NovelToon NovelToon
WARUNG KECIL MILIK SANG KONGLOMERAT

WARUNG KECIL MILIK SANG KONGLOMERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Theurgist

Setelah meninggal karena kelelahan bekerja, Arga terbangun di masa lalu sebagai dirinya yang berusia delapan belas tahun.

Dengan ingatan tentang masa depan, ia bertekad mengubah nasib keluarganya dan menyelamatkan warung kecil yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Dimulai dari usaha sederhana di pinggir jalan, Arga melangkah menuju dunia bisnis yang penuh peluang, persaingan, dan pengkhianatan.

Kali ini, ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

"Jika diberi kesempatan kedua, bisakah sebuah warung kecil melahirkan seorang konglomerat?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theurgist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 – Tawaran yang Mengubah Segalanya

Pagi itu, Arga sedang membantu menyusun stok minuman ketika sebuah mobil hitam berhenti di depan minimarket Rudi.

Mobil itu bukan kendaraan mewah.

Namun cukup berbeda dibanding kendaraan yang biasa datang ke lingkungan mereka.

Beberapa pekerja proyek yang sedang sarapan bahkan sempat menoleh.

Pintu mobil terbuka.

Dan orang yang turun membuat Arga langsung mengenalinya.

Damar.

Pria yang beberapa kali ia lihat bersama Rudi.

Pria yang menurut pengakuannya bekerja sebagai pengembang properti.

Namun kali ini ada yang berbeda.

Damar tidak datang sendirian.

Dua pria lain ikut turun dari mobil.

Salah satunya membawa map besar.

Yang lain membawa tabung berisi gulungan kertas.

Gambar teknik.

Atau peta.

Jantung Arga langsung berdetak lebih cepat.

Ini bukan kunjungan biasa.

Nalurinya mengatakan sesuatu sedang terjadi.

Dan kali ini, ia tidak ingin hanya menjadi penonton.

---

Sekitar satu jam kemudian, Arga mengantar pasokan gorengan ke minimarket.

Begitu masuk, suasana terasa berbeda.

Meja lipat didirikan di bagian belakang toko.

Di atasnya terbentang beberapa lembar gambar.

Rudi dan Damar sedang berdiskusi serius.

Saat melihat Arga datang, Rudi melambaikan tangan.

"Masuk saja."

Arga mendekat.

Dan untuk pertama kalinya, ia melihat isi gambar tersebut.

Denah bangunan.

Beberapa blok ruko.

Area parkir.

Jalan akses baru.

Serta beberapa bangunan komersial lain.

Damar memperhatikan reaksinya.

"Kamu mengerti gambar seperti ini?"

"Sedikit."

Jawab Arga hati-hati.

Damar tersenyum.

"Lalu menurutmu?"

Arga menatap gambar itu beberapa detik.

Kemudian menyadari sesuatu.

Lokasi yang ditunjukkan berada tidak jauh dari jalan utama.

Bahkan cukup dekat dengan kawasan mereka.

"Ini daerah sini."

"Bukan?"

Damar mengangguk.

"Benar."

Ruangan menjadi hening.

Karena sekarang misterinya mulai terpecahkan.

Daerah mereka memang akan berkembang.

Dan perkembangan itu bukan sekadar rumor.

Sudah ada rencana nyata.

Sudah ada gambar.

Sudah ada investasi.

Sudah ada orang-orang yang bergerak.

Namun kejutan sebenarnya belum datang.

Karena Damar kemudian menunjuk salah satu blok dalam gambar.

"Yang ini sudah dipesan."

Kemudian blok kedua.

"Yang ini juga."

Lalu blok ketiga.

"Yang ini masih kosong."

Arga memperhatikan tanpa berbicara.

Sampai akhirnya Damar mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak ia duga.

"Rudi sedang mempertimbangkan pindah ke sana."

Arga membeku.

Rudi?

Pindah?

Pemilik minimarket itu hanya tersenyum tipis.

"Toko ini terlalu kecil."

Kalimat sederhana.

Namun dampaknya besar.

Karena selama ini Arga menganggap minimarket Rudi sebagai bagian tetap dari lingkungan mereka.

Ternyata pria itu sudah memikirkan langkah berikutnya.

Sudah melihat masa depan.

Jauh sebelum orang lain.

Dan itulah alasan mengapa ia terus bertemu Damar.

Bukan karena menjadi investor.

Bukan karena konspirasi.

Melainkan karena ia sedang mempersiapkan ekspansi.

Misteri yang selama ini menggantung akhirnya terjawab.

Namun jawaban itu justru menciptakan masalah baru.

Karena kalau Rudi pindah ke ruko baru...

Apa yang akan terjadi pada lingkungan lama?

---

Sepanjang perjalanan pulang, Arga terus memikirkan hal tersebut.

Saat sampai di warung, Maya langsung menyadari ekspresinya.

"Kamu habis melihat hantu?"

"Hampir."

Maya mengangkat alis.

"Itu berarti serius."

Arga lalu menceritakan apa yang ia lihat.

Tentang gambar ruko.

Tentang pembangunan kawasan baru.

Dan tentang rencana Rudi.

Semakin lama mendengar, ekspresi Maya berubah.

"Dunia ini benar-benar tidak menunggu siapa pun ya."

Kalimat itu keluar begitu saja.

Namun membuat Arga menoleh.

Karena itulah inti dari semua yang sedang terjadi.

Perubahan tidak menunggu.

Pertumbuhan tidak menunggu.

Dan persaingan juga tidak menunggu.

Maya kemudian berkata,

"Kalau semua usaha pindah ke sana, bagaimana dengan kita?"

Pertanyaan itu langsung mengenai sasaran.

Karena itulah masalah sebenarnya.

Bukan apakah kawasan baru akan dibangun.

Melainkan apakah warung mereka akan mendapat manfaat dari perkembangan tersebut.

Atau justru tertinggal.

---

Sore harinya, Damar datang ke warung.

Untuk pertama kalinya.

Bukan ke minimarket.

Bukan ke lokasi proyek.

Melainkan langsung ke warung keluarga Arga.

Kedatangannya membuat ayah dan ibu Arga cukup terkejut.

Namun pria itu berbicara santai.

Membeli kopi.

Mencicipi gorengan.

Lalu mengobrol seperti pelanggan biasa.

Sampai akhirnya ia berkata,

"Saya ingin bertanya sesuatu."

Semua langsung memperhatikan.

Damar menatap ayah Arga.

Kemudian Arga.

Lalu berkata,

"Kalau suatu hari ada kesempatan membuka usaha di tempat yang lebih besar..."

Ia berhenti sejenak.

"Kalian tertarik?"

Ruangan langsung sunyi.

Pertanyaan itu terlalu mendadak.

Terlalu besar.

Dan terlalu berbahaya untuk dijawab tanpa berpikir.

Ayah Arga bahkan tidak langsung berbicara.

Sementara ibunya tampak kebingungan.

Hanya Arga yang tetap tenang.

"Mengapa bertanya itu?"

Damar tersenyum.

Karena memang itulah pertanyaan yang ingin ia dengar.

"Saya melihat perkembangan usaha kalian."

"Lalu?"

"Dan saya selalu tertarik pada orang yang tumbuh sebelum daerahnya tumbuh."

Kalimat itu membuat jantung Arga berdetak lebih cepat.

Karena untuk pertama kalinya sejak kembali ke masa lalu...

Seseorang dari luar keluarga mereka.

Seseorang yang berpengalaman.

Seseorang yang melihat peluang lebih jauh daripada kebanyakan orang.

Mengakui keberadaan mereka.

Bukan sebagai warung kecil.

Tetapi sebagai usaha yang berpotensi berkembang.

Namun Damar belum selesai.

"Kalau proyek ini berjalan sesuai rencana..."

Ia menunjuk ke arah jalan yang sedang diperbaiki.

"Persaingan akan meningkat beberapa kali lipat."

Senyumnya menghilang.

Digantikan ekspresi serius.

"Dan saat itu, usaha yang tidak siap akan tersingkir."

Tidak ada ancaman.

Tidak ada nada meremehkan.

Hanya fakta.

Dan justru karena itulah kata-kata tersebut terasa berat.

Malam itu, setelah Damar pergi, tidak ada diskusi panjang.

Tidak ada rapat keluarga.

Tidak ada solusi instan.

Karena untuk pertama kalinya, masalah yang mereka hadapi terlalu besar untuk diselesaikan dalam satu malam.

Arga duduk sendirian di depan warung.

Menatap jalan yang masih dipenuhi aktivitas proyek.

Dulu tujuannya sederhana.

Menyelamatkan warung.

Kemudian melunasi utang.

Lalu membantu keluarganya hidup lebih baik.

Namun sekarang tujuan itu terasa terlalu kecil.

Karena dunia di sekeliling mereka sedang berubah.

Dan perubahan itu akan menciptakan pemenang sekaligus pecundang.

Perlahan Arga membuka buku catatannya.

Lalu menulis satu kalimat.

Bukan tentang utang.

Bukan tentang gorengan.

Bukan tentang arus kas.

Melainkan tentang masa depan.

Pertanyaannya bukan apakah kami bisa bertahan.

Ia berhenti sejenak.

Kemudian melanjutkan.

Pertanyaannya adalah apakah kami bisa tumbuh lebih cepat daripada perubahan yang datang.

Dan untuk pertama kalinya sejak kembali ke masa lalu, Arga menyadari bahwa permainan yang sesungguhnya baru akan dimulai.

1
Dewiendahsetiowati
gak ada jari emas kah ini atau sistem gitu thor
Dewiendahsetiowati: ok Thor dan ditunggu up selanjutnya
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!