NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Penolakan

Cinta Dibalik Penolakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:127.7k
Nilai: 5
Nama Author: Enni Chaka

Cerita ini berawal dari seorang gadis cantik bernama Tari yang sedang melakukan KKN disebuah desa terpencil dipinggir laut. Ia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang terjebak di desa itu karena mengalami amnesia.

Mereka pun akhirnya menjalin sebuah hubungan karena merasa saling menyukai, bahkan hubungan mereka sudah melampaui batas sampai Tari bisa hamil anak dari pemuda itu.

Tapi saat pemuda itu ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya, ia ditemukan oleh keluarganya yang ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis di kota J.

Dan lebih mengejutkan lagi ternyata ia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, ia terpaksa meminta kakaknya yang sekaligus pewaris utama perusahaan keluarganya untuk menikahi Tari yang saat ini mengandung anaknya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya??? ikuti terus yah novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni Chaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Bersama

Dengan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, Tari memasuki mansion keluarga Faresta mengikuti langkah kaki laki-laki tampan namun sangat dingin yang kini berada didepannya.

Tari mengedarkan pandangannya keseluruh sudut mansion setelah berada didalamnya, ia sangat takjub dengan tempat tinggal keluarga Faresta yang lebih mirip seperti hotel berbintang lima.

"Selamat beristirahat yah sayang." Ucapan mama Elisa mengagetkan Tari dari kekagumannya. Mama elisa lalu mencium pipi kanan dan kiri Tari sebelum ia berbelok masuk kedalam kamarnya yang terletak dilantai satu.

"Iya ma, selamat beristirahat juga," jawab Tari dengan mengulas senyum.

"Sampai disini saja pak Udin," ucap Zafran pada pak Udin yang ikut dibelakang membawa koper Tari.

"Baik tuan muda," balas pak Udin memberikan koper Tari pada Zafran.

"Biar aku saja mas," sahut Tari tapi tidak diindahkan oleh Zafran yang terus saja melangkah sambil menarik kopernya.

"Kamarku diatas, ayo masuk," ucap Zafran saat mereka sudah berada didepan lift yang akan membawa mereka kelantai atas. Lagi-lagi Tari tertegun dibuatnya. Kalau selama ini ia hanya menggunakan lift saat dihotel atau dipusat perbelanjaan, sekarang ia bahkan memakainya untuk naik ke kamar suaminya.

Lift berhenti dilantai tiga sesuai dengan tombol yang tadi ditekan Zafran pada panel pintunya.

"Ini kamarku yang sekarang akan menjadi kamarmu juga, berlakulah semamumu asal jangan membuat kamar berantakan," ucapnya setelah mereka berada didalam kamar.

"Emang siapa yang mau berantakin, gua juga enggak suka kali sama sesuatu yang tidak rapi," batin Tari. Ia merasa kesal mendengar ucapan Zafran.

Tari terus tertegun ditempatnya mengedarkan pandangan sampai ke sudut kamar. Kamar itu lebih besar dari kamar presidental suit hotel berbintang lima. Warnanya dominan abu-abu yang penataannya sungguh mencerminkan jiwa pemiliknya. Ditengah kamar ada tempat tidur king size yang senada dengan nakasnya, sementara di sudut kiri dekat pintu ruang ganti terdapat sofa berbentuk L didepan sebuah LED dengan layar yang sangat lebar. Dan disudut kanan kamar tepatnya disamping pintu menuju balkon terdapat sebuah meja dan kursi serta lemari kecil untuk menyimpan buku. Tari berfikir mungkin itu adalah meja kerja Zafran.

"Jangan bengong saja disitu, masuklah keruang ganti untuk mengganti pakaianmu. Aku sudah mengosongkan sebagian lemari untuk kamu menyimpan pakaianmu disana." Ucapan Zafran mengagetkan Tari dari ketertegungannya.

"Baik," jawab Tari singkat sambil berjalan menuju ruang ganti yang ditunjuk oleh Zafran.

Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Tari keluar dari ruang ganti dengan memakai celana jeans yang hanya sampe tumit dan T_sirth warna putih. Rambutnya yang masih agak basah ia uraikan saja.

Zafran yang sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya tertegun melihat Tari tapi ia buru-buru memalingkan wajahnya saat Tari melihat kearahnya.

"Ibu hamil tidak boleh memakai celana jeans, tidak baik untuk perkembangan janinnya," ucap Zafran tanpa melihat kearah Tari. Ia berakting seolah+olah sedang bermain ponsel.

"Apa itu bentuk perhatian mas Zafran sama aku?" tanya Tari sambil mengulas senyum.

"Aku hanya ingin janin yang kamu kandung itu baik-baik saja," balas Zafran membuat Tari memajukan bibir bawahnya.

"Besok aku akan menyuruh Arya untuk mencarikanmu baju ibu hamil," lanjut Zafran.

"Apa? tidak, tidak. Masa untuk bajuku saja harus mas Arya yang pilih," protes Tari.

"Lagian juga kan kandunganku baru satu bulan mas, nanti ibu malah curiga liat aku pake baju ibu hamil," tambah Tari.

"Oh iya, maaf aku lupa tapi kalau kamu ada celana yang lebih longgar sedikit, jangan pake celana itu lagi," balas Zafran.

"Baiklah mas." Tari menarik nafas dalam-dalam.

Saat jam menunjukkan pukul tujuh malam, Zafran berniat mengajak Tari turun untuk makan bersama mama Elisa.

"Apa tidak adalagi yang akan kamu kerjakan? jam segini mama sudah menunggu di meja makan," tanya Zafran saat melihat Tari sudah selesai mengatur pakaiannya dilemari. Ia pun sudah mengganti celana yang dipakainya tadi dengan rok payung dibawah lutut.

"Iya, udah enggak ada kog mas," balas Tari.

Mereka pun turun kelantai satu dan langsung ke meja makan. Benar kata Zafran, mama Elisa sudah ada disana menunggu.

"Ayo sayang kita makan malam dulu," ajaknya saat melihat Zafran dan Tari sudah datang.

"Iya ma." Hanya Tari yang menjawab sedangkan Zafran langsung duduk dikursi.

"Andai saja papa masih ada, ia pasti sangat senang makan bersama dengan menantunya," ucap mama Elisa kembali terlihat sedih. Ia yang baru makan suapan ketiga menghentikan makannya dan menopang dagu dengan kedua tangannya.

"Sudahlah ma, ikhlaskan papa. Papa sudah tenang disana." Hanya itu yang bisa diucapkan Zafran.

"Iya ma, mama yang tabah yah." Tari ikut menambahkan. Ia bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicintai. Seperti dirinya yang sudah ditinggal pergi oleh Dimas yang ternyata adalah Zayn.

"Iya sayang, meskipun kalian sudah menikah kalian jangan tinggalin mama sendiri disini yah," ucap mama Elisa yang dibalas dengan anggukan Tari sementara Zafran lagi-lagi tidak menanggapi.

"Iya ma," balas Tari.

Mereka pun kembali melanjutkan makan malam yang sempat terhenti karena drama mama Elisa.

Setelah makan malam, mama Elisa mengajak Tari dan Zafran duduk bersantai sebentar diruang keluarga. Karena tidak ingin mengecewakan mamanya yang sedang bersedih mereka pun mengikuti kemauannya meski sebenarnya mereka berdua sudah sangat lelah.

"Mama mau telfon adikmu dulu Zaf, ia sedang apa yah sekarang," kata mama Elisa mengambil ponselnya kemudian terlihat menelfon seseorang.

"Halo Zayn sayang, kamu lagi ngapain nak?"

"Mama baik sayang, ini lagi diruang keluarga sama kakakmu dan istrinya."

"Iya, kakakmu sudah menikah, istrinya sangat cantik dan juga baik hati."

"Halo Zayn, kamu masih ada disana sayang?". Tidak terdengar lagi suara Zayn diseberang sana setelah mama Elisa mengatakan tentang Tari istri Zafran.

"Telfonnya terputus, mungkin ponsel Zayn sedang lowbath," kata mama Elisa menyimpan kembali ponselnya dimeja.

Sementara Tari yang sejak tadi terdiam mendengarkan pembicaraan mama Elisa dan Zayn sudah ingin menangis sejadi-jadinya tapi masih ia tahan karena sedang berada didepan mama Elisa dan suaminya.

"Itu tadi adik iparmu nak, kamu akan berkenalan nanti saat ia kembali. Mudah-mudahan ia secepatnya sembuh supaya kita bisa berkumpul semua." Ucapan mama Elisa hanya dibalas senyum getir oleh Tari.

Tanpa ia sadari Zafran memperhatikannya sejak tadi. Ia berulang kali menarik nafas berat merasakan sesak didadanya.

"Ma, sepertinya Tari sangat lelah, kami duluan ke kamar yah." Zafran sangat tau keadaan hati Tari saat ini sehingga ia lebih dulu meminta izin pada mama Elisa untuk membawa Tari ke kamar.

"Iya sayang, mama mengerti. Maaf karena sudah meminta kalian menemani mama disini."

"Enggak apa-apa kog Ma." Meskipun dada Tari sudah sangat dirasa sesak tapi ia masih berusaha menyembunyikan dari ibu mertuanya.

"Selamat istirahat sayang, bikin cucu yang banyak buat mama." Tari hanya membalas dengan senyum tipis sedangkan Zafran seperti biasa memasang wajah tanpa ekspresi.

❤️ Hi readers kesayangan, happy reading yah, jangan lupa ninggalin jejak🤗🤗

💚 Pergilah, pergilah menjauh sejauh jarak antara sabang dan merauke agar kita tidak sempat bertemu lagi bahkan hingga nanti kita sudah beranak cucu...# Tari❤️

1
senja indah
tooorrr up lgi donk
Midawati Wat
di tunggu lanjutannya mom
Milka Aprillia
up donk thor
Fransiska Siba
sahabatnya baik tp tidk tahu kondisi dan keadaan, Tari sdh berkeluarga jgn nemplok terus seolah dia masih single, biarkan Tari dan Zafran habiskan waktu mereka berdua saling mengenal.
miftakhul fahmi
mana lanjutan nya thoë..
Fatiah
apa kabar nih zafran
M Azril
Novel ini sudah tamat juga
senja indah
ini kpan up lgi....otor y gmna sih yaaa...pya 2 novel yg ngegantung semua
M Azril
Lama banget up sampai lupa sama Ceritanya...
Ima Cimy
mom up lagi dong penasaran banget sama kelanjutan nya
Ali Zeain
mom kemanasih???
Ima Cimy
up lagi Thor gantung banget cerita nya selalu bikin penasaran
Devi Wiludjeng
kpn up lagi mom??mom sehat2 kn....jaga kesehatan mom..kami menunggu dgn setia
M Azril
Dah tamat blm ko lama gak up?
nelly zuardy
msh lanjut crita ni?
Midawati
mom gimana kelanjutannya
101672-
kpan up
lnjt
mmpir thor
nur hafizah maulida
kenapa gak up date lagi kak thor...😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!