Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas di Indonesia.
Seorang gadis broken home yang sederhana, yang memiliki sifat arogan, jutek, dan enggan dekat dengan laki-laki. Sejauh ini, dia selalu menghindar dari para lelaki yang mendekatinya. dia tidak ingin dekat dengan lelaki2 itu. Hal ini, disebabkan karena dia sangat kecewa kepada papanya yang telah meninggalkan dia dan mamanya demi wanita lain. Hingga dia menutup rapat hatinya, untuk menghindari lelaki-lelaki yang mendekatinya. Dia memasang wajah arogan dan sangat jutek. sebenarnya, dia sangat manis apalagi kalau tersenyum. Sayangnya, senyuman itu hanya berlaku untuk orang terdekatnya
di sisi lain, ada seorang pria tampan yang selalu menganggap semua wanita itu sama. mengejar pria hanya memandang harta dan rupa, yahh karena selama hidupnya para gadis yang mendekatinya hanya selalu memikirkan wajah tampan dan kekayaannya saja. Baginya, hanya Maminya lah wanita yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avralia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Taman
"Cantikk"
HAH
Talia terperanjak kaget, tentu dia sangat mengenali suara siapa itu. Dia langsung membuka matanya dan menoleh ke sumber suara
"Kak Ann?" Pekik Talia
"Hai cantik" Sapa Ann sambil tersenyum manis ala playboy dan langsung duduk di sebelah Talia
"Hai kak, ngapain lo disini kak? kencan ya?" Tanya Talia, dia sudah tau kalau Cowok tampan blasteran surga di depannya ini playboy kelas kakap
"Iya dong gue lagi kencan" Jawab Ann dengan percaya diri
"Oh ya? mana cewek lo kak? kenalin boleh lah ya" Tanya Talia antusias
"Di depan gue" Jawab Ann enteng
"APA?" pekik Talia erkejut
"Hahahah, iyalah gue kan lagi sama lo jadi kencannya sama lo" ujar Ann sambil menaik turunkan alisnya memandang Talia
"Ngaco deh" Elak Talia
"Iya deh, tadi gue gak sengaja aja lewat terus liat ada cewek cantik duduk sendiri. Cewek cantik dianggurin itu gak bagus nanti banyak yang gangguin jadi biar gak ada yang gangguin mending gue temenin, gimana?" tawar Ann
"Hmmm tawaran yang menarik" Jawab Talia
'Ganteng, humoris, baik. Ya Ampun andai dia bukan playboy udah klepek klepek gue' batin Talia memandang Ann yang masih terus mengeluarkan segala gombalan mautnya
"Hai cantik? udah ngeliatin gue nya?" sindir Ann membuat Talia salah tingkah sendiri
"Ish... siapa yang liatin"
"Hahaha, yaudah lo mau duduk aja disini apa jalan kemana gitu? Mall? disini ada kan Mall yang deket" Tawar Ann pada Talia. Dia tentu sangat tahu tentang menyenangkan hati perempuan. Ngambek dikit? ajak belanja dong nanti juga baik an. Yah, begitulah menurut Ann
"Kak Ann mau nemenin gue jalan jalan?" Tanya Talia dengan mata berbinar
"Anything for you" Jawab Ann sambil menatap manik mata Talia
"Oke, Let's go!!" Talia menarik tangan Ann, tetapi bukan menuju mobil Ann
"Hei gadis kecilku yang cantik, mobil gue ada disana" Ucap Ann memberhentikan langkah mereka dan menunjuk sebuah mobil Pajero sport keluaran terbaru yang sedang terparkir di tepi jalan
"Gue tau, tapi kan kita jalan jalannya gak bawa mobil" Jawab Talia dengan senyum yang terus mengembang menghiasi wajah cantiknya
"Terus ? mau ke mall jalan kaki gitu? Gila ya? jauh loh" Ann tidak habis pikir, mana mungkin mereka akan ke mall yang jaraknya hampir 3 km dari taman dengan berjalan kaki
"Yang bilang mau ke mall siapa?" Tanya Talia
"Lah? Terus kemana dong?" Tanya Ann heran
"Kesana" Ucap Talia sambil menunjuk ke arah tepi taman yang dipenuhi pedagang kaki lima
"Hah? ngapain?" Ann sangat heran dengan gadis di depannya ini. Biasanya setiap pacar nya pasti akan mengajaknya ke mall, luar negri, luar kota, dll. dan sudah dipastikan mereka semua menguras habis dompetnya itu. Tetapi Talia? Pedagang Kaki lima pinggir jalan?. Ann saja tidak pernah berhenti di hadapan mereka
Rey, Ann, dan Ken adalah sahabat tapi mereka tetap saja memiliki perbedaan. Ann bukan Ken yang sederhana, bijaksana dan berjiwa besar itu. Namun, Ann juga bukan Rey si Tuan Muda yang arogan dan keras kepala itu. Ann adalah Ann. Bukannya dia merasa jijik dengan pedagang kaki lima, hanya ya memang dia belum pernah saja
"Ngapain? Makan lah?" Jawab Talia enteng sambil menyeret tangan Ann mendekati pedagang
"Di tempat ini?" Tanya Ann lagi
"Iya Kak, kenapa? Oh Astaga" Tiba tiba Talia teringat siapa yang sedang bersamanya saat ini
"Sorry Kakk, lo pasti gak biasa ya mkan di tempat ginian. Emm balik aja deh daripada lo gak nyaman" ucap Talia merasa tidak enak
"Ngapain balik? Gue mah nyaman nyaman aja asal sama cewek cantik, apalagi lo cewenya" Jawab Ann enteng
"Kak Ann gak bisa normalan dikit ya kalo ngomong, gombal mulu" protes Talia membuat Ann terkekeh dan mencubit hidung Talia gemas
"Awwwww.. hei, what are you doing?" Bentak Talia marah
"Lo lucu. Udah deh pesen yuk, gue gak pernah jadi gak ngerti. Lo aja yang pesenin" pinta Ann pada Talia yang dijawab anggukan olehnya
Talia memesankan dua mangkuk mie ayam untuk mereka berdua. Sambil menunggu pesanan mereka duduk lesehan.
Drrtt..Drttt
Handphone Ann berbunyi
"Ya Hallo Kenapa by?" Sapa Ann pada seseorang dibalik telfonnya
"Aku sibuk, Km pergi aja sendiri" Jawab Ann enteng
"Ya oke, nanti aku transfer"
"Hm bye"
Kira kira seperti itu percakapan Ann dan seseorang dibalik telfon
"Ceweknya ya?" Selidik Talia
Ann terkekeh
"Yaa gitulah"
"Kak, apa alasan lo jadi playboy?" Tiba tiba Talia bertanya pada Ann
"Simple aja, karena gue ganteng" Narsis Ann yang membuat Talia memutar bola matanya malas
"Please deh.. gak semua orang ganteng itu playboy" Ucap Talia malas
"Hahaha gakpapa cuman buat hiburan aja" Jawab Ann
"Bisa gitu ya??"
"Bisa dong"
"Emang gak bisa ya setia aja sama satu cewek?? kasihan tau kalo jadi cewek dimainin kayak gitu" Talia menjelaskan pendapatnya pada Ann
"Bisa lah kalo setia cuma sama satu cewek yang gue cinta"
"Oh ya? bagus dong, terus terus kenapa masih main main" Jawab Talia antusias
Ann terkekeh lagi
"Masalahnya cewek yang gue cinta gak cinta sama gue" Jawab Ann
Belum sempat Talia menjawab, makanan mereka sudah datang
Saat mereka baru makan Talia bertanya pada Ann
"Gimana kak? Enak gak?"
"Wow, enak banget sih asli ngalahin restoran langganan gue" Jawab Ann dengan sangat heboh
Talia hanya tersenyum sambil melanjutkan makan. Sore itu mereka berdua menghabiskan waktu bersama sampai petang
-Rumah Rey-
Saat ini, Rey sedang duduk bersama Papi Aris untuk membicarakan hal penting
"Jadi Rey, jelaskan" Pinta Papi to the point
"Seperti yang papi duga. Aluna adalah putri kandung Tuan Sanjaya" Jelas Rey
"Lalu? ada masalah apa mereka berdua?" Tanya Papi lagi
"Tuan Sanjaya meninggalkan Aluna dan mamanya, dia pergi bersama wanita lain. Selingkuhannya, dia punya anak tiri seusia Aluna yang merupakan anak dari selingkuhannya itu. Di pernikahan mereka ini Tuan Sanjaya nggak punya anak. Its mean, hanya Aluna anak kandungnya" Jelas Rey pada Papi Aris
"Cihhh.. pengecut sekali Sanjaya ini" Umpat Papi Aris
"Jadi Pi? apa yang harus kita lakukan" tanya Rey
"Gak ada"
"Apa? Kok gak ada sih Pi?" protes Rey
"Emang kamu mau ngapain?"
"Bantu Aluna dapetin haknya lah sebagai pewaris tunggal Sanjaya group"
"Lakukan itu, setelah kamu dapetin cinta calon menantu Papi" Ujar Papi sambil beranjak pergi meninggalkan Rey yang kesal dengan ucapannya itu
Rey menghela nafasnya, dia berjalan ke balkon kamarnya. Mengambil handphone dia akan mencoba menghubungi Aluna
Pada panggilan pertama langsung terjawab
"Assalamualaikum" Ucap Rey
"Hm Wa'alaikumsalam" Jawab Aluna dengan suara serak
"Hai? bangun tidur ya?" tanya Rey
"Hm"
"Udah baikan?" Tanya Rey lagi
"Hm"
"Mau jalan gak?" tanya Rey lagi dan lagi
"Hm"
Rey menghela nafasnya, jika dengan cara halus tidak bisa maka harus dengan cara lain
"Oke. Jam 7 malem gue jemput dan lo udah harus siap. Gue gak terima penolakan. Bye" ucap Rey sebelum menutup telfonnya
Di seberang sana Aluna mengumpat sambil mendengus kesal dengan Rey yang selalu memaksanya itu.
TBC