NovelToon NovelToon
PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Ketos / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 5
Nama Author: CACING ALASKA

Ares Wyman Sanzio terkenal dengan sebutan Panglima Perang. Pemuda yang suka membolos tersebut kemungkinan tidak lulus sekolah dan harus tetap berada di kelas XII karena rata-rata kehadirannya di sekolah hanya 1%.

Natania Prasasti adalah gadis pintar yang kaku, merupakan ketua OSIS di mana Ares sekolah. Sangat menyukai kesempurnaan sehingga tidak ingin angkatan di sekolahnya ternoda karena satu orang yang tidak lulus di sekolah.

Maka itu ia memiliki misi untuk membuat Ares kembali ke sekolah dan menjadikan angkatannya mencapai kelulusan 100%.

Apapun akan gadis berkacamata itu lakukan, bahkan ia rela masuk ke dalam pertempuran sesama antar pelajar demi mencapai tujuannya.

Kedekatan di antara keduanya terus terjalin. Hingga pada akhirnya mereka berdua tidak bisa menyangkal tentang perasaan mereka masing-masing.

Lalu apakah akhirnya mereka berdua mengakui perasaan mereka?
Dan apakah Ares akan lulus dari sekolah?
Yuk dibaca dengan seksama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACING ALASKA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

017. SEBUAH TANTANGAN

"Sebaiknya kau pulang, aku akan ke rumahmu sehabis ini." Seru Tania.

"Bagaimana kalau kita belajar di sini saja?" Jawab Ares dengan mengedipkan matanya beberapa kali. "Kau tinggal di ruangan itu kan? Ayo kita belajar di sana." Ares melangkah ke arah di mana Tania tinggal.

"Pulanglah, kita akan belajar di rumahmu." Seru Tania dingin menghentikan langkah Ares.

"Kenapa? Bahkan kau pernah menungguku di kamarku. Kau masuk kamarku, kenapa sepertinya aku tidak boleh ke kamarmu?" Tanya Ares dengan niat menggoda.

Kayden terlihat tidak menyukai saat mendengar apa yang dikatakan Ares barusan. Pria itu mendengus dengan mengalihkan tatapannya sesaat lalu kembali melihat pada pemuda yang merupakan muridnya itu.

"Kalian belajar di dalam saja. Aku akan mengawasi kalian berdua saat belajar." Seru Kayden.

Tania berpikir sesaat dan sepertinya itu adalah ide yang bagus. Bagaimanapun Kayden adalah wali kelas mereka sehingga memang seharusnya pria itu mengawasi mereka berdua belajar. Bahkan seharusnya dia turut serta dalam membantu murid nakal belajar seperti Ares.

"Baiklah, aku akan ke sana setelah berganti pakaian." Ujar Tania setelahnya melangkah menuju tempat tinggalnya.

"Kau mau kemana?" Tanya Kayden saat melihat Ares ikut melangkah mengikuti Tania.

"Aku akan menunggunya di sana." Jawab Ares menghentikan langkah dan menoleh pada Kayden.

"Kau tidak dengar, dia akan mengganti pakaiannya?" Ujar Kayden heran.

"Dia pernah berkata padaku kalau dia akan melakukan apapun untuk membuatku kembali ke sekolah, sekedar ciuman ataupun hal lainnya—"

"Jangan banyak bicara, masuklah!" Seru Kayden memotong perkataan Ares sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.

Ares menyunggingkan senyumnya karena dengan sengaja pemuda itu memanas-manasi pria yang dia tebak menyukai Tania.

Sambil bersiul Ares masuk ke dalam rumah Kayden dan mengikuti gurunya itu menuju dapur di mana ada meja makan di sana.

"Duduklah di sana dulu. Aku juga akan ganti pakaian dulu." Ucap Kayden menyuruh Ares untuk duduk di meja makan menunggunya.

Ares duduk di meja makan saat Kayden naik ke lantai dua untuk mengganti pakaian di kamarnya. Pemuda itu meletakan tasnya sambil memutar matanya mengelilingi rumah tersebut.

Merasa kurang puas, pemuda itu beranjak dari duduknya dan berkeliling ke rumah tersebut. Di lihatnya sebuah foto keluarga yang terpampang di dinding rumah. Foto Kayden bersama kedua orang tua pria itu.

Ayah Kayden merupakan seorang pilot yang sering berpergian keluar negeri sehingga sangat jarang berada di rumah.

Mata Ares mengarah pada sebuah figura kecil yang ada di atas bupet di bawah foto keluarga. Sebuah foto Kayden bersama dengan seorang pria yang merupakan sahabatnya.

"Sedang apa kau di situ?"

Suara Kayden sedikit mengejutkan Ares sehingga pemuda itu menoleh ke arahnya yang menuruni tangga.

"Ternyata benar kalau kau dan Symphony bersahabat." Ujar Ares melihat sepupunya bersama dengan Kayden berada di dalam foto itu.

Di mana foto tersebut merupakan gambar di saat Symphony mengalungkan sebuah medali sehabis sepupunya itu memenangkan sebuah ajang balap motor internasional. Kayden berdiri di sampingnya. Ya, sepupu Ares adalah seorang pembalap profesional muda yang karirnya sedang bersinar.

"Saat berada di rumah seseorang sebaiknya kau tetap diam dan tidak berkeliling." Seru Kayden sedikit kesal pada sikap Ares.

Kayden langsung berjalan ke arah dapur untuk bersiap memasak makan malam. Ares mengikutinya.

"Jadi kau satu angkatan dengan The Three Musical?" Tanya Ares seraya kembali duduk di kursi di mana tadi dirinya duduk.

The Three Musical adalah sepupu kembar pemuda itu yang terkenal di sekolah mereka dulu. Rhapsody, Harmony dan Symphony. Tidak ada yang tidak mengenal mereka, seperti tidak ada yang tidak mengenal The Three Musketeers, yang salah satunya adalah ayahnya.

"Aku dengar kalau sahabat Symp adalah seorang pembalap juga saat mereka sekolah. Tapi entah karena apa dia sudah berhenti balap liar setelah lulus sekolah. Bahkan tak ada yang tahu apa yang dilakukannya sekarang. Apa itu kau, Pak Guru?" Tatap Ares penuh selidik.

Kayden menghela napas dan berhenti dari kegiatannya yang sedang memotong sayuran, lalu berbalik melihat ke arah Ares yang memandangnya.

"Ya, itu aku. Itu sudah masa lalu. Aku rasa hampir pria akan melakukan banyak hal saat seusia denganmu. Kau pun begitu kan?" Ujar Kayden.

"Kalau begitu, apa itu berarti kau sudah tidak melakukannya? Maksudku, kau sudah tidak balapan lagi?" Tanya Ares lagi.

"Sudah aku bilang, itu masa lalu. Aku seorang guru jadi tidak ada waktu melakukannya lagi." Jawab Kayden yang berdiri di jarak tiga meter dari Ares, di dekat meja dapur.

"Kenapa kau tidak menjadi pembalap seperti Symp? Aku dengar, kemampuanmu dulu setara dengannya." Seru Ares. "Apa ada alasan khusus yang menghentikanmu melakukannya?"

"Tidak ada. Aku hanya melakukannya untuk mengisi waktu luangku dulu. Aku sama sekali tidak berniat menjadi seorang pembalap." Kayden berbalik dan kembali melakukan kegiatannya yang sempat tertunda.

"Kalau begitu apa kau mau melakukan balapan denganku?" Tatap Ares dengan serius meski hanya punggung Kayden yang ditatapnya.

Kayden kembali mendengus kesal sambil berbalik pada Ares lagi. Terlihat emosi pria itu tersulut namun tertahan.

"Sudah aku katakan, itu semua masa lalu. Aku tidak akan melakukannya lagi, apalagi bertanding dengan muridku sendiri. Apa kau mengerti?" Seru Kayden kesal.

"The Bloody Rose... Apakah itu kau?" Tanya Ares menatap mata Kayden dengan penuh selidik.

Kayden tidak langsung menjawab. Keadaan sempat hening karena pria itu masih memikirkan apa yang akan dirinya jawab.

"Apa yang kalian bicarakan?"

Suara Tania memecahkan kesunyian. Kedua orang yang sedang saling menatap mengalihkan pandangannya pada gadis itu.

"Tidak ada." Jawab Kayden. "Kalian bisa belajar selagi aku membuat makan malam." Kayden melanjutkan membuat makan malam.

Dengan membawa tas sekolahnya, Tania duduk di kursi di samping Ares. Gadis itu langsung mengeluarkan buku-buku miliknya dan membukanya.

"Apa kau sudah membaca catatan yang aku pinjamkan? Besok itu ada test Biologi, kalau kau sudah benar-benar membacanya pasti tidak akan sulit saat mengerjakan soalnya." Ujar Tania dengan nada suara datar seperti biasanya.

"Ba—bagaimana aku bisa membaca tulisan seperti itu? Tulisanmu sangat kecil dan saling menyambung. Aku rasa membacanya dengan mikroskop pun tidak akan bisa." Keluh Ares sambil mengeluarkan buku catatan milik Tania dan menunjukkan tulisan gadis itu. "Tidak ada satupun manusia biasa yang bisa membaca tulisanmu ini."

Mendengarnya Tania merebut buku miliknya sambil menahan emosinya agar tidak terpancing dan marah.

"Pak, guru apa kau bisa membaca tulisannya? Kalau kau bisa, pasti kau manusia super." Oceh Ares pada Kayden.

"Kau benar, semua guru mengeluhkan hal yang sama mengenai tulisannya, karena itu mereka memintanya selalu menulis huruf kapital saat sedang mengerjakan ujian essay." Jawab Kayden sesekali menoleh pada Ares. "Untung saja aku mengajar matematika, jadi aku tidak perlu memintanya."

Mendengarnya Ares tertawa kecil sedangkan Tania menjadi semakin kesal karena dirinya dicerca seperti itu oleh kedua pria di tempat tersebut.

"Bukankah kalian berdua sama saja? Di dunia ini semua pria tulisannya satu pun tidak ada yang bisa dibaca. Itu juga kan yang membuatmu menjadi guru matematika, Kay?" Tania tidak mau kalah untuk membela dirinya.

Kayden tidak menjawab karena perkataan Tania tidak sepenuhnya salah. Pria itu memilih untuk kembali mempersiapkan bahan-bahan dalam membuat mie goreng seafood kesukaan gadis itu.

"Dan kau, itu juga alasanmu kenapa kau tidak mencatat pelajaran kan?" Tania menoleh pada Ares.

Ares mendengus menanggapinya. Untuknya apa yang dikatakan Tania adalah kesalahan.

"Aku hanya malas mencatat, dan lagi aku tidak pernah masuk sekolah jadi bagaimana aku mencatat pelajarannya?" Jawab Ares dengan menyunggingkan bibirnya.

"Baiklah, kalau begitu kau harus membuktikannya. Aku ingin lihat seberapa bagus tulisanmu." Seru Tania, tatapannya semakin dingin dengan siratan rasa kesal.

"Oke, tidak masalah. Aku akan memperlihatkan tulisanku padamu. Jika tulisanku bagus, maka kau harus melakukan apa yang aku minta. Kau berani?" Tantang Ares.

"Baiklah, aku yakin kalau kau hanya membual. Syaratnya kau harus menulis cepat. Bagaimana?" Tania tidak mau kalah. "Hal yang sama juga berlaku kalau kau terbukti hanya membual."

Ares tersenyum mendengarnya, lalu kembali melihat pada Kayden yang sudah melihat kearah mereka berdua.

"Pak guru, kau menjadi jurinya. Kau yang akan menilai tulisanku."

"Ya, aku rasa tidak masalah." Jawab Kayden menjawab Ares.

"Yosh, kau bisa membaca catatan yang kau tulis itu. Bacalah dengan cepat, aku akan mencatatnya dengan cepat juga." Ucap Ares sambil melakukan peregangan pada tangannya.

Tania hanya mendengus mendengar dan melihat tingkah Ares.

"Aku akan meminta sesuatu hal diluar dugaanmu saat aku menang nanti." Seru Ares dengan penuh keyakinan.

...–NATZSIMO–...

1
𝒐𝒇𝒇
🤣🤣🤣
𝒐𝒇𝒇
bu guru😭😭
𝒐𝒇𝒇
karen? karen yg itu?
Mommy Jeth
Luar biasa

bikin ngakak bacanya 😂😂
jadi pengen terus baca
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
mulut nya Dyara kasih cabe aja thor... itu yang datang sapa ya Tyaga ato Ares kah
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
hubungan apa.. hubungan gak jelas woeee Ares.. kalian aja belom pacaran😅😅 kocak si Ares
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
nah ketauan kan kau Dyara kalo uda bohongg
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
hayo Ares mau ngomong apa sama Dyara.. lanjut bacs🏃🏃🏃
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
😅😅😅😅 Tyaga dan Kayden... woeeee buatin cerita mereka
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Ares ayo apa kau bisa rayu Tania supaya batal pergi🤔🤔
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
kasian deh Ares.. makanya jangan bodohhh dan buat Tania pusing😅😅
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Ares kah itu😅😅😅 gak jadi pergi ini batal deh
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
tepat sasaran perkataan Tyaga tuh... buruan Ares berubah sblm kau di bilang bodohhh lagi
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Tyaga pupus sudah harapan kau bersama Tania.. sabar ya
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Ares bodoh karakter nya di buat bodoh😅😅.. Tyaga tegas dan Kayden idola ku😅😅
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Ares lagi buat masalah dan Tania turun tangan.. masalah tambah runyammm
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
kayak pencuri aja malam datang tiba2 di saat Tania tidur😅😅
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
nah sakit apa Tania.. bikin deg2an aja baca nya
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
nah sapa yang cepat menggendong Tania... Tyaga apa Ares😅😅😅
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Laen di mulut laen di hati kau Ares... 😩😩😩 mau liat Kayden dan Hanny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!