Rumania negara eropa timur yang di selimuti banyak legenda dan mitos menarik. Mitos yang paling terkenal di semenanjung balkan adalah tentang mahluk penghisap darah legendaris Strigoi, Vampir dan Dracula.
Lumina bergetar hebat melihat temannya merintih kesakitan saat mahluk bermata hitam dengan tatapan tajam menghisap darah di lehernya dengan rakus.
• Sir Louis Alexander Abraham :
"Akan kupastikan kau akan mendesah hebat di bawah kungkungan ku."
• Lumina Cathleen :
"Demi tuhan aku tak kan pernah sudi menjadi budak iblis sepertimu."
Cerita pertamaku, pliss kritik dan sarannya yahh 🙏
Jika berkenan, kasi rating sebagai penyemangat ku 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitta pinnochio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Touching
Malam hari di corvin castle angin berhembus begitu dingin , suhu udara turun menandakan akan segera berganti musim . Louis beranjak dr lamunan nya dan melihat keadaan gadis itu . di dalam geruji besi ia melihat lumina yg tengah memeluk diri nya sendiri , ia sangat yakin kalau gadis itu tengah kedinginan .
" kau sangat keras kepala ! "
Lumina segera menoleh saat mendengar seseorang berbicara , ia melihat pria itu tengah menatapnya dg tatapan setengah mengejek ke arah nya . tak sedikit pun lumina ingin melihat paras pria itu , ia lebih tertarik memeluk diri nya sendiri untuk menahan hawa dingin yg menusuk kulit nya .
Louis yg melihat ketidak pedulian lumina semakin meradang .
" Aku yakin kau saat ini sangat kedinginan dan kelaparan , kenapa kau tetap bersikukuh dg pendirian mu "
Ia menatap tajam menunggu jawaban dari mulut gadis itu , sedang lumina berkata tanpa mau menoleh .
" Tuhan membenci hambanya yg mengabdi pada iblis ! "
Louis menimpalinya dg tawa mengejek .
" Kau terlalu naif lumina , kau tau , tuhanmu itu tak pernah berpihak kepada budak seperti mu ! "
" Kau ingin bukti , lihat takdir yg menimpa ibu dan ayahmu . kalian hidup dg patuh tp imbalan apa yg kalian dapat kan hahh . "
Lumina tersenyum kecut mendengar perkataan louis , ia membenarkan sebagian perkataan dr louis tp tidak semuanya yg dia katakan itu benar .
" Tidak di kehidupan ini , mungkin di kehidupan lain aku akan mendapat penebusan "
Ia berkata lantang dan tetap pada pendiriannya .
" Terserah padamu ! , aku menawarkan kehidupan yg layak dan kau menolaknya "
Louis pergi dg amarah dan menggebrak jeruji besi itu hingga berdenting . lumina kembali berlinang , ia sempat berpikir meminta kematian pada tuhan tp ia masih ingat akan ayahnya yg selalu menyayanginya .
Suasana istana terasa sedikit hidup dg kehadiran para pekerja baru , sejauh ini mereka melakukan pekerjaanya tanpa ada celah . terhitung sudah 3 hari lumina berada di penjara bawah tanah , tak sekali pun ia mendapat makan , louis memantau cukup ketat pergerakan mereka . nancy juga tak berani menengoknya lg , ia takut akan ancaman tuanya kapan hari .
Di tengah kesibukan yg ada para gadis gadis muda itu tengah berkumpul di dapur menyiapkan makan untuk tuannya , sesekali di antara mereka ada yg bergunjing .
" Anna , apa kau tau siapa yg ada di ruang bawah tanah ? , sepertinya orang itu melakukan kesalahan yg cukup besar sampai tuan melarang seseorang memberi nya makan " .
Lusi mengatan hal tersebut dg bebisik .
" Entahlah lusi , aku tidak mengetaui hal itu , aku juga tak ingin mengetahui nya . aq hanya fokus bekerja untuk kehidupan adik adik ku "
Anna menimpalinya dg was was dan tak begitu peduli akan hal tersebut , sementara lusi yg melihat reaksi kawan nya berdecak kesal krn merasa anna bukan sosok yg pas untuk di ajak bergunjing .
Nancy yg baru saja masuk kedapur dan melihat kegiatan mereka langsung berdehem dan memperingati .
" Sebaiknya tutup mulut kalian saat bekerja , jika kalian tak ingin mendapat masalah dikemudian hari ."
" Tentu nancy "
Di meja makan , louis tengah duduk dg george yg berdiri tak jauh dr tempat nya .
" Apa kau sudah melihat keadaanya ? "
" Sudah tuan , keadaannya semakin lemah dan menyedihkan . ia hanya berbaring dan tak bangun barang sebentar saja ."
Louis sedikit terpengaruh akan penjelasan pria tersebut , ia segera beranjak dr kursinya dan pergi ke ruang bawah tanah . disana ia melihat lumina yg tengah berbaring lemah .
" Buka kuncinya ! "
George yg sedari td mengikuti langkah tuannya segera membuka kunci setra pintu tersebut . louis masuk ke dlm dan berjongkok di sisi tubuh gadis itu . ia melihat keadaan lumina cukup miris , tubuh terlihat kotor , bibir nya yg biasa terlihat merah basah sekarang terlihat kering dg beberapa bagian yg pecah mengeluarkan sedikit darah , mata sayu serta terlihat jelas bekas air mata yg mengering .
Louis yg melihat itu segera menggendongnya dan membawa pergi gadis itu , lumina tak menolak krn keadaanya yg terlewat lemah.
Di ujung tangga , ada beberapa pasang mata yg memperhatikan keadaannya . sampai di dalam kamar ia membaringkan tubuh ringkih itu dg pelan .
" Panggil nancy kemari , dan bawa serta beberapa makanan "
" baik tuan "
Ia memperhatikan lumina dg seksama , entah mengapa hatinya merasa tak rela melihat keadaan gadis itu seperti ini . selang beberapa saat nancy datang mengetuk pintu .
" Tuan "
" Masuklah , dan bersihkan tubuh nya "
" Tentu tuan "
Di dalam kamar mandi tuannya , nancy mendesah lega dg keadaan lumina yg masih hidup , ia sempat was-was akan lumina yg tak mendapat makanan sama sekali selama beberapa hari . saat ia membasuh tubuh itu dg air hangat , lumina mulai terjaga meski belum sepenuh nya bangun .
" Kau selamat lumina , aku bersyukur tuan masih berbelas kasih kepadamu "
Sedang lumina hanya menatapnya dg sendu .
Lumina yg baru saja di mandikan di dudukkan di samping bathup .
" Apa kau sudah kuat berjalan , kau harus makan untuk mengisi tenagamu . sebab td tuan louis yg membantu ku membawamu sampai kesini "
Ia mengangguk pelan dan segera beranjak berdiri , dg langkah tertatih yg di bantu nancy lumina duduk di tepi ranjang tuannya . Louis yg semula duduk di sofa segera mendekat .
" Bawa makanan itu kemari "
Nancy mengangguk dan membawa makan itu kehadapannya .
" Pergi ! "
" Baik tuan "
Louis mengambil semangkuk bubur dan menyuapkanya ke arah gadis yg terlihat pucat itu , sedang lumina tak menerimanya secara langsung .
" Kau mau apa ?"
" Aku mau kau makan , sekarang dan habis kan semua nya !"
Louis berkata dg nada tajam dan mengintimidasi , lumina segera mengambil alih makanan itu dan memakannya dg lahap , ia tak menampik jika saat ini ia sangat kelaparan . merasa makanan yg ada di nampan telah habis ia menaruhnya di atas nakas .
Louis tersenyum melihat lumina menghabiskan makanannya dg lahap , ia mendekat dan mengulurkan tangan nya menyapu sedikit sisa makanan yg tertinggal di sisi bibir nya . lumina hanya diam menerima perlakuan tersebut .
" Apa yg sebenarnya kau ingin kan dari ku louis ?
louis terkekeh pelan , " bukankah sudah pernah ku katakan kalau aku menginginkan dirimu lumina , aku menyukai mu "
" Apa yg membuatmu menyukai ku , bukankah masih banyak gadis muda yg menginginkanmu ? "
" Kau ingin tau alasannya , sungguh ? "
Lumina tak menjawab hanya memandang ke arah nya dan tak mengatakan apapun .
Louis tersenyum , ia membelai surai lembut berwarna coklat yg meninggal kan bau harum di sela jari nya .
" Kau muda , implusif dan membuat ku penasaran ."
Ia tak lantas menerima perkataan tersebut , ia akan beranjak pergi dan meninggalkan kamar itu . Louis dg segera menahan pergelangan tangan nya .
" Mau kemana ? , begini caramu berterima kasih ? "
" Maaf , aku harus kembali ke kamar ku , dan terimakasih . "
Louis kembali terkekeh , ia menarik gadis itu dengan paksa dan mendudukannya di atas pangkuannya . tangan memegang erat pinggangnya dan yg satunya membelai lembut sisi wajah gadis nya .
Lumina menggeliat tidak nyaman akan perlakuan pria itu , ia secara tidak sadar memandang mata berwarna topaz begitu dlm , ia sedikit terhipnotis dg warna mata yg menurut nya begitu indah dan uniq . lumina bisa melihat kehampaan di dlm tatapan tuannya .
" Mulai hari ini kau berada di sini , di kamar ku , bersama ku ! "
Lumina hanya diam menatap mata louis .
Setelahnya louis yg merasa gemas akan keterdiaman lumina , ia mendorong tengkuk gadis itu dan mel**at lembut bibir merah yg sedari tadi menggodanya , matanya semakin tajam saat merasakan sedikit darah yg keluar dr luka bibir gadis itu .
" Akhh ... "
Lumina meringis sakit saat bibir nya yg tengah terluka di his*p kuat oleh louis , ia merasa terhipnotis dan menerima semua perlakuan yg louis lakukan .
Dengan terpaksa louis menghentikan kegiatannya , pandangannya sedikit berkabut saat merasakan darah gadis itu . rasanya berbeda , ia tak ingin lumina melihat wujud nya yg sebenarnya .
" Aku harus pergi , dan jangan melawan perkataan ku , aku yakin kau tidak mau mendengar kabar buruk tentang ayahmu "
Louis segera berlalu pergi meninggalkan kamar nya , sementara lumina tengah terdiam akan kejadian barusan . ia sedikit terkecoh dg tatapan louis .
lumina menyentuh bibir nya sendiri , hatinya berdesir mengingat ciuman barusan . ia tak menampik jika pria pertama yg melakuakannya adalah louis , ia sedikit terlena saat pria itu besikap lembut . tp dlm sekejap ia menampik semua itu , ia masih ingat betul akan kejadian yg menimpa sarah . ia juga ingat akan ancaman tentang ayahnya yg di lontarkan louis barusan .