Dalam kehidupan pernikahan nya, Kinan tidak pernah bahagia. Suami yang dulu begitu lembut dan perhatian kini berubah bagaikan monster yang selalu menyiksa nya. Tidak hanya fisik, tetapi mental dan batin nya pun terluka. Bahkan dia hanya mendapatkan nafkah receh dari sang suami di setiap hari nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 17. Melukai Adam.
Melihat keadaan rumah yang lengang sepi dan sunyi, membuat Kinan segera mengambil ponsel nya. Ponsel yang telah dia sembunyikan di bawah lemari besar, yang sudah dia tempel menggunakan solatif, dan Kinan hanya perlu mengeluarkan ponsel itu dari casing nya saja. Sampai encok pun Bimo tidak akan menemukan nya. Karena Kinan juga mematikan ponsel nya.
''Halo Rin. '' Kinan segera menghubungi Ririn jika di rumah nya sedang tidak ada orang.
''Halo Kinan, mengapa alam sekali menghubungi ku, ponsel mu tidak aktiv, aku khawatir dengan mu dan Adam. '' Kata Ririn.
''Maaf Rin, aku baru sempat dan tidak waktu oula untuk membuka ponsel. Sekarang di rumah sepi Rin, aku apa aku harus pergi sekarang. ?'' Kinan bertanya dulu.
''Sekarang dong Kin, aku akan datang menjemput mu menggunakan motor. Jangan membawa apapun, yang penting kamu dan Adam selamat. ''
Dalam waktu sepuluh menit Ririn sampai di rumah Kinan, Ririn juga mengajak tetangga nya untuk berjaga-jaga jika ada Bimo ataupun mertua nya.
''Kinan, kinan buruan. '' Riein berteriak di luar.
Kinan pun langsung keluar sembari menggendong Adam, dia tidak membawa apapun hanya pakaian nya yang menempel dan sebuah dompet yang dia sembunyikan bersama ponsel nya.
Kinan langsung membonceng motor Ririn. Dengan kecepatan kilat Ririn segera melajukan motir nya, bak pembalap profesional.
Sepanjang perjalanan tenteunya Kianan begitu khawatir jika Bimo atau Mama mertua melihat nya, beruntung nya Ririn lewat jalan tikus yang tidak pernah Bimo lalui.
''Masuk lah Kinan.. '' kinan pun masuk kedalam rumah Ririn.
''Astaga, Adam kenapa.. ?'' Ririn baru melihat luka di dahi Adam.
Kinan pun menceritakan jika beberapa hari lalu Bimo mencari ponsel nya sampai melukai Adam, Kinan pun menceritakan semua yang dia alami pada Ririn.
''Sangat keterlalun..'' Ririn begitu geram.
Bukan hanya Ririn, Mama Ririn pun geram dan begitu jengkel.
''Sekarang bagaimana Rin, jika aku di sini takut nya Bimo kemari. Dia kan tahu jika kamu satu-satu nya temanku di sini. '' Kinan cemas.
''Tenang saja Kinan, kita minta bantuan warga jika dia sampai berani melukai kamu di sini. '' Ririm berusaha menenagkan kinan.
Tanpa memberitahu Kinan, Ririn sudah mengabari Doni jika Kinan ada di rumah nya. Ririn mau Doni menjemput nya dan membawa ke tempat yang aman, karena jika di rumah pasti nya
tidak aman.
Suara deru mobil terdengar di luar rumah Ririn, tentu nya jantung Kinan ingin copot mendengar nya. Kinan takut jika Bimo yang datang menjemput nya.
''Assalamualaikum... ''
''Waalaikum sallam. ''
Ternyata Doni yang datang, betapa lega nya hati Kinan. Kaki nya yang lemas begitu saja, seakan mendapatkan energi nya kembali.
''Kinan, kamu... !'' Doni tidak dapat berkata apapun, terakhir Doni melihat nya Kina bersih dan cantik. Kini dia kembali seperti semula yang kucel kumal dan dekil.
''Keterlaluan sekali si Bimo. '' Doni marah.
''Dek, kamu pinjamkan bajumu dan suruh Kinan bersih-bersih, kasian jika aku membawa nya dalam keadaan begini manti dia malu. '' Doni berbisisk pada Ririn..
''Iya Mas. '' Ririn pun menuruti perintah suami nya.
Ririn menyuruh Kinan untuk mandi, dan memberikan pakaian yang layak. Kalau untuk Adam, untung saja ada beberapa stel pakaian nya yang memang sengaja di tinggal untuk ganti dia jika di tinggal Ibu nya bekerja.
Setelah Kinan rapih, dan ada pun sudah ganteng, Doni membawa mereka untuk pergi. Kinan tahu jika itu adalah mobil Maharani, walau tidak enak hati Kinan tidak ada pilihan lain selain masuk ke dalam mobil yang mewah itu.
Doni membawa Kinan ke rumah Maharani, karena rumah itu yang paling aman untuk Kinan. Jika Kinan harus kembali mengontrak takut nya suami nya akan melakukan hal yang sama. Beruntung nya Maharani orang nya bijak dan baik, maka ketika Doni bercerita beliau langsung menyuruh Doni, untuk membawa Kinan ke rumah nya saja.
''Kinan... ''
''Nyonya. '' Kinan bersikap dengan sopan.
''Kamu boleh bekerja di sini, anak mu pun boleh tinggal di sini. Nanti kamu akan di beri pekerjaan baru, agar bisa memantau anak mu. ''
''Terima kasih Nyonya, tolong beri saya waktu semalam saja untuk berfikir, karena saya tidak enak jika Adam merepotkan semua orang yang ada di rumah ini. '' Kinan, tidak mau jika Adam nanti nya rewel atau menjatuhkan barang berharga dan menyusahkan Kinana sendiri.
''Baiklah terserah kamu saja, sekarang beristirahat lah, kamu pasti lah. '' Maharani memang baik, dia begitu tidak tega melihat Kinan yang kurus kering seperti tidak pernah makan.
Kinan pun beristirahat bersama Adam, badan nya memang lelah karena di rumah Bimo selalu kerja rodi.
''Don, mengapa tidak di laporkan ke polisi saja sih suami Kinan itu. Lihat penampilan Kinan dan anak nya, seperti tidak keurus. '' ucap Maharani.
''Memang tidak ke urus Nyonya, itu kan bukan hak saya dan semua keputusan ada di tangan Kinan Nyonya. ''
''Benar juga sih.. '' kata Maharani.
Mama mertua yang baru samali di rumah siang itu, menggedor pintu tapi tidak di bukak oleh Kinan. Ketika dia membuka ternyata tidak terkunci.
''Kinan , Adam, Kinan simana kamu... ?'' teriakan Mama tidak ada yang menyahuti nya. Dia juga mencari Kinan di gudang dan segala ruangan tapi semua kosong.
''Apa Kinan kabur, waktu kutinggal tadi. Aduh, menyusahkan saja. ''
Dengan panik Mama memberitabu Bimo, karena sedang bekerja Bimo tidak bisa langsung pulang. Alhasil Mama bingung sendiri di rumah.
Ketika Bimo sampai dia langsung, mencari Mama nya. Kali ini dia datang sendiri tanpa ada Mela.
''Ma, bagaimana Kinan bisa pergi memang mengawasi nya. '' Bimo heran dengan mama nya.
''Tadi Mama ke pasar sebentar beli Emas Bim, pas pulang Kinan sudah tidak ada Mama tungguin dia tidak datang juga. '' padahal mama Bimo ke pasar lebih dari tiga jam, ngapain lagi kalau tidak belanja.
''Astaga Ma, kan Bimo sudah Bilang tunggu saat Bimo libur nanti Bimo antar, suapaya ada Mela yang jaga rumah. '' Bimo kesal pada Mama nya.
''Sampai kapan Mama nunggu kamu libur, kamu pergi terus dengan Mela. Kalu Mela yang minta saja kamu cepet, giliran Mama tunda-tunda terus. ''
Bimo pusing, pasti setelah kepergian Kinan. Mama nya akan meminta Bimo mencari Kinan lagi, jika tidak pasti Mela yang harus menemani Mama nya di rumah dan membantu membereskan rumah. Mela mana mungkin mau, bersih-bersih rumah, yang ada wanita itu akan marah dan berantem dengan Bimo.
''Cepat kamu cari Kinan Bimo, makanya kamu dan Mela jangan terlalu keras degan nya kan dia jadi takut dan kabur. '' Mama Bimo kalau ngomong suka bener sendiri, dirinya saja suka membuat Kinan kelahan.
☺💪
hempaskan kebathilan!!!
salken Sam....
semangat.....
buat naik darah nih....
waduhhhhhh
awal yg sulittttt.....