NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Musuh ?

Begitu rombongan Lin Xue semakin memasuki pusat Kota Yunfeng, keramaian di sekitar mereka menjadi semakin padat.

Jalan utama dipenuhi para kultivator dari berbagai sekte dan klan. Ada yang mengenakan jubah mewah dengan lambang keluarga besar, ada pula para pengembara yang membawa senjata di punggung mereka setelah kembali dari Pegunungan Roh.

Suara tawar-menawar, tawa para pedagang, hingga fluktuasi energi spiritual memenuhi seluruh penjuru kota.

Nova berjalan tenang sambil terus mengamati sekeliling. Setiap langkah seolah membuka pengetahuan baru baginya.

Namun...

Belum lama mereka memasuki kawasan alun-alun utama, langkah rombongan tiba-tiba terhenti.

Di depan mereka berdiri sekelompok pemuda dan pemudi berjubah biru tua dengan lambang seekor burung emas di dada kiri. Aura mereka jauh lebih kuat dibanding para kultivator biasa yang berlalu-lalang.

Yang berada paling depan adalah seorang pemuda tampan berusia sekitar dua puluh lima tahun. Rambutnya diikat rapi ke belakang, sementara sebuah pedang panjang bersarung giok tergantung di pinggangnya.

Tatapannya dipenuhi kesombongan yang seolah telah menjadi bagian dari dirinya.

Begitu matanya jatuh kepada Lin Xue, senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

"Lin Xue."

"Kau akhirnya kembali."

Lin Xue hanya menganggukkan kepala sekilas.

"Chen Hao."

Nada suaranya tetap datar, jelas keduanya telah saling mengenal. Namun hubungan mereka tampaknya tidak terlalu baik.

Chen Hao tersenyum tipis sebelum pandangannya perlahan bergeser ke arah anggota rombongan lainnya.

Tatapannya akhirnya berhenti pada Nova.

Alisnya sedikit terangkat. "Siapa dia?"

Yan Mei langsung menjawab.

"Teman perjalanan kami."

"Teman?"

Chen Hao kembali memperhatikan Nova dari ujung kepala hingga kaki. Beberapa detik kemudian...

Seringai tipis muncul di wajahnya.

"Mortal Langit Bintang Satu Awal?"

Nada suaranya dipenuhi rasa meremehkan.

"Aku tidak menyangka standar kelompokmu turun sejauh ini, Lin Xue."

"Apakah sekarang siapa pun sudah bisa bergabung dengan kelompok Pengembara Awan Biru?"

Ucapan itu membuat wajah Yan Mei langsung berubah tidak senang.

"Chen Hao."

"Jaga ucapanmu."

Namun pemuda itu sama sekali tidak peduli, tatapannya tetap tertuju kepada Nova.

"Anak kecil."

"Apa kau tahu siapa saja yang berjalan di kota ini?"

"Di Kota Yunfeng, bahkan pelayan keluarga besar ada yang berada di Mortal Langit Bintang Dua."

"Lalu dengan kultivasi serendah itu..."

"Apa kau tidak merasa malu berjalan bersama mereka?"

Suasana di sekitar langsung menjadi hening. Beberapa kultivator yang sedang melintas mulai menghentikan langkah mereka.

Tatapan penasaran segera mengarah kepada kedua belah pihak. Nova memandang Chen Hao dengan tenang.

Ekspresinya tidak berubah sedikit pun.

"Aku tidak perlu merasa malu."

Jawabannya sederhana. Namun justru ketenangan itu membuat Chen Hao sedikit mengernyit.

"Kau cukup berani."

"Tapi keberanian tanpa kekuatan hanyalah kebodohan."

Nova tersenyum tipis. "Aku juga berpikir demikian."

"Untungnya..."

"Aku tidak hanya memiliki keberanian."

Begitu kalimat itu selesai... Aura di sekitar Nova perlahan berubah. Tdak ada ledakan energi yang besar, tidak ada tekanan mengerikan. Namun fondasi spiritualnya yang luar biasa padat perlahan memancar keluar.

Meskipun kultivasinya tetap berada pada Mortal Langit Bintang Satu Awal... Tekanan yang dipancarkannya membuat beberapa kultivator di sekitar tanpa sadar mengerutkan kening.

"Hm?"

Chen Hao menyipitkan mata.

"Fondasi yang menarik."

"Tapi tetap saja..."

"Kau hanyalah Bintang Satu."

BOOM!

Tanpa peringatan, Chen Hao melangkah maju, tubuhnya berubah menjadi bayangan.

Dalam sekejap ia telah berada tepat di hadapan Nova, tangannya membentuk telapak yang diselimuti energi spiritual berwarna emas.

Tapak Burung Emas!

Ledakan angin langsung menyapu jalan utama, beberapa pedagang buru-buru mundur.

Lin Xue hendak bergerak.

Namun... Nova lebih cepat. Ia menggeser satu langkah ke samping.

Tubuhnya bergerak begitu ringan hingga telapak Chen Hao hanya mengenai bayangan yang tertinggal.

"Kecepatan yang lumayan."

gumam Chen Hao. Namun Nova tidak memberinya kesempatan.

BOOM!

Ia menghentakkan kaki ke tanah, batu giok di bawahnya retak halus, tubuhnya melesat seperti anak panah.

Tinju kanan Nova langsung mengarah ke dada Chen Hao.

Serangan itu terlihat sederhana, tidak menggunakan teknik, tidak memancarkan cahaya.

Namun...

Saat tinju itu bergerak, udara di depannya justru bergetar.

Ekspresi Chen Hao berubah.

"Cepat sekali!"

Ia buru-buru mengangkat kedua lengannya untuk menangkis.

DUAAARRR!

Benturan keras menggema di seluruh jalan. Gelombang kejut menyapu kerumunan hingga debu beterbangan.

Chen Hao terdorong mundur belasan langkah, sepasang lengannya bergetar hebat, wementara Nova hanya mundur setengah langkah.

Kerumunan langsung gempar.

"Mustahil!"

"Chen Hao ditekan dengan mudahnya?"

"Padahal perbedaan kultivasi mereka tiga bintang!"

Yan Mei membelalakkan mata. Gu Shen ikut terdiam. Mereka memang tahu Nova tidak sederhana. Namun mereka tidak menyangka kekuatan fisiknya mampu menekan seorang kultivator Mortal Langit Bintang Empat.

Wajah Chen Hao perlahan berubah suram.

Tatapannya yang semula dipenuhi penghinaan kini berganti dengan keseriusan.

"Aku meremehkanmu."

Energi spiritual di dalam tubuhnya mulai meledak.

Aura Mortal Langit Bintang Empat Tingkat Akhir memancar tanpa lagi disembunyikan.

Tekanan besar langsung menyelimuti jalan utama.

"Kau memenuhi syarat... untuk membuatku menggunakan kekuatan yang sesungguhnya."

Nova mengepalkan tinjunya perlahan.

Matanya tetap tenang. "Tidak masalah."

"Aku juga belum menggunakan seluruh kemampuanku."

Ucapan itu membuat napas para penonton tercekat.

Namun tepat ketika kedua belah pihak hendak kembali bergerak...

Sebuah tekanan yang jauh lebih mengerikan tiba-tiba turun dari langit.

WUUUUSSSHHH!

Seluruh energi spiritual di sekitar langsung membeku. Baik Nova maupun Chen Hao secara bersamaan menghentikan gerakan mereka.

Langit Kota Yunfeng seakan berubah sunyi. Sesosok lelaki tua berjubah abu-abu perlahan melayang turun dari udara.

Ia tidak membawa senjata, tidak memancarkan cahaya yang mencolok. Namun setiap langkahnya membuat ruang di bawah kakinya beriak pelan.

Aura yang dipancarkannya jauh melampaui siapa pun yang berada di tempat itu. Bahkan Lin Xue tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.

"Seorang..."

gumam Qin Yu pelan.

"Tetua Mortal King."

Begitu lelaki tua itu mendarat, seluruh kultivator di sekitar langsung menundukkan kepala, tatapannya perlahan menyapu Nova dan Chen Hao.

Meski terlihat tenang, tekanan dalam sorot matanya membuat keduanya merasakan beban yang luar biasa.

"Cukup."

Suara lelaki tua itu tidak keras. Namun bergema jelas di seluruh alun-alun.

"Kota Yunfeng bukan tempat bagi kalian untuk menyelesaikan perselisihan pribadi."

Tatapan tajamnya berhenti pada Chen Hao.

"Sebagai murid sekte, kau justru memulai pertarungan di tengah kota."

"Lima hari memasuki Paviliun Penegak sebagai hukuman."

Wajah Chen Hao langsung berubah pucat.

"Te-Tetua..."

Namun lelaki tua itu bahkan tidak memandangnya lagi.

Tatapannya kemudian beralih kepada Nova.

Untuk pertama kalinya... sorot matanya memperlihatkan sedikit ketertarikan.

"Anak muda."

"Fondasi kultivasimu..."

"Sudah sangat lama aku tidak melihat yang seperti itu."

Nova mengepalkan kedua tangan memberi hormat.

"Junior memberi salam kepada Senior."

Lelaki tua itu mengangguk tipis, senyum samar muncul di wajahnya sebelum tubuhnya kembali melayang ke udara.

"Tidak buruk."

"Semoga kita masih memiliki kesempatan untuk bertemu lagi."

Sesaat kemudian... sosoknya menghilang seperti tidak pernah muncul. Namun keheningan yang ditinggalkannya membuat seluruh alun-alun tetap membisu.

Sementara Chen Hao menatap Nova dengan wajah suram.

Hari itu...

Nama seorang pendatang baru bernama Nova mulai menarik perhatian banyak orang di Kota Yunfeng.

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!