NovelToon NovelToon
Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Kultivasi / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:437.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: shukaku master

Seorang Kultivator Surgawi menemui dirinya terkurung di tempat misterius. Tempat tersebut berisi jutaan buku yang berisi pengetahuan seperti seni bela diri, obat-obatan, berbagai segel dan masih banyak lagi. Awalnya sang Kultivator berniat mencari jalan keluar dan membawa sebagian buku. Akan tetapi, setelah segala cara yang ia gunakan tak membuahkan hasil, ia pun menyerah dan menghabiskan sisa hidupnya untuk membaca buku. Suatu hari ia membaca sebuah buku reinkarnasi dan mencoba teknik di dalamnya.

Jangan pelit like ya^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shukaku master, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-18 Makan Malam

Liefeng dan Wanzhou merasakan hal yang beda pada dirinya, tubuh mereka terasa jauh lebih kuat dan ringan.

Liefeng juga merasakan tenaga dalamnya meningkat drastis, dia kemudian mencoba pukulan besi nya sampai batasnya. Pukulannya kali ini menjadi jauh lebih kuat, dan yang asalnya hanya bisa 3 kali kini menjadi 5 kali.

“Ramuan apa ini? Efeknya sangat hebat.” Ujar Liefeng.

“Tubuhku terasa jauh lebih ringan, dan aku merasa seperti bisa melakukan lebih banyak hal.” Wanzhou kemudian memukul angin, dan hembusannya pun sampai terasa oleh Xiao Qin dan yang lainnya.

Tabib Luan tertakjub melihat hal itu, dia melirik ke arah Xiao Qin betapa hebatnya dia bisa membuat ramuan seperti ini.

Disisi lain, Xiao Mei tertidur pulas di bawah pohon. Entah karena lelah atau bosan, namun dia nampak sangat menikmati tidur siangnya.

Xiao Qin hanya melirik ke arahnya, dia tak ingin mengganggu tidur pulas kakaknya. Lagi pula, dia tak punya sesuatu untuknya.

Wanzhou dan Liefeng kembali berlatih, kali ini mereka disuruh untuk berdiri dengan satu kaki dengan kedua tangannya memegang ember air. Keduanya tampak kesusahan, dalam kurun waktu 20 menit mereka berdua mencapai batasnya.

Walaupun Liefeng memiliki basis kultivasi, akan tetapi Wanzhou bisa menyainginya hanya dengan kekuatan murni. Pikir Xiao Qin.

Setelah istirahat selama beberapa saat, Wanzhou dan Liefeng melakukan hal itu lagi berulang kali sampai matahari terbenam.

Setelah menyuruh Liefeng dan Wanzhou mengakhiri latihannya, Xiao Qin menghampiri Xiao Mei yang masih tertidur dan membangunkannya.

Tabib Luan dan Wanzhou diajak oleh Xiao Qin untuk makan malam, mereka langsung menerimanya dan penghuni rumah pun mengizinkannya.

“Sebelum makan malam, sebaiknya kamu mandi terlebih dahulu.” Xiao Qin melihat ke arah pakaian yang dipakai oleh Wanzhou telah basah oleh keringat.

Sementara itu, Xiao Qin dan tabib Luan mengobrol di ruang makan. Sambil menunggu makanan siap dan yang lainnya. Xiao Mei ikut mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

“Aku tak bisa tinggal lama di desa ini, aku harus pergi ke kota terdekat minggu depan. Aku perlu membangkitkan blood line ku disana dan beberapa keperluan lainnya.” Jelas Xiao Qin.

“Sayang sekali kita hanya berjumpa sebentar, tapi sepertinya aku juga akan pergi minggu depan untuk menemui guru ku. Bagaimana kalau kita berangkat bersama?” Tanya Tabib Luan.

Xiao Qin melirik ke arah Xiao Mei, perempuan umur 15 tahun itu mengangguk dan memperbolehkan dia ikut bersama mereka.

Sebenarnya Xiao Qin tidak terlalu ingin hal itu terjadi, karena dia ingin menyembunyikan tentang lautan jiwanya yang hancur. Namun, melihat tabib Luan yang kelihatan senang membuat Xiao Qin tidak keberatan memperbolehkannya ikut.

“Tuan Xiao, apakah nanti kamu akan mampir ke paviliun alkemis?” Tanya tabib Luan.

“Aku memang berniat ke sana.” Jawabnya.

“Apakah tuan Xiao tertarik untuk menjadi seorang alkemis?”

Xiao Qin mengangguk, dia memang lebih tertarik pada alkemis dan refining dibanding kultivasi dan beladiri.

Sesaat sebelum makan malam dihidangkan, Wanzhou dan Liefeng datang dengan pakaian yang serupa.

“Kalian terlihat seperti saudara sekarang.” Ujar Xiao Qin.

“Liefeng meminjamkannya padaku, karena....” Liefeng menepuk pundak Wanzhou.

“Kapan aku meminjamkannya padamu, aku memberikan baju itu padamu.” Jelasnya.

XIao Qin tersenyum, jiwa persaudaraan Liefeng dan Wanzhou mulai terbentuk. Xiao Mei dan tabib Luan juga memperhatikan hal itu, mereka tersenyum melihat Liefeng dan Wanzhou tampak akrab.

Selesai makan, tabib Luan pulang ke kediamannya. Sedangkan Wanzhou yang asalnya ingin kembali ke gubuknya di larang oleh Xiao Qin dan menginap di kediaman Ginbei.

1
Mbah Haryo
ceeekkk.....!!!!
Didi Wahyudi
Luar biasa
Putra_Andalas
Tes Read...
Jimmy Avolution
cukup menarik...
Jimmy Avolution
josss
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
gaspol thor
Jimmy Avolution
nice
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
gaskeun
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
gaskeun
Jimmy Avolution
terus
Yuda Suastika
awal yg menarik coba dilanjut dulu bacanya mudah"an tdk membosankan
Nino Ndut
sejauh ini penulisan war nya kurang greget thor..harus bisa lebih ekspresif lg penulisannya sehingga pembaca bisa ngerasa seolah2 lg dimedan perangnya
Nino Ndut
emg bego kan mc nya..coba dari awal dibunuh si yulan..malah dilepasin make alesan lg males bunuh..asli disini enek bener ma mc..padahal saat momen lain yg harusnya g perlu bunuh malah maen asal bunuh..lagian si lin mei ngapain diajak war..kan dia spesialis alkemis..hadehh
Nino Ndut
aneh udh dendam segitu gedenya tp tiba2 males ngebunuh..asli aneh..klo misal g ngebunuh tp minimal nangkep n nagncurin kultivasinya trus buat disiksa sih masih maklum..asli g jelas bab ini dah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!