NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Kinan dan Darwin bertemu pada malam hujan yang penuh bahaya. Untuk menghilang dari masa lalu mereka, keduanya pindah ke sebuah desa dan berpura-pura menjadi suami istri.

Di balik kehidupan sederhana sebagai guru TK dan petugas kebersihan puskesmas, mereka menemukan berbagai kejanggalan yang merugikan warga. Saat berusaha mengungkap kebenaran, perasaan yang awalnya hanya sandiwara mulai berubah menjadi nyata.

Namun tidak ada yang tahu bahwa Kinan adalah bos mafia yang ditakuti, dan Darwin adalah CEO yang sengaja menghilang dari dunia bisnis.

Ketika rahasia mereka terbongkar, mana yang lebih sulit dipertahankan: penyamaran, atau perasaan yang terlanjur tumbuh?

Pernikahan 2 Rahasia: Antara CEO dan Bos Mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Black Viper

Kinan ikut melihat buku-buku jarinya. "Oh... ini."

Ia mengambil gelas di depannya, lalu menjawab setenang biasanya. "Tadi ada anjing."

"Anjing?"

"Mengejarku waktu pulang."

Darwin mengangguk pelan. "Lalu?"

"Aku mengusirnya."

"Hanya mengusir?"

Kinan menyesap air minumnya. "Mungkin terlalu keras."

Darwin tertawa kecil. "Kasihan juga anjingnya."

Kinan tidak ikut tertawa. "Dia yang mulai."

Darwin menggeleng sambil tersenyum. "Baiklah. Lain kali bawa saja sebatang kayu."

"Aku tidak menemukannya."

Percakapan berhenti sampai di sana. Darwin tidak bertanya lagi. Namun entah mengapa, jawaban itu terasa janggal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keempat pria itu masih duduk di gubuk tepi sawah. Salah seorang mengusap sudut bibirnya yang pecah.

"Perempuan itu sinting." Suara langkah kaki terdengar dari belakang.

Mereka serentak berdiri. "Pak."

Seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun menghampiri. Wajahnya tampak letih. Kemejanya masih dipenuhi debu sawah. Tatapannya bergantian pada keempat anak buahnya. "Gagal?"

Tak ada yang menjawab.

"Kalian berempat..." Ia menarik napas panjang. "...tidak sanggup menghadapi satu perempuan?"

"Maaf, Pak."

"Dia bukan perempuan biasa."

Pak Roni mengernyit. "Maksudmu?"

"Gerakannya cepat."

"Sekali pegang, tangan saya langsung mati rasa."

"Dia bahkan tidak kelihatan marah."

Pak Roni terdiam. Beberapa saat kemudian ia bertanya pelan, "Apa dia mengenali kalian?"

"Tidak."

Pak Roni mengangguk kecil. "Bagus."

Ia menoleh ke arah bangunan TK yang atapnya masih terlihat dari kejauhan. "Aku hanya menyuruh kalian membuatnya takut. Bukan mencari gara-gara. Mulai sekarang..." Ia berhenti sejenak. "...jangan dekati dia lagi."

"Lalu kalau dia terus mendekati Sasa?"

Tatapan Pak Roni berubah. "Biarkan aku yang mengurus." Ia berbalik meninggalkan mereka.

Langkahnya berat.

Di dalam saku celananya, ponsel bergetar. Satu pesan masuk.

Sertifikat itu harus selesai minggu ini.

Pak Roni mengepalkan tangan. Tatapannya kosong. Di antara semua orang di desa, mungkin hanya dia yang tahu... waktu yang dimilikinya semakin sedikit. Ia melangkah pergi menuju rumahnya.

Pak Roni mendorong pintu rumah hingga terbuka lebar.

Brak!

Sasa yang sedang duduk di lantai langsung memeluk bonekanya lebih erat.

"Lihat apa?" bentak Pak Roni.

Sasa buru-buru menundukkan kepala.

"Dari tadi cuma diam! Mana ibumu?" Sasa menunjuk ke arah kamar. Pak Roni berjalan tanpa mengetuk pintu.

Di dalam, istrinya masih berbaring dengan wajah pucat.

"Sudah sembuh?"

Perempuan itu tidak menjawab. Pak Roni melempar sebuah map ke atas tempat tidur. "Baca."

Map itu terbuka. Di dalamnya ada berkas sertifikat tanah.

Perempuan itu langsung menggeleng. "Aku tidak akan tanda tangan."

Pak Roni tertawa sinis. "Kau pikir aku datang minta izin?"

"Aku tidak akan menjual sawah peninggalan Bapak."

Pak Roni membanting meja kecil di samping ranjang.

Brak!

Sasa yang berada di luar kamar langsung menutup kedua telinganya.

"Jangan paksa aku mengulang kejadian kemarin!" Suasana mendadak sunyi. Pak Roni menunjuk berkas itu. "Besok. Tanda tangan. Atau..." Ia mendekat hingga wajah mereka tinggal beberapa senti. "...kau tahu akibatnya."

Pak Roni berbalik keluar. Di ambang pintu ia berhenti. Tatapannya jatuh pada Sasa. "Apa?"

Sasa langsung menunduk. "Besok jangan banyak cerita di sekolah."

Sasa menggenggam bonekanya semakin erat. Pak Roni mendengus kasar lalu keluar rumah.

Pintu kembali dibanting.

...****************...

Belahan kota lain.

Ruangan bawah tanah itu sunyi. Di dinding paling depan, lambang Black Viper memantulkan cahaya redup. Seekor ular hitam melingkar dengan kepala terangkat, seolah siap menerkam siapa pun yang mendekat.

Belasan pria berdiri membentuk dua baris. Tak seorang pun berbicara.

Sudah tujuh hari kursi itu kosong.

Kursi milik Ketua.

Pintu besi bergeser perlahan.

Srek...

Andika Prayoga melangkah masuk. Sepatu kulitnya memantulkan gema di seluruh ruangan.

Tok...

Tok...

Tok...

Ia berhenti tepat di depan kursi itu. Tak ada yang mempersilahkannya. Tak ada pula yang mencegah. Dengan tenang, Andika menarik kursi lalu duduk. Tak seorang pun memprotes.

Nama Andika bukanlah nama asing, bahkan jauh sebelum ia mengenal Dunia Black Viper.

Bertahun-tahun lalu, ia pernah bekerja di perusahaan milik keluarga Tristan. Ketelitian dan kecepatannya menyelesaikan pekerjaan membuat Tuan Tristan menaruh kepercayaan besar kepadanya. Di mata pria itu, Andika adalah sosok yang tenang, bertanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan tanpa tergesa-gesa.

Hubungan mereka perlahan menjadi lebih dekat daripada sekadar atasan dan bawahan. Andika beberapa kali diundang makan malam bersama keluarga Tristan. Di rumah itulah ia mengenal Kinan.

Tuan Tristan bahkan pernah, lebih dari sekali, menggoda keduanya. "Kalau kalian berjodoh, Ayah tidak perlu repot mencari menantu lagi."

Andika hanya tersenyum setiap kali mendengarnya.

Sementara Kinan selalu menggeleng sambil tertawa kecil. "Dia itu seperti kakakku sendiri."

Sejak saat itu, candaan itu tidak pernah lagi diungkit. Hubungan mereka tetap dekat, tetapi tidak pernah melampaui batas. Andika menghormati Kinan seperti adiknya sendiri, sementara Kinan memercayai Andika sebagai salah satu dari sedikit orang yang tak pernah memiliki kepentingan tersembunyi di hadapannya.

Tak ada seorang pun di keluarga Tristan yang menyangka bahwa, di balik sosok pekerja yang mereka kenal, Andika menyimpan kehidupan lain yang tak pernah ia ceritakan.

Kini, lelaki yang dahulu sering duduk di meja makan keluarga Tristan itu sedang duduk di kursi paling berbahaya dalam organisasi Black Viper.

Tatapan Andika menyapu seluruh ruangan.

"Mulai hari ini," ucapnya datar, "aku yang memimpin rapat."

Hanya seorang pria berambut putih yang berani maju. "Tuan Andika..." Andika mengangkat sebelah alis. "Kursi itu...milik Ketua."

Ruangan kembali hening. Andika tersenyum tipis.

"Ketua menghilang. Sudah tujuh hari tidak ada kabar." Ia menyandarkan tubuh. "Organisasi tidak bisa berhenti hanya karena satu orang."

Pria tua itu mengepalkan tangan. "Aturan Black Viper mengatakan...."

"Aku tahu aturannya." Suara Andika memotong.

"Tapi mulai hari ini..." Ia menyapu seluruh ruangan dengan tatapan dingin. "...aku yang membuat aturan."

Tak seorang pun bergerak. Tak seorang pun membantah. Andika mengangkat sebuah map hitam. "Mulai malam ini. Semua operasi dihentikan."

Ruangan langsung gaduh. "Dihentikan?"

"Kenapa?"

"Kontrak kita masih berjalan."

Andika mengangkat tangan. Ruangan kembali sunyi. "Kita bekerja terlalu kecil. Kita terlalu lama bermain aman."

Ia membuka map itu. Di dalamnya terdapat peta kota. Puluhan titik merah memenuhi layar proyektor. "Ini wilayah yang belum kita kuasai."

Beberapa anggota tampak saling berpandangan.

"Kita akan mengambil semuanya."

Salah seorang anggota memberanikan diri bertanya. "Dengan cara apa?"

Andika tersenyum. "Dengan cara yang selama ini dilarang."

Kalimat itu membuat beberapa wajah berubah.

Pria tua tadi kembali maju. "Ketua melarang menyentuh narkoba."

Andika tidak menjawab.

"Ketua juga melarang memeras pedagang."

Andika tetap diam.

"Ketua melarang menggunakan anak-anak sebagai kurir."

Andika menutup mapnya pelan. "Lalu?"

Pria tua itu terdiam. Andika menatapnya beberapa detik. Lalu... Ia membuka laci meja.

Klik.

Sebuah pistol hitam diangkatnya perlahan. Belasan anggota spontan menahan napas.

Andika melangkah turun dari podium.

Tok...

Tok...

Tok...

Ia berhenti tepat di depan pria tua itu. Moncong pistol terangkat. Menempel di pelipis pria tersebut.

"Tuan..." Salah seorang anggota berseru pelan.

Andika tidak mengalihkan pandangan. "Masih ada yang ingin mengingatkanku tentang aturan?"

Pria tua itu tetap berdiri tegak. "Kau boleh menembakku. Tapi aturan Ketua tidak berubah."

Suasana membeku. Jari Andika perlahan menyentuh pelatuk. Beberapa anggota refleks menutup mata. Namun... Andika justru tersenyum. Ia menurunkan pistolnya.

"Loyal. Sayang sekali..." Ia berbalik. "...loyal pada orang yang salah." Andika mengangkat tangan.

"Dimas."

Seorang pria bertubuh besar maju. "Bawa Pak Surya ke ruang bawah."

Pak Surya tidak melawan. Sebelum dibawa pergi, ia sempat menoleh ke arah lambang Black Viper di dinding. Tatapannya lama. Seolah sedang berpamitan.

Pintu besi kembali tertutup.

Brak!

Ruangan menjadi sunyi. Andika kembali duduk di kursi Ketua. "Kita lanjutkan rapat."

Tak seorang pun berani berbicara lagi.

1
Kayla Rane
tambah seruuu lihat aksi Kinan. kak indah mau masuk grup author gak. kalau mau chat japri yuk. tukeran no wa
Kayla Rane
lanjutt Thor tmbah seru
Kayla Rane
tuh kan bener. keukehh waeee... 🤨
Kayla Rane
huuuh dsr Roni rese. mau nyulik Sasa, ntar jd jaminan lagi nyuruh Linda kudu nandatangani surat lahan 😤
Kam1la: terimakasih kak...sudah berkomentar 👍👍
total 1 replies
Kayla Rane
Yee Kinan pahlawan wanita. gak nyangka ih Thor Kinan trnyata ahli bela diri /Joyful//Bye-Bye/
Kam1la: kan bos dia...😄
total 1 replies
Kayla Rane
Kinan ayo bantu Sasa! kasian ibunya
Kayla Rane
kesel si Roni, maksa pisan heuuh
Kayla Rane
bagus Linda lawan aja suamimu yg TDK tanggungjawab tapi sok tanggung jawab 😤
Kayla Rane
kasar ih s Roni, GK tau diri ga tau malu🤨
Kayla Rane
🥺 ya kasian linda
Kayla Rane
Andika siapa tiba2 Dateng, jahat apa baik ga ya orangnya /Scream/
Kayla Rane
yee keren banget kinan🤭💪
Kayla Rane
lanjut seru 🤭
Kayla Rane
haha lucuu/Joyful/ darwin
Kayla Rane
keren lanjutkan k😇
Kam1la: siap..
total 1 replies
SANG
Lanjut ya dek💪👍
Kayla Rane
lanjutkan k😍
Kayla Rane
😍🤭 Darwin kapan jatuh cinta sama Kinan nya?
Kayla Rane
yeey udah nikah juga 😍
SANG
Keren 💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!