"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengungkapan Kebenaran Dua Puluh Tahun Silam
Kepulangan mereka ke Istana Kerajaan Feng Ling disambut hangat oleh para Dayang Istana, yang sangat mengharapkan keadilan bagi Selir Agung Ling Mei Rong. Pangeran Jin Ling Jian dan Jin Lim Jian segera menghadap Kaisar Jin Feng, ayahanda mereka, di Paviliun Utama, tepatnya di kamar pribadinya.
Kasim Setia Kaisar membungkuk hormat di depan pintu kamar, lalu melaporkan kedatangan mereka.
"Ampun, Yang Mulia Kaisar. Kabar kedatangan Pangeran kembar Jin Ling Jian dan Jin Lim Jian terlihat sudah sampai di depan. Mereka ingin menghadap Paduka."
"Persilakan mereka berdua masuk," perintah Kaisar Jin Feng dengan penuh ketegasan.
Kasim setia Kaisar pun membuka pintu kamar. Terlihat kedua pangeran kembar itu melangkah masuk ke dalam kamar pribadi ayah mereka.
"Ayahanda Kaisar, kami telah menemukan dukun beranak yang membantu kelahiran kami dua puluh tahun silam," ujar Pangeran Pertama Jin Ling Jian, atau yang kerap dipanggil Pangeran Ling.
"Benarkah? Dimana wanita tua itu?" tanya Kaisar Jin Feng dengan perasaan takut, seolah tidak percaya.
"Dia kini berada di halaman istana, tangan mereka terikat rantai besi, dan dijaga ketat oleh para algojo yang mengawalnya."
Kaisar kemudian memerintahkan agar Penasihat Kerajaan Ying Mo segera menghadap.
"Panggil Penasihat Ying Mo ke sini!" perintah Kaisar kepada Kasim setianya.
Tak lama kemudian, Penasihat Ying Mo tiba dan menghadap Kaisar.
"Ampun, Yang Mulia Kaisar Jin Feng yang terhormat. Hamba menghadap Paduka," ucap Penasihat Ying Mo sambil membungkukkan badan dengan hormat sembah sujud.
"Pangeran Kembar telah berhasil menemukan dukun beranak yang membantu persalinan Permaisuri Yan Shi dua puluh tahun silam. Segera sampaikan kepada para pejabat lainnya, Kita akan berkumpul di Aula Penegakan Hukum Kekaisaran. Kita selenggarakan rapat dadakan sekarang juga!" perintah Kaisar.
"Baik, Perintah Paduka Kaisar, akan segera hamba, laksanakan!" ucap Penasehat Ying Mo sambil membungkukkan badannya.
Ketika Penasihat Ying Mo melangkah keluar, tiba-tiba Kaisar Jin Feng menahannya sejenak untuk menambahkan perintah.
"Bawa serta para tersangka ke Aula Penegakan Hukum Kekaisaran," ujar Kaisar mengingatkan kembali.
Penasihat Ying Mo pun segera bergegas melaksanakan tugasnya.
Tak lama kemudian, Semua pejabat, dan para keluarga besar Kaisar ikut berhadir di Aula Penegakan Hukum Kekaisaran. Termasuk juga Ibu Suri Zhao He.
Ibu Suri Zhao He dan Kaisar Jin Feng telah duduk di atas singgasana masing-masing. Selir Agung Ling Mei Rong juga turut dihadirkan dalam sidang ini.
"Hadirin sekalian, sidang kasus dua puluh tahun yang lalu resmi dibuka!" ujar Penasihat Ying Mo melangkah maju, sambil membuka dan membacakan titah Kaisar.
Penasihat Ying Mo pun kembali ke barisannya yang berada di dekat singgasana. Di sana telah berdiri para menteri, termasuk Menteri Kehakiman dan Wakil Kehakiman yang segera memberi sembah hormat.
"Hormat kami, Yang Mulia Kaisar Jin Feng dan Ibu Suri Zhao He. Apakah orang yang terlibat dalam kasus penukaran Pangeran kembar dua puluh tahun silam telah ditemukan? Mohon kiranya Yang Mulia menjelaskan alasan diadakannya sidang dadakan ini," ujar Menteri Kehakiman bersama wakilnya.
Kaisar Jin Feng pun berdiri dari singgasana-nya.
"Beberapa waktu lalu, Kita telah memerintahkan kepada seluruh yang hadir dalam sidang minggu lalu, untuk mencari pihak yang terlibat dalam perkara penukaran Pangeran kembar. Tahukah kalian, Pangeran Jin Ling Jian dan Pangeran Jin Lim Jian, bersama Nona Ling Xie sang Tabib Cadar Putih, telah menelusuri arsip data pelayan istana dua puluh tahun silam. Dan ternyata, mereka berhasil menemukan petunjuk itu. Ketiganya lah yang telah mendatangkan salah satu dari tiga tersangka utama. Segera bawa tersangka itu masuk ke sini!" ujar Kaisar Jin Feng.
Dua pengawal istana memberi sembah hormat kepada Kaisar, lalu berangkat menjemput tersangka. Ternyata tersangka tersebut adalah Yan Shi, mantan Permaisuri Kerajaan Feng Ling, beserta Nenek Nuan Li, sang dukun beranak. Keduanya dihadirkan tepat ke tengah ruang sidang di Aula Penegakan Hukum Kekaisaran.
Belum ada satu pun yang mengetahui kebenaran, sosok yang selama ini dipenjara di Paviliun Dingin hanyalah tiruan, bukan Yan Shi yang asli. Mantan Permaisuri itu telah menukar nasibnya dengan si peniru, sehingga ia lolos dari hukuman. Kini, ia bersiap melancarkan pembalas dendam kepada Selir Agung Ling Mei Rong.
Menteri Kehakiman berdiri dari tempatnya, lalu menanyakan keterlibatan Nenek Nuan Li.
"Nenek Nuan Li, hamba ketahui bahwa Andalah dukun beranak yang menolong persalinan Permaisuri Yan Shi dua puluh tahun silam. Benarkah Anda, terlibat dalam perkara kejahatan masa itu, yakni penukaran Pangeran kembar, putra kandung Kaisar Jin Feng dan Selir Agung Ling Mei Rong?" tanya Menteri Kehakiman dengan tegas.
Nenek Nuan Li bersujud di lantai, memohon belas kasihan.
"Ampun, Yang Mulia Kaisar Jin Feng dan Ibu Suri Zhao He! Ampuni hamba... Hamba hanyalah orang suruhan Permaisuri Yan Shi. Pelakunya adalah beliau sendiri. Beliau jugalah yang membunuh Dayang Lan Chui dan Dayang Liang Yue dua puluh tahun silam, karena takut rahasia besarnya terbongkar. Beliau yang memaksa hamba membuang putri kandung Kaisar ke Dusun Bara Rendah, sekaligus membantu persalinan putri kedua Permaisuri Yan Shi, hasil hubungan gelapnya dengan pria lain. Ampuni hamba, Yang Mulia! Hamba mengaku bersalah!" ujar Nenek Nuan Li dengan penyesalan yang mendalam.
Kaisar Jin Feng berdiri dari singgasana-nya, raut wajahnya berubah menjadi campuran terkejut dan amarah yang meluap.
"Apa maksudmu? Maksudmu... Putri Li Mei Feng bukanlah anak kandungku? Dia bukan putri asli Kerajaan Feng Ling?" tanya Kaisar dengan suara gemetar menahan amarah dan keterkejutan.
"Benar, Yang Mulia. Selir Agung Ling Mei Rong pernah mengandung anak keduanya saat berada di Paviliun Dingin. Di sanalah beliau melahirkan seorang bayi perempuan. Pada waktu yang hampir bersamaan, hamba juga membantu persalinan Permaisuri Yan Shi. Hamba jugalah yang diperintahkan Permaisuri untuk membuang bayi kandung Selir Agung, lalu menggantinya dengan bayi siluman babi dari hutan terlarang," jelas Nenek Nuan Li dengan jujur, sambil terus mengharapkan belas kasihan.
"Beraninya kau melakukan hal sekeji itu!" teriak Kaisar Jin Feng dengan amarah yang memuncak.
Tiba-tiba di tengah kehebohan sidang, Ling Xie bangkit berdiri dan menghadap Kaisar.
"Ampun, Yang Mulia. Hamba ingin menyampaikan kebenaran, wanita yang berdiri di hadapan kita ini, bukanlah Mantan Permaisuri Yan Shi yang asli. Ia hanyalah pengganti tiruan yang disuruh untuk menanggung segala kesalahan. Ia bersekongkol dengan Dayang Yu Lan, pelayan yang setiap hari mengantar makanan ke tempat tahanan. Dayang Yu Lan jugalah yang diperintahkan Mantan Permaisuri Yan Shi untuk mencari wanita serupa sebagai penggantinya," ujar Ling Xie, yang seketika membuat seluruh hadirin terperangah. Ling Xie pun kemudian mempersilakan Dayang Yu Lan maju ke depan untuk memberikan kesaksian.
"Dayang Yu Lan!" panggil Ling Xie.
Dengan langkah tertatih, Dayang Yu Lan melangkah perlahan menuju tengah ruang sidang. Ia berjalan sambil menahan rasa malu yang bercampur ketakutan.
"Apakah benar semua perkataan Nona Ling Xie, Tabib Cadar Putih itu?" tanyanya, kemarahan di dalam dadanya seolah siap meledak kapan saja.
Dayang Yu Lan jatuh bersujud, mengakui segala dosanya. Segala perkataan Ling Xie ia benarkan. Ia mengungkapkan pula bahwa di Paviliun Dingin, Selir Agung Ling Mei Rong kerap dipaksa minum racun, hingga nyawanya sempat diselamatkan oleh Tabib Cadar Putih. Ia memohon belas kasihan Kaisar, penuh penyesalan yang membara. Ia sangat menyesal telah membiarkan dirinya terjerat kejahatan Mantan Permaisuri Yan Shi, dan seharusnya ia tidak pernah memihak pada kejahatan tersebut.
"Semuanya benar, Yang Mulia!" serunya sambil terisak. "Hamba telah membiarkan Selir Agung disiksa dan dipaksa minum racun di Paviliun Dingin... Hamba sungguh hina!"
"Hamba sangat menyesal telah tunduk pada perintah kejam Yan Shi. Hamba sadar, penyesalan hamba takkan bisa menghapus kesalahan yang telah hamba perbuat. Ampunilah hamba, Yang Mulia, hamba benar-benar menyesal!"
Amarah Kaisar Jin Feng memuncak hingga suaranya menggelegar, "Pengawal! Segera tahan mereka berdua dan masukkan ke Penjara Bawah Tanah! Sementara itu, lepaskan wanita yang hanya menyerupai Yan Shi ini!"
Para pengawal pun membawa kedua tersangka itu menuju Penjara Bawah Tanah. Sementara itu, wanita yang menyerupai Yan Shi dibebaskan. Akhirnya, sidang tersebut ditutup secara resmi oleh Penasihat Ying Mo di hadapan seluruh hadirin.