Dalam dunia kegelapan hanya ada dua kata Blood and Ambition...darah dan ambisi
Kesalahan dimasa lalu termakan memori bernama amnesia. Melepas permata hanya untuk sebuah rasa dusta yang tersemat.
Daniel Maverick penguasa kelam sebagai ketua pemimpin jaringan mafia Amerika- Asia terbesar jatuh pada pesona wanita yang pernah ditorehnya luka. Dia lupa, tapi tidak dengan sang wanita, Anna Madison
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Tatapan tajam terhunus hingga terasa mengiris kulit yang kini memucat. Semua yang berada dalam ruangan itu terdiam tidak berani untuk menyuarakan pendapat atau bahkan untuk bergerak. Suasana hati sang ketua sedang tidak baik, jikalau sedikit saja kesalahan diperbuat, mereka yakin. Mereka akan berakhir sebagai seonggok daging makanan anjing
Daniel menatap lurus kedepan bahkan tanpa berkedip. Sedang anak buahnya yang berdiri teratur memenuhi ruangan pertemuan rahasia mereka, termasuk didalamnya Barbara levin, si specialis menipu dan Connor yun, mata-mata bermata sipit. Daniel memanggil mereka semua tiba-tiba untuk berkumpul dan disinilah mereka sekarang, menatap pada sang ketua yang hanya duduk diam dalam lamunan
Tubuh Daniel memang berada didalam ruangan itu tapi pikirannya masih tertinggal di apartemen Anna, memikirkan berbagai alasan bodoh yang gadis itu utarakan untuk menolaknya. Daniel pergi meninggalkan kediaman Anna setelah gadis itu memohon padanya untuk segera pergi. Dia memang brengsek, tapi Daniel tidak pernah ingin memaksakan kehendak pada gadis yang diinginkannya itu
" Ok bos. Jadi, apa tujuan kita berkumpul disini sekarang?" kalimat tanya Bara memecahkan keheningan yang melingkupi. Barbara memang tidak pernah peduli jika nyawanya melayang karena tingkahnya. Daniel dengan segera mengalihkan tatapan pada sang teman yang memang cukup sulit diaturnya. Barbara dan connor adalah dua teman yang diingatnya semasa remaja dulu, karena memang hanya mereka berdua teman dekat Daniel saat itu hingga saat ini. Mereka bagai satu geng dalam kumpulan.
Meraih tahta sebagai penguasa jaringan mafia terbesar Asia- Amerika. Daniel langsung merekrut keduanya sebagai dua tangan penghubungnya. Dua pria yang dikenal nakal semasa sekolah dulu dan tidak pernah mau menurut tapi handal di hampir semua aspek fisik, terutama bidang olahraga dan seni beladiri
" Kamu masih berani bertanya?" jawaban Daniel semakin membuat muram wajah-wajah dalam ruangan. Mereka jelas tidak ingin kata-kata Bara akan memprovokasi sang ketua, dimana puncaknya senjata api yang bertengger indah di pinggang sang penguasa akan mengeluarkan bunyi murkanya dalam letupan
" Apa penanggulangan yang telah kalian apresiasikan dalam hancurnya sayap kita di utara. Apakah kalian sudah menangkap bajingan tua sialan itu?" percayalah itu adalah kalimat terpanjang yang pernah dituturkan oleh sang ketua. Daniel sebenarnya tidaklah kesal akan masalah Furibuya melainkan satu nama wanita yang memenuhi pikiran. Dia hanya mencoba menjadikan masalah itu sebagai tempat pelampiasannya dimana dia menyalahkan para anak buahnya.
Semua yang berjiwa disana terdiam sembari menunduk mendengar satu-satunya suara yang menggelegar
" Kami juga sedang dalam proses menangkapnya, tapi jaringan yang kita hadapi sekarang adalah Yakuza, mereka terlalu sulit untuk ditembus" bukan Barbara melainkan Connor yang kini bersuara. Pria specialis spy ini dapat dengan mudah mengetahui perilaku Daniel yang tiba-tiba. Dia pernah berada dalam situasi itu ketika dulu bertengkar dengan Cindy, awut-awutan hingga menyalahkan segala sesuatu yang ditemuinya
" Apakah sesulit itu buat kalian! Sejak kapan kalian jadi tidak berguna seperti sekarang?" ujaran Daniel lagi-lagi menyentakkan para penghuni dalam ruangan yang dominan dengan kegelapan. Shine bahkan sudah melafadkan berbagai doa dari agama yang berbeda. Berharap selamat dari semburan kemarahan sang ketua. Dia akan sangat bersyukur jika Daniel tidak melihatnya sekarang, karena jika sampai itu terjadi, Shine tidak yakin akan lepas dari dua tempat setelahnya. Rumah sakit atau kuburan pilihannya
🍀🍀🍀
Setelah puas memarahi para anak buahnya dalam dunia kegelapan, kini Daniel kembali melampiaskan kekesalan tidak berdasarnya pada seluruh karyawan perusahaannya. Semua kena imbasnya tak terkecuali orang yang tidak bersalah sekalipun. Sedikit kesalahan auto pecat dan jadi gelandangan
" Sial! Wanita itu benar-benar membuatku hilang akal" gerutunya dalam kesendirian didalam ruang kerjanya. Daniel mendongakkan wajahnya lalu memijit keningnya yang mendadak berdenyut. Penolakan Anna benar-benar berdampak besar pada emosinya, apalagi saat Daniel teringat pada apa yang dikatakan Anna, kalau gadis itu akan pergi makan malam dengan Nicki malam ini. Tangan Daniel mengepal dalam kekesalan. Ada rasa tidak rela jika mengingat gadis itu berhubungan dengan pria lain
" Kau hanya milikku, Anna madison" gumam Daniel pelan penuh dengan obsesi didalamnya
Dilain tempat, Anna menatap pantulan dirinya di cermin yang kini dibaluti dress berwarna toska berpadu dengan tatanan rambut yang sederhana. Kata-katanya pada Daniel bukanlah omong kosong belaka. Dirinya benar-benar mempunyai janji makan malam dengan Nicki.
Tanda merah dilehernya tampak begitu mencolok hingga membuat Anna harus menghembuskan nafasnya berkali-kali. Daniel memang tidak melewatkan apapun dari tubuhnya. Pria itu menciptakan banyak tanda kepemilikan diseluruh kulitnya. Anna harus memoles kulit lehernya itu dua kali lebih tebal dengan foundation agar tidak lagi terlihat cetakan tandanya
" Aku memang masih mencintaimu tapi luka pengkhianatanmu masihlah belum kering. Kuharap kata cinta yang ku dengar darimu itu memanglah tulus kau ucapkan" lirih Anna pada bayangannya yang pikirannya tertuju pada sosok Daniel
Gadis itu melangkahkan kakinya ke tempat dimana janji temu di tentukan. Sebuah restoran bintang lima yang begitu mewah dan elegan menjadi pilihan Nicki dalam mengajaknya. Nicki tidaklah buruk sebagai seorang pria. Dia bahkan terlalu baik untuk dipertimbangkan, tapi lagi-lagi Anna tidak mau menipu perasaan yang akhirnya membuat pria baik itu terluka
Andai dulu Nicki duluan mengatakan cinta padanya sebelum Anna mengenal Daniel, gadis itu yakin seratus persen akan menerimanya dengan begitu terbuka. Tapi, lagi-lagi takdir menjadi pengisah cerita. Tidak ada yang dapat dilakukan ketika perasaan menjadi penentu
" Hai Nick, sudah lama menunggu?" sapa Anna pada Nicki yang terus menerus melihat pergelangannya dimana benda bernama arloji tersemat
" Hei, Anna. Kau sudah tiba" senyuman diwajah tampan itu merekah. Anna dapat melihat ketulusan dari Nicki untuknya
" Maaf, aku sedikit terlambat"
" Tidak! Kamu tepat waktu kok. Aku saja yang datangnya terlalu awal" akui Nick yang mempersilahkan Anna untuk duduk.
" Biar aku pesankan makanannya"
" Ya, silahkan" ujar Anna dengan senyum menghargai tersemat di wajah. Nicki dengan telaten memilih makanan kesukaan Anna. Mengikuti sosok Anna selama bertahun-tahun membuat Nicki tahu hampir semuanya apa yang disukai dan dibenci oleh Anna. Semangatnya belum runtuh untuk mendapatkan hati Anna
" Jadi, bisa jelaskan padaku. Apa saja yang terjadi antara dirimu dengan Daniel setelah kepergianku! Apa saja yang kalian bahas?" Nicki langsung bertanya setelah memberikan daftar pesanannya pada pelayan. Anna menatap wajah pria yang dianggapnya sahabat itu
" Tidak ada hal penting yang kami bahas"
" Lalu, apakah dia mengatakan sesuatu?" Nicki kembali bertanya. Pria itu merasakan perasaannya jadi tidak enak setelah meninggalkan Anna dengan Daniel sore itu
" Dia hanya bergumam kata-kata bodoh bernama cinta. Dia terus mengatakan jatuh cinta padaku" ujar Anna santai. Sedang Nicki sudah membulatkan matanya. Dia tidak percaya Daniel kembali mengatakan cinta pada Anna setelah lama pengkhianatan terjadi
" Lalu apa jawabanmu?" rasa penasaran akan jawaban Anna membuat degup jantung Nicki menggila. Pria itu takut dia tidak lagi memiliki harapan karena Nicki jelas tahu Anna masihlah mencintai Daniel. Terlihat dari dirinya yang terus-terusan di tolak setelah bertahun-tahun berlalu
" Aku tentu saja tidak lagi percaya pada omong kosong" jawab Anna yang membuat Nicki menghembuskan nafasnya lega
" Tapi itu bukanlah omong kosong. Aku serius mencintaimu, ANNA MADISON!!" bukan Nicki. Tapi suara sang pria perambah luka yang menguar. Daniel mengucap lantang kalimat itu dibalik tubuh Anna yang membuat gadis itu beserta Nicki terkejut
.
.
.
Kritik dan saran diharapkan🙏🙏
semangat kakkkkk💪😍😘🤗
lagi tegang² nya eh aku malah ngakak pas di haik! 😭😭ya ampunn kakkk☺
btw lanjut kakk jgn lama² oke👍😚
semangatttttt😘🤗💪
nexttt kakkk
semangat kak kuu😘💪😌😚
lnjut thor jgn kelamaan ya
semngatttt😘🤗💪😘