Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apartemen Bagas
Bagas masih menghabiskan harinya di pulau pribadinya sendirian, bahkan dia tak membawa makanan atau minuman.
Bagas hanya menatap jauh ke arah lautan luas, sesekali dia melihat ke arah Speedboat miliknya yang bergoyang tersapu ombak.
Bagas melihat ponselnya sekilas, dia sudah menghubungi Moetia ratusan kali tapi sepertinya Moetia sudah memblok nomer nya.
Karena malas menerima telpon dari yang lain, Bagas juga memblokir semua nomer kecuali Moetia.
Bagas menekuk lututnya dan menundukkan kepala nya, yang dia pikirkan hanyalah apakah Moetia akan meninggalkannya?
Bagas terkejut karena tiba-tiba ponselnya berdering, segera dia menerima panggilan telpon itu
" Halo Moetia " seru Bagas
" Halo Bagas, kamu dimana? " tanya Moetia
Bagas malah terdiam
" Bagas, semua orang khawatir karena kamu menghilang, katakan sekarang kamu dimana? " seru Moetia
" Termasuk dirimu? " tanya Bagas
" Iya, termasuk aku! sekarang katakan kamu dimana? " tanya Moetia lagi
" Aku ada di sebuah pulau, Moetia aku sangat lapar, maukah kamu memasak untuk ku " ucap Bagas lemah
" Kembali lah, aku akan memasak untuk mu? " jawab Moetia
" Datanglah ke alamat yang aku kirimkan, kodenya 99909 dalam satu jam aku akan sampai disana! " seru Bagas
" Baiklah " sahut Moetia
Bagas segera menuju ke Speedboat nya lalu menyalakan mesinnya dan segera melaju pulang.
Sementara itu, Moetia sedang berganti pakaian dan berpamitan pada mama nya.
Moetia memasuki kamar mama nya dan berpamitan.
" Ma, Moetia keluar dulu ya! " ijin Moetia
" Sudah malam nak, kamu mau kemana? " tanya Soraya
Moetia duduk disebelah mama nya
" Ma, seorang teman Moetia sedang sakit bahkan sampai sekarang belum makan, dan tidak ada yang mengurusnya selain Moetia, boleh ya ma " bujuk Moetia
" Kasihan sekali dia, baiklah bawa saja bahan makanan di dapur! " ucap Soraya
Moetia mengangguk
" Iya, makasih ya ma " jawab Moetia
Moetia bergegas ke dapur dan mengambil beberapa sosis dan sayuran, dia juga membawa kentang dan sarden.
Moetia melihat alamat yang dikirim Bagas, dan segera menuju kesana.
Beberapa menit kemudian, Moetia sampai di sebuah apartemen yang cukup mewah, Moetia masuk ke dalam lift dan menuju kelantai 10, pintu lift terbuka, Moetia segera berjalan ke apartemen Bagas.
Moetia membuka pintu dengan kode yang diberikan Bagas.
Moetia masuk ke dalam lalu menutup pintu apartemen yang terkunci secara otomatis.
Moetia melihat sekeliling
" Sangat rapi dan nyaman, seperti nya Bagas sangat mencintai kebersihan dan kerapihan " gumam nya
Moetia lalu mencari letak dapur dan segera menyiapkan makanan untuk Bagas.
Moetia sampai berdecak kagum melihat peralatan dapur Bagas begitu lengkap.
Tiba-tiba dia berhenti membereskan bahan makanan dan melamun
' Apakah wanita itu tinggal bersama Bagas disini? ' batin Moetia
Moetia merasa kesal tapi dia berusaha mengendalikan dirinya, saat memegang panci, ingin sekali sebenarnya dia membanting nya.
Moetia meletakkan panci itu dan menghela nafas dalam-dalam.
" Huh, sudahlah Moetia! yang perlu kamu lakukan hanya memasak lalu segera pergi dari sini " gumam nya
Moetia mulai memasak, membuatkan kentang dan sosis goreng, dia juga memasak ikan sarden dan salad sayuran.
Moetia menyiapkan makanan itu di meja.
" Sudah cukup, aku rasa makanan sebanyak ini pasti bisa membuat lelaki yang katanya kelaparan itu kenyang " gumam Moetia
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, pandangan mata Moetia tertuju ke Bagas yang dengan cepat mendekat pada nya.
Bagas langsung memeluk Moetia
" Aku kira aku akan kehilangan mu, Moetia " lirih Bagas
Moetia menarik dirinya
" Seseorang akan kehilangan, jika tidak menjaga dengan baik apa yang dia miliki " sahut Bagas
Bagas memandang Moetia dengan sayu, Moetia juga memperhatikan Bagas yang terlihat sedikit lusuh.
" Kamu mandi dulu ya, setelah itu ku temani makan malam! " bujuk Moetia
Bagas mengangguk patuh
" Tolong siapkan pakaian ganti ku ya " pinta Bagas
Moetia tidak menjawab dan hanya memandang Bagas.
Bagas menarik tangan Moetia dan mengajak nya ke kamar Bagas.
Moetia menghentikan langkahnya
" Kamu mau bawa aku kemana? " tanya Moetia curiga
" Ruang ganti ku ada di dalam kamar " jelas Bagas
Moetia mengikuti Bagas, setelah mengantarkan Moetia ke ruang ganti pakaian, Bagas masuk ke dalam kamar mandi.
Moetia melihat-lihat ruang ganti itu, semua tertata dengan rapi.
Bagian jas tersendiri, lalu bagian kemeja dan celana kerja juga terpisah dengan kemeja dan celana santai.
' Sangat rapi, bahkan lebih rapi dari lemari ku ' kekeh Moetia dalam hati
Moetia mengambilkan sebuah kaos berkerah dan celana santai selutut untuk Bagas pakai.
Moetia meletakkan nya di atas tempat tidur Bagas.
Moetia lalu keluar dari kamar Bagas dan kembali ke meja makan.
Beberapa menit kemudian Bagas keluar dari kamar dengan penampilan yang menurut Moetia sangat sempurna.
Wajahnya sudah kembali fresh dan terlihat sangat tampan.
Moetia menyiapkan makanan di piring Bagas dan menuangkan air putih di gelas.
Bagas duduk di kursinya dan mulai makan.
" Em, sangat enak " ucap Bagas
Moetia tersenyum senang mendengar pujian Bagas.
" Kamu tidak makan? " tanya Bagas
Moetia menggeleng-gelengkan kepalanya
" Aku sudah makan malam bersama orang tua ku tadi " jawab Moetia
Setelah makan, Bagas berniat membereskan peralatan makannya tapi Moetia melarangnya.
" Sudahlah Bagas, biar aku saja! " kata Moetia
" Terimakasih " sahut Bagas
Moetia membereskan dan mencuci peralatan makan yang tadi dia gunakan.
Moetia merasa tidak nyaman karena Bagas terus memperhatikan nya.
" Sebaiknya kamu istirahat, setelah ini selesai aku akan pulang " seru Moetia
Raut wajah Bagas kembali berubah, yang tadinya tersenyum bahagia kini berubah sedih.
Bagas mendekati Moetia dan memeluk nya dari belakang.
Moetia kaget dan hampir saja menjatuhkan gelas yang dia pegang.
" Bagas, apa yang kamu lakukan? " tanya Moetia risih
" Apakah kamu belum memaafkan ku? " tanya Bagas sedih
" Kenapa aku harus memaafkan mu, memang apa salah mu padaku? " tanya Moetia balik.
Bagas menarik Moetia menghadap ke arahnya
" Aku akan jelaskan segalanya, ikut aku! " seru Bagas
Bagas menggandeng Moetia menuju sofa di ruang TV apartemen nya.
Bagas mengajak Moetia duduk di samping nya.
" Wanita yang ada di fhoto di kantor ku itu namanya Calista, dia mantan tunangan ku! " jelas Bagas
Moetia masih diam tidak merespon
" Kami menjalin hubungan selama tiga tahun, dan kami sudah merencanakan pernikahan " jelas Bagas melanjutkan ceritanya
Mendengar kata pernikahan, Alia menoleh ke Bagas dan memandang wajah nya.
" Pernikahan? " tanya Moetia sangat pelan
" Tapi sebelum itu terjadi, ada seorang pengusaha kaya raya yang baru dikenalnya dalam hitungan hari yang melamar nya, dan dia memilih untuk menikah dengan pria itu dan pergi ke luar negeri " terang Bagas dengan ekspresi wajah kesal
" Dia meninggalkan mu? " tanya Moetia
Bagas mengangguk dengan cepat
" Apakah kamu membencinya? " tanya Moetia
Bagas memandang Moetia, dia tahu pertanyaan ini tidak sesederhana kedengarannya.
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐