Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Sinar matahari pagi menyelinap melalui celah tirai sutra merah, menghangatkan lantai kayu kamar utama Kediaman Pangeran Kedua. Su Yinyin mengerjap perlahan, merasakan lengan kekar Mo Jue masih melingkar erat di pinggangnya, menjaga posisinya agar tetap berada dalam dekapan hangat pria itu.
Tidak ada suara ketukan panik di pintu. Tidak ada laporan darurat dari pengawal tentang pergerakan mencurigakan di perbatasan atau intrik busuk dari istana utama. Untuk pertama kalinya sejak ia menjejakkan kaki di dunia novel ini, pagi datang dengan kedamaian yang mutlak.
Mo Jue bergerak pelan. Manik mata kelamnya terbuka, langsung memburu sosok Su Yinyin yang berada tepat di hadapannya. Sudut bibir pangeran itu terangkat membentuk senyuman tipis yang menenangkan.
"Selamat pagi, istriku," bisik Mo Jue serak, suaranya terdengar begitu dalam dan menyejukkan.
Su Yinyin mendongak, menyunggingkan senyuman cerah sambil merapikan helai rambut hitam Mo Jue yang berantakan di atas bantal. "Pagi, Yang Mulia. Rasanya aneh bangun tanpa mendengar ancaman pembunuhan atau surat sandi rahasia."
Mo Jue terkekeh pelan—sebuah suara bariton yang jarang sekali lepas dari bibirnya. Ia menarik Su Yinyin sedikit lebih dekat, mengecup puncak kepala wanita itu dengan penuh kelembutan. "Nikmati ketenangan ini. Mulai hari ini, tidak ada lagi yang bisa mendikte hidup kita di istana."
Beberapa jam kemudian, di aula utama kediaman, Kasim Gui berdiri dengan postur tegap, wajah tuanya tampak sumringah sambil memegang sebuah daftar panjanggulungan hadiah dari berbagai menteri dan bangsawan yang datang mengantre di gerbang luar.
"Lapor, Yang Mulia! Utusan dari kementerian agrikultur dan tiga jenderal divisi barat mengirimkan puluhan peti giok putih, kain sutra kualitas terbaik, serta rempah-rempah langka sebagai tanda hormat!" seru Kasim Gui penuh semangat, nyaris melompat kegirangan. "Bahkan para menteri yang dulu menjilat faksi Permaisuri sekarang antre di depan gerbang hanya untuk sekadar mengirimkan salam kepada Putri Su Yinyin!"
Su Yinyin, yang duduk di sebelah Mo Jue di kursi utama, menyesap teh hijau hangatnya sambil tersenyum geli. "Sepertinya mereka tahu betul siapa yang sekarang memegang kendali penuh atas dewan kekaisaran."
Mo Jue meletakkan cangkirnya di atas meja porselen, lalu menatap Kasim Gui dengan pandangan datar. "Katakan pada para pengawal untuk menolak semua hadiah yang mencurigakan. Simpan hanya yang berasal dari jalur resmi istana."
"Baik, Yang Mulia!" Kasim Gui membungkuk hormat, lalu bergegas mundur untuk melaksanakan perintah.
Su Yinyin menoleh ke arah suaminya. Ada ketenangan yang terpancar dari manik mata Mo Jue, tetapi ia tahu, darah kekaisaran tidak pernah benar-benar sunyi dari tanggung jawab besar.
"Apa rencana Kaisar selanjutnya untukmu?" tanya Su Yinyin pelan, meletakkan cangkirnya. "Mengingat posisimu sekarang adalah pemegang otoritas tertinggi pengamanan istana dan perbatasan."
Mo Jue meraih jemari Su Yinyin, mengusap lembut punggung tangan istrinya. "Kaisar berniat menyerahkan urusan reorganisasi pasukan pertahanan ibu kota sepenuhnya kepadaku. Itu artinya, kita harus menghabiskan waktu beberapa bulan ke depan untuk membersihkan sisa-sisa loyalis Permaisuri di barisan militer."
Su Yinyin mengangguk paham. Tugas itu memang berat, tetapi dengan aliansi dan kepercayaan mutlak yang kini terjalin di antara mereka berdua, tidak ada rintangan yang tidak bisa dilewati.
"Kalau begitu, mari kita selesaikan akar masalahnya sampai tuntas," ucap Su Yinyin mantap, manik matanya memancarkan ketajaman seorang ahli strategi ulung. "Biar aku ikut turun tangan menyeleksi dokumen administrasi militer itu."
Mo Jue tersenyum bangga. Ia tidak pernah meragukan kapasitas wanita di sampingnya. Di dunia yang penuh intrik dan tipu muslihat ini, memiliki pendamping secerdas Su Yinyin adalah anugerah terbesar yang pernah ia miliki.
[Ding!]
[Peringkat Kesukaan Mo Jue saat ini: +17 (Maksimal)]
[Status Hubungan: Sehidup Semati, Saling Melengkapi.]
Di luar jendela, angin musim semi bertiup lembut, menerbangkan kelopak bunga yang menari di udara.
***
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔