NovelToon NovelToon
SURVIVE

SURVIVE

Status: tamat
Genre:Zombie / Romansa / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:56.3k
Nilai: 5
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Konspirasi biologis yang dilakukan oleh dua negera menjadi bumerang untuk seluruh dunia. Menjadikan anak anak muda yang masih bertahan hidup harus mati matian mempertahankan populasi manusia di bumi.

Virus mulai menyebar, perlahan manusia menjadi brutal dan tidak terkendali. Membunuh atau terbunuh, hanya dua itu pilihannya. Disaat mereka berusaha bertahan hidup, banyak cinta yang hadir disana. Hingga dua pilihan yang mereka pilih, bertahan hidup atau cinta.

CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA

MOHON BIJAK SAAT MEMBACANYA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Samuel, Ina, Anita dan Zean perlahan melangkahkan kaki mereka. Keempat orang itu berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sedikit pun saat mereka berempat berpas pasan dengan makhluk makhluk itu, yang hanya terhalangi oleh sebuah mobil yang menjadi tempat persembunyian mereka saat ini.

"Kita akan kesana!"

Samuel menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, Ina dan yang lainnnya menganggukkan kepalanya paham saat mengarahkan pandangan mereka kearah yang ditunjuk oleh Samuel.

"Ayo!"

Samuel bergerak terlebih dahulu, mereka berempat membungkukkan tubuh masing masing agar makhluk makhluk itu tidak menyadari keberadaan keempatnya. Ina dan yang lainnya sudah menyemprotkan banyak parfum milik Samuel ketubuh mereka guna menetralisir bau keringat yang dikeluarkan oleh tubuh mereka.

Makhluk makhluk itu penciuman serta pendengarannya sangat tajam, dia bisa mencium keringat serta bau anyir darah dari jarak lima meter, dan saat ini jarak makhluk makhluk dengan mereka hanya sekitar tiga meteran.

Krraaakkk!

Tubuh keempatnya membeku saat mendengar sesuatu, lebih tepatnya tubuh Zean yang lebih membeku saat dia tidak sengaja menginjak botol air mineral.

"Zen apa yang kau lakukan?"

"I'am sorry, aku tidak sengaja."

Anita menghela nafasnya saat melihat wajah khawatir putranya, wanita paruh baya itu semakin khawatir saat melihat makhluk makhluk itu melangkahkan kaki mereka kemobil yang saat ini tengah menjadi tempat persembunyian mereka berempat.

"Sam!"

Ina mencengkram ujung jaket yang Samuel pakai dari arah belakang, nafasnya semakin tercekat saat tidak ada tanda tanda pergerakan apa pun dari pria yang ada dihadapannya.

"Samuel apa yang...,"

"Lari! kau fikir kita harus apa lagi huh!"

Samuel segera menyeret lengan Inayna, dan Ina secara reflek meraih jaket hangat yang tengah dipakai Mamanya. Begitu pun dengan Anita, wanita itu segera meraih lengan Zean dan berlari memgikuti langkah Ina dan Samuel. Akibat panik, mereka malah masuk kedalam gedung pusat perbelanjaan.

Brraaakkk!

Samuel dan Ina segera menutup rapat pintu berkaca tebal itu, sedangkan Anita dan Zean mencari benda yang bisa menahan pintu itu dari dorongan makhluk makhluk yang tengah berusaha membuka paksa pintu yang tengah ditahan mati matian oleh Ina dan Samuel.

"MAM! ZEN!"

Ina berteriak keras saat sang Mama dan Zean malah terlihat kebingungan, entah apa yang harus mereka ambil untuk mengganjal pintu itu.

"C'mon Mam!"

"Wait wait wait!"

Anita dan Zean terlihat tengah mendorong sebuah sofa besar kearah mereka, dengan sigap Samuel segera membantu Anita dan Zean mendorong sofa besar itu dan membuat Ina mati matian menahan pintu itu sendirian.

"Menyingkir dari sana!"

Ina segera menggulirkan tubuhnya kearah samping saat Samuel mendorong cepat sofa besar itu kearah pintu kaca.

Braakk!

Suara gebrakan pintu kaca itu semakin terdengar kencang, sofa yang menahan pintu itu terlihat bergeser karena makhluk makhluk itu semakin banyak.

"Ayo kita angkat lemari itu!"

"WHAT?! are you crazy Sam?"

Ina menatap tidak percaya pada Samuel, pria itu benar benar melangkah kearah sebuah toko furnitur yang ada digedung itu. Ina menatap ngeri pada lemari besar berlapis kaca yang ada dihadapannya saat ini.

"Kau yakin Sam?"

"Yeah, ayo!"

Mau tidak mau Ina, Anita dan Zean menurut, mereka berempat mengangkat lemari itu dengan segenap tenaga. Ina dan yang lainnya semakin khawatir saat melihat pintu kaca terlihat merenggang, mereka mempercepat langkah agar bisa segera sampai disana.

Braak!

Mereka berempat mendorong keras lemari itu agar bisa bergabung dengan sofa, Ina dan yang lainnya bersandar lemas pada lemari itu. Ina mendekat pada Sang Mama dan Zean saat tidak sengaja dia melihat langsung bagaimana wajah makhluk makhluk yang tengah berusaha untuk masuk kedalam gedung ini.

"Ayo kita naik kelantai atas! semoga didalam sini tidak ada salah satu dari mereka."

SEMOGA KALIAN SUKA, THANK'S

1
Mega Arum
baru nemu... semoga seruuu
Fina Fitriani
deg deg an... mana bacanya tengah malem LG... tp seru,,ada kelanjutannya LG gak Thor ceritanya biar makin seru... dan makin greget gtu endingnya..... pokoknya suka sama ceritanya
Hariyati
Emosi liat ina . Sebenarnya dia itu bodoh apa ceroboh sih /Panic/
Hariyati
kenapa gak pergi naik sekitbot? , pergi lewat jalur laut
Ela Faisah
Ceritanya seru dan menegangkan, walaupun singkat
Amanda Saraazillah A
cerita nya bagus, tapi ntah kenapa ceweknya kek ceroboh
💐Lusi81
hadir
Ni Ketut Patmiari
tak sadar tahan nafas dari awal baca sampe akhir...🥴
Ni Ketut Patmiari
novel nya bagus, kok yg like dikit sih
Ni Ketut Patmiari
Ina cerewet banget deh... sebel 🤨
Hariyati: banyak bacot
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
situasi kek gini gak perlu banyak nanya Ina... bkin emosi aja...
Rahma Hayati
🤧😍
Rahma Hayati
😍
Rahma Hayati
Lliiaa Ginja
Hadir thor
@@Ayyaa@@
tegang nya sedikit z.. ya thor.
@@Ayyaa@@
kalo di sini sekarang, beras lagi naik inayna...
@@Ayyaa@@
sama²... thor
@@Ayyaa@@
ya... thor.

saya mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!