NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Pintu kayu rumah sederhana Joni terbuka lambat. Begitu kaki Joni melangkah masuk ke dalam ruang tamu, aroma masakan rumahan hangat langsung menyambutnya. Namun, kehangatan itu mendadak berganti ketegangan saat sesosok wanita paruh baya dengan daster bermotif batik bangkit berdiri dari kursi rotan.

​"Joni! Dari mana saja kamu, Jam segini baru pulang?!" Emaknya Joni langsung memberondong dengan rentetan pertanyaan, kedua tangannya terlipat di dada dengan wajah penuh kecemasan sekaligus dongkol. "Laras sama Gondrong mana? Kamu tahu tidak, Emak hampir saja menelepon kantor polisi karena jam tangan spiritualmu tidak bisa dilacak?"

​Joni buru-buru melepaskan Lightning Iron Gauntlet-nya, memasukkannya ke dalam tas, lalu duduk di hadapan ibunya dengan wajah melas. "Tenang dulu, Mak. Tarik napas dulu. Laras sama Gondrong udah pulang selamat ke rumah masing-masing kok. Sini, Joni jelasin semuanya secara detail."

​Selama hampir tiga puluh menit, Joni menceritakan semua kejadian gila yang mereka alami malam ini. Mulai dari perjuangan memeras monster Bruise Jr. di zona hijau, pemanggilan Bruise Master, kepungan anak-anak rakus dari Kampus Mythic Peak di Zona Merah (Sacred Gate Hole), intervensi Assassin bertopeng rubah, hingga penemuan gerbang tambang raksasa berlambang Baskoro Mining Corp di bawah stasiun kereta bawah tanah.

​Mendengar cerita Joni, wajah Emak yang tadinya merah padam karena kesal perlahan-lahan berubah menjadi pucat pasi. Beliau menutup mulutnya dengan tangan, benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja didengarnya tentang situasi di dalam Zona Merah.

​"Ya Tuhan, Joni... Baskoro benar-benar sudah gila," ucap Emak dengan suara bergetar, tatapannya kosong menatap lantai semen rumah mereka.

​Emak menghela napas panjang, lalu menatap Joni dengan ekspresi yang sangat serius—ekspresi yang jarang Joni lihat kecuali saat membahas mendiang bapaknya, Jenderal Jaka.

​"Joni, kamu harus tahu satu hal. Zona Merah itu adalah wilayah tak bertuan yang sangat, sangat luas dan berbahaya. Sampai detik ini, gabungan dari tiga kampus elit sekalipun baru bisa mengeksplorasi area itu paling banyak tiga persen saja! Sisanya? Masih jadi misteri liar yang mengerikan."

​Emak memperbaiki posisi duduknya, suaranya merendah penuh penekanan. "Dulu, waktu Bapakmu masih hidup, tiga kampus itu punya semacam perjanjian suci yang sangat ketat: Tidak boleh ada faksi atau perusahaan mana pun yang boleh menambang di Zona Merah. Memang betul, kristal core yang ada di sana itu kualitas nomor satu di dunia dimensi. Tapi risikonya terlalu besar."

​"Risiko apa, Mak?" tanya Joni penasaran.

​"Menambang di dalam Zona Merah secara ugal-ugalan bisa mengakibatkan sobeknya dimensi, Joni!" tegas Emak. "Kalau dinding dimensi sampai robek, monster-monster purba level ratusan dari kedalaman terdalam bisa tumpah ruah keluar ke dunia manusia. Itu bencana besar!"

​Joni mengepalkan tangannya. "Berarti keluarga Baskoro diam-diam mengorbankan keselamatan dunia demi cuan mereka sendiri? Tapi Mak, gerbang tambang itu kokoh banget. Gak mungkin perusahaan swasta bisa bangun fasilitas sebesar itu di zona liar tanpa ketahuan pihak keamanan dimensi."

​Emak mendengus geram, matanya menyipit tajam. "Itu karena Baskoro diam-diam bekerja sama dengan Kampus Mythic Peak."

​Joni tertegun. "Kampus saingan kita?"

​"Benar. Menurut informasi rahasia yang sempat dibisikkan oleh Om Remon ke Emak kemarin, wilayah pertambangan ilegal milik Baskoro di bawah stasiun itu dijaga ketat oleh para tentara bayaran elit dari Kampus Mythic Peak. Itu makanya kenapa anak-anak Mythic Peak tadi sangat agresif berpatroli di sekitar pabrik tekstil—mereka ditugaskan untuk membantai siapa saja mahasiswa luar yang mendekati area tambang!"

​Situasi kini menjadi semakin terang sekaligus semakin rumit bagi Joni. Duel hari Senin melawan Tian Baskoro bukan lagi sekadar urusan adu jotos antar-mahasiswa baru untuk pamer kekuatan. Ini adalah bagian dari rencana besar untuk membungkam Joni dan memutus rantai penyelidikan Master Johan serta Om Remon.

​"Lima hari," gumam Joni mengingat mandat dari gurunya. "Master Johan ngasih Joni libur kuliah lima hari, Mak. Katanya, besok Om Remon yang bakal langsung turun tangan buat melatih Joni di luar kampus."

​Emak menatap anak laki-lakinya itu dengan tatapan campur aduk—antara cemas seorang ibu dan rasa bangga karena melihat darah pejuang Jenderal Jaka mengalir kuat di tubuh Joni.

​Emak menepuk lengan Joni kuat-kuat. "Bagus! Kalau begitu, cepat bersihkan badanmu, makan, lalu tidur. Besok subuh Om Remon pasti sudah menjemputmu. Persiapkan dirimu, Joni. Lima hari ini akan menentukan apakah kamu bisa bertahan hidup di hari Senin nanti, atau hancur di tangan konspirasi mereka."

Keesokan paginya, tepat jam lima subuh. Kabut tipis masih menyelimuti jalanan di depan rumah Joni. Sesuai instruksi Emak, Joni sudah rapi dengan jaket latihannya, bersiap menunggu jemputan Om Remon di teras rumah sambil mengunyah sisa gorengan semalam.

​Di ujung jalan, sebuah layar holografik publik berukuran raksasa yang terpasang di atas gedung administrasi distrik tiba-tiba menyala. Layar itu memancarkan siaran berita nasional yang wajib ditonton oleh seluruh warga.

​Sesosok pria berwibawa dengan setelan jas formal abu-abu gelap berpangkat bintang emas di kerahnya muncul di layar. Wajahnya tegas, rambutnya yang mulai memutih disisir rapi, memancarkan aura karisma seorang diktator sekaligus pelindung.

​Dialah Presiden Agung Varendra, otoritas tertinggi pemegang mandat Dewan Penyelaras tiga kampus.

​"...Kita hidup di era Resonance of Arcane Nexus," suara berat Presiden Varendra menggema melalui pelantang suara kota, terdengar sangat meyakinkan. "Resonansi tubuh kita adalah benteng utama. Nexus dimensi yang terbuka di tanah air kita ini bukanlah sebuah kutukan, melainkan sebuah anugerah energi yang harus kita kelola demi kejayaan bangsa."

​Joni menghentikan kunyahannya. Matanya menatap lurus ke layar raksasa itu dengan tatapan dingin.

​"Oleh karena itu," lanjut Presiden Varendra di podiumnya, sementara layar beralih menampilkan video dokumenter para pekerja tambang dan mahasiswa yang tersenyum ramah. "Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mitra strategis negara, Baskoro Mining Corp, atas kontribusi luar biasa mereka dalam menyuplai kristal energi murni ke tiga kampus elit kita. Tanpa sumbangsih mereka, peradaban kita mungkin sudah runtuh digerus monster."

​CUIH!

​Joni meludah ke tanah. Rasa muak mendadak bergolak di dalam dadanya.

​"Kontribusi pantatmu," umpat Joni lirih. "Di depan kamera dipuji sebagai pahlawan bangsa, padahal di dalam Sacred Gate Hole mereka lagi sibuk nyobek dinding dimensi dibantu tentara bayaran Mythic Peak."

​"Hehehe... pidato politik emang selalu manis di kuping, tapi busuk di lapangan, Jon."

​Sebuah suara berat yang sangat akrab terdengar dari arah gerbang. Joni menoleh dan mendapati sesosok pria tegap dengan jaket kulit hitam kecokelatan dan kacamata hitam sedang bersandar di sebuah mobil jip militer tua yang mesinnya menderu halus.

​Om Remon.

​Anggota senior Divisi Penyelidikan Dewan Penyelaras, sekaligus paman kandung Joni.

​"Om Remon!" Joni langsung berdiri dan menyangklong tas latihannya.

​Om Remon mematikan rokoknya dengan ujung sepatu bot, lalu menatap layar raksasa yang masih menampilkan wajah Presiden Varendra. "Varendra itu orang pintar, Joni. Dia tahu Baskoro itu bajingan. Tapi posisi Varendra sedang terjepit; kalau pasokan kristal dari Baskoro distop, ekonomi tiga kampus bakal lumpuh, dan sistem keamanan RAN kita bisa kolaps dalam seminggu. Itu makanya dia terpaksa menutup mata dari aktivitas ilegal di jalur rel nomor empat."

​Om Remon membuka pintu jip, memberikan isyarat dengan kepalanya agar Joni segera naik. "Tapi kita gak punya waktu buat bahas politik tingkat tinggi sekarang. Master Johan sudah ngasih kamu jatah libur lima hari, dan faksi Brawler gak boleh kalah di hari Senin nanti."

​Joni melompat naik ke kursi penumpang. "Kita mau latihan di mana, Om?"

​Om Remon menyeringai, sebuah senyuman yang mendadak membuat Joni merasa bahwa latihan lima hari ini akan menjadi neraka jidat yang sesungguhnya.

​"Kita gak bakal latihan di tempat simulasi kampus yang manja itu, Jon. Kita bakal pergi ke perbatasan ter luar dari tiga persen wilayah eksplorasi Zona Merah. Tempat di mana getaran resonansi brawler-mu bakal diperas sampai batas maksimal."

​Jip militer itu langsung melesat membelah kabut fajar, membawa Joni menuju lima hari pelatihan ekstrem yang akan mengubah petir birunya menjadi sesuatu yang jauh lebih mematikan.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!