NovelToon NovelToon
MAHMUD, I Love U

MAHMUD, I Love U

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Selingkuh / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Dikelilingi pria tampan
Popularitas:166.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: oktabebee

Mayra adalah seorang Mahmud, mamah muda yang sangat dicintai suaminya, Azka. Umur pernikahan mereka baru 4 tahun, berjalan baik-baik saja dan sangat bahagia.

Namun ketentraman rumah tangga mereka mulai terusik sejak kehadiran Rendra, lelaki yang usianya 5 tahun lebih muda yang menyukai Mayra. Rendra mengira wanita yang ditaksirnya itu hanyalah gadis cantik yang masih belia.

Rendra diam-diam mulai menjalankan aksinya untuk menarik hati Mayra. Dan siapa sangka? Tingkah-tingkah konyol Rendra nyatanya mendapat kesan tersendiri di hati Mayra.

Mampukah Mayra tetap setia?

Dan bagaimana sikap Rendra setelah tahu bahwa wanita yang dicintainya telah bersuami?

Nantikan kelanjutan kisahnya dalam "MAHMUD I Love U".

Kisah tentang cinta, setia, dan lika-liku dalam rumah tangga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktabebee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Pelukan

"Wun, makan di warung depan, yuk!" Lina semangat mengajak teman barunya di Griya.

"Hayuk, Mbak," jawab Wuni tak kalah semangat.

Keduanya berjalan bergandengan menuju Warung Lontong. Hari ini Mayra tidak bisa datang ke Griya karena pagi tadi badan Anggun panas. Rendra juga. Dia izin tidak bisa masuk hari ini karena harus menunggu ayahnya di rumh sakit. Tugas motretnya sementara dipegang oleh Anto yang juga lumayan pandai dalam fotografi. Anto adalah salah satu karyawan Griya yang bertugas bantu-bantu Rendra dalam segala macam persiapan pemotretan. Termasuk menggantikannya jika Rendra tidak bisa datang seperti hari ini.

Sampai di WL (Warung Lontong), Lina dan Wuni segera memesan menu makan siangnya. Mereka duduk di kursi bagian luar sembari menikmati udara siang yang semeliwir.

"Besok kita jadi jenguk ayah Rendra?" Wuni bertanya pada teman di depannya sambil mencomot satu plastik emping melinjo, lalu mengunyahnya.

"Kalau Mayra datang, besok jadi." Lina ikut mencomot emping pada bungkus milik Wuni.

"Harus ada mbak Mayra ya, Mbak? Kan anaknya sakit. Mungkin besok masih belum bisa datang."

"Hm, iya sih. Lihat bagimana besok saja ya."

Wuni mengangguk. Mereka berdua anteng memakan emping sambil menunggu pesanan yang sedang antre di buat. Warung Lontong milik pak Warjan memang terkenal enak. Pelanggannya datang dari mana-mana. Dan itu sangat menguntungkan bagi Griya Cantika. Rezeki memang datang dari mana saja. Dan bisa jadi klien Griya datang dari salah satu pelanggan WL yang tak sengaja mampir kan?

"Mbak?" Wuni memanggil Lina agak berbisik.

"Apa?" Lina yang cablak menjawab keras.

"Mbak Mayra masih punya suami, kan?"

Pertanyaan Wuni membuat Lina terkekeh. Bisa-bisanya teman barunya itu berpikiran aneh.

"Mengapa memangnya?"

"Tidak apa-apa. Ingin tahu saja. Soalnya aku belum pernah lihat suaminya, hehe."

"Ngawur kamu. Pasti ada yang tidak beres di pikiranmu kan?" Lina melempar satu melinjo ke arah Wuni.

"Hehe. Soalnya kemarin aku tidak sengaja mendenger obrolan Rendra dengan tamunya. Eh, tamu mbak Mayra maksudku." Wuni meralat ucapannya.

"Tamu Mayra? Siapa?" Lina penasaran.

"Dengar-dengar sih namanya Sandu, mantan Mbak Mayra."

Lina mengangkat satu alisnya. Perempuan di depannya katanya hanya tak sengaja dengar. Tapi kenapa dia malah sepertinya tahu banyak?

Lina kemarin pulang cepat. Dan dari siang memang tidak ada tamu yang datang. Lina pikir tamu itu pasti datang sore.

Sandu, nama itu memang sekali dua kali pernah Lina dengar dari Mayra. Tapi dia sudah lupa-lupa ingat detailnya.

"Mereka debat berebut mbak Mayra," ucap Wuni memperjelas informasi yang di dapatnya.

Kemarin Wuni sebenarnya sengaja menguping obrolan Rendra dengan Sandu di balik gerbang Griya yang full kayu itu. Rendra dan Sandu pasti tidak tahu kalau obrolannya di dengar orang ketiga.

"Berebut? Maksudnya bagimana?" Lina mulai sensitif.

"Begini mbak Lin, jadi Sandu itu mantan mbak Mayra yang belum bisa move on. Sedangkan Rendra, dia juga ternyata naksir mbak Mayra, tahu?" Wuni menjelaskan dengan muka polosnya.

"Rendra naksir Mayra? Dia kan tahu Mayra sudah bersuami?" Suara Lina lebih terdengar seperti protes dari pada memberitahu.

"Nah itu dia, Mbak. Aku juga tidak paham."

Pesanan datang. Wuni segera melahap soto dengan kuah kuning penuh dengan suwiran ayam di atasnya. Sementara Lina sudah tak nafsu untuk memakan hidangan menggoda di depannya. Pikirannya melayang jauh mencoba mencerna baik-baik omongan teman di depannya.

***

Hari ini Rendra masih belum bisa datang ke Griya. Dia masih menunggui ayahnya di rumah sakit. Mayra pun. Dia juga tidak bisa datang karena hari ini Azka pulang. Beruntung sekali sudah ada Wuni. Dia bisa menggantikan sepenuhnya kerjaan Mayra hari ini.

Hari ini ada pemotretan prewedding di kebun karet yang lokasinya berada di perbatasan kota. Lina, Wuni, Rudi, dan Anto berkendara satu mobil menuju tempat tujuan. Walau Mayra dan Rendra tidak ada, tapi mereka bisa menghandel semua pekerjaan dengan baik. Begitulah para karyawan Griya Cantika, mereka solid. Berkat aturan menyenangkan dan prinsip kekeluargaan yang Mayra terapkan.

***

Sampai di kebun karet.

Lina sudah siap memoles wajah calon pengantin, sementara Wuni mulai beraksi menunjukkan bakatnya sendirian. Ini adalah kali pertamanya mendekor di Griya Cantika. Wuni memang baru beberapa hari ini bergabung, namun karena sikap ceplas-ceplos dan polosnya, dia jadi mudah berbaur. Dan Lina sudah menyukai gadis itu sejak hari pertama dia datang ke Griya.

Satu, dua, Anto mulai memotret pasangan yang sedang berbahagia di depannya. Lina dan Wuni duduk di sebuah kursi kayu di bawah pohon memerhatikan. Lina tersenyum melihat kedua calon pengantin berekspresi sumringah. Kentara sekali mereka sangat berbahagia.

"Mbak Lina belum menikah, kan?" Wuni membuka pembicaraan saat dia melirik Lina sedang tersenyum.

"Belum." Lina menjawab singkat sambil tak melepas matanya dari pemandangan indah di depan.

"Tapi punya pacar?"

"Ini anak yaaa!" Lina menjawab gemas. Ingin sekali dia menoyor kepala temannya itu.

"Hehe. Aku sudah menebaknya."

"Tebak apanya? Memangnya di jidatku tertulis JOMBLO?" Lina akhirnya benar-benar menoyor jidat Wuni.

"Haha, tidak Mbak. Soalnya sudah beberapa hari ini ada di Griya, aku tidak pernah lihat mbak Lin bertelepon sambil senyum-senyum gitu...."

"Memangnya kalau menelepon pacar harus senyum-senyum?"

"Kalau bahagia si iya. Tapi kalau pacarnya ketahuan selingkuh, pasti teleponnya sambil nangis."

"Hahahaha." Lina terbahak. "Kalau kamu, mana pacarmu?"

"Jomblo juga aku, hehehe."

"Hahaha, senasib sudah."

"Mbak Lin?"

"Apa?"

"Karyawan lelaki di Griya kan semuanya belum nikah, memang mbak Lin tidak ada suka dengan salah satunya gitu?"

Lina diam, tak menjawab pertanyaan konyol teman barunya itu. Bibir Lina terangkat satu. Dia gemas dengan mulut Wuni yang memang ceplas-ceplos.

"Rendra tuh tampan. Sikat saja!" Wuni menggoda. Dia belum tahu kalau Lina memang menyukai lelaki itu. "Kalau mbak Lin tidak suka, biar aku saja yang sikat."

"Sikat, sikat. Katamu Rendra suka Mayra?" Lina menyelidik. Dia sebenarnya masih kurang percaya dengan informasi yang diberi Wuni kemarin. Bisa saja dia salah dengar kan?

"Rendra suka mbak Mayra itu urusan dia. Untuk apa juga dia menyukai istri orang? Sudah macam tidak ada perempuan lain saja. Edan memang dia yaa? Suka tapi tidak bisa bersatu, buat apa? Iya kan mbak Lin?"

"Hahaha, pintar kamu ya."

***

Mayra sedang berada dalam dekapan Azka malam ini. Dia rindu mencium aroma tubuh suaminya. Keduanya tiduran santai pada ranjang yang sudah ada sejak awal mereka menikah. Anggun sudah tertidur pulas setelah meminum obat penurun panas. Badannya masih hangat. Mayra bersyukur punya Anggun. Dalam kondisinya yang kurang sehat pun, Anggun tetap ceria dan tidak rewel.

Mayra peluk erat tubuh suaminya sambil terpejam. Azka balas dengan mencium rambut Mayra. Ada ketenangan yang mereka dapat di sana.

"Yank?" Azka memanggil dengan bibir yang masih menempel pada rambut Mayra.

"Ya?" Mayra pun masih membenamkan wajahnya pada dada bidang Azka.

"Pengirim mawar kemarin itu siapa?"

"Sudah ah yank. Aku tidak ingin membahas itu. Malas."

"Tapi aku mau tahu."

"Hm." Mayra menghela napasnya. "Aku tidak tahu, Yank. Tidak ada nama pengirimnya."

Mata Azka menerawang ke depan. Sudah dua kali istrinya mendapat kiriman bunga tanpa identitas. Azka sebenarnya cemburu. Tapi dia tak terlalu mengindahkan perasaannya itu. Baginya, selama Mayranya masih setia, dia akan baik-baik saja.

Di tempat lain, Rendra menangis kencang memeluk ayahnya yang sudah tak bernapas di ranjang rumah sakit, sendirian.

1
Ulil
ini masih lanjut kah???
maya ummu ihsan: entahlah....aku sampai lupa alurnya 😝
total 1 replies
Ulil
besok hari Senin waktunya vote meluncuuurrr
Nanik Purnomo
kasihan azka tersakiti istri yg tak bisa menjaga pandangan dan hatinya
maya ummu ihsan
supaya apa? supaya kamu bisa bersma Rendra?...(sori kak otor...aku emosi 😜)
Nanik Purnomo: q juga kudu omong gitu kk,,,bikin emosiiii si mayra
total 1 replies
maya ummu ihsan
bagus, lain daripada yang lain
maya ummu ihsan
menurutku harus menghindar menjauh pindah kota kalo perlu. jangan jadi duri dalam daging dalam hubungan suci orang lain..
Nanik Purnomo
ga kapok simayra
Fatkhun Naim
bermain api lagi
Fatkhun Naim
up lagi kak
Nanik Purnomo
lah mogok lagiii
Nanik Purnomo
lanjuuttt jangan sampai Mayra melanjutkan kesalahannya
maya ummu ihsan
astagfirullahhaladzim...thor..,apa yang terjadi ... kemana selama ini...aku hampir lupa cerita ini...cerita bagus tp kalah rating....
oktabebee: MasyaAllah .. makasih masih setia disini Kak May 😘 Sehat2 selalu yaa Kak 😘
total 1 replies
Karindaaa 11
AAAAA TERHARUUUUU😭😭😭
Karindaaa 11
MasyaAllah kakkkkk. aku kira mimpii ternyata bnerann. makasih kaaaaa udah update. sehat selalu yaaaa.. tiap buka noveltoon psti periksa akun kakak udah update apa belom. murah rejeki kakkk❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Karindaaa 11: samaa2 akakk❤️❤️❤️
total 2 replies
Karindaaa 11
beneran stop sampe disini aja ya ceritanya????
[💝¹³_ALi💫¹⁶JaFar²⁰*💝
semangat semangat semangat
Nona Bucin 18294
semangat updatenya kak 🤗🤗
Nona Bucin 18294
hai kak aku mampir salken dari Mama muda 😊💜💜💜
Karin Dari Alviona
udh 3 kali baca ulang tapi belom up up jugaaa huhuu😭😭😭🤗
Karin Dari Alviona
up dong otorrrrr😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!