NovelToon NovelToon
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Anak Yatim Piatu
Popularitas:83k
Nilai: 5
Nama Author: Khardha love

Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.

Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.

Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.

Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.


Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?

Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?

Atau mungkin akan saling membenci?


Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!

Happy reading guys!

Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.

Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#17 "Gagal lagi"

Warning!

Ada adegan 21+ harap bijak dalam memilih bacaan!

Bagi yang dibawah umur dan tidak suka dengan adegan dibawah ini, silahkan di skip aja ya.

Happy reading guys!

Tuan muda Adriansyah Alrizzi itu begitu terhanyut mendengarkan suara merdu kekasih halalnya itu. Perlahan tapi pasti dia menuntun istrinya menuju ke tempat tidurnya, lalu membaringkannya di atas ranjang king size miliknya.

"Sayang bolehkah aku meminta hak ku sekarang?" Tanyanya sembari menatap sendu kearah istrinya yang ada di bawah kungkungannya.

"Bisakah kita melakukannya setelah aku benar-benar siap?" Kondisiku belum fit Hubby, aku takut mengecewakanmu karena gak bisa melayanimu dengan baik." Tolak Arti dengan nada sangat lembut.

Hemmm..."Baiklah sayang." Al menganggukkan kepalanya.

Sebenarnya aku hanya ingin menguji mu sayang. Apakah kamu benar-benar sudah bisa menerimaku sebagai suamimu atau belum? Ternyata alasanmu kali ini bisa ku mengerti." Batinnya dengan menghela nafasnya seraya tersenyum penuh makna.

"Makasih ya karena udah ngertiin aku." Arti membalas senyuman suaminya." Maafin aku ya Hubby karena belum bisa melayanimu." Ucapnya sembari membelai wajah tampan kekasih halalnya itu.

"Gak papa sayang, aku ngerti kok." Al mengecup kening istrinya lalu beranjak dari tempat tidurnya.

"Kamu mau kemana?" Tanya Arti karena takut suaminya akan meninggalkannya lagi dalam waktu yang lama.

"Aku cuma mau mandi sayang." Jawab Al sembari menghentikan langkahnya." Kamu mau ikut?" Tawarnya untuk menggoda istrinya.

"Enggak!" Arti menggelengkan kepalanya, lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Kamu benar-benar menggemaskan sayang." Gumam Al dalam hatinya, lalu kembali menghampiri istrinya.

"Tapi aku mau mandi bareng sama kamu sayang." Al menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya.

Tanpa aba-aba dia langsung menggendong kekasih halalnya itu ala bridal style menuju kamar mandi.

"Turunin aku Hubby!" Pinta Arti sambil berontak dalam gendongan suaminya.

"Jangan bergerak terus! Nanti kamu jatuh sayang!" Tegas Al sambil mengeratkan pegangan tangannya di bawah ketiak dan paha istrinya.

Sesampainya di dalam kamar mandi, dia langsung menurunkan wanita yang sangat dicintainya itu didepan bathtub nan di penuhi kelopak bunga mawar merah dan busa sabun beraroma wangi buah melon favorit istrinya itu. Disetiap sisi-sisinya juga dipenuhi lilin-lilin aroma terapi, yang sangat menenangkan dan menyenangkan untuk melepaskan penat setelah seharian beraktivitas.

"Kamu yang menyiapkan semua ini?" Tanya Arti sembari menatap wajah tampan suaminya.

"Iya sayang." Al menganggukkan kepalanya." Tapi dengan bantuan para pelayan yang ada di rumah ini." Ujarnya seraya mengulas senyumnya." Yuk kita berendam dulu supaya bisa merilekskan tubuh dan pikiran kita!" Ajaknya sambil membantu melepaskan pakaian istrinya satu persatu begitupula dengan dirinya sendiri.

Mereka berdua akhirnya mandi bersama dengan penuh kemesraan dan kebahagiaan, nan tergambar jelas di wajah keduanya yang baru merasakan indahnya cinta. Al duduk di belakang istrinya sambil menciumi tengkuknya, tangannya mulai bergerilya menyentuh dua bukit kembar yang selalu menantang untuk dimainkannya itu.

"Geli Hubby." Lirih Arti sambil merasakan hawa panas yang mulai menjalari seluruh tubuhnya.

Al tidak menghiraukannya, dia justru meninggalkan jejak kepemilikan di setiap inci leher jenjang istrinya, tanpa memberikan ruang sedikitpun untuk kulit putih mulus itu, bebas dari hasil karyanya. Dia membalikkan tubuh kekasih halalnya itu lalu mengeksplor lidahnya dan tangannya di setiap inci bagian tubuh wanita yang sangat dicintainya itu. Arti hanya bisa pasrah sambil memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan suaminya.

"Sayang aku ingin meresmikan pernikahan kita secara hukum negara. Apakah kamu mau menandatangani berkas-berkas untuk melengkapi buku nikahnya?" Tanya Al dengan sangat hati-hati sembari menatap lekat wajah cantik istrinya.

Sebab dia takut Arti masih belum bisa menerima pernikahan mereka seutuhnya. Arti menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya.

"Beneran sayang?" Al mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.

"Iya Hubby." Lirih Arti dengan nada sangat lembut.

"Makasih banyak sayang." Ucap Al lalu menghujani wajah cantik istrinya dengan ciumannya.

Dia mendudukkan istrinya di pangkuannya, lalu memagut, mencecap dan menghisap benda kenyal milik kekasih halalnya itu dengan lembut namun menuntut.

"Hubby." Lirih Arti ketika suaminya melepaskan tautan bibirnya.

Hemmm... Jawab Al sambil terus melanjutkan aksinya, dengan memainkan buah dada istrinya secara bergantian dengan mulutnya dan jarinya di area sensitif kekasih halalnya itu.

"Aku kebelet pipis." Arti beralasan karena tidak sanggup lagi menahan dirinya.

"Pipis aja disini sayang, gak papa kok!" Al mengulum senyumnya karena melihat ekspresi istrinya yang merem melek menikmati setiap sentuhannya.

Namun Arti tidak mengerti sama sekali dengan apa yang dirasakannya itu. Al semakin mempercepat ritme permainan jarinya, di area sensitif istrinya itu. Hingga akhirnya Arti benar-benar tidak bisa lagi mengendalikan dirinya supaya tidak mengeluarkan suara merdu nan sensualnya. Biduanita itu akhirnya melenguh panjang sambil memejamkan matanya karena mencapai puncak kenikmatan tertingginya.

"Apa yang kamu rasakan sayang? Apakah kamu beneran pipis?" Tanya Al untuk menggoda istrinya yang sangat polos itu.

"Aku gak tau Hubby, cuma aku merasa seperti terbang melayang." Jawab Arti dengan polosnya.

"Itu namanya orgasme sayang." Jawab Al dengan frontal.

Aku yakin kamu baru pertama kali merasakannya, karena punyamu benar-benar masih sangat sempit sayang." Batinnya yang sudah berpengalaman dalam bidang seperti itu.

"Kalau kamu mau, kita bisa merasakannya bersama-sama sayang." Bisiknya dengan nada sangat menggoda.

"Aku masih takut Hubby, kata orang bila kita melakukannya untuk yang pertama kali pasti akan sakit banget." Jujur Arti dengan menatap sendu kearah suaminya.

"Itu cuma sebentar sayang, apabila kita sering melakukannya gak akan sakit lagi kok, yang ada hanya rasa nikmatnya." Jelas Al sembari membelai wajah cantik istrinya." Aku akan melakukannya pelan-pelan." Ujarnya dengan nada sangat lembut.

Arti akhirnya menganggukkan kepalanya karena tidak ingin mengecewakan suaminya lagi, Al yang mendapatkan lampu hijau dari istrinya, kembali melanjutkan aksinya dengan mengarahkan senjatanya yang sejak tadi menunggu untuk membidik sasarannya. Namun sayangnya hingga beberapa kali Al mencobanya, tetap tidak bisa menembus benteng pertahanan istrinya.

"Sayang kenapa punyamu rapet banget sich?" Al mulai kesal dibuatnya.

Namun dia terus mencoba untuk membuka segel keperawanan wanita yang sangat dicintainya itu, dengan berbagai macam cara dan posisi sesuai tutorial membuat anak yang dipelajarinya.

"Aku juga gak tau Hubby." Arti berusaha menahan perih yang mulai menjalar di area sensitifnya, sebab Al tidak mengenal putus asa untuk menerobos masuk ke sana.

"Ya udah kita lanjutkan di atas ranjang aja yuk!" Ajak Al sambil menggendong tubuh istrinya keluar dari bathub.

"Tapi kita belum sholat zhuhur Hubby, aku juga udah laper banget." Tolak Arti dengan halus.

"Baiklah kalau begitu bantu aku menidurkannya sayang." Pinta Al sambil mengarahkan senjatanya ke mulut istrinya.

"Gimana caranya?" Arti mengerutkan keningnya menatap benda tumpul yang mengeras didepan matanya itu.

Al menepuk jidatnya sambil meneguk salivanya karena kepolosan istrinya.

"Pegang dan **** seperti kamu makan eskrim favoritmu sayang." Ujarnya memberikan teorinya.

Arti mulai melakukan apa yang dikatakan suaminya dengan sangat hati-hati, sebab dia takut melukainya apabila tergigit tanpa sengaja.

"Faster baby." Pinta Al dengan suara serak menahan sesuatu yang akan keluar dari benda pusakanya itu.

Arti menganggukkan kepalanya lalu kembali melakukan apa yang diinginkan suaminya. Hingga akhirnya Al tidak sengaja mengeluarkan mayonaisenya di dalam mulut wanita yang sangat dicintainya itu, Arti segera beranjak lalu memuntahkan cairan kental seperti susu itu bersama dengan semua makanan yang tersisa di perutnya. Hingga akhirnya dia terhuyung ke belakang, karena benar-benar sudah tidak ada tenaga lagi untuk menopang tubuhnya sendiri.

Al segera menyangga tubuh kekasih halalnya itu, supaya tidak terjatuh ke lantai.

"Maafin aku sayang, aku gak sengaja. Aku benar-benar gak bisa menahannya lagi." Al merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.

"Hubby." Lirih Arti sebelum kehilangan kesadarannya.

"Sayang bangun sayang." Al menepuk-nepuk pipi istrinya dengan lembut.

Al langsung menggendong tubuh istrinya keluar dari kamar mandi, lalu membaringkannya di atas ranjang king size super empuk miliknya itu.

"Maafin aku sayang, aku benar-benar suami yang egois." Sesalnya sembari mengusap kepala istrinya dengan lembut." Aku panggilkan dokter dulu ya." Ujarnya lalu beranjak dari duduknya.

Al segera menghubungi dokter yang ada di rumah sakit keluarganya, untuk memeriksa kondisi istrinya yang kembali terbaring lemah karena ulahnya. Sementara menunggu kedatangan dokter ke rumahnya,

dia memutuskan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Seusai mandi Al menuju walk in closet untuk memilih baju santai yang akan dipakainya, lalu memerintahkan kepada para asisten rumah tangganya untuk menyiapkan makanan untuknya dan istrinya. Tidak lama kemudian datanglah dokter wanita cantik nan seksi dengan tinggi badan semampai bak model yang melenggang di atas catwalk.

Kring...kring... Interkom yang menghubungkan setiap ruangan yang ada di rumah mewah itu berbunyi. Al segera mengangkatnya lalu menaruhnya di telinganya.

"Ada apa?" Tanyanya to the poin.

"Dokter yang Anda hubungi tadi sudah tiba di depan pintu kamar, Tuan Muda." Jawab bi Surti kepala pelayan yang ada di rumah itu.

"Bawa dia masuk kedalam." Perintah Al sembari menatap wajah cantik istrinya yang tampak pucat.

"Baik Tuan Muda." Bi Surti meletakkan alat komunikasi internal itu ditempatnya semula.

Kepala pelayan itu menekankan password yang hanya diketahui oleh Al dan dirinya saja.

" Mari ikut saya Dokter." Ajak bi Surti sambil membukakan pintu kamar majikannya itu.

Dokter cantik yang bername tag Norma Sari itu menganggukkan kepalanya lalu mengikuti langkah kepala pelayan itu.

"Tuan Muda, ini Dokternya." Bi Surti memberitahukan sebab Al membelakanginya.

Al menolehkan kepalanya ke belakang lalu beranjak dari duduknya.

"Silahkan periksa istriku." Al memberikan ruang bagi dokter Norma untuk melakukan tugasnya.

"Gimana keadaannya Dokter?" Tanya Al setelah dokter cantik itu selesai memeriksa istrinya.

Dokter cantik itu tidak langsung menjawab pertanyaan Al, dia justru menatap intens kearah Arti dari ujung kepala sampai ujung kaki yang hanya memakai jubah handuknya, sehingga memperlihatkan banyaknya tanda kissmark ditubuhnya.

Apa Tuan Muda ini benar-benar ganas ya? Hingga istrinya sampai pingsan seperti ini. Ditubuhnya juga hampir tidak ada celah sedikitpun tanpa jejak kepemilikannya, benar-benar luar biasa." Batinnya seraya mengulum senyumnya membayangkan permainan pasangan suami istri itu.

"Istri Anda cuma kelelahan, tapi dia harus istirahat total dulu supaya cepat pulih Tuan Muda." Jawabnya lalu memberikan resep obat untuk di minum oleh Arti." Kalau Anda ingin permainan yang lebih hot lagi, saya siap melayani Anda Tuan Muda." Bisiknya dengan nada sangat menggoda.

"Terima kasih atas semuanya." Ucap Al sembari menatap tajam kearah dokter wanita yang berusaha menggodanya itu." Aku tidak tergoda sedikitpun dengan tawaranmu itu, karena aku sangat mencintai istriku." Ujarnya dengan menekankan kata-katanya.

"Maafkan saya Tuan Muda." Dokter cantik itu menangkup kedua tangannya di atas dada, lalu beranjak pergi dari sana setelah membereskan peralatan medisnya.

Setelah kepergian dokter cantik nan seksi itu, Al duduk di samping istrinya lalu menggenggam tangannya.

"Sayang cepatlah bangun, ayo kita makan sama-sama, biar kamu cepat pulih kembali." Ujarnya sambil menciumi puncak kepala istrinya.

Tidak berselang lama bi Surti dan bawahannya datang kembali, membawakan berbagai macam makanan dan minuman favorit majikannya itu.

"Tuan Muda ini semua pesanan Anda."

"Letakkan semuanya di sana." Tunjuk Al kearah meja kecil di sampingnya.

"Baik Tuan Muda." Bi Surti menganggukkan kepalanya.

Dia memerintahkan kepada para bawahannya itu untuk menata semua makanan dan minuman itu di atas meja.

Setelah semuanya tertata rapi di atas meja Arti tiba- tiba terbangun sambil mengendus aroma masakan yang sangat lezat, sebab Al sengaja mendekatkan ke wajah istrinya. Karena dia tahu kebiasaan wanita yang sangat dicintainya itu, Arti selalu tidak bisa menahan dirinya bila bertemu dengan makanan kesukaannya.

"Hubby suapin." Pintanya dengan nada sangat manja sambil duduk bersandar di headboard ranjangnya.

Al mengulas senyumnya lalu menganggukkan kepalanya. Dia sangat bahagia karena istrinya langsung berselera makan walaupun baru saja bangun. Al pun juga makan minum di piring, sendok dan gelas yang sama dengan istrinya. Sambil sesekali mencium pipi kekasih halalnya itu dengan gemesnya.

Tanpa sepengetahuan keduanya ternyata para asisten rumah tangga yang masih jomblo dan mengagumi sosok tuan muda itu, mengintip kemesraan mereka dibalik pintu kamar yang sedikit terbuka.

Ehemmm...Bi Surti berdeham untuk menyadarkan para jomblowati itu.

Siuttt..."Diam nanti ketahuan, kalau mau ikutan jangan berisik." Ujar pelayan wanita yang bernama Wati sambil terus mengintip di balik pintu.

"Kalian gak ada kerjaan lagi selain mengintip Tuan Muda dan Nyonya Muda?" Tanya bi Surti sambil melipat kedua tangannya di atas dada.

Hehehe... mereka semua mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya, sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

"Bubar! Kembali dengan tugas kalian masing-masing!" Tegas bi Surti dengan menekankan kata-katanya.

Al dan Arti menolehkan kepalanya mendengar suara berisik di balik pintu kamarnya,

untunglah mereka berdua sudah selesai menyantap makanannya. Al beranjak dari duduknya, lalu berjalan menghampiri kepala asisten rumah tangganya itu.

"Ada apa Bi?" Tanyanya sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.

"Itu Wati sama teman-temannya berulah lagi." Jawab bi Surti dengan ambigu.

"Memangnya mereka ngapain?" Al mengerutkan keningnya.

"Mereka ngintipin Tuan dan Nyonya Muda makan." Jelas bi Surti akhirnya sambil menundukkan kepalanya karena takut Al akan melampiaskan emosinya.

"Ohh." Al membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O.

Dia kembali menghampiri istrinya yang tengah berusaha melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

"Sayang ikut aku yuk!!" Ajaknya sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.

"Kemana?" Tanya Arti dengan mengerutkan keningnya.

"Ke ruang kerjaku sayang." Jawab Al sembari menaruh kepalanya dibahu wanita yang sangat dicintainya itu.

"Nanti aja ya, aku mau mandi dulu." Tolak Arti dengan lembut." Kita juga belum sholat Hubby." Ujarnya mengingatkan.

"Ok, tapi habis sholat kamu ikut aku ya." Al mengecup pipi istrinya lalu melepaskan pelukannya.

"Iya." Singkat Arti sambil menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.

Seusai membersihkan dirinya , Arti langsung mengajak suaminya untuk menunaikan sholat berjamaah. Setelah selesai berzikir dan berdoa, dia mencium punggung tangan suaminya lalu Al membalasnya dengan mencium kening kekasih halalnya itu.

"Ikut yuk!" Al langsung menarik tangan istrinya.

Dia membawanya ke ruang kerjanya yang ada di sebelah kamarnya. Al mendudukkan wanita yang sangat dicintainya itu di sofa yang ada di sana, lalu mengambil berkas-berkas yang sudah disiapkannya sejak lama untuk melengkapi buku nikahnya.

"Tanda tangan di sini sayang." Tunjuknya dibawah nama istrinya.

Arti langsung menanda tangani semua berkas-berkas yang diberikan suaminya kepadanya, tanpa membacanya terlebih dahulu satu persatu kertas-kertas itu. Sebab Al sengaja menyelipkan beberapa dokumen penting lainnya sebagai hadiah pernikahan untuk wanita yang sangat dicintainya itu.

...*****...

Bersambung...

Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya melalui tanda cintanya, mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun dan sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.

See you next time!

1
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Aerik_chan
Kapan up lagi??
KHARDHA LOVE: Kirain gak ada lagi yang komen dan like novel ku😁, makanya aku malas update.
total 1 replies
Susi Ana
ayo live lanjut,toh masih gentayangan gkgkgk
Elisabeth Ratna Susanti
tuntaskan like yang tertinggal 😍
Susi Ana
kenapa nggak lanjut
Susi Ana
semangat love, jangan nyerah
Susi Ana
semangat love
Neti Jalia
semangat🤗🙏
Nofi Kahza
hayoo..mau ngapain itu si Al..
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
Nofi Kahza
Hai kak Kharda..aku mulai nyicil nyimak lagi nih..🥰
maaf ya baru mampir..🙏
Susi Ana
semangat love,biar naik level jadi gold
Susi Ana: kadang mikir level,jadi buang2 waktu ya love.nggak dapet apa2 meski dikontrak.
total 2 replies
Ana Yulia
semangat thor 💪❤️
Ananda Andin Angraini
Bener2 sadis tuh penculik, setidaknya lakbannya buka kek kasihan kan Arti... 😤 Curiga si Lee Oppa baik beneran sama Arti atau karena ada maunya... 🤔 Jangan sampai deh ada sesuatu... ☺️

Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤

Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Ananda Andin Angraini
Untungnya Al ngasih password-nya yang sering d ucapkan Arti... 🤗 Pintar kamu Arti alasan ingin k kamar mandi, semoga ada celah buat kabur... 😉

Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Ananda Andin Angraini
Ya ampun, siapa lagi itu yang menculik Arti... 😨 kasihan Tuan Al... 😢 Bener tuh apa kata Rano.

Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...

Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢
Ana Yulia
kenapa gak di paksa aja Al, udah istri sah kan?
Wong Ngapak
lanjot
KHARDHA LOVE
Aku nulis tergantung mood sekarang, jadi gak tentu kapan bisa updatenya 😁😉
Susi Ana: masih exis disini ya love
total 1 replies
Ana Yulia
Hadir lagi thor, semangat 🔥 lanjut terus 💪
Ana Yulia
Mantap, suami idaman banget. sabar dan setia hingga setahun menunggu arti ❤️😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!