Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 : Perpisahan dibawah mentari pagi
Mentari pagi terbit perlahan, menyinari paviliun-paviliun di kota istana langit yang masih diselimuti kabut spiritual.
"Yi Fan... Kamu beneran tidak akan ikut bersama kami?" sahut Nangong yue memegang tangan Shen Yifan.
Shen yifan hanya menggelengkan kepala. "Aku masih harus banyak berlatih disini... Kalau sudah sedikit kuat, aku akan berkunjung kerumahmu!"
"Baiklah kalau begitu!" Nangong yue tersenyum cerah di pagi hari ini.
"Oh iya, aku lupa." Shen yifan merogoh kantung pakaiannya. "Ini pil untukmu." Sebuah kotak giok yang berisikan pil.
"Ini pil apa?" Nangong yue memringkan kepalanya, setelah menerima pil itu.
"Coba buka!"
Nangong yue menganguk. Ia mengusap perlahan permukaan kotak giok itu sebelum membukanya dengan hati-hati.
Begitu tutupnya terangkat, keharuman lembut langsung mengalir keluar, memenuhi seluruh ruangan dalam sekejap. Wanginya begitu murni hingga sulit dijelaskan dengan kata-kata. Bukan aroma bunga, bukan pula tanaman herbal, melainkan kesegaran yang menenangkan hati, seolah setiap helaan napas mampu membersihkan kotoran dalam tubuh dan jiwa.
Nangong Yue menatap pil itu tanpa berkedip. Jemarinya yang memegang kotak giok sedikit bergetar.
"Pil seperti ini..."
"...aku belum pernah melihatnya."
Sebagai seseorang yang sejak kecil mempelajari Alkemis, ia tahu betapa mustahilnya menghilangkan seluruh impuritas dari sebuah pil. Namun pil di hadapannya telah melampaui pengetahuannya.
"Itu pil esensi murni!"
"Sejak kapan kamu membuat pil berkualitas setinggi ini? Meskipun masih Grade Dua, kemurniannya..." Nangong Yue menatap Shen Yifan dengan penuh keterkejutan.
Shen Yifan hanya tertawa kecil.
"Aku membuatnya saat kamu tertidur."
Nangong Yue kembali menatap pil di dalam kotak giok. Jemarinya sedikit gemetar.
"Terima kasih banyak, Yi Fan."
Matanya mulai berkaca-kaca.
Shen Yifan menggeleng pelan.
"Tidak perlu berterima kasih. Pil ini memang kubuat khusus untukmu."
Ia kemudian mengambil salah satu pil itu dan menunjukkannya.
"Bahan utamanya berasal dari Rumput Giok Abadi dan Bunga Embun Kehidupan, dua tanaman herbal yang terkenal mampu menjaga vitalitas serta memperlambat penuaan."
Shen Yifan berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Namun... khasiat sebenarnya bukan berasal dari kedua tanaman itu."
Tatapan Nangong Yue langsung terangkat.
"Hampir tujuh puluh persen isi pil ini adalah Energi Spiritual Murni yang kupadatkan ke dalamnya. Tanaman herbal itu hanya berfungsi sebagai media penyeimbang sekaligus memperkuat efek menjaga keremajaan."
"Karena itulah, pil ini jauh lebih murni dibandingkan Pil Grade Dua biasa."
Nangong Yue mengangguk pelan. Tatapannya tak pernah lepas dari Pil Esensi Murni yang berada di dalam kotak giok.
"Yue."
"Hm?"
"Kalau suatu hari nanti kamu ingin mencoba membuat Pil Grade Tiga lagi, minumlah pil ini terlebih dahulu. Energi Spiritual Murni di dalamnya dapat membantu menenangkan Flame Devouring untuk sementara, sehingga proses penyulinganmu akan jauh lebih stabil."
Nangong Yue mengangguk sekali lagi.
"Tapi..." Shen Yifan melanjutkan. "Jangan terlalu bergantung pada pil ini."
Yue sedikit memiringkan kepalanya.
"Kenapa?"
Shen Yifan tersenyum tipis. "Karena aku ingin kamu berhasil berkat kemampuanmu sendiri, bukan karena pil yang kubuat. Pil ini hanya boleh menjadi penunjang, bukan sandaran. Seorang alkemis sejati harus mampu melangkah dengan kekuatannya sendiri."
Ia menunjuk pelan kotak giok di tangan Yue.
"Anggap saja pil itu sebagai penyemangat dariku."
Mendengar kata-kata itu, hati Nangong Yue terasa menghangat.
Senyum lembut perlahan menghiasi wajahnya.
"Baik."
Ia menggenggam kotak giok itu erat-erat. "Kalau begitu, aku tidak akan bergantung padanya." Yue mengangkat kepalanya menatap Shen Yifan.
"Tapi... Aku akan membawanya ke mana pun aku pergi."
"Karena setiap kali melihat pil ini..."
"Aku akan teringat padamu, dan itu akan menjadi penyemangatku."
Tanpa menunggu jawaban, Nangong Yue melangkah maju dan memeluk Shen Yifan dengan lembut.
Senyum yang terukir di wajahnya begitu hangat dan tulus, seindah mekarnya bunga di bawah sinar matahari pagi.
Tanpa mereka sadari, di ambang pintu telah berdiri dua orang yang sejak tadi menyaksikan semuanya. Jian Chen menghela napas panjang sambil menyilangkan kedua tangannya. "Hadeh... Pagi-pagi sudah disuguhi pemandangan semanis ini."
Nangong Bingxue mengangguk setuju. "Iya lagi. Kita belum sarapan, tapi rasanya sudah kenyang."
Baru saat itulah Shen Yifan menyadari keberadaan mereka berdua.
"Eh?"
Wajahnya langsung memerah. Nangong Yue yang masih memeluknya buru-buru melepaskan pelukan sambil menundukkan kepala karena malu.
Shen Yifan hanya bisa tersenyum kecut. "Haha... kalian sudah datang, ya."
Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ia segera mengeluarkan dua botol giok dari cincin spasialnya, lalu menghampiri Jian Chen dan Bingxue.
"Nah, ini untuk kalian."
Jian Chen menerima botol itu dengan heran.
"Kamu mau menyuapku di pagi hari? Ngomong-ngomong Pil apa ini?"
Shen Yifan memasang wajah serius, seolah hendak mengungkap rahasia besar.
"Pil untuk mempererat hubungan kalian."
Hening.
Jian Chen berkedip dua kali. Bingxue membeku di tempat.
Detik berikutnya.
"WOOOII!!"
Tinju Jian Chen mendarat telak di kepala Shen Yifan hingga tubuhnya melesat puluhan meter sebelum menghantam dinding.
"Jangan asal bicara, bocah!!"
Shen Yifan perlahan bangkit dari tumpukan puing sambil memegangi kepalanya yang benjol sebesar telur.
"Sakit!"
Di sisi lain, wajah Nangong Bingxue sudah semerah tomat matang.
"Yi... Yi Fan! Jangan bicara sembarangan!"
Ia buru-buru memalingkan wajah, bahkan telinganya ikut memerah.
Melihat reaksi keduanya, Nangong Yue tak kuasa menahan tawanya.
"Pffft..."
Tak lama kemudian, tawa kecil itu berubah menjadi tawa lepas.
"Hahaha!"
Shen Yifan mengusap benjol di kepalanya sambil menggerutu pelan.
"Padahal aku cuma bercanda."
Beberapa waktu kemudian. Jian chen, Nangong Bingxue dan Nangong yue akan berangkat.
"Jaga baik-baik dirimu Yi Fan." Bingxue tersenyum.
Tiba-tiba Jian chen mendekat kearah Shen Yifan dan membisikan sesuatu. "Yi Fan... Kalau pil itu benar-benar sebagus yang kau bilang."
Shen Yifan tersenyum. "Apa?"
"Jangan dijual ke orang lain dulu. Sisakan buatku."
Mendengar bisikan itu, Bingxue melotot.
"Jian!"
Shen yifan hanya tersenyum kaku.
"Yi Fan... Aku akan menjadi alkemis terbaik!" sahut Nangong Yue dengan semangat yang membakar.
"Iya, tapi aku yang pertama. Yang akan mengalahkanmu!" Shen Yifan tertawa, sembari mengacak rambut Yue.
Nangong yue hanya tersenyum.
"Baiklah, kalian siap?" Nangong Bingxue mengeluarkan artefak.
"Artefak apa itu?" Shen Yifan memiringkan kepalanya penasaran.
"Artefak teleportasi. Mata-mata ayahku memberikannya, karena kalau kita memakai kereta kuda, takutnya Flame Seekers Society mengincar kita!!" Bingxue dengan wajah serius.
Shen Yifan menganguk.
"Nah, Yi Fan... Jadilah kuat."
Artefak tipe spasial ini mulai menyala, dengan pusaran ungu yang siap melahap seseorang.
Nangong Bingxue duluan masuk, habis itu Jian chen dan terakhir.
Nangong yue akan masuk, namun dia berlari lagi kearah Shen yifan, dan tanpa Shen yifan sadari, Nangong Yue mengecup pipi Yi Fan.
Rasa malu dengan pipi merah merona Nangong Yue, ia langsung berbalik dan berlari kearah Artefak itu. Shen Yifan masih terpaku beberapa saat.
Bahkan ia lupa mengusap pipinya. Baru setelah artefak benar-benar menghilang, ia tersenyum kecil.
"Gadis itu..." Shen Yifan tersenyum.
"Baiklah, sekarang waktunya aku fokus mempelajari semua tentang pil!!"