NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Tiga hari sudah Jaka Srenggi berlatih di Padang ilalang bersama Petapa muka dua, tepatnya Jaka Srenggi berlatih sendiri, karena Petapa muka dua hanya menyuruhnya memukul tanah dan batu.

Meskipun Jaka Srenggi tak tahu tujuan sebenarnya dia memukul batu, tapi tanpa membantah dia terus memukuli batu tanpa mengenal rasa sakit.

Luka di tangannya seperti bukan halangan baginya, menurutnya itu salah satu ujian untuk menjadi seorang pendekar hebat.

Lain lagi dengan Petapa muka dua, dia awalnya hanya ingin melihat kekerasan dan keteguhan hati Jaka Srenggi, tapi dia sampai tak dapat bicara melihat semangat dari muridnya itu, Jaka Srenggi tak akan berhenti jika tak ada perintah berhenti dari gurunya.

"Jaka, sudah cukup! latihanmu hari ini cukup. kau sudah cukup kuat untuk menguasai tahap berikutnya." ucap Petapa muka dua.

Jaka Srenggi berhenti dan berjalan kearah gurunya.

"Tapi guru, Jaka Srenggi belum menggores sedikitpun batu itu, kata guru kalau Srenggi tak menggores batu itu maka Srenggi tak akan bisa menuju tahap berikutnya." kata Jaka Srenggi dengan polosnya.

"Guru bilang cukup, ya cukup...!! Jangan membantah!" Petapa muka dua pura-pura marah dan bersuara keras.

"Baik guru, maafkan Jaka Srenggi yang telah melawan perintah guru! Jaka Srenggi hanya mengikuti semua ucapan guru." kata Jaka Srenggi pelan dan menundukkan kepalanya.

Petapa muka dua diam dan tiba-tiba menarik baju Jaka Srenggi dan membawa terbang kembali ke gua tempat tinggalnya.

Jaka Srenggi ingin berteriak, tapi dia teringat saat pertama kali, saat dia berteriak dia langsung dimarahi oleh gurunya. Jaka Srenggi akhirnya memilih untuk diam.

"Kemari agar guru obati lukamu," kata Petapa muka dua setelah mereka sampai di gua.

Jaka Srenggi yang memang sudah mulai merasakan perih ditangannya memberikan tangannya, dengan sangat telaten Petapa muka dua mengobati luka ditangan Jaka Srenggi.

"Kenapa guru begitu menyayangi aku??" tanya Jaka tiba-tiba.

"Kenapa ya? Mungkin selama ini guru tak pernah memiliki kawan! Saat kau menolong ku dulu, guru sudah merasa sangat senang terhadap mu. Dan sekarang kau bersama guru, guru merasa memiliki kawan." jawab Petapa muka dua menjawab pertanyaan Jaka Srenggi.

Ooohhhhh!!"

Jaka Srenggi membulatkan mulutnya.

"Kapan Jaka Srenggi akan mulai latihan jurus guru??" tanya Jaka Srenggi.

"Besok! Mulai besok kau akan mempelajari jurus tangan kosong milik guru. Apa kau siap??" tanya Petapa muka dua.

"Siap guru! Kapan saja pun siap!"

Wajah Jaka Srenggi sangat sumbringah mendengar jawaban itu. Itu jawaban yang ditunggu oleh Jaka Srenggi selama ini. Dia merasa latihan dan hasil sakitnya akan segera terbayarkan.

"Kau istirahat lah, guru akan menyiapkan makan untukmu."

"Jaka Srenggi saja guru."

"Tak usah, guru tak mau makan cairan merah yang keluar dari lukamu. Meskipun kau hati-hati tapi guru yakin pasti akan jatuh juga meskipun hanya sedikit." kata Petapa muka dua.

Petapa muka dua bukan tak mau Jaka Srenggi yang memasak tapi dia ingin muridnya itu istirahat setelah melalui latihan yang sangat keras.

Jaka Srenggi tak membantah, tepatnya dia tak melawan perkataan dari gurunya. Jaka Srenggi memilih untuk membaringkan tubuhnya menunggu gurunya kembali mencari makan untuk mereka, dan tanpa sadar Jaka Srenggi tertidur.

Bargola kembali dan melihat muridnya tidur sangat pulas.

"Kau memang butuh istirahat, kau sudah memaksa tubuhmu sampai batas maksimal. Kau memang lain Jaka Srenggi!" puji Petapa muka dua.

Bahkan setelah Petapa muka dua selesai memasak Jaka Srenggi tetap tak bangun dari tidur nya.

"Biarkan sajalah dia istirahat, sebaiknya aku kembali menekan racun ini berjalan."

Petapa muka dua kembali bersemedi.

Jaka Srenggi tidur dan terus saja tidur. Dia bangun setelah terdengar suara ayam hutan menandakan pagi telah datang. Seperti biasa Jaka Srenggi akan melihat guru nya sedang duduk bersemedi.

"Sepertinya guru sudah terbiasa tidur sambil duduk. Sungguh lucu rasanya." ucap Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi berdiri dan ingin memasak air.

"Tak perlu lagi repot-repot Jaka Srenggi, sebaiknya kau makan dulu. Dari tadi malam kau belum makan, apa perut mu tak meminta jatah apa??" tanya Petapa muka dua yang tahu jika Jaka Srenggi sudah bangun.

Hehehehe!!

"Baiklah guru."

Jaka Srenggi dengan lahapnya makan dengan cepat.

"Baiklah Srenggi, sudah saat nya guru memberikan semua kemampuan guru kepadamu. Semua ilmu silat guru akan guru ajarkan kepadamu"

"Perhatikan baik-baik!!" ucap Petapa muka dua.

"Jurus jari api!!"

"Terdiri dari tiga jurus!"

"Jurus pertama, jari menghujam tanah!"

"Jurus ke dua, jari menembus langit!"

"Jurus ke tiga, jari menghantam awan!"

"Jurus ini sangat berguna dalam penyerangan terhadap musuh mu."

"Perhatikan! Guru akan memperlihatkan ketiga jurus dari jari api." kata Petapa muka dua.

Petapa muka dua memperagakan tiga jurus yang disebutkannya. Bargola memperagakan sambil menyebutkan nama jurus-jurus itu, bargola juga menunjukkan setiap perubahan pada jurus itu.

"Apa kau bisa melihatnya? Atau apa kau ingin mencobanya??" Tanya bargola.

Jaka Srenggi mengangguk dan sangat antusias.

Jaka Srenggi memperagakan gerakan yang baru saja di perlihatkan oleh gurunya.

Wajah Petapa muka dua cukup kaget karena melihat Jaka Srenggi mampu mengingat meskipun baru satu kali di perlihatkan oleh Petapa muka dua.

"Dia sangat berbakat dalam jurus tangan kosong. Jika dia juga berbakat dalam ilmu pedang, akan dipastikan dia akan menguasai dunia persilatan." gumam Petapa muka dua yang puas akan pencapaiannya. Pencapaian memiliki murid sejenius Jaka Srenggi.

"Kakimu mundurkan sedikit kebelakang Jaka Srenggi. Tenaga harus berfokus kejarimu."

Petapa muka dua memberikan arahan jika melihat jurus yang Jaka Srenggi peragakan sedikit melenceng.

"Bgus, seperti itu!

"Pertahankan gerakanmu itu. Jangan berubah lagi." ucap Petapa muka dua yang kembali memberikan arahan.

Jaka Srenggi semakin bersemangat karena arahan dari gurunya yang membuatnya semakin mampu menguasai jurus-jurus dari jurus jari api.

Jari Jaka Srenggi yang memang sudah seperti pisau terlihat memang memainkan bergerak bagaikan pisau yang berayun penuh dengan trik dan tipuan, itulah keistimewaan dari jurus jari api.

"Jaka Srenggi, jika kau sudah menguasai dengan baik ketiga jurus itu, kau harus memadukan ketiganya menjadi satu jurus. Jika kau mampu memadukannya dengan baik, pasti itu akan menjadi jurus yang lebih hebat." kata Petapa muka dua.

"Iya guru, Srenggi pasti akan berusaha untuk memadukannya. Tapi saat ini Jaka Srenggi masih merasa belum puas karena Srenggi belum menguasai sepenuhnya." jawab Jaka Srenggi.

"Iya, guru melihat, kau masih kaku dalam gerakanmu. Tapi pencapaianmu ini sangat membanggakan bagi guru. Guru memiliki murid yang jenius seperti dirimu." puji Petapa muka dua.

"Terimakasih guru, Srenggi tak akan melupakan semua kebaikan guru ini. Jaka Srenggi akan menjunjung tinggi nama guru. Jaka Srenggi akan mengangkat tinggi semua yang guru ajarkan pada Srenggi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!