Tiga tahun jadi sampah!
Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.
Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.
Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!
Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.
Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.
Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.
Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.
Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: Kompetisi Puncak Langit Dimulai
Sepuluh hari berlalu dalam sekejap mata.
Bagi seluruh Perguruan Langit Biru, sepuluh hari itu adalah sepuluh hari yang paling gila dan paling tegang dalam seratus tahun terakhir.
Semua murid berlatih hingga muntah darah di setiap sudut perguruan, semua tetua sibuk menyiapkan formasi pelindung untuk arena kompetisi yang akan digunakan, dan Pemimpin Perguruan sendiri bahkan keluar dari pertapaannya selama tiga hari untuk memeriksa keamanan Kolam Teratai Suci di Istana Teratai Suci bersama dengan utusan dari Kekaisaran Langit Biru, karena hadiah kali ini terlalu besar dan terlalu berbahaya.
Tapi bagi Puncak Embun yang kini sudah terkenal sebagai puncak paling indah di seluruh perguruan karena lautan bunga teratai es yang mekar abadi, sepuluh hari itu adalah sepuluh hari yang penuh dengan cinta, latihan neraka, dan kemajuan yang gila gilaan.
Di dalam pondok bambu, Arya Langit duduk bersila di atas Formasi Pengumpul Roh Naga yang sudah hampir kehabisan energi setelah sepuluh hari menyerap semua energi roh naga di sekitar pegunungan.
Tubuhnya memancarkan cahaya naga emas yang jauh lebih terang dan lebih agung dari sepuluh hari yang lalu. Jika sepuluh hari yang lalu auman naga di dalam tubuhnya hanya seperti anak naga yang baru lahir, kini auman itu seperti naga dewasa yang siap untuk menguasai langit.
[Kultivasi: Alam Jiwa Kesatria tingkat 8 puncak!]
[Tubuh Meridian Naga Langit: Tingkat 4, 90% menuju tingkat 5!]
[Teknik Pedang Embun Beku: Tingkat Sempurna!]
[Teknik Kombinasi Suami Istri Pedang Naga Es Penghancur Dunia: Tingkat Mahir, kekuatan setara Alam Raja Langit tingkat 7 puncak!]
Dalam sepuluh hari, dengan bantuan Formasi Pengumpul Roh Naga dan Pil Naga Es Yin Yang yang membuat energinya dan Sekar Embun bisa saling berbagi tanpa hambatan, Arya naik dari Alam Jiwa Kesatria tingkat 6 menjadi Alam Jiwa Kesatria tingkat 8 puncak! Naik dua tingkat penuh!
Kecepatan kultivasi yang gila itu bahkan membuat Sekar Embun yang sudah melihat banyak jenius pun terkejut hingga tidak bisa berkata kata.
Di samping Arya, Sekar Embun juga duduk bersila dengan mata terpejam. Gaun putihnya berkibar pelan tertiup angin yang membawa kelopak bunga teratai es yang berguguran. Di dahinya, Tanda Istri Kaisar yang berwarna biru es dengan corak sisik naga emas itu berkilauan dengan terang, menandakan bahwa ikatan jiwa mereka semakin kuat.
Setelah memakan Buah Pencerahan Pedang sepuluh hari yang lalu, pemahamannya tentang Teknik Pedang Embun Beku sudah mencapai tingkat sempurna tanpa cacat, bahkan dia sudah mulai menciptakan jurus barunya sendiri yang menggabungkan Teknik Pedang Embun Beku dengan kekuatan naga dari Arya.
[Kultivasi Sekar Embun: Alam Raja Langit tingkat 3 puncak, setengah langkah menuju tingkat 4!]
Kultivasi Sekar Embun juga naik pesat karena berbagi energi dengan Arya melalui Pil Naga Es Yin Yang dan sesi penyatuan jiwa setiap malam yang membuat energi mereka berdua saling memurnikan.
Sepuluh hari latihan neraka itu tidak hanya membuat kekuatan mereka naik pesat, tapi juga membuat hubungan mereka sebagai suami istri menjadi semakin dalam dan semakin tidak terpisahkan. Jika sepuluh hari yang lalu Sekar Embun masih malu malu saat dipanggil istriku, kini dia sudah terbiasa bersandar di bahu Arya setiap malam sambil menatap bulan dan membahas strategi untuk menghadapi Leluhur Darah Hitam nanti.
Hari ini adalah hari kesepuluh, hari dimana Kompetisi Puncak Langit yang akan menentukan nasib seluruh perguruan dan bahkan seluruh Kekaisaran Langit Biru itu akan dimulai.
GONG! GONG! GONG!
Lonceng Balai Utama kembali berbunyi tiga kali dengan sangat keras, tapi kali ini suaranya jauh lebih agung dan lebih meriah dari sepuluh hari yang lalu, karena hari ini adalah hari pembukaan kompetisi.
Dari seluruh penjuru perguruan, ribuan murid dengan jubah berbagai warna terbang dengan pedang mereka masing masing menuju Arena Langit Biru yang berada di tengah tengah perguruan, arena raksasa yang bisa menampung sepuluh ribu orang penonton dan memiliki sepuluh arena kecil di dalamnya untuk pertarungan penyisihan.
Di langit di atas Arena Langit Biru, beberapa sosok dengan aura yang sangat kuat dan mengerikan sudah melayang di udara, menatap arena di bawah dengan tatapan yang berbeda beda.
Ada Pemimpin Perguruan Langit Biru dengan jubah biru langitnya yang agung, kultivasi Alam Raja Langit tingkat sembilan puncak, orang terkuat di perguruan.
Ada Tetua Agung dari Perguruan Langit Biru yang sudah lama tidak keluar, kultivasi setengah langkah Alam Kaisar Langit.
Ada Luna Maheswari dengan gaun putih teratai emasnya yang anggun, duduk di singgasana kecil yang disiapkan khusus untuk Putri Suci, di belakangnya berdiri dua pelayan cantik dari Istana Teratai Suci dan... Tetua Lotus yang wajahnya tersenyum ramah tapi matanya berkilat licik.
Dan ada juga utusan dari Kekaisaran Langit Biru, seorang jenderal muda dengan baju besi emas yang kultivasinya Alam Raja Langit tingkat lima, datang untuk menyaksikan kompetisi kali ini karena hadiahnya berhubungan dengan Kolam Teratai Suci yang juga merupakan tempat suci bagi kekaisaran.
Di antara kerumunan murid yang sudah berkumpul di arena, ada dua sosok yang paling mencolok dan paling banyak dibicarakan.
Kezia Adinegara dengan gaun ungu keemasannya yang mewah, kultivasinya kini sudah mencapai Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak setelah memakan Pil Darah Terlarang yang diberikan Tetua Lotus dan Tetua Agung Darah Hitam, naik dua tingkat dalam sepuluh hari dengan mengorbankan umur sepuluh tahun.
Dan Rafa Adiputra dengan jubah murid inti Puncak Pedang yang kini sudah memiliki pedang spiritual tingkat Raja di tangannya, pedang hadiah dari Tetua Agung Darah Hitam, kultivasinya Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan awal.
Mereka berdua berdiri dengan angkuh di tengah kerumunan, menerima pujian dari murid murid lain yang tidak tahu rencana jahat mereka.
"Kak Kezia, Kakak Rafa, kalian pasti akan menjadi juara satu dan dua kali ini!"
"Tentu saja! Dengan kultivasi Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak dan sembilan, siapa yang bisa melawan mereka? Bahkan Arya Langit sampah Puncak Embun itu yang katanya membunuh Tetua Darah dengan bantuan gurunya itu pun tidak akan bisa menang!"
Mendengar nama Arya Langit disebut, wajah Kezia dan Rafa yang tadinya angkuh itu langsung menjadi hitam karena marah dan dendam.
Kezia mengepalkan tangannya hingga kukunya menusuk telapak tangannya.
"Arya Langit... hari ini adalah hari kematianmu... Di dalam arena nanti, aku akan membuatmu berlutut di depanku dan menjilat sepatuku di depan semua orang, lalu aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri sebagai tumbal pertama untuk Leluhur Darah Hitam!"
Pada saat itu, dari langit di arah Puncak Embun, dua cahaya, satu emas dan satu biru es, melesat dengan kecepatan seperti meteor dan mendarat dengan anggun di tengah arena.
Cahaya itu menghilang dan menampakkan dua sosok yang membuat seluruh arena yang tadinya ramai dengan pujian untuk Kezia dan Rafa itu langsung terdiam total.
Arya Langit dengan jubah biru muda sederhana yang bersih, rambut hitamnya diikat rapi, wajahnya tampan dan penuh dengan percaya diri, di dahinya ada tanda emas samar yang berkilauan pelan. Kultivasinya yang terpancar adalah Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak, sama seperti Kezia, tapi auranya jauh lebih dalam dan lebih agung, seperti naga yang sedang tertidur.
Dan di sampingnya, Sekar Embun dengan gaun putih bersihnya yang sederhana, tapi kecantikannya hari ini jauh lebih mempesona dari biasanya, karena lautan bunga teratai es yang mekar di Puncak Embun itu seolah ikut menempel di tubuhnya, membuat setiap langkahnya membuat bunga teratai es bermekaran di bawah kakinya. Kultivasinya yang terpancar adalah Alam Raja Langit tingkat tiga puncak, membuat semua tetua yang melihatnya terkejut.
Sepuluh hari yang lalu Sekar Embun masih Alam Raja Langit tingkat satu puncak, sekarang sudah tingkat tiga puncak! Kecepatan kultivasi yang gila!
Melihat kedatangan Arya dan Sekar Embun yang bergandengan tangan itu, seluruh arena meledak dengan bisikan dan teriakan yang jauh lebih keras dari saat Kezia dan Rafa datang.
"Itu Arya Langit! Murid jenius Puncak Embun yang membunuh Tetua Darah Alam Raja Langit tingkat tiga!"
"Lihat kultivasinya! Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak! Dalam sepuluh hari naik dua tingkat! Monster!"
"Dan lihat Bidadari Pedang Embun Sekar Embun! Semakin cantik saja! Apakah lautan bunga teratai es di Puncak Embun itu mekar karena dia?"
Luna Maheswari yang duduk di singgasana kecil di langit, saat melihat Arya datang, matanya langsung berbinar dengan bahagia dan sedikit cemburu melihat tangan Arya yang masih menggandeng tangan Sekar Embun. Tapi dia juga merasakan kultivasi Arya yang sudah Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak dan tersenyum bangga, karena teman yang dia percayai itu memang tidak mengecewakannya.
Di dalam kepalanya, suara sistem Arya berbunyi.
[DING! Terdeteksi banyak target takdir di dalam arena!]
[Kezia Adinegara: Alam Jiwa Kesatria tingkat 8 puncak, Kepercayaan: -50% (Musuh bebuyutan), Tubuh Racun Teratai Iblis 90% selesai!]
[Rafa Adiputra: Alam Jiwa Kesatria tingkat 9 awal, Kepercayaan: -70% (Musuh bebuyutan)]
[Tetua Lotus: Alam Raja Langit tingkat 5, Pengkhianat Istana Teratai Suci, Dalang Formasi Pengorbanan Darah!]
[Tetua Agung Darah Hitam: Alam Raja Langit tingkat 8 puncak, bersembunyi di dalam bayangan Tetua Lotus, tidak terdeteksi oleh orang lain!]
[Luna Maheswari: Kepercayaan 80%, Status: Aman, Racun sudah hilang total!]
[Misi Utama: Gagalkan Formasi Pengorbanan Darah Leluhur di Kolam Teratai Suci!]
Arya membaca semua informasi itu dengan mata yang berkilat dingin, terutama saat melihat bahwa Tetua Agung Darah Hitam yang Alam Raja Langit tingkat delapan puncak itu sudah ada di sini, bersembunyi di dalam bayangan Tetua Lotus!
Sepertinya rencana mereka akan dimulai hari ini, bukan sepuluh hari lagi di dalam Kolam Teratai Suci, tapi sudah dimulai dari kompetisi ini!
Pemimpin Perguruan yang melihat semua murid sudah berkumpul, dia berdiri dan suaranya yang agung menggema ke seluruh arena.
"Murid murid Perguruan Langit Biru! Hari ini adalah hari pembukaan Kompetisi Puncak Langit yang akan menentukan siapa yang terkuat di antara generasi muda perguruan kita! Kompetisi kali ini akan dibagi menjadi dua babak! Babak pertama adalah babak penyisihan, semua murid Alam Jiwa Kesatria akan bertarung di sepuluh arena kecil untuk memperebutkan sepuluh posisi teratas! Sepuluh murid teratas itu akan masuk ke babak kedua, yaitu babak final yang akan dilakukan di dalam Kolam Teratai Suci di Istana Teratai Suci tiga hari lagi! Di dalam Kolam Teratai Suci, kalian tidak hanya akan bertarung satu sama lain, tapi juga harus bertahan dari ujian Kolam Teratai Suci itu sendiri! Juara pertama akan mendapatkan kesempatan untuk berkultivasi bersama Putri Suci Luna di dalam Kolam Teratai Suci selama satu bulan!"
Sorak sorai yang sangat keras langsung meledak dari seluruh murid yang mendengar penjelasan itu.
Tiga hari lagi final di dalam Kolam Teratai Suci! Itu berarti Formasi Pengorbanan Darah Leluhur akan diaktifkan tiga hari lagi, bukan sepuluh hari lagi!
Waktu Arya semakin sedikit!
Pemimpin Perguruan melanjutkan, "Baiklah, tanpa basa basi lagi, aku umumkan, Kompetisi Puncak Langit, DIMULAI!"
GONG!
Lonceng besar berbunyi dengan sangat keras, menandakan dimulainya kompetisi.
Ribuan murid langsung melompat ke sepuluh arena kecil dengan penuh semangat.
Arya yang masih berdiri di tengah arena utama menatap Kezia dan Rafa yang juga menatapnya dengan penuh kebencian dari arena nomor satu dan dua, dia tersenyum dingin.
"Sepuluh hari latihan neraka itu untuk hari ini. Kezia, Rafa, hari ini aku akan membuat kalian tahu, apa arti dari perbedaan antara sampah yang sebenarnya dan jenius yang sesungguhnya."
Setelah berkata begitu, Arya melompat dengan ringan ke arena nomor satu, arena yang sama dengan Kezia Adinegara.
Melihat Arya memilih arena yang sama dengannya, wajah Kezia yang tadinya penuh kebencian itu langsung berubah menjadi senyum licik yang penuh kemenangan.
"Arya Langit! Kamu mencari mati dengan memilih arena yang sama denganku! Hari ini aku akan membuatmu menyesal seumur hidup!"
Pertarungan pertama antara Arya dan Kezia, musuh bebuyutan sejak tiga tahun yang lalu, akhirnya akan dimulai di depan ribuan orang, dan pertarungan ini akan menjadi awal dari terbukanya rencana besar Sekte Darah Hitam yang akan menenggelamkan seluruh arena ke dalam lautan darah.