NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 - Saran Bu Rima

"Huaa atu ikut, mama."

Azka merengek ingin ikut Alea pergi bareng teman-temannya.

"Cup cup jangan nangis, kamu ikut ya. Tapi jangan nangis lagi."

"Enggak boleh, Azka di rumah aja bareng Om Gavin," seru Ayumi senang mengerjai Azka.

"Huaaa Mama, Tante ay jahat huaa.."

"Ayumi!!" Alea kesal melotot tajam sama temannya.

"Eh, elo ya, suka banget ngisengin anak orang. Cah bagus, Tante Ay kita buang aja ke laut biar gak ganggu Azka lagi ya." Vale menggeleng heran sama ke isengan Ayumi.

"Iya, Tante Ay cemplungin." Meski dalam mode nangis, Azka tetap terlihat lucu menggemaskan.

"Ututu lucunya anak Alea, pengen Tante cubit nih ginjalnya," seru Ayumi.

"Enggak mau, Tante aja tubit cana."

"Ay, please deh," seru Alea jengah.

"Gemesin sih. Tuh bapaknya Azka lagi berada di rumah calon istrinya." Ayumi menunjuk mobil Fathan.

Alea memperhatikan dan Vale tetap menyetir sesekali melirik ke arah Ayumi tunjukan.

"Ini rumahnya wanita tadi?" tanya Alea.

"Iya, rumahnya gak jauh dari perumahan gue," balas Ayumi.

"Mama om tadi," seru Azka.

"Hmm kamu panggil dia papa ya, papa Fathan. Papa kamu, jangan panggil Om," kata Alea.

"Papa, itu papa atu?" binar bahagia Dimata Azka tidak bohong, anak itu terlihat antusias dan semangat mendengar kata papa.

Melihat reaksi Azka, Alea merasa bersalah. Selama ini dia belum mengenalkan papanya pada sang putra, sekarang ia akan memperkenalkan sekaligus ingin mendekatkan Azka dan Fathan.

Tak lama kemudian mobil Ayumi sampai di rumahnya, terlebih dulu Vale memarkirkan ke halaman rumah. Ya, yang menyetir jelas Vale tapi mobil milik Ayumi.

"Ay, itu bukannya mobil Fathan? Dia berhenti di depan sana." Mata Alea melihat pergerakan kendaraan tadi, berhenti di rumah modern tak jauh dari rumah Ayumi. Jika tidak terhalang dua rumah keduanya saling berhadapan, hanya saja di halangi jalan kiri kanan.

"Itu emang rumahnya, rumah lama yang ditingali Bu Rima terus di bangun lagi jadi lebih besar," jelas Ayumi.

Mata Alea tidak lepas dari Fathan, rumah yang tergolong rapi dan bersih.

Ketiga wanita itu sudah keluar dari mobil dengan Azka berada dalam gendongan Vale.

"Terus mobilnya?" Alea masih penasaran, jika kehidupan Fathan sederhana darimana pria itu punya mobil?

"Oh itu, itu mobil punya calon mertuanya. Katanya sih hadiah lamaran."

Aneh, biasanya perempuan yang dikasih hadiah saat lamaran tapi ini laki-laki.

"Mama atu mau pipic, iihh kebelet tau, mana toilet nya."

"Bocah ini dari tadi nyari toilet mau apa?" Ayumi masih saja menggoda Azka.

"Ih Tante gak dengel atu bilang apa, mau pipic ih, buluan."

"Iya, iya, ayo Tante antar."

Vale pun menurunkan Azka. "Jangan nyasar ya."

"Oh tidak, Tante Ay buluan."

Azka udah lari terbirit-birit ke dalam di susul oleh Ayumi. Sementara Vale dan Alea masih berada di luar.

"Le, malah bengong disini, mau disamperin gak? Buruan gih mumpung ada di depan mata."

"Ok, gue titip Azka." Alea pun bergegas menuju rumah Fathan.

Setelah dekat, Alea memanggil Fathan.

"Mas Fathan."

Pria yang baru saja turun dari mobil mematung, merasa kenal sama suaranya barulah menoleh.

"Kamu?! Ngapain disini?"

Tidak pernah terbayangkan oleh Fathan bisa bertemu lagi dengan mantannya. Semakin heran kenapa bisa perempuan itu berada di tempat dia tinggal sekarang. Darimana Alea tahu tempat tinggalnya sekarang?

"Ngejar jodoh Mas, kan kamu jodohnya makanya aku ada disini," balas Alea tersenyum manis.

"Saya sudah bilang jangan ganggu saya lagi, kamu gak lihat tadi di cafe? Saya ..."

"Tahu kok, kamu makan siang bersama calon istri kamu dan ibu kamu yang tidak pernah kamu kenalkan ke aku. Soal ibu kamu, sebenarnya aku kecewa sebab kamu tidak bilang masih punya ibu dan soal calon istri kamu, selagi kalian belum menikah aku masih punya celah untuk deketin kamu lagi."

"Kamu emang gila, sudah saya tolak masih saja mendekat. Kamu itu sudah punya suami dan anak jadi jangan ganggu saya lagi!" Fathan kesal, dia berjalan masuk tapi di halangi oleh Alea.

"Aku gak punya suami Mas, kalau anak aku punya."

Fathan terdiam, sebenarnya ia penasaran soal anak laki-laki tadi, tapi pikiran buruknya terus mendominasi. "Jelas kamu punya anak sebab anak itu hasil dari perselingkuhan kamu. Minggir! Jangan ganggu saya!"

"Sayangnya aku gak pernah selingkuh loh Mas, cuman kamu yang ada di hati aku."

"Pembohong!"

"Ngapain bohong, nanti hidungnya panjang."

"Azalea!" Fathan geram terus diganggu.

"Ada apa sih ribut-ribut?" Bu Rima keluar dari rumah saat mendengar keributan. "Eh, kamu kan yang tadi di cafetaria."

Alea tersenyum menyalami Bu Rima. "Iya Bu, aku yang tadi. Kebetulan temen aku rumahnya di sebrang sana eh lihat Mas Fathan, ya udah mampir dulu kesini, gak apa kan Bu?"

"Gak apa-apa dong, justru ibu senang teman lama Fathan mampir, ayo masuk." Ajak Bu Rima ramah.

"Gak usah Bu, dia sudah punya suami dan anak gak baik ngajak dia masuk. Aku juga punya calon istri yang harus aku jaga hatinya."

"Mas, berapa kali aku bilang aku gak punya suami. Suami aku sudah menceraikan aku 3 tahun lalu dan pergi gitu saja ninggalin aku disaat aku hamil," balas Alea kesal selalu di usir sama Fathan.

Deg.

Fathan langsung menoleh menatap Alea, kata hamil menghujam jantungnya. Kata seandainya terus berkeliaran di pikirannya, seandainya saat itu Alea hamil anaknya gimana?

"Kamu pernah menikah?" tanya Bu Rima.

"Pernah Bu, gak lama cuman dua bulan. Suamiku menceraikan aku di jalan dan ninggalin aku di tengah jalan tepat dibawah air hujan. Sadis kan Bu? Mirisnya pernikahan aku sama dia cuman pernikahan siri lagi, makanya sampai saat ini aku kesulitan mengurus akta kelahiran anakku, Bu." Wajah Alea berubah sendu, menunduk menyembunyikan kesedihannya kala mengingat kejadian silam.

Fathan membeku, bibirnya bungkam dengan jantung berdebar. Lagi-lagi kata anak terus mengganggu pikirannya.

"Ya Allah Nak, yang sabar ya." Bu Rima memeluk Alea, mengusap lembut punggung wanita dalam dekapannya. "Laki-laki seperti itu gak pantes kamu tangisi, lebih baik lupakan dan cari yang baru."

Kenapa Fathan tidak suka sama nasehat ibunya, ia meringis menunduk. "Jika ibu tahu laki-laki itu adalah aku gimana?" gumamnya dalam hati.

"Tapi aku cintanya sama dia Bu, gimana dong?" Alea mendongak seraya melepaskan pelukannya.

"Ya gimana, kalau jodoh gak akan kemana."

"Masalahnya dia udah punya calon istri Bu, aku disana memikirkannya eh dia di tempat lain punya gebetan baru. Aku disana berusaha mencarinya eh dia malah enak-enak sama cewek baru. Aku disana sibuk ngurusin anaknya eh dia malah sibuk ngurusin perempuannya. Hati aku sakit Bu, sakit banget, pengen banget ku santet dia biar mati sekalian, tapi aku sayang jadi gak jadi di santet nya."

Mata Fathan melotot. "Apaan maen santet segala, emangnya aku boneka kayu," gumamnya dalam hati gak terima mau di santet.

Bu Rima terkekeh mendengar kata-kata Alea. "Ya udah, kamu berjuang lagi aja, siapa tahu kalian memang jodoh. Selagi janur kuning belum melengkung masih bisa di tikung."

Alea bersorak girang dapat dukungan. "Boleh nih?"

"Papa!" pekik Azka tiba-tiba.

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!