Aku Yie Er. Wanita bersenja yang dikhianati kematian. Dihidupkan kembali sebagai Permaisuri dari sebuah kerajaan, Dinasti Han.
Permaisuri yang bahkan tidak dinginkan rakyat dan Kaisarnya. Permaisuri dengan takdir hidup menyedihkan. Permaisuri dengan cintanya yang besar kepada Kaisar, suaminya. Membuatku, sebagai Yie Er kerap kali bertingkah mencintai Kaisar karena cinta dalam tubuh yang sekarang menjadi tubuhku.
Cinta Permaisuri, membuatku menekan perasaan seorang Yie Er. Bahwa aku, Yie Er sama sekali tidak mencintai Kaisar.
"Yang menghianatiku harus mati. Kalian semua harus mati ditanganku." Yie Er menatap marah semua penghuni Istana di depannya. Menatap Yuan penuh kekecewaan dan luka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tac Sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21 Bubuku
Se-sampainya Yie Er di tempat yang ia beri nama rumah bambu.Di sana ia melihat Ibu Suri Agung,Ibu Suri dan Panglima Agung Zerang mendudukkan bokong mereka di kursi bambu yang tersedia.Di sana Yie Er melihat ada sekitar 7 kursi bambu dengan satu meja bulat besar di tengah-tengah nya,kursi bambu itu tak terdapat senderan punggungnya,hanya ada dudukan nya saja.
Mereka duduk dalam diam,pandangan mata mereka melihat Yie Er mulai mendekati tempat duduk mereka.Dalam benak Yie Er mengapa mereka melihatnya? seharusnya mereka mengobrol atau apa ke,yang terpenting adalah jangan melihat dirinya.
"Mengapa kalian melihat Permaisuri ini seperti itu?" tanya Yie Er menghentikan langkahnya di depan ketiga manusia yang masih memandangi dirinya.
"Yie Er duduklah!" perintah Ibu Suri masih memandangi Yie Er,tanpa menjawab pertanyaan Yie Er.
Mendengar itu Yie Er mendudukkan tubuhnya di sebelah kursi Panglima Agung Zerang.
"Kalian juga duduklah! jangan berdiri terus menerus,apa kalian tak merasa pegal? Aku tahu kalian pegal maka duduklah!" ucap Yie Er setelah mendudukkan dirinya di sebelah Panglima Agung Zerang.Melihat kedua pelayan yang sudah ia anggap teman masih diam berdiri,di belakangnya.
"Ta..tapi Permaisuri-" ucap Yu Are tak enak hati memandang mereka canggung.
"Dengarkan Yie Er,duduklah tidak perlu sungkan!Karena selama ini kalian berdua berperan penting dalam hidup Yie Er," ucap Ibu Suri Agung menganggukan kepalanya,tanda Yu Are dan Rei Rei boleh mendudukkan dirinya di tempat yang sama dengan keempat orang berpengaruh di Dinasti Han.
Mendengarnya Yu Are dan Rei Rei mendudukkan tubuh mereka dengan tersenyum canggung.Seumur-umur tak ada seorang pelayan yang duduk di satu tempat dengan Jungjungannya.
Sekarang mereka ber-enam termasuk Yie Er duduk pada meja yang sama dan di tempat yang sama.
"Yie Er apa kau mengenal pria di sebelah mu ini?" tanya Ibu Suri Agung dengan tersenyum.
"Ya aku mengenalnya,bukannya paman ini adalah Panglima Agung Zerang.Salam kenal paman aku adalah Permaisuri Yie Er," ucap Yie Er menundukkan kepalanya dengan tubuh menyamping ke arah Panglima Agung Zerang yang memandang Yie Er tersenyum geli sekaligus miris.
Ketika mendengar kata pertama Yie Er,mereka kira Yie Er benar-benar mengenal Panglima Agung Zerang sebagai ayah nya.
Mereka merasa gemas sekali dengan Yie Er,dia tahu bahwa pria setengah baya di samping nya adalah seorang Panglima.Yang secara pangkatnya saja bisa di bandingkan dengan Zilong,Gege nya,itu artinya Gegenya mempunyai hubungan dengan Panglima Agung Zerang.
"Astaga Yie Er,akan Ibu Suri kenal kan,dengan Panglima Agung Zerang,bahwa-"
"Tak usah Ibu Suri sekarang kami telah saling mengenal.Benarkan paman," ucap Yie Er memotong ucapan Ibu Suri mengalihkan pembicaraan dengan Panglima Agung Zerang.
Panglima Agung Zerang hanya mampu tersenyum geli melihat Yie Er.Ketika tahu bahwa putri kecilnya jatuh ke danau dan hampir kehilangan nyawa.Dia sungguh merasa terpukul,saat itu Panglima Agung Zerang melampiaskan semuanya dengan ikut dalam semua medan perang menjadi yang terdepan dalam medan perang.
Dan ketika tahu bahwa putri kecilnya sadar,dia di haruskan pergi ke Sekte di Selatan untuk berperang,dan baru saja kembali 2 hari yang lalu,itu pun ia tak merasa berani untuk datang langsung ke Kediaman putri kecilnya.Mengingat saat itu ia tak ingin putri kecilnya tak mengenalnya karena hilang ingatan.
Dan sekarang ia akan memberanikan diri agar Yie Er mengenalnya lagi.Meskipun pertama kali bertemu saat di Valium Timur,putri kecilnya memandanginya seperti orang asing,dan kata panggilan pertama untuknya adalah paman,sungguh mendengar itu hati terdalamnya merasa bersedih yang hanya mampu ia tutupi dengan senyuman nya.
"Yie Er jangan memotong ucapan ku,sebenarnya Panglima Agung Zerang adalah Ayahmu,Ayah kandung dari mu dan Gege mu." Ibu Suri berdecak jengkel.
Mendengar nada Ibu dari Kaisar kerajaan ini mereka tersenyum menahan tawa.Sebab Ibu Suri di kenal dengan orang tak sabaran bila sudah memiliki kemauan.
Berbeda dengan yang lainnya,Yie Er justru langsung terdiam.Sungguh ia merasa seperti ada sesuatu dalam hatinya.Dulu di dunia nya ia tak pernah bertemu dengan orang tua kandung nya,karena dulu ia di besarkan oleh keluarga angkat nya.Dalam hatinya ia merasa senang,mendengar itu,sekarang ia merasa seperti bertemu dengan ayah kandung nya.Meski sebenarnya ia bukanlah Yie Er yang asli di dunia ini,tapi ia berjanji akan menganggap Keluarga Yie Er seperti keluarga nya.
"Yie Er,mengapa kau terdiam?" tanya Ibu Suri khawatir.Mereka memandangi Yie Er khawatir takut terjadi apa-apa dengan Yie Er.
Apalagi dengan Panglima Agung Zerang merasa khawatir jika putri nya tak ingin menerimanya.
da 3 tahun pulak hiatus
seharusnya pas lomba aja😁
semangat ya kak
up-nya jangan lama lama donk
penggemar. penasaran
kapok kan istrimu jalan sama kaisar lain😆😜