk berhati hati dalam melangkah
apalagi ttg pernikahan
komen apa ya,ga ada yg dihujat
sama Ama kita ternyata🤣🤣😍
antara percaya dan ga percaya
kita aja readers aja masih bingung
apalagi Darren yaa 🥺😔
akhh.. andai
eh.tak apa lah
kan ini kenyataan nya
yg lama sekedar mimpi yg menyakitkan
daripada" mempengaruhi kedamaian rumah tangga
wkwkwkwk
wah.. mudah mudahan khilaf terus ya bang
karena tau bakalan selalu dapet maaf
hadeeh
walaupun pelangi selalu tak terlihat setelah badai
tapi seenggaknya kita bisa melihat lagi langit yg cerah dan udara yg tidak menyesakan jiwa
semangat Ella
kamu berhak mendapatkan yg lebih baik
sederhana tapi bahagia..
ibukota kadang sekejam ibu tiri walaupun ga semua ibu tiri kejam🤣🤣
pesona lebih memukau drpda ibu Pertiwi
tapi juga saking mempesona nya membuai orang bisa melakukan apa saja demi mendapatkan pesonanya.
manipulatif, merendahkan apapunbisa dilakukan disini
pulang lah,ini bukan tempat orang pemula ibukota mah
tapi kan dia yg nyari kesengsaraan nya sendiri
puja aja tuh ego
nikmati aja hasilnya
kalau itu artinya jadi beda
bukan yg sebenarnya
dunia d layar kaca ,dunia tipu tipu
wong suami istri
andai .. dibicarakan baik baik dr awal
pasti hal seperti ini ga bakalan terjadi
satu lagi tersakiti hanya karena asumsi yg salah..
depresi kehilangan anak bukanlah suatu hal yg main main
mknya .sang bodyguard aja tau. hal seperti ini bukan buat bercandaan
mau dr sang ibu ,sang ayah
luka itu sama
entah ..dr orang yg dicintai atau enggak
ya .akal sehat lun pasti ilang.
siapa yg masih bisa menjaga kewarasan kl lagi begini
mknya.. terkadang pasangan yg harmonis pun bisa berakhir pisah karena kehilangan buah hati nya
dia ngerasa dunia nya hilang, pelindung dan penyelamat nya tersakiti
jadinya....begini😔