Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tujuh Belas
Enam bulan kemudian
Yasmin akhirnya diizinkan kuliah di Jakarta oleh kedua orang tuanya karena ia bisa lulus masuk perguruan tinggi negeri.
Nicko juga ikut memilih kuliah di Jakarta. Ia juga lulus di perguruan tinggi negeri Jakarta. Dan memilih jurusan yang sama dengan Yasmin.
Orang tua Yasmin menitipkan anaknya dengan Nicko, karena ia telah menganggap Nicko seperti anaknya sendiri. Mereka tidak tahu jika Nicko mencintai Yasmin. Ibu Yasmin berpikir jika perhatian Nicko selama ini dengan Yasmin, karena Nicko menganggap Yasmin saudara.
Daniel mencarikan tempat kost terdekat dan terbaik yang dekat dengan kampus.
"Kak, jangan kost yang tadi. Kita cari yang lain aja"
"Kenapa, sayang"
"Kostnya mahal banget..."
"Tapi sesuai dengan fasilitas. Lagi pula itu dekat dengan kampus, kamu nggak akan capek nanti. Nanti biar kakak bantu bayar kost nya"
"Nggak..nggak...aku nggak mau kakak yang bayar kost nya"
"Yasmin...kamu anggap aku ini apa"
"Kakak pacarnya aku"gumam Yasmin malu
"Emang salah ya, pacar ikut bantu bayar kost kamu"
"Tapi kakak bukan suami aku"
"Kalau gitu menikah denganku..."
"Emang kakak pikir menikah seperti beli ea krim, gampang banget"
"Sayang, kamu bilang Nicko juga sekampus ya denganmu"
"Hhhmmmm....."
"Kakak harap kamu jangan terlalu dekat ya dengan Nicko...kakak cemburu "
"Kak, aku hanya anggap Nicko saudara, tidak lebih"
"Bagaimana dengan Nicko, apa ia juga hanya menganggap kamu saudara"
"Yang penting hatiku, kak"
"Jika setiap hari ia memberi perhatian dan tebar pesona, kakak takut akhirnya kamu goyah"
"Takut banget sih aku berpaling" ucap Yasmin sambil mencubit kedua pipi Daniel.
"Udah nakal ya sekarang..."
"Kak, kedua orang tuaku percaya dengan Nicko, mereka menganggap Nicko seperti anaknya sendiri, aku nggak mungkin langsung menjauhinya. Nanti orang tuaku pasti tanya"
"Baiklah, tapi tetap harus jaga jarak. Sayang, kakak dengar Ayu sahabat kamu juga luluskan kuliah di sini"
"Iya kak, bagaimana jika kamu ajak buat satu kost denganmu, biar ada teman"
"Kemarin sih Ayu ngomong kalau ia akan tinggal bersama tantenya. Tapi besok deh aku tanyakan lagi..."
"Besok kita ke mall ya cari semua perlengkapn buat kamu kuliah dan juga buat di kost. Udah ambil aja kost yang tadi ya"
"Baiklah, tapi biar ayah yang bayar, aku bisa kurangi uang jajanku. Aku nggak mau kakak yang bayar"
"Iya ...iya...tapi kalau beri kamu uang jajan diterima ya"
"Nggak, aku takut jika keluarga atau teman teman tahu, mereka mengira aku porotin kakak lagi"
"Yang penting itu kakak , kakak nggak pernah berpikir begitu, jadi jangan dengarkan dan pikirkan ucapan orang lain"
"Nanti jika aku memang sangat membutuhkan, aku bisa minta sama kakak"
"Janji ya, jangan ditahan selera kamu hanya buat berhemat"
"Iya...ih belum jadi suami aja udah bawel begini" lirih Yasmin
"Kamu ngomong apa sayang"
"Ada cicak tuh lagi santai"
"Bukan itu, kamu pikir kakak nggak dengar"
"Kalau dengar, kenapa kakak tanya"
"Kakak pengen dengar sekali lagi kamu ngomong gitu"
Ponsel di tas Yasmin berdering tanda pesan masuk. Yasmin melihat pesan dari Nicko.
"Yasmin , besok kita cari perlengkapan buat kuliah bareng ya. Ibu kamu tadi telepon minta aku temani kamu"
Yasmin memandangi Daniel setelah membaca pesan dari Nicko.
"Dari siapa sayang"
"Ini ...dari Nicko" ucap Yasmin melihatkan isi pesan dari Nicko
"Bareng aja besok kalau ia pengin ikut"
"Kakak nggak keberatan"
"Nggak apa, biar sekalian"
"Kau akan menyesal ikut bareng kami, Nicko"
"Baiklah, nanti aku kirim pesan buat Nickonya"
##############
Daniel menjemput Yasmin di tempat ia menginap. Di sana juga Nicko menginap. Tampak Yasmin dan Nicko yang telah menunggu kedatangan Daniel di lobby.
"Udah lama ya sayang , maaf ya harus menunggu" ucap Daniel sambil mengacak rambut Yasmin.
"Maaf Nicko, aku akan perlihatkan jika Yasmin adalah milikku. Walau kamu sudah sangat dekat dengan keluarga Yasmin, tapi aku tak peduli selagi hati Yasmin tetap memilihku "
"Nggak apa kak, baru juga sebentar kok. Iyakan Nick"
"Iya kami baru aja menunggu..."
"Kalau gitu ayo kita berangkat lagi. Biar bisa lebih lama mencari barang yang diperlukan"
Daniel sengaja menggenggam tangan Yasmin. Ia membukakan pintu buat Yasmin dan pasangkan seatbelt.
"Terima kasih kak"
"Nggak ada ucapan terima kasih buat seorang pacar Yasmin, aku akan melakukan apa saja untukmu..."
"Jangan gombal....malu sama Nicko" bisik Yasmin
"Apa sayang, kamu nggak perlukan katakan lagi, aku tahu kok jika kamu sangat mencintaiku"
"Ngomong apaan sih kak..."
"Nicko...maaf ya, Yasmin memang sering begitu, malu malu buat ungkapin perasaannya"
"Siapa bilang...."
"Kalau kamu nggak malu, nggak usah bisik bisik ucapannya"
"Nick, jangan dengar ucapan Daniel. Ia emang suka bercanda"
"Nggak apa ....santai aja. Anggap aja aku nggak ada" ujar Nicko
Daniel mulai membelah jalanan menuju salah satu mall.
"Mana bisa anggap kamu nggak ada....orang kamu segede gitu" ujar Daniel.
"Kamu udah makan , sayang. Kita cari perlengkapan tulis kamu atau makan dulu..."
"Terserah kakak aja...."
"Jangan pernah mengucapkan terserah jika nanti kamu nggak mau ngikuti maunya kakak"
"Emang kakak mau apa..."
"Mau nikahin kamu...."
Mendengar ucapan Daniel, Nicko menjadi terbatuk karena kaget.
"Kenapa , Nick. Ada air minum tuh dekat pintu mobil"
"Kakak ngomongnya sembarangan, kaget tuh Nicko"
"Betul gitu, Nick"
"Nggak kok...setiap hubungan pasti akan menginginkan ke jenjang yang lebih serius jika memang mencintai pasangan kita" gumam Nicko
"Tuh dengar kata Nicko. Pasti setiap pasangan akan memikirkan pernikahan"
"Udah ah kak, jangan ngomong itu lagi. Aku baru aja lulus. Masa sudah mikir kesana. Kita cari buku dulu aja, kak. Karena aku masih kenyang sarapan tadi"
"Oke, kamu nggak apa Nick jika kita langsung mencari buku , baru setelah itu makan"
"Nggak apa, aku menurut aja"
Sampai di mall mereka langsung menuju toko buku yang berada di dalam mall. Daniel membantu memilih semua keperluan buat kuliah Yasmin.
Yasmin meletakan semua belanjaannya di meja kasir, setelah dihitung ...Daniel dan Nicko spintan menyerahkan kartu kredit mereka.
"Biar aku aja yang bayar. Terima kasih kak. Terima kasih, Nick"
"Kakak marah nih, kalau kamu menolak. Ini bukan uang dari orang tua. Tapi dari gaji kakak membantu mama"
Nicko menarik tangannya yang tadi mengulurkan kartu.
"Tapi kak, ini banyak loh"
"Anggap ini traktiran dari gaji kakak"
"Baiklah, tapi nanti makan aku yang bayar..."
"Hilang dong harga diri kakak sebagai seorang pria, masa kamu yang bayar makanan"
"Biar nanti makan aku yang bayar, kamu udah mengizinkan aku nebeng bareng mobilmu" ucap Nicko.
Setelah membayar buku buku itu, mereka bertiga menuju salah satu kafe buat mengganjal perut.
Daniel dan Nicko sama sama hanya menggunakan celana pendek. Dengan gaya yang hampir sama.
Daniel duduk d sebelah Yasmin dengan merapatkan tubuhnya dan meletakan tangannya disandaran kursi Yasmin seolah memeluk bahu Yasmin.
Nicko dalam diam memandangi apa yang Daniel lakukan.
"Aku tahu, Niel. Kamu sengaja bermesraan dengan Yasmin buat memanasi aku. Tapi aku tak akan terpancing . Aku memang mencintai Yasmin, tapi aku tidak akan mendapati cintanya Yasmin dengan cara memaksa. Biarlah memang Yasmin sendiri yang akan memilih. Jika ia memnag jodohku, pasti kami akan dipertemukan. Tapi jika ia memang bukan jodohku, sekeras apapun aku berusaha ia tetap akan pergi dan takan pernah jadi milikku.."
********************
Visual Daniel , Yasmin dan Nicko. Kamu team siapa...Daniel apa Nicko. Kalau aku dua duanya...😂😂😍😍😍🙏🙏
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭