Ini merupakan sequel dari Pembalap Idola. Masih bercerita tentang Nicken yang harus LDRan Jakarta - Jogjakarta bersama Satria tapi tidak mengurangi rasa kepercayaan satu sama lain. Sampai pada akhirnya banyak pihak ketiga yang semakin menguji kekuatan cinta mereka berdua.
Munculnya Danise agak menggoyahkan hubungan Nicken dan Satria. Namun Danise melakukan itu karena diimingi impiannya menjadi fotografer terkenal oleh Deandra yang pada akhirnya diketahui motif Deandra ingin membalas dendam kepada Nicken dan semua kakaknya dan juga kepada.. Satria.
Bantuan dari Adam yang berpura-pura pacaran dengan Nicken membuat Nicken dan Satria berhasil membongkar rencana Deandra. Perlahan Adam dan Nicken pun ikut larut dalam perannya sebagai pacar gadungan. Akankah cinta Satria dan Nicken berakhir akibat Deandra dan Danise? Ataukah Nicken benar-benar terlibat cinta sesaat oleh Adam? Atau mungkin cinta Nicken dan Satria semakin mendalam dan mereka tidak terpisahkan?
Inget yaa.. Apabila ada kesamaan nama karakter atau tempat, itu hanya kebetulan. Karena semuanya fiktif belaka. Enjoy!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caroline Gie White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rangsangan Ekstrim di Kepala Satria
Nicken terpaksa bolos sekolah karena tugas Negara dari Nascar. Pihak sekolah tidak pernah mempersalahkan karena mau Nicken tidak masuk seminggu toh dia tidak pernah mengalami penurunan dari nilai prestasinya. Sama halnya Nico yang juga kadang mesti dikasih dispensasi dari sekolah karena mesti tanding basket. Dan soal Keamanan pun dia tidak perlu khawatir, karena ada atau tidak ada dia, Canopus bakal aman, tentram dan damai. Karena kekompakan tim Keamanan Canopus.
Setelah insiden Satria kecelakaan dan beberapa minggu Nicken mesti merasa kehilangan Satria, kali ini Reno bisa bernafas lega karena dia melihat pembalap kecilnya sudah balik kaya dulu lagi. Petra pun tidak perlu merasa khawatir lagi bakal turun gaji gara-gara gagal mendidik Nicken karena latihan Nicken terakhir kemarin menunjukkan progres yang jauh banget berbeda, jadi mereka sudah tidak perlu khawatir lagi dan itu semua karena Satria.
Hebat banget kalau dia bisa bertahan di dunia balapan kaya gini.
Adam melihat Nicken berjalan keluar dari arah bengkelnya mengikuti mobil balapnya yang didorong keluar oleh beberapa krunya. Suara riuh penonton pun bisa kasih lihat Adam kalau Nicken emang sudah punya nama dan menunjukkan kalau dia berbakat. Diapun lalu menoleh ke arah tribun VVIP dan melihat Satria sedang berdiri dengan seorang cowok sambil menatap ke arah sirkuit. Adam kembali melihat Nicken yang sedang bersiap.
You’re so lucky, Sat, to find a girl like her.. (Lo beruntung banget, Sat, mendapatkan cewek kaya dia).
“Thanks ya, Sat, for bringing her back to life. (Makasih ya, Sat, sudah mengembalikan dia).”
Satria tertawa. “Awalnya gue kesini cuma mau lihat dia dari jauh, Ky, karena gue enggak mau bikin dia makin sedih tapi.. setelah ketemu dia, gue merasa enggak mau jauh dari dia.”
Nicky tersenyum sambil melihat mobil Nicken dan ke-14 pembalap lainnya mulai menjalankan mobilnya. “Gue yakin kalian bisa mengatasi hal ini secepatnya.”
“Dan benar kata kak Reno, pasti cuma Cken yang bisa bantu gue mengembalikan semua ingatan gue tentang dia.”
...***...
“Kamu enggak usah pulang ya, Kak?”
Satria tertawa lalu mengacak rambut Nicken yang lagi menciumi sebuket bunga lili dipelukannya. Hadiah dari Satria karena Nicken berhasil lagi jadi yang pertama melewati garis finish.
“Kapan-kapan aku ke sini lagi dan mungkin, aku sudah ingat siapa kamu sebenarnya.”
Nicken tertawa. “Tapi sebelum kamu besok pulang, aku mau kasih lihat sesuatu dulu.”
“Apa?”
“Besok saja ya. Jam setengah 5 pagi aku jemput di apartemen kak Reno dan kamu harus sudah standby di lobby, oke?”
“Siap, Boss. Hah?! Jam setengah 5 kamu bilang?!” Teriak Satria. Histeris. Nicken hanya bisa tertawa.
Adam menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang. Entah kenapa pikiran dia lagi penuh sama Nicken. Dia jadi tahu alasan kenapa Ivan bisa tetap menjaga perasaan dia biarpun dia sama Nicken tidak akan mungkin bisa bersatu apalagi dengan adanya Satria.
Am I fallin’ in love with her, too? (Apa gue jatuh cinta sama dia juga?) Adam menggelengkan kepalanya.
“It cannot be. But, she’s awesome." (Enggak mungkin. Tapi dia hebat banget)
...***...
Jam 4.30 pagi Nicken sudah membelah jalanan menuju apartemen Reno yang lumayan agak jauh dari komplek rumahnya. Makanya dia menginjak pedal gas mobilnya dalam-dalam tanpa perlu khawatir bakal ditangkap sama patroli tiap sirkuit yang mungkin lagi jaga. Reno sudah kasih ijin ke dia dan kayanya dia sudah kasih komando ke patrolinya buat melindungi Nicken.
Jam 4.45 diapun sampai di depan lobby apartemen kak Reno dan Satria pun keluar dari lobby begitu melihat mobil Nicken sampai dan langsung masuk ke dalamnya.
“Are you ready?" (Sudah siap?)
Satria menguap. “If I’m not ready, I won’t be here now." (Kalau aku belum siap, aku enggak bakal ada di sini sekarang).
Nicken tertawa lalu membawa mobilnya dengan kencang. Jujur Satria tidak tahu Nicken mau ajak dia kemana. Dia pun sampai tidak bisa merasakan mobil Nicken melaju saking dia cepat banget. Tiba-tiba Satria merasakan nyeri di kepalanya.
Gue pasti pernah melawati momen ini. Tapi gue belum bisa ingat.
Satria menoleh ke arah Nicken lalu meletakan kepalanya di bahu Nicken. Nicken tersenyum lalu tangannya menggenggam tangan Satria.
Sebenarnya Satria rada bingung kenapa Nicken mengajak dia ke pinggir pantai. Bukan pantainya yang jadi masalah, tapi jamnya yang membuat dia bingung. Nicken pun belum mau menjelaskan apa maksudnya mengajaknya kemari.
“Can you please, explain to me now? (Bisa tolong jelasin ke aku sekarang?)”
Nicken tersenyum. “Tapi kamu tutup mata dulu ya.”
“Kenapa mesti tutup mata segala?”
Reaksi Satria sama persis sama reaksinya dulu.
“Kamu tuh cerewet banget. Cepat tutup mata dan jangan mengintip karena pasti kamu bakal menyesal.”
Satria menurut dan menutup matanya. Nicken mengarahkan badan Satria ke arah timur sama kaya yang pernah dilakukan oleh Satria. Enggak berapa lama Nicken pun tersenyum.
“Aku harap ini bisa bantu kamu ingat lagi ya, Kak. ”
Perlahan Satria membuka matanya dan melihat semburat cahaya keemasan dari langit. “I..ini.. Keren banget, Cken.”
“Kamu pernah kasih aku sunrise paling keren. Dan sekarang aku yang kasih kamu sunrise ini.”
Satria keliatan banget lagi melawan rasa sakit di kepalanya. Diapun menarik Nicken dan memeluknya dari belakang lalu menatap matahari terbit di depan mereka.
“Kamu pasti emang cewek yang berarti di hidup aku, Cken. Aku janji sama kamu, aku bakal berusaha biar secepatnya ingat sama semuanya.” Satria semakin memeluk Nicken.
Nicken menghentikan mobilnya di pinggir jalan depan apartemen Reno. Hari ini emang Satria mesti pulang karena jadwal check upnya. Dude sudah mewanti-wanti banget Satria harus menurut. Jadi biarpun dia masih mau lama-lama sama Nicken tapi kalau Dude sudah kasih titah, dia tidak bisa melawan.
“Kamu ikut aku saja ke Jogja?”
Nicken tertawa. “Aku harus sekolah, Kak, kemarin akukan sudah bolos. Ntar kalau libur, aku ke sana deh.”
“Enggak tahu kenapa, aku masih pengen lama-lama sama kamu.”
Nicken tersenyum lalu mengelus pipi Satria. “Aku juga masih kangen banget sama kamu.”
Satria mengelus rambut Nicken lalu mendekatkan mukanya dan mencium bibir Nicken. Satria melepaskan ciumannya karena rasa sakit di kepalanya.
“Kamu enggak papa?”
“Aku enggak papa, Cken. Kamu hati-hati ke sekolahnya ya.”
“Kamu juga kabarin aku terus ya.”
“Pasti, Sayang.” Satria mencium kening Nicken dan kembali mencium bibir Nicken lalu memandangnya sesaat. “Bye.”
Satria turun dari mobil Nicken yang lalu pergi. Satria memegang kepalanya.
Kenapa kepala gue sakit banget ya?
Satria lalu menyeka darah dari hidungnya sambil berjalan masuk ke apartemen Reno.
“Mungkin karena beberapa hari ini lo paksain buat ingat, Kak.”
“Sumpah, Kak. Sakitnya enggak kaya biasanya.”
Satria terus memegang kepalanya. Obat dari dokter pun tidak bisa menghilangkan rasa sakitnya. Lubang hidung sebelah kanannya pun sengaja dia sumpal pakai tisu karena darah yang tidak berhenti keluar.
“Sudah lo sabar ya.” Axel menancapkan gas mobilnya dengan dikawal sebuah mobil patroli Firelli dan 1 mobil patroli Nascar membuka jalan untuk mereka.
JOGJAKARTA..
Axel pun panik. Pas masuk ke perbatasan Jogja, Satria tiba-tiba sudah tidak bereaksi alias pingsan. Jadi dengan kecepatan tinggi Axel bawa Satria langsung ke RS. Dan sampai di sana diapun langsung ditangani intensif sama dokter yang emang menangani dia waktu kecelakaan kemarin. Tidak berapa lama Dude datang dengan muka yang sama paniknya.
“Kok bisa sih, Xel? Gimana kejadiannya?”
“Gue juga enggak tahu, Kak. Pas kita mau ke sini dia emang mengeluh kalau kepalanya sakit enggak kaya biasanya dan dia juga mimisan terus. Baru sampai perbatasan gue baru ngeh kalau dia sudah enggak sadar bukan tidur. Sekarang dia lagi di CT scan dulu.”
Dude mengeluarkan ponselnya dan ketika ingin menelepon Axel menahannya. “Gue mau menelepon Cken, Xel.”
“Please jangan, Kak. Tadi sebelumnya Satria sempat pesan, kalau dia kenapa-napa, Cken jangan dikasih tahu dulu."
“Loh, emang kenapa? Cken berhak tahu."
“Iya gue mengerti. Gimana kalau kita tunggu hasil dari dokter dulu? Mungkin Satria cuma kecapean saja.”
“Iya sih lo benar juga. Ya sudah kita tunggu dokter dulu.”
Setelah menjalani beberapa jam pemeriksaan, Satria belum juga sadar. Dia pun mesti masuk ICU lagi karena dokter masih perlu mengobservasi dia secara intensif. Dan pihak dokter belum bisa kasih penjelasan apa-apa karena hasilnya belum ketahuan Satria kenapa. Dokter masih berasumsi kalau Satria kemarin emang memaksakan kondisi kepalanya buat mengembalikan ingatan dia yang hilang. Dan karena rasa sakit yang teramat sangat itulah yang membuat Satria tidak sadarkan diri.
Nicken pun belum tahu tentang keadaan Satria. Axel cuma mengabari kalau Satria mesti istirahat dulu dan Nicken tidak curiga. Dude hanya kasih tahu tentang Satria ke Nicky dan Reno dengan syarat mereka tidak boleh kasih tahu Nicken karena Dude tidak mau Nicken panik lagi. Dia menunggu Satria sadar dulu baru akan kasih tahu ke Nicken.
To be continued......
yuppy datang lagi bawa 8 like buat KK
terus semangat berkarya ya 💐
bdw mampir juga ya kak di novelku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
dikaryamu yang hebat
Tetap semangat
salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
Maaf lama baru mampir
Ditunggu kelanjutannya
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"