Kevin Prasetya adalah orang yang sangat setia kepada pasangannya dari sejak kecil, setelah remaja mereka pisah, akan tetapi saat dewasa mereka dipertemukan lagi dan menjadi sepasang kekasih yang romantis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gilang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 18
Menjadi pusat perhatian
Selesai nafas yang tak beraturan nya? Tanya Diana sambil mengambil air mineralnya dari tangan sekretaris pribadinya. Sekretaris pribadinya hanya mengangguk dan menyeimbangkan langkahnya dengan langkah kaki Diana.
Setelah sampai didepan pintu ruang inap Mr Kevin, Diana langsung masuk diikuti oleh Vivi dibelakangnya. Tampak Mrs Anggi yang sedang tertidur lelap di samping tubuh Mr Kevin yang juga ikut terlelap. Tanpa pikir panjang Diana langsung duduk di samping Mrs Anggi.
Sedangkan Vivi hanya berdiri dan mengatur nafasnya.
Tak lama kemudian Mrs Anggi terbangun dari tidurnya, ia sempat terkejut akan mendapati Diana dan Vivi yang tiba tiba berada disampingnya. Diana sempat tertawa kecil melihat tingkah laku Mrs Anggi yang terkejut akan kedatangan mereka.
"Loh kalian berdua sudah satu jam dari tadi disini?" Tanya Mrs Anggi sambil menatap kearah Diana dan Vivi.
"Lebih dari satu jam." Ucap Diana sambil melirik kearah jarum jamnya.
Diana dan Vivi mengajak Mrs Anggi berbicara agar mereka tak merasakan kebosanan. Kedatangan Diana dan Vivi membuat Mrs Anggi sudah tak kesepian lagi. Sebelum kedatangan Diana dan Vivi, ia hanya memainkan layar handphonenya dan melirik Mr Kevin yang kini sedang terlelap dalam tidurnya.
Berselang beberapa lama para orang tua datang memasuki ruang inap Mr Kevin, mereka tampak membawakan berbagai buahan untuk kesehatan Mr Kevin. Para orang tua juga memerintahkan kepada Mrs Anggi untuk makan dan istirahat sebentar diluar. Dan mereka juga mengajak Diana dan Vivi untuk menemani Mrs Anggi diluar. Dengan sedikit terpaksa, Mrs Anggi menuruti keinginan para orang tua. Sebelum pergi, ia juga tak lupa untuk berpamitan kepada Mr Kevin yang sudah terbangun dari tidurnya. Diana dan Vivi juga ikut berpamitan kepada para orang tua dan Mr Kevin.
Perlahan Mrs Anggi membuka pintu dan melangkah untuk keluar dari ruangan yang diikuti oleh Diana dan Vivi dibelakangnya. Pada wajah Mrs Anggi terlihat jelas bahwa hatinya sangat berat untuk meninggalkan Mr Kevin bersama para orang tua. Tapi harus bagaimana lagi, ia juga butuh makan dan istirahat sebentar. Melihat Mrs Anggi, Diana dan Vivi juga tak lupa untuk menenangkan Mrs Anggi agar tak perlu khawatir lagi akan kondisi Mr Kevin.
Setelah sampai diluar rumah sakit, Mrs Anggi, Diana dan Vivi tak sengaja bertemu dengan Dinar yang baru saja turun dari mobilnya. Dinar langsung bergegas menemui mereka dan langsung menyapa Mrs Anggi, Diana, dan Vivi.
"Wah mau kemana nih?." Tanya Dinar yang berhadapan dengan mereka.
"Kami mau makan ke kantin Dinar, kamu mau ikut?" Tanya Mrs Anggi.
"Boleh juga tuh, mumpung aku juga belum makan." Ucap Dinar.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengunjungi sebuah kantin yang tak jauh dari rumah sakit. Tak berselang lama kemudian akhirnya mereka sampai pada kantin tersebut. Di sana terlihat keramaian yang membuat isi kantin kini hampir penuh. Melihat kondisi Mrs Anggi yang mulai kecapean, Dinar berusaha untuk mencarikan sebuah tempat duduk untuk Mrs Anggi. Terlihat sebuah meja dan kursi kosong berada disudut kantin, untuk menuju meja tersebut mereka harus melewati kerumunan orang yang sedang menunggu pesanan mereka, tanpa pikir panjang Dinar membantu Mrs Anggi, Diana, dan Vivi untuk masuk dan menuju meja yang ia dapatkan.
Tak berselang beberapa lama kemudian, akhirnya mereka mendapatkan sebuah meja dan empat kursi yang tersedia di sana. Mrs Anggi tampak mengibas ngibas kan kedua tangannya, banyak keringat yang bercucuran pada wajah Mrs Anggi.
"Astaga keringat mu Anggi, nih ambil." Ujar Diana sambil memberikan sebuah tisu kepada Mrs Anggi. Mrs Anggi langsung berterima kasih dan mengambil tisu yang diberikan oleh Diana.
Sudah dua puluh menit lebih mereka menunggu pesanan mereka yang tak kunjung datang. Terdengar suara perut Dinar yang mulai memberi kode bahwa dia sudah kelaparan.
"Nah loh suara gemuruh udah datang, tapi makanan masih tak kunjung datang, seperti menunggu seseorang tanpa kepastian." Ujar Diana memulai pembicaraan. Ya, dari tadi mereka hanya diam tanpa satu katapun keluar dari mulut mereka. Entah apa yang mereka pikirkan selama dua puluh menit yang lalu.
"Hmm iya seperti menunggu seseorang tanpa kepastian." Tambah Dinar yang membuat Mrs Anggi terkekeh geli.
"Menunggu? siapa yang kalian tunggu?" Ujar Mrs Anggi yang berpura pura bertanya kepada Diana dan Dinar.
"Nah itu dia yang saya tunggu." Teriak Diana dengan penuh antusias.
Mendengar teriakan Diana membuat mereka langsung bersemangat. Akhirnya yang ditunggu tunggu sejak dua puluh menit tadi datang juga. Tampak pelayan kantin datang membawakan berbagai makanan yang mereka pesan. Perlahan pelayan kantin tersebut meletakkan berbagai makanan di atas meja mereka. Melihat berbagai makanan kini sudah tertata rapi di atas meja, Mereka langsung menyantapnya dengan sangat lahap.
Tak lama kemudian mereka akhirnya selesai menyantap makanan mereka. Mereka sudah merasa puas akan perut mereka yang sudah terasa kenyang. Mrs Anggi menatap kearah layar handphonenya, ia merasa sudah sangat lama untuk berada diluar.
"Kak Anggi ga usah bayar, sini aku yang bayar semuanya." Ujar Vivi sambil membuka dompetnya.
"Ehh jangan Vi sini aku aja, mbak berapa semuanya?" Tanya Dinar kepada pelayan kantin. Mendengar penolakan Dinar, Vivi hanya membiarkan Dinar untuk membayar semua pesanan mereka.
Dinar tampak meraup saku celananya, wajahnya tiba tiba panik. Entah apa yang kini terjadi pada dirinya.
"Kenapa kak Dinar?" Tanya Vivi.
"Ini loh, uang ku pada kemana yah? rasanya tadi siang masih ada disaku celana." Ujar Diana yang berdiri dari duduknya.
"Wah hilang tuh uangnya kak Dinar, coba deh dicek lagi." Tambah Vivi yang juga ikutan panik.
"Iya ga ada Vi, hadeh dimana tuh uang."
"Hmm ketinggalan dirumah atau di dalam mobil mu pastinya, oke kalau begitu aku aja deh yang bayar, mbak ini uangnya." Ujar Vivi sambil memberikan beberapa helai uang kepada sang pelayan kantin.
Pelayan kantin tersebut mengambil uang Vivi dan kembali lagi melayani pembeli selanjutnya. Sedangkan Dinar sibuk mengecek semua saku celananya. Dinar tak menemukan sejumlah uang dari saku saku celananya. Ia mencoba untuk kembali mengingat apa yang terjadi pada dirinya saat pulang.
"Ya udah deh karena aku juga lagi kekenyangan butuh istirahat, aku tungguin deh Dinar, pikir pikir dulu apa yang tadi terjadi sama kamu waktu pulang ke rumah." Ujar Mrs Anggi yang sudah kekenyangan.
Untuk sementara mereka menunggu Dinar untuk kembali mengingat apa yang terjadi pada dirinya. Sambil menunggu Dinar, Diana melirik kearah kerumunan yang berada dihadapan mereka. Matanya seketika terhenti setelah mendapatkan seseorang pria yang duduk disudut kantin.
"Viviiii lihat tuh, arghhh gila tampan banget." Teriak Diana yang membuat semua mata tertuju padanya.
🤩🤩🤩🤩🤩