NovelToon NovelToon
Langit Untuk Bintang

Langit Untuk Bintang

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Playboy / Tamat
Popularitas:203.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: novia_dwi

Tomboy dan cuek..hanya kata itu sepertinya yang tepat menggambarkan sosok gadis cantik bernama Bintang.

Tak akan ada yang menyangka jika gadis tomboy yang selalu tampil sederhana itu adalah seorang putri konglomerat. Putri dari donatur terbesar dirinya bersekolah saat ini.

Memiliki sahabat yang juga cantik namun tak setomboy dirinya. Gadis lembut yang selalu ada untuk dirinya, sahabat yang sudah menemani dirinya bertahun-tahun. Dialah Rembulan, gadis yang merupakan sahabat baik Bintang.

Pertemuannya dengan seorang pemuda tampan yang senang sekali menebar pesona. Mampu dengan mudah membuat kaum hawa menjerit histeris hanya dengan melihat paras tampannya.

Pemuda playboy yang sering berganti pacar selama bersekolah. Namun semua pesona nya tak berarti dihadapan seorang Bintang.

Sikap yang bertolak belakang antara Bintang dan Langit membuat keduanya kerap berseteru. Status keduanya yang sama-sama kapten dari tim basket sekolah nya membuat kedua orang itu sering bertemu dan berinteraksi.

Akankah timbul cinta seiring berjalannya waktu? Atau waktu tidak akan mengubah apapun antara dua manusia itu??

Ikui terus kisah mereka☺️☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pas

"Gue yang bakal bilang sama guru kalo elo lagi sakit". Langit menegakkan tubuhnya, lama-lama kasian juga melihat Bintang terus-terusan tegang dan sulit bernafas karena ulahnya.

"Jadi sekarang..lo istirahat". Langit memaksa Bintang berbaring dan memasang selimut untuk menutupi kaki gadis itu.

"Lang.." Langit yang sedang merapikan selimut Bintang mendongak menatap Bintang yang juga menatapnya.

"Baju lo.." Bintang melihat punggung Langit yang basah. Sudah pasti itu sangat tidak nyaman dan tentunya dingin.

"Ciee..perhatian banget sih sama gue. Jadi terharu gue.." Bintang mencebik, menyesal rasanya mengkhawatirkan lelaki tengil itu.

"Makasih atas perhatiannya ya calon pacar". Bintang membeku kembali saat tangan lebar Langit mengelus lembut pipinya yang masih terlihat sedikit merah.

Bintang merutuki sikap Langit yang seenaknya saja menyentuh wajah dan tangannya. Tapi lidah Bintang terasa kelu hanya untuk sekedar memaki Langit yang kini masih mengelus pipinya.

"Tunggu disini dan jangan coba kabur". Peringat Langit yang kemudian berlalu keluar meninggalkan Bintang yang meraba dada nya. Debaran jantungnya semakin menggila, dan Bintang tak tahu apa alasannya.

Langit tersenyum lebar saat melihat Bintang meraba dada nya dengan tatapan lurus. Dalam hati Langit berharap, semoga Bintang juga memiliki debaran yang sama sepertinya saat ini.

Bintang terus berperang dengan pikirannya sendiri. Tentang apa alasan dirinya terus berdebar berada dekat dengan Langit. Dan mengapa pula dirinya harus mengikuti kata-kata Langit?

Atensinya beralih saat mendengar pintu ruangan kembali terbuka dan kembali menampakkan sosok lelaki yang membuatnya pusing sendiri dengan apa yang ia rasakan saat ini.

Belum terlalu lama Langit keluar, tapi ia sudah kembali lagi kedalam ruang kesehatan dengan sebuah kresek putih yang Bintang tak tahu apa isinya.

Langit juga sudah terlihat lebih segar dan yang pasti bersih. Sepertinya lelaki jangkung itu sudah mengganti baju seragamnya dengan yang baru.

"Minum dulu..sama makan". Langit meletakkan satu cup jus jambu dan sebungkus roti diatas meja kecil yang ada disamping ranjang Bintang.

"Lo belom makan tadi. Jangan ampe sakit", Langit kembali bersuara.

"Plis jangan. Jangan terbuai Bintang. Dia jagonya ngerayu cewek. Titisan biawak kaya dia jangan pernah lo percaya". Bintang terus merapalkan mantra sakti untuk tak percaya apalagi terbuai dengan perhatian Langit. Namun tetap saja hatinya masih berhianat dan kembali menggila.

"Gue kelas dulu. Sama ini, ganti baju lo. Jangan sampe ada orang lain yang liat selain gue". Alis Bintang berkerut saat menerima baju seragam dari Langit.

Mengerti dengan kebingungan Bintang, Langit menurunkan pandangannya tepat di dada Bintang yang terbuka beberapa kancingnya.

Bintang ikuti arah pandang Langit, dan seketika matanya melebar sempurna saat melihat dua kancing teratasnya terbuka sempurna hingga menampakkan kulit dadanya yang putih mulus itu.

"Lang----!!!", Teriakan Bintang terhenti saat Langit membekap mulut Bintang. Didalam ruang kesehatan bukan hanya ada mereka berdua, namun ada beberapa siswa yang juga sedang beristirahat disana.

"Jangan teriak-teriak. Ntar mereka mikirnya gue apa-apain lo", Bisik Langit masih dengan telapak tangannya yang menutup mulut Bintang.

Langit tahu, Bintang pasti sangat kesal dan juga malu. Tapi ada sesuatu yang membuat Langit gagal fokus. Sesuatu dibalik baju Bintang yang tak sengaja ia lihat menyembul. Sesuatu yang tak pernah ia kira jika Bintang memilikinya karena selama ini Bintang selalu memakai seragam yang longgar.

Bintang sudah menyilangkan tangannya sejak tadi didepan dadanya yang terbuka. Malu bukan main saat sesuatu yang selalu ia tutupi itu terlihat orang lain apalagi itu adalah laki-laki.

"Sorry..gue nggak maksud buat kurangajar. Tapi mendingan lo ganti bajunya. Nanti gue suruh Bulan kesini nemenin lo". Wajah Bintang entah sudah semerah apa. Ia tahu bukan kesalahan Langit hingga kancing kemejanya terlepas. Namun tetap saja rasanya sangat malu ketika sesuatu yang selalu kita tutup rapat dilihat orang lain.

"Gue tinggal dulu ya.." Langit mengelus pucuk kepala Bintang yang masih tak mau menatapnya. Terlalu memalukan.

Bintang bahkan mulai berpikir bagaimana caranya menghindari Langit ke depannya. Pasti akan sangat canggung dan memalukan baginya jika kembali bertemu Langit setelah kejadian ini.

Tanpa Bintang sadari, ada rasa nyaman yang menelusup kedalam hatinya saat dengan lembut Langit mengusap pucuk kepalanya. Rasanya tenang dan damai seolah dirinya tengah dilindungi.

Bintang baru mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu dibuka dan ditutup kembali. Menghela nafas panjang untuk menetralkan detakan jantungnya yang tak menentu.

Ia termenung sesaat. Semua kejadian hari ini benar-benar membuat kepalasanya terasa pusing. Mulai dari berdebat dengan si kucing, hingga kejadian barusan dengan Langit.

Perlahan tangannya terulur mengambil sebungkus roti dan segelas jus yang Langit belikan untuknya. Tanpa sadar bibirnya melengkungkan senyum, darimana lelaki tengil itu tahu minuman kesukaannya? Pikir Bintang.

Memakan roti pemberian Langit dengan pikiran berkelana jauh. Entah apa yang gadis itu pikirkan hingga tak sadar jika sahabat baiknya kini sudah duduk di kursi samping ranjangnya dan memperhatikan Bintang dengan raut wajah bingung.

Beberapa saat lalu, Langit kembali ke kelas dan memberitahu guru yang tengah mengajar jika Bintang tengah sakit dan kini beristirahat di ruang kesehatan.

Langit bahkan meminta izin pada guru agar Bulan menemani Bintang yang sedang beristirahat. Tentu teman-teman sekelasnya tahu apa yang terjadi, namun mereka memilih diam saja seperti perintah Langit saat di kantin tadi.

Bulan mengamati wajah sahabatnya. Terdapat beberapa luka di wajah ayu sahabatnya yang mampu membuatnya ikut meringis membayangkan betapa perih dan sakitnya luka-luka itu.

Tapi kini bukan itu yang jadi fokus Bulan, melainkan sahabatnya yang tengah memakan sepotong roti dengan senyuman aneh di wajahnya. Mungkinkah kepala temannya itu tadi terbentur cukup keras hingga sekarang sahabatnya itu makan sambil senyum-senyum.

"Astaga!". Pekik Bintang yang terkejut saat tiba-tiba ada sebuah tangan menempel didahinya.

Dengan cepat Bintang menoleh dan mendapati wajah Bulan begitu dekat dengan wajahnya.

"Astagfirullah Bul. Apaan sih lo, mau bikin gue jantungan". Sungut Bintang sambil mengelus dadanya. Dan itu membuatnya tersadar jika dirinya belum mengganti bajunya.

"Astaga.." Gumam Bintang pelan yang membuat Bulan semakin memicingkan matanya.

"Pegangin dulu sama tutupin tirainya dong". Bintang menyerahkan roti yang baru saja ia makan sedikit pada Bulan yang masih terlihat bingung.

Namun meskipun bingung, Bulan melakukan apa yang diminta sahabatnya. Gadis itu menarik perlahan tirai pembatas hingga kini tertutup sempurna.

"Gila si kucing, kancing baju ampe copot gitu". Ucap Bulan sambil menggelengkan kepalanya.

"Makanya nama dia udah pas. Kucing". Keduanya terkekeh pelan mengingat bagaimana liarnya Cath menyerang Bintang tadi.

Bintang melepaskan satu persatu kancing kemejanya, kemudian melepaskan bajunya dan itu bertepatan dengan seseorang masuk kedalam biliknya.

Hening sesaat sampai kemudian Bintang berteriak, pun dengan seseorang yang baru saja masuk. Lelaki yang tak lain adalah Langit pun ikut berteriak karena terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini.

"S-sorry, g-gue nggak tau kalo--" Langit sudah berdiri diluar tirai. Ia bingung sendiri harus bagaimana mengatakan ketidaksengajaan yang membuatnya semakin gila.

Bulan yang masih terkejut justru hanya bengong. Semua terjadi begitu cepat dan apakah? Apakah Langit melihat aset sahabatnya??

Ya meskipun masih tertutup tanktop yang dipakai Bintang, namun dengan aset yang dimiliki Bintang, sudah pasti Langit bisa melihatnya meski hanya bagian atasnya saja.

Dengan tergesa Bintang memakai baju yang Langit bawakan tadi. Dengan dibantu Bulan, ia mengancingkan kancing kemeja nya cepat-cepat.

Dua kali, dua kali Langit melihat aset berharganya. Dan yang kedua justru lebih parah karena ia hanya memakai tanktop.

Langit yang masih ada dibalik tirai tiba-tiba terbayang benda yang baru saja ia lihat. Bolehkah itu disebut anugerah dan keberuntungan?

Langit menatap telapak tangannya sesaat. Otak dan imannya yang imin itu langsung bekerja memperkirakan ukuran aset Bintang.

"Pas.." Gumam Langit pelan saat mengingat sesuatu hal istimewa yang baru saja ia lihat.

plak..

Langit menampar pipinya sendiri. Mencoba menyadarkan diri dan otaknya yang tiba-tiba berpikiran mesum karena melihat sesuatu yang harusnya tak ia lihat.

"Sadar Lang!! Sadar!!! Lo mikir apa sih!". Langit masih bergumam sambil sesekali menggeleng. Sesuatu yang baru saja ia lihat itu benar-benar membuat otaknya tumpul dan tak bisa berpikir jernih.

...¥¥¥•••¥¥¥¥...

...Aku beneran kreji up nih saayyy☺️☺️😊...

...Kalian juga jangan lupa kreji like nya yaaaa🥰🥰...

...Gimana nih? Si Langit menang banyak ya makemak😂😂 Masuk main slonong yang menghasilkan suatu keberuntungan buat si titisan biawak😂😂...

...Si Bintang pasti malu setengah pingsan deh itu ya, nggak kebayang aset yang disimpen rapi selama ini malah kecolongan bisa diliat ama titisan biawak😂😂😂...

...Jangan lupa tampol likenya ya..lopelope kalian semua🥰 sarangheo sekebon💐💐🥰😘😘😘...

1
Siti Nina
Yahhh,,,End deh makasih Thor dah bikin cerita yg menarik 👍🤗
amma_iKiss: hayu pindah lapak sebelah ka, udah up beberapa bab lho😍🙏
total 1 replies
Siti Nina
Masih sangat seru ko Thor ceritanya makin so sweet aja Langit sama Bintang 🤗🤗🤗tetep semangat 💪💪💪
Siti Nina
Lanjut thor semangat ya 💪
Siti Nina
Wahh,,keren Dion jadi pahlawan 👍😄
Siti Nina
Wahh,,, ternyata si keket lanjut thor
Siti Nina
Jangan " si sofia yg nyulik si bintang 🤔
Siti Nina
Lanjut kan Thor
Siti Nina
Oke di lanjut thor ttp semangat 💪💪💪
Siti Nina
Akhirnya berhasil juga lanjut thor ttp semangat 💪💪💪
amma_iKiss: makasih ka🙏😍😍😍
total 1 replies
Siti Nina
Yahhh,,,gagal maning 😄😄😄
Siti Nina
Lanjut Thor selalu di Nanti kelanjutanya 😊
Siti Nina
Akhir nya sah juga 🤗 lanjut kn thor 💪😊
Siti Nina
Lanjut thor semangat 💪💪💪
Siti Nina: sama sama thor 🙏😊
total 2 replies
Siti Nina
Di tunggu kreji up nya thor tetap semangat ya 💪💪💪
Siti Nina
Wahh,,,gak sabar gmna nanti rt nya Langit dan Bintang 🤔 Lanjut thor 🙏💪😁
Siti Nina
Paling suka sama karakter cewek yg kuat The best Thor karya nya 👍👍👍
Siti Nina
Suka heran padahal cerita sama kosa kata nya juga bagus tapi yg like nya sedikit kadang ada cerita nya biasa aja kosa kata nya juga kadang biasa aja tapi yg like nya banyak kenapa bisa gitu ya 🤔🤔🤔
Siti Nina
Baca ke 2x nya seru banget ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Ko blm di lanjut cerita nya thor semangat buat up nya 💪💪💪
wiwik wahyuni
hayo bintang kamu bakalan di sidang nih Ama langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!