NovelToon NovelToon
Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Tahta Untuk Pangeran Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Shira Sirius

Rima tanpa sengaja masuk ke dalam novel yang pernah ia baca sebagai seorang putri Baron yang hampir bangkrut bernama Louisse de Roman. Ayahnya Baron Benyamin de Roman yang merupakan bangsawan kelas rendah, demi menghindari kebangkrutan rela menjual putri satu-satunya kepada Ratu Eliador, Media Rose de Eliador untuk dinikahkan dengan Pangeran Pertama yang terlahir dari Permaisuri keturunan rakyat jelata. Ratu Media yang tak ingin Pangeran Pertama menikah dengan gadis bangsawan kelas atas dan mendapat dukungan suksesi sengaja menikahkan Pangeran Pertama Leonard Francis de Eliador dengan Louisse de Roman dan berharap Louisse dapat membantunya untuk mengendalikan Pangeran Leonard karena Ratu berharap tahta selanjutnya akan diduduki oleh putra kandungnya Oscar Brilliand de Eliador. Namun Louisse yang bodoh justru terbunuh ditangan Pangeran Leonard suaminya sendiri. Rima yang kini menjadi Louisse tidak ingin mati konyol dan berusaha merubah jalan ceritanya. Mampukah semua itu dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shira Sirius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 17 Aku dan Vianty

Hari demi hari terus berlalu hingga tak terasa ini sudah dipertengahan musim gugur, padahal aku merasa baru kemarin aku menikmati indahnya bunga Violetta di musim panas. Ya, akhirnya aku tahu apa nama bunga yang tumbuh dari pohon besar pemberian Leonard. Dan kini musim panenpun sudah berlalu. Lalu untuk menyambut datangnya musim dingin, orang-orang akan memanen semua kentang, lobak, labu, apel, anggur serta buah-buahan yang mampu disimpan dalam jangka waktu lama selama musim dingin sebagai persediaan bahan makanan dan untuk sayuran akan dipanen di akhir musim panan agar tidak cepat membusuk. Sedangkan di Kekaisaran akan digelar lomba berburu setiap tahunnya untuk menyambut musim dingin.

Dan saat ini aku sedang menghadiri perlombaan tersebut. Entah mengapa aku ikut datang kesini. Yah... Bagaimanapun aku ini anggota keluarga Kekaisaran, tentu saja aku harus datang walau hanya untuk menyetor muka, walau tidak tahu untuk siapa aku akan memberi dukungan karena Leonard tidak ada di sini untuk mengikutinya.

"Oh Tuan Putri, ternyata anda datang juga."

Ahh... Suara ini, haruskah aku menengok ke belakang? Kenapa diantara banyak orang harus suara orang ini yang harus menyapaku lebih dulu? Vianty Zacard.

"Lady Zacard..."

"Lama tidak bertemu, bagaimana kabar anda Yang Mulia Putri?"

Dia menanyakan kabarku tentu saja hanya untuk basa-basi. Tapi tidak bisa aku pungkiri dia tetap terlihat anggun dengan nada sombongnya.

"Tentu saja aku baik-baik saja karena tidak ada yang perlu aku khawatirkan." Jawabku setenang mungkin sambil tersenyum.

"Ah benar juga, suami anda Pangeran Pertama kan selalu mendapatkan kemenangan disetiap pertempuran, pasti anda merasa sangat bahagia, hahaa..."

Lagi-lagi dia bicara sambil tertawa seolah sedang menyindir diriku. Memangnya aku tidak tahu itu?

Semua orang pasti berpikir jika kehidupanku di istana ini sebagai kaki tangan Ratu akan segera tersingkirkan karena Leonard selalu memenangkan peperangannya. Pada mereka tidak tahu saja jika tujuanku yang sebenarnya adalah segera keluar dari istana itu dengan membawa uang jaminan secara damai dan hidup damai bahagia di sebuah wilayah kecil yang indah dimana aku bisa berkebun dan membuka toko kecil.

"Hohoho... Tentu saja saya sangat bahagia, saya hanya tinggal menunggu suami saya untuk kembali." Balasku yang pura-pura naif juga.

"Haha... Tuan Putri tidak perlu khawatir Yang Mulia Pangeran pasti kembali." Timpalnya dengan tawa yang sama. Tapi dari yang aku lihat tanpa aku sadari ternyata Vianty datang kesini menggunakan pakaian seperti hendak berkuda. Apa mungkin dia ikut berburu juga?

"Sepertinya anda juga akan berpartisipasi dalam lomba berburi juga." Tebakku begitu saja.

"Iya benar, saya sangat suka aktivitas yang berkaitan dengan fisik. Saya dengar Yang Mulia Putri juga sangat gemar berkuda, kenapa anda tidak ikut berpartisipasi juga dalam perburuan?" Tanya Vianty padaku.

"Aku memang suka berkuda tapi aku sama sekali tidak suka berburu. Aku tidak suka membunuh hewan yang berbulu cantik seperti itu. Kelinci, Rusa bahkan Rubah pun adalah hewan cantik yang imut tahu! Kasihan jika harus dibunuh!" Ocehku menggebu-gebu tanpa sadar.

"Ah ya... Begitu rupanya..." Sahut Vianty dengan ekspresi malas untuk menanggapi.

Lalu tiba-tiba seorang pria datang menghampiri kami. Ah buka kami, menghampiri Vianty lebih tepatnya karena pria itu hanya menyapa Vianty dan tidak menyapa padahal sudah jelas aku ini seorang Putri Kerajaan yang juga berada di sana bersama Vianty. Meskipun itu tidak sopan tapi aku akan membiarkannya untuk kali ini saja.

"Seperti biasanya, hari ini anda terlihat sangat memukau dan cantik Lady Zacard." Sapa lelaki itu pada Vianty dengan memujinya dan tersenyum mendamba.

"Aku tahu itu, karena aku sudah sering mendengarnya." Sahut Vianty.

Waahh... Perempuan ini selalu tahu apa yang harus dia katakan sampai-sampai membuat lelaki di depannya gugup seperti itu.

"Sa, saya akan mempersembahkan bulu Rubah tercantik untuk anda hari ini Lady Zacard." Ucap lelaki itu dengan gugup sampai berkeringat begitu.

"Anda mau menerimanya bukan?"

Pertanyaan macam apa itu? Dia bertanya tapi juga mengharapkan agar Vianty mau menerima hasil buruannya. Aku jadi penasaran apa jawaban Vianty untuknya.

"Huhh... Tapi bagaimana ya? Hari ini aku juga berniat untuk menangkap sendiri Rubah yang cantik itu. Mungkin nanti kita akan menjadi saingan, kalau begitu sampai bertemu lagi di perlombaan tuan muda Robert." Sahut Vianty sambil memasang wajah menyesal namun jika lelaki itu tidak bodoh pasti dia tahu jika itu adalah kata-kata penolakan untuknya. Dan untungnya lelaki itu langsung pergi setelah Vianty mengusirnya dengan sopan. Tapi kenapa Vianty memanggilnya Robert? Dia itu kan...

"Lady Zacard, sepertinya anda salah menyebutkan namanya, lelaki itu bukan Robert tapi..."

"Lorenzo Kail. Saya juga tahu itu." Sahut Vianty sebelum aku meneruskan ucapanku, dan ternyata dia memang sengaja salah menyebutkan nama lelaki itu.

"Huhh!! Lelaki itu membuatku kesal saja! Sangat menyebalkan! Kenapa dia harus datang dan bebicara seperti itu pada saya?! Sungguh tidak tahu malu padahal dia sudah bertunangan." Gerutu Vianty dengan sangat kesal.

"Apa?!! Dia sudah bertungan?!!" Akupun terkejut, lelaki yang baru saja berusaha menggoda Vianty itu adalah tunangan wanita lain. Benar-benar tidak tahu diri!! Aku yang melihatnya tanpa sadar ikut geram juga.

"Diumur segitu mana mungkin dia tidak punya tunangan? Seharusnya dia lebih tahu diri dan bersikap baik kepada tungannya sendiri." Sahut Vianty dengan ekspresi yang masih kesal.

"Aha! Saya baru ingat! Tunangan orang itu adalah Olivia Brain kan?" Tanyaku memastikan setelah mengingat siapa wanita sial yang bertungan dengan bajingan itu.

"Iya, benar... Ternyata Tuan Putri mengingatnya juga. Lady Brain pasti sedang sial karena mendapat lelaki bajingan seperti dia." Ujar Vianty yang ternyata memiliki pemikiran yang sama denganku.

"Iya saya setuju, saya jadi kasihan dengan Lady Brain karena mendapat lelaki busuk seperti itu." Sahutku menimpali dengan emosi yang sama.

"Jika seperti itu terus Lady Brain pasti akan meninggalkannya." Ujar Vianty.

"Ah orang tidak tahu malu seperti itu mana mungkin akan sadar meski sudah ditinggalkan oleh tunangannya... Padahal keluarga Brain itu adalah keluarga yang cukup baik lho..." Kataku menimpali.

"Benar sekali!! Orang seperti itu mana mungkin akan sadar meski dia memohon ampun sambil berlutut di hadapan tunangannya, saya yakin dia akan mengulangi kesalahan yang sama lagi." Sahut Vianty yang tanpa sadar dia terus saja menimpali apa yang kami bicarakan. Ahh... Aku juga kenapa tiba-tiba merasa kalau kami ini teman yang cocok? Dan itu memalukan saat kami berdua tersadar.

"Erhmm... Sepertinya lombanya akan segera dimulai." Ujarku begitu setelah mendengar suara gaduh orang-orang untuk mengalihkan kecanggungan kami yang datang tiba-tiba.

"Ahh, kalu begitu saja juga harus bersiap-siap. Permisi Yang Mulia..." Uncap Vianty mengundurkan diri dari hadapanku.

"Silahkan..." Sahutku.

Ahh... Aku baru sadar jika sudah lama aku tidak mengobrol sepanjang dan seseru ini. Andaikan diantara kamu bukan pada posisi pemeran protagonis dan antagonis, bisakah aku dan Vianty menjadi teman baik?

Bersambung...

1
Shira Sirius
Cukup menarik untuk dibaca
yanti
ok
Ummu NKA
kasihan banyak kesalah pahaman.🥲 semoga segera saling mengungkapkan rasa ya. biar gak tegang terus ini baca nya, berasa teraduk" ini thor😌😅semangat ☺
Ummu NKA
semoga segera saling mengungkapkan rasa cinta ya.. biar makin gemess bacanya ☺ semangat 🥰
Irmha febyollah
lanjut lagi donk kk
Ummu NKA
yukkk double Upp kakak.. lagi seru ini🥰
Irmha febyollah
lanjut kk
Irmha febyollah
lanjut lagi donk kk
Ummu NKA
kurang bacanya.. 😍jangan lama" Up nya ya☺Semangat Author.. karyamu keren😘
Irmha febyollah
kok belum up kk
Ummu NKA
Keren cerita nya. cuma Up nya lamaaaa😁 tetap setia menunggu cerita mu kak. semangat!!
Shira Sirius: Makasih... terharu...
total 1 replies
IndraAsya
,👣👣👣 jejak 💪💪💪😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!