Sinopsis Season 1 (1-121)
Dimulai saat proses acara lamaran . Tiba-tiba Dilara seorang model terkenal di Indonesia mendadak mendapat tawaran yang menggiurkan menjadi seorang model Go Internasional impiannya sejak SD . dan di haruskan Dilara sekarang juga pergi ke Amerika Serikat untuk proses pemotretan yang di kontrak langsung oleh Produser yang sangat popoler di kota Washington .
Dilara hanya meninggalkan selembar kertas yang terletak di atas kasurnya.
"Mah maafkan aku! Dilara harus pergi. Ini mimpiku mah! Dan katakan Maafku kepada Rasya calon tunangkanku yang hari ini akan resmi melamarku , tolong katakan padanya tunggu aku pulang. Untuk Mikayla tolong sementara gantikan Mba menjadi calon tunangannya Rasya. Karena Mba dan keluarga Rasya sama sekali belum pernah bertemu karena kesibukan Mba di dunia intertaiment. Mba mohom gantikan Mba ya 😊 karena Mba gak mau membuat Tante Rere ibunya Rasya sakit jantungnya kambuh karena anaknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Mikayla memapang Rasya berjalan menaiki anak tangga, Rere dan Oma melihatnya mereka diam saja melihat Mikayla yang sedikit kesusahan, karena tubuh Rasya sangat berat dan Rasya sudah sangat lemas daya tahan tubuhnya sudah mau habis.
"Udah biarin saja," ucap Oma ketika Rere akan membantu Mikayla.
"Biarkan Rasya dan Mikayla dekat, biar benih-benih cinta itu secepatnya tumbuh."
Rere pun nurut-nurut saja.
Sampai juga di kamar, Mikayla segera merebahkan tubuh Rasya di atas ranjang, sontan Mikayla ikut terjatuh di atas bidang dadanya Rasya, terasa sangat jelas debaran-debaran hati keduanya yang menggebu-gebu (dag dig dug). Karena jarak keduanya begitu sangat dekat sekitar satu centimeter , kedua manik mata Rasya dengan Mikayla seolah terhanyut dalam tatapan-tatapan yang tidak bisa di artikan.
Hasrat Rasya rasanya ingin mengkecup bibir sang istri karena terbawa suasana, Mikayla juga sama ikut terhanyut, ia tersadar kalau suaminya akan mencium bibirnya, ia refleks memejamkan kedua matanya.
Rere dan Oma dasar kerjaannya tukang ngintip terus bersorak-sorak riang di ambang pintu kamar yang terbuka lebar.
"Ayo Sya, ciumm... ciummmm... " ucap Rere tanpa suara hanya gerakan-gerakan mulut dan tangannya.
Oma juga sama ikut-ikutan Rere.
Ehh... tiba-tiba Rasya teringat janjinya. Janji yang ia buat sendiri di dalam hatinya "Saya tidak akan menyentuhnya sebelum rasa cinta dan sayang itu ada"
"Maaf! bisa bangun gak? Berat tahu. Dada saya terasa sesak," sahut Rasya ketus. Karena saat ini Mikayla masih menindih bidang dada Rasya.
"Eh...(bangun, garuk-garuk kepala,malu udah ke'GR'an) Maaf Mass, " ucap Mikayla seraya tersenyum dengan terpaksa, wajah Mikayla sudah sangat memerah.
Yang mengintip pun akhirnya kecewa berat .
"Gagal deh, " sahut Rere dan Oma, keduanya dengan terburu-buru menuruni anak tangga takut ketahuan.
Mikayla melihat di meja makanan masih utuh, 'pantesan Mas Rasya pucet , lemes, ternyata dia belum makan,' gumam Mika.
"Bentar ya Mas, saya ke dapur dulu untuk mengambil makanan lagi."
Rasya mengangguk pelan.
"Maaf soal yang barusan.Saya tidak akan menyentuh kamu walaupun kita sudah sah di mata agama dan hukum,"batin Rasya ketika sang istri menghilang dari pandangannya. Sebenarnya rasa cinta itu sudah mulai tumbuh. Namun, keduanya belum menyadarinya So... tinggal di kembangin saja biar rasa itu semakin dalam dan rasa saling memiliki pun akan semakin kuat.
Mikayla ber-inisiatif untuk memasak lagi di karenakan pembatu belum masak lagi. So jam makan siang masih lama kan. Mikayla memasak bahan-bahan yang ada di dapur, memasak sayur sup dan ayam goreng, walaupun terkesan sederhana soal rasa pasti sangat lezat tercium dari aromanya yang menyengat.
"Wah masak apa sayang? Keliatannya lezat sekali," tanya Rere ketika masuk kedapur melihat punggung Mikayla yang sedang memasak.
"Sayur Sup sama ayam goreng Mah, Mas Rasya tadi pagi belum sempet makan jadinya sekarang dia sangat lemes Mah," ucap Mikayla sambil fokus memasak.
"Kalau istri Rasya pinter masak kek gini pasti badan Rasya akan semakin berisi," kata Rere memuji seraya mengelus , membelai rambutnya Mikayla yang tergerai.
Mikayla hanya balas senyum, sebisa mungkin ia akan menjalankan tugasnya sebagai istri, walaupun ia sadar pernikahannya cuman keterpaksaan saja tidak di dasari saling mencintai. Namun, ia ikhlas menjalaninya, ia akan mengikuti alur nya.
Mikayla selesai juga memasak, ia segera mengantarkan masakan ke kamarnya.
"Lama banget sih di dapur. Ngapain aja?" tanya Rasya ketus ketika sang istri sudah berada di kamar membawa semangkuk sayur sup sepiring nasi putih dan ayam goreng. Rasya benar-benar sudah sangat lapar.
"Bengong Mas !" jawab Mikayla ikut-ikutan ketus juga.
Rere dan Oma kembali mengintip , Mikayla selalu membiarkan pintu kamarnya terbuka.
dosa lho Sya..istrinya dianggurin