NovelToon NovelToon
Bad Boy Wedding Story

Bad Boy Wedding Story

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:86.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Perpisahan kedua orang tuanya membuat Arjuna frustasi hingga akhirnya terjerumus dalam sebuah geng motor yang tekenal sejak dia sekolah, hingga sekarang ketika dia sudah kuliah semester akhir dan sudah menjadi ketua geng motor itu. Sungguh pencapaian yang luar biasa.

Namun, kenakalan dan kerusuhan yang sering dia perbuat membuat Ayahnya membuat perjanjian dengannya, hingga jika dia kalah maka dia harus menikah dengan wanita pilihan Ayahnya. Arjuna yang bukan tipe orang pelanggar janji yang dia ucapkan. Maka dia menepatinya. Sampai dia sendiri tidak menyangka dengan wanita yang di pilihkan oleh Ayahnya adalah Ambarani. Gadis berkerudung yang jauh dari tipe Arjuna. Bahkan semua wanita yang mendekatinya adalah sosok yang lebih menarik dari Ambarani.

"Bagaimana bisa aku tertarik dengan wanita sepertimu!"

Perjalanan rumah tangga mereka akan penuh dengan segala kerumitan setelah ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Kesal?!

Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup pernikahan mereka berdua yang sudah berjalan hampir satu bulan lamanya, Arjuna mau makan bersama dengan istrinya. Dan pertama kalinya Arjuna memakan masakan sang istri yang ternyata sangat enak dan sama dengan rasa masakan yang dibuatkan Ibunya dulu.

"Bagaimana Kak? Apa suka dengan masakanku?" Tanya Ambarani dengan wajah yang menunggu jawaban.

Arjuna menatap Ambarani dengan lekat, lalu dia mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan istrinya itu. Memang rasa masakan ini sangat cocok di lidahnya saat ini. Arjuna sedang merasakan masakan Ibunya yang sudah 5 tahun ini tidak dia rasakan lagi.

Ambarani tersenyum, meski dia tidak mendengar suaminya memuji makanan yang dia buat. Tapi setidaknya Arjuna mau memakan masakan yang dibuat olehnya. Itu saja sudah cukup menjadi sebuah perubahan yang besar bagi Ambarani.

"Besok hari minggu, lo ikut gue pergi untuk beli laptop" ucap Arjuna yang baru mempunyai waktu untuk membelikan laptop baru untuk istrinya.

Ambarani mengangguk, dia tahu jika dirinya tidak akan bisa membantah ucapan suaminya. Makan malam kali ini entah kenapa terasa berbeda dari malam sebelumnya bagi Arjuna. Karena Arjuna lebih sering menghabiskan waktu di markas Great Glory dan hanya makan makanan seadanya saja yang dia beli. Lebih sering memakan makanan siap saji.

"Selama gue tidak ada di rumah, apa saja yang lo lakukan disini?" Tanya Arjuna, entah kenapa dirinya merasa penasaran saja.

Ambarani mengambil air minum dan segera meminumnya, menatap Arjuna dengan tersenyum. Membuat Arjuna heran saja dengan istrinya yang selalu tersenyum padanya yang selalu berlaku kasar padanya.

"Aku hanya mengerjakan tugas, tidur, nonton, masak. Apalagi yang akan aku kerjakan karena tidak ada pekerjaan lagi" ucap Ambarani.

"Memangnya lo tidak pernah main sama teman lo?" Tanya Arjuna merasa penasaran dengan kehidupan istrinya.

Ambarani menggeleng pelan. "Tidak, aku tidak punya teman dekat selama ini. Karena memang aku tidak biasa main dengan teman. Aku tidak suka keluyuran tidak jelas"

Arjuna mendengus kesal karena merasa istrinya sedang menyindir dirinya yang selalu pergi malam dan pulang hampir dini hari. "Lo lagi nyindir gue ya?!"

Ambarani terkekeh mendengar itu, tentu saja dia tidak bermaksud seperti itu. Tapi melihat wajah kesal suaminya malah membuat dia merasa lucu juga. "Maaf Kak, aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi kalau memang Kak Juna merasa, bukan salah aku loh"

Arjuna memalingkan wajahnya dengan telinga memerah. Dia menahan senyumnya, dia tidak tahu kenapa dirinya merasa Ambarani sangat menggemaskan.

"Awas lo!"

Ambarani hanya tersenyum mendengar itu, dia merasa senang menggoda suaminya seperti ini. Rasanya jarang sekali mereka bisa mengobrol seperti saat ini. Padahal pernikahan mereka sudah hampir dua bulan. Jadi Ambarani tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini yang jarang sekali datang diantara dirinya dan Arjuna.

"Kak, nanti malam pergi lagi ke markas tidak?" Tanya Ambarani saat mereka sudah berada di ruang tengah setelah selesai dengan makan malam.

"Tidak, untuk malam ini gue akan berada disini. Lagi malas pergi" jawab Arjuna, karena memang markas sudah bukan tempat yang aman lagi. Sekalipun Arjuna mau membicarakan tentang hal penting, maka dia harus berbicara di Apartemen Ganiar.

Ambarani tersenyum mendengar itu, tentu saja dia merasa senang karena malam ini bisa mengobrol lebih lama lagi dengan suaminya. Melupakan sejenak tentang kasus yang sedang Ambarani selidiki, karena memang dirinya masih belum percaya dan belum ada bukti yang kuat juga kalau Arjuna pelaku penembakan itu.

Ambarani yang duduk lesehan di atas karpet berbulu dengan Arjuna yang duduk di atas sofa. Malam ini mereka habiskan dengan menonton. Tertawa bersama ketika ada adegan lucu di film yang mereka tonton saat ini. Sampai tidak sadar, Ambarani sudah tertidur dengan kepala menyandar di atas sofa. Dia tidak biasa tidur terlalu larut dan sekarang termasuk waktu tidurnya yang larut.

Arjuna menatap wajah istrinya yang terlelap itu. Dia turun ke atas karpet dan meletakan kepalanya di sofa, seperti posisi Ambarani saat ini. Wajah mereka saling berhadapan dengan jarak cukup dekat. Perlahan tangan Arjuna mengelus kepala Ambarani begitu saja, dia membenarkan kerudung yang di pakai gadis itu agar tidak terus maju dan menutupi wajahnya.

"Lo itu cantik dan baik. Tapi kenapa mau menikah dengan pria berandalan seperti gue?"

Pertanyaan yang selalu ingin Arjuna tanyakan secara langsung. Namun dirinya juga tidak bisa menanyakan secara langsung. Arjuna menggendong Ambarani dan membawanya ke kamar, menidurkan istrinya di atas tempat tidur juga menyelimutinya.

"Tidur nyenyak ya" Arjuna mengelus kepala Ambarani lalu memberikan kecupan di keningnya.

Apasi yang gue lakuin sekarang ini? Bahkan dirinya sendiri tidak tahu dan tidak sadar tentang apa yang sedang dirinya lakukan saat ini. Perasaan yang tiba-tiba tumbuh begitu saja, seolah Arjuna ingin melindungi Ambarani mulai saat ini. Meski dirinya juga masih belum tahu perasaan apa yang sedang dia rasakan saat ini pada istrinya.

#######

Pagi ini Ambarani sudah siap untuk pergi dengan suaminya. Dia memakai pakaian terbaiknya untuk pergi bersama Arjuna agar tidak membuat malu suaminya itu. Setelah sarapan, mereka langsing pergi ke mal untuk mencari laptop baru dan ponsel untuk Ambarani. Sampai di sebuah toko elektronik dengan merek tertentu. Arjuna langsung memesan laptop dan ponsel yang sama dengan miliknya. Tentunya dengan merek terkenal dan harga yang lumayan.

"Kak jangan yang itu, terlalu mahal" Mendengar total uang yang harus dibayar oleh Arjuna membuat Ambarani begitu terkejut. Bahkan seumur hidupnya tidak pernah melihat uang sebanyak itu. Meski sekarang Arjuna juga membayar dengan card bukan dengan cash.

"Sudahlah, gue malas milih. Jadi yang gue tahu aja kualitasnya bagus karena gue juga sludah make" ucap Arjuna tidak menghiraukan ucapan Ambarani.

Ambarani hanya menghela nafas pelan mendengar itu, karena memang dirinya juga tidak bisa membantah suaminya. Setelah selesai membeli laptop dan ponsel baru. Mereka lanjut pergi ke sebuah Restaurant untuk makan siang. Dan tidak menyangka juga akan bertemu dengan Ciko disana.

"Boleh dong gue gabung disini, Jun" ucap Ciko yang sudah duduk di meja mereka, meski baru meminta izin.

Arjuna hanya memutar bola mata malas, sudah terbiasa dengan sikap temannya ini. "Lo abis darimana, kenapa tiba-tiba bisa ada disini? Bukannya lo paling malas pergi ke mal kayak gini"

"Ck, gue lagi nemenin nyokap belanja. Mau tidak mau harus tetap jadi anak berbakti dong" ucap Ciko yang melambaikan tangannya pada pelayan dan segera memesan makanan untuk dirinya, karena Ambarani dan Arjuna sudah memesan makanan mereka.

"Memang harus seperti itu Kak Ciko, baru anak yang baik" ucap Ambarani sambil terkekeh.

Arjuna langsung menatap tidak suka pada istrinya dan Ciko yang saling melempar tawa dan senyuman itu. Tentu keduanya terlihat sudah akrab. "Sejak kapan kalian akrab kayak gini?"

Ambarani menoleh pada suaminya dan tersenyum. "Kak Ciko baik sama aku dan sering bantuin aku juga. Jadi kita lumayan akrab deh"

Arjuna langsung memalingkan wajahnya dengan kesal. Kenapa juga gue harus kesal begini.

Bersambung

1
nuraeinieni
happy ending,,,,👍👍👍👍👍
Warung Sembako
👍
Nismawati
Luar biasa
MakBarudakh
bagus ceritanya
Tatik Wae
owalah....
Rastika Wati
ceritanya bagusss kak gk bosen bacanyaa,,mkasih kak atas karyanya,,,sehat sllu kak dan tetap semangat💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Nita.P: mampir di karya aku yang lain yuk.. ada yang masih on going dan tamat juga..
total 1 replies
Nita.P
mampir di karya terbaruku.. judulnya BELENGGU CINTA KUPU-KUPU MALAM..
Hary Nengsih
lanjut Karya baru kak,,d tunggu
nuraeinieni
semoga ambar lahiranx lancar,,,,ibu dan babyx sehat.
nuraeinieni
nah gitu dong risa,,,,jgn membuang waktu mu mencintai milik orang,,,,,mending membuka hati utk denis dan ciptakan kebahagiaanmu dgn denis.
nuraeinieni
selamat ya juna dan ambar,,,akhirx calon babyx louncing,,,,,,,,,,,selamat menempuh hidup baru lagi utk papax juna.
nuraeinieni
sekarang tuh junah sdh bucin sama km ambarr
senokica
lanjut
nuraeinieni
akhirx plong perasaan mu ambar setelah mendengar penjelasan dari juna tentang masa lalu.
Diah Darmawati
lanjutttt🥰
nuraeinieni
oh ternyata risa ada hati sama arjun,,,,,,,,sabar ya risa arjun bukan jodohmu,,,,,bukalah hatimu utk denis,,,,,denis sama baikx dgn arjun.
nuraeinieni
mending jujur jun,toh km jg sdh memiliki ambar wanita masa depanmu
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
jujur jun,,,ojo di tu2pi nk due wanita masa lalu,,,dr pada slah paham,,,,
nuraeinieni
baru nyesal mamax,,,anak yg masih mau manja di tinggalkan bgtu saja,,,jd wajarlah juna marah.
nuraeinieni
ceritax bagus dan keren,,,,,,👍👍👍👍👍👍
Nita.P: terima kasih.. mampir di karya terbaruku yuk.. Jduulnya.. BELENGGU CINTA KUPU-KUPU MALAM
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!