NovelToon NovelToon
Penantian Seorang Gadis

Penantian Seorang Gadis

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Miliarder Timur Tengah / CEO / Persahabatan / Tamat
Popularitas:820.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: skyl

Fisha dan Xaviel sudah berkenal lama satu sama lain. Dari tk hingga memasuki pakaian putih abu-abu selalu bersama.

Namun di saat kelulusan Sma, Xaviel melanjutkan kuliah di luar negeri karena perintah sang daddy.

Akhirnya pun keduanya terpisah jauh.

Sebelum pergi Xaviel berjanji akan kembali dan menjadikan Fisha sebagai pendamping hidupnya.

Apakah janji itu akan di tepati oleh Xaviel, dan kembali tanpa melupakan Fisha yang senantiasa menunggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skyl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16 ~Penantian Seorang Gadis~

Mereka semua bernapas lega mendengar perkataan dokter barusan. Ataar melewati masa kritisnya, dan akan di pindahkan ke ruang rawat. Fisha, Aisha dan Altar memasuki ruangan. Hanya tiga orang yang bisa menjenguki pasien, yang lain di tunggu mengantri.

Fisha menyuruh uminya duduk di kursi. Dia memegang kedua tangan sang adik dan mengecupnya.

"Sudah kaka bilang, kamu pasti selamat," lirih Fisha. "Jangan nekat kaya gini lagi ya? Kakak akan marah sama kamu!" tegas Fisha membelai surai sang adik. Ataar masih belum sadar.

"Maafin, umi iya? Umi hampir terlambat? Atau umi memang sudah terlambat," ucap Aisha mengenggam tangan putranya.

Altar hanya diam memandang wajah anaknya, yang tidur dengan damai. Di wajahnya terlihat kecemasan atau penyelasan? Tidak! Di wajah pria paruh baya itu nampak biasa saja.

Fisha memandang apahnya, dan menghela napas. Dia ingin sekali papahnya itu sadar, kapan baru dia menyadari kesalahannya? Apa ini belum cukup membuatnya menyesal? Tidak adakah rasa perih di hatinya sebagai ayah kandung?

"Papah," ucap pelan Ataar membuat Fisha dan Aisha mendongak.

Altar yang mendengar ucapan anaknya hanya membuang muka ke arah lain.

Bahkan saat kesadarannya belum penuh, nama yang pertama dia sebut adalah papahnya. Seseorang yang membuatnya tersiksa selama dia di dunia.

Ataar membuka matanya, hal yang pertama dia lihat adalah langit-langit ruangan. Dia menoleh dan mendepatin kakaknya.

"Kak Fisha," lirih Ataar. "Umi."

Aisha langsung menghujamkan kecupan di inti wajah putranya.

Ataar melirik ke arah papahnya yang sedikit jauh dari brankar. Ingin sekali anak itu memeluk papahnya, dia ingin merasakan di peluk seorang ayah.

"Apah," panggil Ataar, Altar menoleh dan berdehem membalas ucapan Ataar.

Ataar tersenyum. Setidaknya papahnya merespon panggilannya.

"Selamat ulang tahun. Maaf di hari ulang tahun papah, malah jadi gini, karena Ataar. Maafin Ataar kalau ada salah sama papah, tadinya Ataar ingin memberi papah kado istimewa, tapi..."

Fisha menutup mulut adiknya. "Ayo tidur, kamu masih lemah," sela Fisha memakaikan selimut untuk adiknya.

Aisha menoleh kebelakang dan menyuruh suaminya maju. Mau tak mau Altar maju, dan memeluk anaknya.

Deg!

"Apah," lirih Ataar mendongak, matanya berkaca-kaca. Ternyata begini rasanya di peluk oleh ayah?

Altar melap air mata putranya yang mengalir. "Kamu sudah memberi hadiah yang terbaik untukku," ucap Altar dengan lembut. Ataar langsung memeluk papahnya dengan erat, dia tahu papahnya sedang terpaksa, tapi dia tidak ingin menyia-nyiakan momen ini. Apa senyaman ini di peluk seorang ayah? Seberuntung ini kah kakaknya sering di peluk oleh papah? Pikir Ataar.

Altar merasa kemejanya basah, karena air mata putranya. Tiba-tiba saja dia merasakan sesak di dadanya. Dia mendongak ke atas mencoba menahan air matanya.

"Makasih, walaupun Ataar tau papah terpaksa, tapi Ataar tidak akan melupakan momen ini," ucap Ataar pelan sehingga hanya papahnya yang mendengarnya. Dia melepaskan pelukan Altar dan melap air matanya dengan buru-buru.

"Aku udah sembuh, ayo kita pulang," seru Ataar mencoba tersenyum. Namun, tiba-tiba kepalanya menjadi pusing. "Aw," rintihnya memegang kepalanya.

"Eh kenapa?" tanya Fisha menidurkan adiknya.

Ataar menggeleng. "Gak papa," jawabnya.

Pintu terbuka, terlihat seorang suster membawa nampan berisi bubur. Dia taroh di nakas, lalu berkata. "Pak Altar, anda di panggil ke keruangan dokter," kata suster itu lalu keluar.

"Aku pergi dulu ya sayang," pamit Altar pada sang istri.

Altar membuka pintu ruangan dokter, dia tersenyum tipis dan duduk.

"Ada apa dok?" tanya Altar.

Dokter itu menceritakan kondisi Ataar saat ini. Altar pun terdiam mendengar ucapan demi ucapan dokter.

"Anda harus lebih menjaga kesehatan Ataar, dia mempunyai asma. Yang bisa kambuh kapan saja, tidak kenal tempat," ucap dokter.

Altar mengangguk. "Hanya itu?" tanya Altar dengan wajah datarnya.

Dokter memberi asil leb kearah Altar. Altar mengambil asil leb itu.

"Maksudnya?"

"Tolong di baca pak," pinta sang dokter. Altar pun dengan sedikit bingung membaca hasil leb yang diberikan dokter tersebut.

"Kanker otak?" tanya Altar tak salah baca. Dokter itu menganggukan kepala.

"Saya dan para dokter lain sedikit kasian pada Ataar. Di usianya yang masih remaja, harus mendapat penyakit berbahaya seperti ini. Penyakitnya bukan hanya sma. Namun, dia juga mempunyai penyakit kanker. Saya berharap bapak ataupun istri bapak, bisa menjaga kesehatan Ataar, kalian bisa membawa Ataar operasi segera. Sebaiknya datang bulan depan untuk melakukan operasi mengangkat tumornya. Pasien, mempunyai penyakit kanker otak stadium awal. Namun begitu juga, kita harus mencegahnya sebelum semakin parah. Saya berdo'a semoga pasien bisa melawan penyakitnya."

Altar terdiam lalu mengangguk. "Makasih dok," ucap Altar berdiri dan keluar dari ruangan sambil memegang kertas. "Dia." Altar duduk di kursi yang berada di depan ruangan, tangannya bergetar memegang kertas asil leb putranya.

dia buru-buru memasukannya kedalam saku dan berjalan kekantin rumah sakit. Dia akan membelikan makan untuk istri dan anaknya. Untuk yang lain pun yang datang.

Ataar membalikan kepalanya ke samping. Di saat gadis yang dia gak suka datang menjenguknya.

"Ataar, jangan cuek-cuek. Pantas aja kamu kaya gini, kamu cuekin aku!" ketus Vieara.

"Gak ada yang nyuruh lo datang ke sini," balas Ataar.

Vieara mengerutuk mendengar ucapan lelaki di depannya. "Ih, udah baik ada yang jengukin kamu! Aku bawain buah," sungut Vieara.

"Iya makasih," ucap Ataar singkat. "Yaudah sana keluar."

Vieara menggeleng. "Boleh gak, aku jaga kamu aja?" tanya Vieara berlari ke depan lelaki itu.

Ataar yang kaget, karena wajah mereka begitu dekat. Dia buru-buru menjauhkan wajahnya. "Gak usah, gue gak sembuh kalau ada lo di sini. Mending lo pulang deh," usir Ataar.

"Ataar, aku tuh baik sama kamu. Kapan kamu mau balas rasa kamu ke aku?"

"Gak, dosa pacaran," jawab Ataar.

"Yaudah kita nikah aja," ucap Vieara ambigu.

"Gilak lo? Lo keluar deh, muak gue lihat muka lo," ketus Ataar.

"Awas aja! Cita-citaku akan terhujut, jadi istri gus tampan kaya Ataar," bisik Vieara lalu berlari keluar dari ruangan.

Ataar langsung mengelitik. "Dih gak mau," gumamnya.

Di luar ruangan, Vieara di tatap aneh dengan keenam manusia yang tak di kenal.

"Dia pacar Ataar?" tanya Celi berbisik ketelinga Kaira. Kaira menaikan bahunya gak tau.

Vieara menunduk dan berlari mendekati mommy dan abangnya yang sedang berbincang dengan orang tua Ataar.

"Jadi Fisha akan melangsungkan pernikahan minggu depan?" tanya mommy Gracel.

Aisha mengangguk. "Datang ya," pintanya. "Maaf tiba-tiba gak sempat sebar undangan."

Gracel mengangguk. "Gak papa," jawabnya.

"Fisha akan menikah?" tanya Xaviel yang berada di belakang mommynya.

1
@ni
👍 semangat
Hera sasuwe
👍
Mega Prasetya T.R.N
wohh attar hubungan sama papanya altar bisa renggang karena dibeda-bedain dengan fisha mungkin
Listiyani Ani
mana lanjutannya
Mamath Ziad Malik
dasar bapak nya ngga sadar akan takdir
Yuli Widanengsih
nyesek aku baca nya sambil nangis 😭😭😭😭😭
Isma Isma
kok papahnya fisa pilih kasih sama anaknya
Isma Isma
dasar buaya buntung
Alif
lg katanya dl sdh mau di jodohkan alamat rumahnya aja gk tau ck thor, thor sbnernya ceritanya bagus tp knp alurnya gk singkron
skyladel: kamu aja kak yg jadi authornya sini biar ga mati ide
total 1 replies
Alif
knpa karakter fisha lemah gk seru
skyladel: kalau ga suka skip aja kak
total 1 replies
Alif
bahasa attar tampak gk pas di cerita ini
skyladel: gantiin aku aja kak jdi author nya
total 1 replies
Alif
novelmu lucu thor scara ini fakultas tarbiyah dan sdh mahasiswa S2 tentunya sdh dewasa dn ada pembulyan realistis dong thor jgn mati ide
Nina Priyantina
lho katanya nyelesain S2 kok bikin skripsi si kak seharusnya tesis dong bukan skripsi
Nina Priyantina
oh si El laki laki plin-plan
Iriyy
loh ko cuman bart 82
Sri Dahliana: mana lanjutannya Thor kog gantung
total 1 replies
Linda Wati
Aneh ada tah bapak yang seperti itu setiap hari anaknya dipukul...
Kalo ada berarti dia sudah gila...
Ini othornya gimana sih kok bapak gila itu gak sadar juga apa nunggu dia sekarat gitu ceritanya ya
febry Asd
kapan tau nya sih kasus Atar yang di siksa altar biar rasain tu bapak
febry Asd
kpn taunya
LS
Masak Uminya gak tau kelakuan suaminya bertahun2🤔. Pas anaknya msuk RS & di Operasi masak gak ada yang berani ngomong 😏
LS
Seandainya bisa memilih, Ataar juga gak mau jadi anakmu Altar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!