NovelToon NovelToon
IBU MAFIA

IBU MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Single Mom
Popularitas:743
Nilai: 5
Nama Author: Princess Catalunya

Amara pernah memiliki keluarga yang ia cintai. Namun setelah bertahun-tahun mendukung suaminya dari nol, ia justru dikhianati.

Sebagai ibu tunggal dengan tiga anak, Amara berusaha bangkit dari luka dan kehancuran. Takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang pria mafia yang memberinya sebuah kerajaan.

Kini, di mata dunia, Amara hanyalah seorang ibu sederhana yang bekerja sebagai careworker.

Tidak ada yang tahu bahwa di balik sosok pendiam itu, tersembunyi seorang penguasa dunia bawah tanah.

Amara membangun kerajaan demi ketiga anaknya. Ia ingin mereka memiliki masa depan, tetapi tidak pernah ingin mereka tumbuh menjadi manusia yang bergantung pada kekayaan.

Karena seorang ibu akan melakukan apa pun untuk melindungi anak-anaknya.

Bahkan jika ia harus menjadi seorang mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princess Catalunya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Devil and The Widow

Malam itu laut tampak tenang. Angin dingin meniup rambut Amara yang mulai sedikit memanjang, dan memutih. Ia berdiri di balkon rumah besarnya sambil memegang secangkir Matcha tea hangat.

Di belakangnya, tiga anaknya masih sibuk mencerna kenyataan bahwa ibu mereka adalah sosok yang selama ini hanya mereka dengar dalam rumor dunia bawah tanah. Seorang wanita tanpa nama, tanpa wajah, Namun ditakuti banyak negara.

Madam A.

Tidak ada yang menyangka bahwa “Madam A” hanyalah seorang ibu sederhana yang setiap pagi memasak telur dan mengingatkan anak-anaknya membawa jaket.

Amara menutup matanya perlahan, sambil menghirup udara malam di pinggir pantai, yang terus menghembuskan aroma asin. Sudah terlalu lama ia hidup dalam dua dunia. Dan kini, Seseorang dari masa lalunya kembali datang.

“Sudah lama sekali, Amara.”

Suara pria itu muncul dari belakang, suara bariton yang berat, dalam dan familiar. Amara tidak perlu menoleh untuk tahu siapa dia. Karena pria itu adalah Leon Volkov.

Pria yang dulu ia selamatkan di tengah perang, merawatnya dengan penuh perhatian. Pria yang menyeretnya masuk ke dunia gelap. Dan satu-satunya pria yang meyakini bahwa wanita ini briliant, namun tidak pernah bisa membaca isi pikirannya.

Amara menyesap tehnya pelan.

“Kau masih hidup rupanya.”

Leon terkekeh kecil. Amara memang demikian. Setiap kalimat yang keluar dari mulutnya selalu terdengar sarkas. Namun tidak ada yang tahu, jauh di lubuk hatinya, ia sangat peduli. Ia selalu memastikan keluarganya aman. Termasuk pria tua itu.

“Kalimat pertama yang sangat manis.”

Kini rambut Leon sedikit memutih termakan usia. Ia tidak lagi muda, namun auranya tetap mengerikan. Tatapan abu-abunya masih tetap tajam seperti pisau, seakan bisa membelah tubuh orang hanya dengan satu tatapan.

Pria itu mengenakan jas hitam sederhana dan terlihat santai. Tidak ada pengawal di belakangnya. Dunia tahu, bahwa Leon Volkov tidak membutuhkan perlindungan.

Dan sebenarnya, dunia juga tahu satu hal lagi bahwa Leon hanya takut pada satu orang, yaitu Amara. Karena Ia sendiri yang memberikan dunia itu pada Amara, dengan tangannya.

“Kenapa datang?” tanya Amara singkat.

Leon berdiri di sampingnya. Ia pun turut menghirup udara yang sama dengan Amara, aroma asin di pinggir laut.

“Ada kekacauan.”

“ Cih, Aku sudah pensiun.”

“Kau tahu itu tidak mungkin.”

Amara diam. Ia tahu bahwa walaupun ia pensiun, namun akan ada saat dimana ia harus turun tangan secara langsung.

Ia memang sudah menyerahkan sebagian besar bisnis legal kepada anak-anaknya. Namun jaringan dunia bawah tanah masih bergerak di bawah perintahnya.

Mafia tidak mengenal pensiun. Sekali masuk, selamanya terikat.

“Cartel selatan mulai memberontak,” ujar Leon. “Mereka menyerang beberapa jalur distribusi.”

“Dan?”

“Mereka juga mencoba mendekati anakmu.”

Tatapan Amara berubah dingin seketika. Udara di balkon terasa membeku, seolah-olah waktu berhenti berputar. Leon menghela napas pelan. Ia tahu, inilah letak titik sensitif Amara, yang tidak bisa di sentuh oleh siapa pun.

“Nah. Itu ekspresi yang kutunggu.”

Amara menoleh perlahan.

“Siapa?”

“Belum berhasil disentuh. Tapi mereka mengawasi Nayla.”

Sunyi. Leon tahu, Amara bisa memaafkan penghinaan pada dirinya sendiri. Namun jika menyangkut anak-anaknya, Neraka bahkan terlihat lebih ramah.

Dua hari kemudian, sebuah pertemuan rahasia berlangsung di Dubai. Puluhan petinggi organisasi bawah tanah dari berbagai negara hadir. Ruangan itu dipenuhi pria-pria berbahaya. Pembunuh, penguasa kartel, bandar senjata dan pengendali politik.

Namun ketika pintu terbuka, seluruh ruangan langsung berdiri. Amara masuk dengan langkah tenang. Gaun hitam sederhana di tubuhnya, membuatnya terlihat sangat anggun walaupun tanpa perhiasan berlebihan. Rambutnya diikat rendah seperti hari-hari ia bekerja. Ia bahkan tidak terlihat seperti mafia. Namun, justru itulah yang paling menakutkan.

Leon duduk di kursi utama sambil memperhatikan Amara berjalan melewati semua orang tanpa rasa takut sedikit pun. Salah satu bos kartel tertawa kecil.

“Jadi ini Madam A?” ejeknya. “Aku kira lebih menyeramkan.” lanjutnya.

Tidak ada yang ikut tertawa, karena semua orang lain langsung menunduk. Pria itu belum sadar bahwa ia baru saja menggali kuburnya sendiri. Amara duduk perlahan di kursi, lalu menatap datar pria itu. Udara di ruangan terasa lebih dingin dari sebelum kedatangan wanita itu.

“Kau punya anak perempuan?”

Pria itu terdiam.

“Umur tujuh tahun,” lanjut Amara tenang. “Suka bermain piano.”

Wajah pria itu langsung pucat. Dia tidak menyangka bahwa sebelum Amara datang, ia sudah menyelidikinya terlebih dahulu.

“A-aku—”

“Duduklah,” potong Amara lembut.

Suasana ruangan berubah mencekam, tidak ada ancaman dan tidak ada bentakan. Namun semua orang tahu, Amara baru saja menunjukkan bahwa ia bisa menyentuh siapa pun, kapan pun, di mana pun.

Leon tersenyum tipis sambil menyandarkan tubuhnya.

“See?” bisiknya pelan pada salah satu petinggi mafia Rusia. “Aku pernah bilang. Dia lebih berbahaya dariku.”

Meski begitu, di balik semua kekuasaan dan darah, hanya Leon yang tahu siapa Amara sebenarnya. Seorang perempuan yang diam-diam masih menyimpan luka lama. Kadang malam hari, Amara masih duduk sendirian memandangi foto anak-anaknya saat kecil. Kadang ia masih menangis diam-diam ketika mengingat bagaimana hidup menghancurkannya dulu.

Leon pernah melihatnya, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa marah bukan karena pengkhianatan bisnis. Tapi karena seseorang pernah menyakiti perempuan itu.

“Aku bisa membunuh mantan suamimu kapan saja,” ujar Leon suatu malam santai.

Amara malah tertawa kecil.

“Itu tidak akan mengubah apa pun.”

“Aku tetap ingin melakukannya.”

“Leon.”

“Apa?”

“Kau menyeramkan.”

Leon tersenyum malas.

“Aku mafia.”

“Kau monster.”

“Dan kau ratunya.”

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Amara benar-benar tertawa. Tawa kecil yang membuat Leon diam cukup lama. Karena pria itu sadar satu hal. Ia sudah jatuh cinta pada Amara sejak perang itu. Namun ia tidak pernah mengatakannya. Bukan karena takut ditolak, tapi karena Leon tahu, perempuan seperti Amara tidak bisa dimiliki. Ia hanya bisa dihormati.

Suatu malam, Nayla tanpa sengaja melihat ibunya sedang berbicara dengan puluhan pria bersenjata lewat video call. Semua pria itu menunduk hormat.

“Ibu…” lirih Nayla.

Amara menoleh, dan ruangan mendadak sunyi. Nayla menatap layar penuh simbol organisasi dunia bawah tanah, lalu menatap ibunya pelan.

“Orang-orang itu takut sama Ibu?”

Amara terdiam beberapa detik. Ia tidak mau membuat putrinya takut. Ia kemudian berjalan mendekat dan mengusap kepala putrinya lembut. Bak anak kucing yang sedang manja pada induknya.

“Ibu hanya ingin memastikan kalian aman.”

“Tapi… siapa Ibu sebenarnya?”

Amara tersenyum tipis. Jawaban itu tidak langsung keluar. Karena bahkan setelah semua yang terjadi, di dalam dirinya Ia hanya masih seorang ibu yang pernah hancur karena cinta.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!