Seseorang yang harus terjebak dalam sandiwaranya sendiri, yang mengaku-ngaku sebagai wanita yang dikejar-kerja seorang CEO yang namanya terus melejit dalam dunia bisnis.
Karena kesal sang CEO pun hendak menemui wanita tersebut namun dia malah masuk dalam sandiwara sang wanita, awalnya dia mempunyai tujuan lain nggak taunya dia malah mengajak wanita tersebut menikah dan sepakat menumbuhkan cinta bersama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pertama yang menyebalkan
Setelah membuka hadiah kami mengobrol di atas kasur sambil bercanda.
"Jadi seperti ini rasanya orang menikah"kata Raka dengan tersenyum.
"Memangnya ekspektasi mas Raka menikah itu gimana??tanyaku sambil menoleh ke arahnya.
"Ya begini Mel"jawabnya dengan tertawa.
Aku pun menyibirkan bibirku,geram dengan sikapnya.
Ingin rasanya ku jitak kepalanya.
"Apa kamu menginginkannya Mel?"tanya Raka dengan wajah lurus ke depan.
Aku pun menoleh,kupandangi wajahnya yang tak memandangku.
"Ingin apa mas???"kelemparkan pertanyaan di atas pertanyaannya.
Raka pun menoleh ke arahku,
"Ya menginginkan hal itu Mel,masa kamu gak tau sih Mel"jawabnya agak kesal.
Aku pun cekikikan,ternyata yang dimaksud adalah begituan.
"Kalau mas Raka gimana???pengen atau tidak"tanyaku lagi.
"Jawab gak ya???"katanya dengan berekpresi seperti orang berfikir keras.
Aku yang kesal pun melempar bantal ke arahnya,
"Tau ah mas Raka menyebalkan,lebih baik aku mandi"kataku ketus lalu meninggalkan mas Raka yang tertawa di atas kasur.
Karena tidak membawa baju,aku pun keluar dengan menyelitkan handuk sehingga sebagian tubuhku terbuka.
Raka yang memainkan ponselnya pun melirikku,
"Apa apaan dia,kenapa keluar hanya dengan memakai handuk"protesnya dalam hati.
Seketika tubuh Raka panas dingin,dia pun mengambil air mineral yang berasa di dekatnya,
bahkan ada sesuatu yang menegang di bawah.
Raka pun meminum air lagi sambil mengusap tengkuknya.
Setelah mendapatkan bajuku aku kembali ke kamar mandi,sedangkan mas Raka terus saja meninum air hingga habis satu botol.
Setelah selesai aku pun keluar,
"Daritadi aku perhatikan kamu kok minum air terus terusan mas,kenapa??"tanyaku heran
"Panas dingin"jawabnya singkat.
Aku yang tak mengerti pun menggaruk kepalaku yang tak gatal.
"Memangnya panas dingin kenapa sih mas,"tanyaku lagi.
"Kamu tadi keluar pake handuk saja,mangkanya aku panas dingin"jawabnya dengan terkekeh.
"Astaga mas Raka"aku pun tertawa.
"Sungguh polos sekali sih mas kamu itu"batinku dengan tertawa.
"Buka bajumu Mel!"perintahnya.
Aku pun melongo,heran dengan mas Raka.
"Ogah,masa ada orang malam pertama seperti ini biasanya yang lepasin baju tu si pria,caranya pun yang romantis gak seperti mas Raka."gerutuku.
Mas Raka pun berdiri lalu menghampiriku yang masih berdiri di depan kaca sambil mengeringkan rambutku.
Diapun memelukku dari belakang,
"Memangnya yang romantis itu seperti apa???"tanya mas Raka dengan meletakan kepalanya di pundakku.
Aku menghela nafas dengan kasar,geram dengan suamiku ini.
"Kamu tu pekok banget,masa hal seperti ini saja tidak tau"ucapku kesal dengan mas Raka.
Raka pun mengerutkan alisnya lalu bertanya"pekok tu apa sih Mel???"
"Pekok tu goblok tingkat dewa mas,hahaha"jawabku sambil tertawa.
Dan cup,
Mas Raka pun membekap bibirku dengan bibirnya,seketika aku terbuai.
Beginilah rasanya di cium oleh pasangan halal kita.Mas Raka ******* bibirku tanpa mengeksplor isinya.
Sangat terlihat sekali kalau mas Raka tidak pernah berciuman.
Cara berciumannya juga sangat kaku.
Setelah puas dia pun menyudahinya,mas Raka mengusap sisa sisa slavinanya di bibirku.
"Bibir kamu manis Mel"godanya dengan tertawa.
Aku yang malu pun menunduk,
"Lanjut gak mas ini"tanyaku dengan meliriknya.
"Lanjut dong,lanjut tidur"jawabnya dengan terkekeh.
Aku sangat geram,dia sangat berhasil menaik turunkan emosiku,di buat melayang setelah itu di jatuhkan.
Aku meliriknya lalu berucap
"Pekok"lalu tertawa.
Mas Raka pun kesal karena aku mengatainya pekok,dia pun menggendongku lalu menjatuhkanku di kasur.
😢😢
😊😊
🌷🌷🌷
😀😀😀
😢😢
💪💪💪
😊😊😊
👍👍👍