Salsabila Nugroho adalah putri dari Malik Nugroho dan Kirana. Saat ini Salsabila menduduki bangku kelas tiga SMA, Salsa yang sudah tumbuh dewasa terkenal dengan kenakalanNya bersama dengan sahabatnya Naura.
Saat Salsa melakukan kesalahan, sang wali kelas Salsa selalu memanggil orang tuanya. Tetapi Salsa tidak pernah mendatangkan orang tuannya melainkan ia akan menyewa seseorang teman dekatnya.
Hingga sesuatu hari kenakalan Salsa sampai ke telinga Malik. Apakah yang akan Malik lakukan menghadapai putri bungsunya itu?.
Yok kepoin cerita dari Cinta Salsabila...😊
dan jangan lupa like commet dan beritahu kepada teman-teman sekalian supaya novel ini banyak yang tau.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Salsa langsung menatap Reni dengan tatapan sinis begitu ia di bentak dengan suara kuatnya Reni, "Mata kamu Salsa, kamu pikir saya ini teman kamu haahh? berani-beraninya kamu melihat saya seperti itu".
Kemudian Salsa menghela nafas panjang sambil menatap Kardi yang sedang bingung ingin melakukan apa, "Ayo bang, sebaiknya abang keluar dari sini. Biar Salsa yang mengurusnya".
"Ta-tapi Salsa..
"Tidak apa-apa bang, terima kasih sudah membantu Salsa selama ini" Ajaknya membawa Kardi keluar dari ruangan tersebut. Setelah Kardi keluar dari sana, Salsa kembali masuk kedalam ruangan itu, "Sekarang apa mau kalian yang sebenarnya? dan kamu, ternyata benar yah, kamu itu benar-benar laki-laki pengecut. Aku enggak salah menyebut mu banci".
"Yah.." Bentak Markus tidak terima.
"Kenapa hhhmm? sok jagoan mentang-mentang orang tua kamu pemilik sekolah ini? hahahahah enggak nyangka, masih ada yah anak laki-laki seperti kamu menyombongkan status orang tua. Kalau seperti ini terus, kapan kamu akan belajar mandiri? ckckckck".
Melihat Salsa menghina Markus dan orang tuannya membuat Reni tak segan-segan lagi langsung menampar Salsa di hadapan mereka semua, "Dasar anak kurang ajar, kamu pikir kamu siapa berani-beraninya berkata kurang ajar di depan pak ketua?" Bentak Reni ingin menampar Salsa kembali, namun dengan sigap Salsa menangkap tangan Reni dan menghempaskan tangan itu dengan kasar.
"Kamu pikir kamu juga siapa hhhmm? berani-berani ya tangan kotor mu ini menyentuh wajah saya".
"Kurang ajar".
"Anda yang kurang ajar" Balas Salsa tak kalah kuat dari suara Reni.
Dengan wajah bermerah Reni menggeleng, "OMG, saya enggak nyangka seorang siswi telah berani melawan gurunya sendiri dan itu sekarang terjadi pada diri ku sendiri. Berani sekali kamu yah, sekarang panggil orang tua mu yang sebenarnya. Bahkan kamu dengan berani-beraninya membohongi pihak sekolah.. Astaga, saya tidak sanggup menghadapi murid senakal kamu, cepat panggil orang tua mu" Ucap Reni dengan suara tinggi.
Salsa melihat mereka secara bergantian, "Ck, sebenarnya saya tidak ingin memberitahu kalian semua siapa saya sebenarnya. Tapi kalau kalian memaksakan itu maka saya akan memberitahu kalian dan pastinya juga saya akan di pindahkan dari sekolah ini. Sekarang saya ingin bertanya kepada ibu guru yang terhormat, pak kepala sekolah yang terhormat dan pemilik yayasan yang terhormat serta anak pemilik yayasan yang terhormat, siapakah diantara kalian yang mengetahui perusahaan SEGI group?".
Mereka berempat tersenyum begitu Salsa menyebut SEGI group yang sekarang menjadi perusahaan raksasa di negara tercinta, "Yah, ada apa kamu menyangkut pautkan perusahaan SEGI group di masalah mu? atau orang tua mu OB disana yah sehingga kamu ingin membanggakanNya kepada kami? hahahaha.. Dasar" Tawa Markus mengejeknya.
"Aku rasa kamu tidak akan mempercayainya, sekarang kamu lihat saja sendiri dan buka mata kamu lebar-lebar" Salsa segera menunjukkan foto keluarganya kepada Markus yang tertera di layar ponselnya. "Bagaimana? apa kamu masih tidak mempercayainya?" Sinis Salsa melihat mata membulat Markus begitu ia melihat foto keluarga Salsa yang sebenarnya. "Atau saya perlu menyuruh kedua orang tua saya datang kemari hhhmmm?".
Kemudian Reni dan sang kepala sekolah mendekati Markus sambil melihat ke arah layar ponsel Salsa yang memperlihatkan foto keluarganya bersama dengan, Malik, Kirana, Lucas Adena serta dirinya. "Tidak, tidak mungkin" Geleng Reni melihat kearah Salsa yang sedang terlihat sinis.
Lalu papa Markus meminta ponsel Salsa dari tangan Reni, "Sampai sekarang saya tidak percaya pak ketua" Ucap Reni memberikan ponsel Salsa.
Si pemilik yayasan mengerutkan keningnya sambil menatap wajah keluarga Salsa dengan lekat-lekat, "Ba-bagaimana bisa tuan Malik berada disini dan juga" Gantungnya melihat Lucas yang juga berada disana serta Adena dan Kirana. "Ini" Lihatnya kepada Salsa.
"Ck, saya rasa sampai disini saja. Lagian kalau sudah masalah seperti ini ketahuan aku pasti akan dipindahkan dari sekolah ini" Ucapnya melihat Reni, "Saya permisi dulu, terserah kalian mau memanggil mereka kesini atau tidak" Perginya meninggalkan mereka.
Sedangkan papa Markus langsung menghubungi Malik dan memintanya untuk bertemu dengan empat mata di sebuah restoran mewah yang pernah mereka kunjungi saat mereka membicarakan masalah bisnis.
.
Di dalam kelas begitu Salsa keluar dari ruangan kepala sekolah ia segera masuk kedalam kelas tampa memperdulikan sang guru yang berada disana karena yang ada dalam pikiran Salsa saat ini ia pasti akan di pindahkan dari sekolahnya. "Salsa kamu kenapa? apa yang terjadi?" Tanya Naura.
"Tau aahh Na, aku pulang duluan yah" Jawabnya pergi meninggalkan Naura. "Maaf buk saya telah menganggu jam pelajaran ibu, permisi".
"Eekkhh.. Kamu mau kemana Salsa? jam pelajaran kita belum selesai?" Tanyanya, tetapi Salsa memilik mengabaikanNya dan pergi begitu saja.
Naura yang melihat sang sahabat seperti ini membuat ia khawatir, namun ia tidak bisa juga meninggalkan kelasnya karna ia telah berjanji kepada dirinya kalau ia akan mempertahankan nilai sempurnanya. "Ck, apa yang harus aku lakukan? Salsa pasti butuh teman untuk bersandar, tapi aku tidak bisa juga meninggalkan kelas ini" Gumam Naura.
Lalu Naura mengirim pesan kepada sang sahabat, "Kamu dimana Sal? begitu kelas selesai aku akan datang menyusul mu" Isi pesan Naura. Setelah itu ia fokus dengan pelajaranNya.
.
Begitu Salsa meninggalkan kelasnya, ia malah datang mencari keberadaan Liam di dalam ruang guru, "Cari siapa dek?" Tanya salah satu guru honor yang berada diruangan sana melihat Salsa.
"Aahh.. Maaf buk, saya mau tanya pak Liam ya ada disini?".
"Oohh pak Liam guru baru itu yah dek. Bapak itu baru saja keluar dari sini, kalau enggak salah pak Liam tadi pergi keruangan komputer".
Salsa tersenyum senang, "Terima kasih banyak ya buk. Permisi".
"Iya" Angguknya.
Dengan senyum mengembang di wajah Salsa ia datang menghampiri Liam yang sedang berada di ruang komputer, "Sedang apa dia disana?".
Tok.. Tok..
"Pak Liam, bapak disana?" Tanya Salsa dari luar pintu.
"Siapa?" Tanya balik Liam.
"Yes.. Dia disana" Salsa pun langsung membukakan pintu tersebut, dan benar sekali Liam sedang berada disana, "Liam sedang apa kamu disini?".
"Kenapa kamu berada disini? aku sedang memperbaiki komputer ini" Jawab Liam.
"Oohh.. Aku bolos Liam".
Liam menghentikan pekerjaanNya menatap Salsa, "Bolos? kenapa? apa kamu sudah lupa dengan perjanjian mu sendiri?".
"Ck, kali ini saja Liam. Aku merindukan mu, ayo kita pergi jalan-jalan".
Liam tersenyum, "Ada apa dengan mu Salsa tiba-tiba ingin mengajak ku jalan-jalan? kamu tidak takut di luaran sana ada yang melihat kita berdua?" Tanya Liam melanjutkan pekerjaannya lagi.
"Bodoh amat, yang penting aku senang. Ayolah Liam kali ini saja, please".
Liam tertawa kecil tampa menjawab ajakan Salsa yang sedang merengek di sampingnya seperti bocah.