NovelToon NovelToon
You Are My Sunshine

You Are My Sunshine

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang
Popularitas:123.3k
Nilai: 5
Nama Author: 1PM

Menjadi seorang anak yatim piatu yang ditinggalkan kedua orang tuanya karena kecelakaan, kini Ayuna Kinanti Pradipta diasuh dan dibesarkan oleh om nya, Davian Robert adik dari Ibu Ayuna.

Biasa tinggal bersama Davian, membuat perasaan Ayuna perlahan berubah, jantung Ayuna bahkan berdebar kencang saat berada di dekat Davian.

Tak bisa lagi menahan perasaannya, Ayuna pun akhirnya mengungkapkannya kepada Davian.

Lantas bagaimana tanggapan Davian saat keponakannya sendiri mengungkapkan cinta padanya?

Akankah Davian menolak perasaan Ayuna atau justru menerimanya?

Ikuti ceritanya yuk di novel berjudul You Are My Sunshine, hanya di Noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Setelah melihat Ana keluar, Ayuna pun berdiri dan masuk ke dalam kamarnya, menutup dan mengunci pintu, tidak ingin diganggu siapapun untuk saat ini. 

Tubuh Ayuna kembali merosot ke lantai di belakang pintu. Kedua kakinya dia tekuk dan menelungkupkan kepalanya di antara kedua lipatan lutut, air matanya kembali terjatuh, 

"Kenapa sakit sekali rasanya? Iya Yuna tahu ini salah, lalu jika salah kenapa perasaan ini tumbuh di hati Yuna? Sungguh Yuna tidak pernah memintanya, rasa ini tumbuh begitu saja," gumam gadis itu di tengah isakannya yang kini terdengar pilu.

Berbagai pertanyaan tiba-tiba muncul di pikirannya. Benarkah om nya sudah memiliki kekasih? Siapa kekasihnya? Apa wanita yang waktu itu dia lihat di rumah sakit? Tapi kenapa om nya tidak memberitahunya? 

Mengingat itu semua membuat hatinya terasa sesak.

Sementara itu, di tempat lain, tak berbeda dengan Ayuna, Davian pun segera masuk ke dalam kamarnya begitu keluar dari kamar Ayuna tadi.

Davian masuk dan mengunci pintu. Tangannya mengepal dan menghantam dinding, hingga cairan merah pun kini mengalir deras di kepalan tangannya. Davian mengacak rambut frustasi.

"Kekasih?" Davian tertawa. Entah apa yang lucu hingga pria itu kini tertawa seperti orang gila.

"Kekasih dari mana?" Davian kembali menertawakan dirinya bagaimana dia memiliki kekasih, jika pikirannya terus tertuju pada keponakannya. 

Davian kemudian kembali serius, tadi dia spontan mengatakan itu hanya untuk membungkam mulut sahabat kakaknya itu. Dia juga tidak ingin jika sampai Ana membawa pergi dan menjauhkan Ayuna darinya.

*

*

*

Tok

Tok

"Yuna ini aunty sayang," ucap seseorang yang kini tengah mengetuk pintu.

Ayuna hanya menoleh ke arah pintu, tapi tidak mau beranjak sedikitpun dari ranjangnya. Dia hanya ingin sendiri untuk saat ini, terlebih dia juga tidak ingin bertemu om nya dulu. Melihat om nya rasanya Yuna akan semakin sakit hati.

"Yuna, aunty kesini datang jauh-jauh loh, karena ingin ketemu kamu, kamu tega cuekin aunty seperti ini, jika mama kamu tahu sahabat baiknya tidak dianggap disini oleh putrinya pasti mama kamu sedih," ucap Ana dan kemudian wanita itu tersenyum saat kini pintu kamar Ayuna terbuka.

"Nah gini dong!" Ucap Ana yang kemudian merangkul Ayuna dan mengajak gadis itu turun.

Ayuna melirik kamar Om nya sekilas saat melewatinya dengan pandangan sendu. Kemudian dia langsung mengalihkan pandangannya di saat Ana menatapnya dan menanyakan tentang dirinya selama ini. Mereka menuruni anak tangga sambil Ayuna menceritakan semuanya pada Ana termasuk yang membuat tangannya terluka. Tapi tidak dengan perasaannya terhadap Davian.

Tak terasa kini keduanya sampai di ruang makan, dan disana sudah ada seorang anak kecil yang bisa Yuna tebak jika dialah yang bernama Ello, anak dari wanita yang kini menarik kursi untuknya duduk.

Ana kemudian memperkenalkan Ello kepada Ayuna, tapi tak membuat Ayuna senang karena masih ada yang mengganjal di hatinya tentang Davian. Biasanya Ayuna akan senang jika mendapatkan teman baru.

Ana mengambilkan makanan untuk Ayuna dan memberikannya pada gadis itu. Makan pagi kini jadi makan siang karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12.

"Kemana Davian? Kenapa tidak turun?" Tanya Ana karena tidak melihat adik sahabatnya itu turun.

Ayuna hanya menggeleng, dirinya masih marah dan juga kecewa pada om nya itu.

"Ello tolong kamu panggil uncle Davian suruh untuk makan!" Pinta Ana pada sang putra.

Ello menghentikan makannya, kemudian turun dari kursi, menuruti perintah sang mommy. Menaiki anak tangga menuju kamar Davian. Ana terus memandangi tangga, karena keduanya tidak kunjung turun, barulah setelah hampir sepuluh menit berlalu, terlihat Davian menggendong Ello di bahunya. Kedua nya kini sudah terlihat akrab saja. Padahal mereka baru bertemu.

Ayuna melirik Davian sekilas yang kini menurunkan Ello kemudian kembali menatap makanan di hadapannya.

"Makanlah! Sedari tadi kita sudah menunggumu," ucap Ana yang kemudian mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

Davian menarik kursi dan duduk di samping Ello, tepatnya duduk di seberang Ayuna. Davian melihat Ayuna yang tampak tidak bersemangat dan hanya menatap makanannya saja. Davian kembali bangun menarik kursi dan berpindah duduk di samping Ayuna. Pria itu mengambil makanan Yuna.

"Buka mulutmu aaa…"

Kata Davian menyodorkan sesendok penuh nasi dan lauk di depan mulut Ayuna.

Ayuna menoleh tapi hanya sekilas kemudian menatap lurus ke depan.

"Aku bisa makan sendiri, Om letakkan saja di sini!" Ucap Ayuna dengan nada datar membuat Davian mengernyit. 

Biasanya Ayuna tidak seperti itu, terlebih tangannya sakit, gadis itu pasti selalu bermanja dengannya. 

Ayuna menoleh ke arah Davian, mencoba mengambil sendok yang ada di tangan pria itu. Sungguh dia tidak ingin berinteraksi lebih bersama Davian, tidak ingin jika air mata yang sedari tadi bertahan di pelupuk mata jatuh, karena harus terus melihat Davian jika pria itu menyuapinya.

"Tangan kamu masih sakit, kamu pasti kesulitan nanti, jadi biar Om yang suapin," kata Davian yang menjauhkan sendok saat Ayuna mencoba meraihnya.

"Aku bisa sendiri, yang sakit tangan kiriku bukan kanan," jawab Ayuna terdengar ketus di telinga Davian.

"Tidak Yuna!"

"Om!" Teriak Ayuna yang kesal.

"Ayo sekarang cepat buka mulutmu!" Pinta Davian lagi.

Ayuna mendorong kursi dengan tubuhnya, hingga terdengar bunyi berderit, bangun dan meninggalkan meja makan menuju kamarnya. 

Ana yang sedari tadi melihat interaksi om dan keponakan itu hanya diam, kemudian menatap Davian yang kini juga tengah menatapnya. Keduanya saling pandang, dan pandangan mereka terputus saat Davian bangkit dan menyusul Ayuna ke kamarnya.

Yuna terus berlari saat menoleh ke belakang melihat Davian kini mengejarnya. Yang ada di pikiran Yuna adalah menghindar dari Davian untuk saat ini, sampai dirinya bisa kembali baik-baik saja.

"Yuna jangan lari! Nanti kamu jatuh," teriak Davian memperingati keponakannya.

Tapi Ayuna sama sekali tidak mendengarkan, dia terus berlari, agar segera sampai di kamarnya.

Begitu sampai, Ayuna masuk dan membanting pintu dengan kasar lalu menguncinya agar Davian tidak bisa masuk.

"Yuna buka!" Davian mengetuk pintu kamar Ayuna, tapi gadis itu tidak juga membukanya.

"Ayuna!" Ketukan kini berubah menjadi gedoran saat pintu tidak kunjung terbuka.

Davian kemudian berlari ke arah kamarnya, mengambil kunci cadangan, dan berusaha membukanya tapi tidak bisa, rupanya gadis itu tidak mencabut kuncinya dari dalam, Davian mengerang frustasi melihat Ayuna yang tiba-tiba berubah seperti itu. Davian kemudian turun, dia sepertinya tahu apa yang membuat Yuna jadi seperti itu.

"Apalagi yang kau bicarakan pada Yuna kak? Apa kau memaksa dia lagi untuk ikut dengan kakak?"

Gerakan tangan Ana yang sedang membereskan makanan di meja terhenti saat mendengar ucapan Davian tiba-tiba.

"Kau hanya tamu dan tidak tahu apa yang biasanya terjadi disini, lihatlah sekarang, Ayuna jadi ngambek bahkan tidak mau makan malah mengurung diri di kamar," tambah pria itu.

Ana hanya bisa mengerutkan dahi bingung, pasalnya dirinya tidak pernah mengatakan apapun lagi sepeninggal dirinya berbicara pada Davian tadi.

Ana hendak membuka mulut menjelaskan, tapi tidak jadi saat melihat Davian yang kini pergi meninggalkannya.

1
visi Sembiring
kelamaan revan hrs buat liza hancur dan jg davian hrs membls ke keluarga liza mrk hrs di buat hancur gr2 perbuatan anaknya
Teddy Aktadi
Luar biasa
Amira Kanaya Putri
Kecewa
Otlarr
numpang promote ya min
Apakah cinta baru akan mampu bertahan saat cinta pertama memiliki kenangan dan ruang tersendiri? Cari jawabannya di MY OWN KOREAN DRAMA
Chris McKenzie akan membawa kalian mengarungi indahnya cinta pertama dan bagaimana akhirnya dia dipertemukan dengan cinta baru. Siapa yang akhirnya dapat memenangkan aktris Korea Selatan Christina MacKenzie? Mantan bosnya atau member boyband GuBoy? Well.... kalian harus mengikuti kisahnya agar mengerti.
Saya selalu suka cerita yang kayak gini. manis, romantis dan ringan ♥️
ᵉˡ̳༆yuli@_sm 💜💜💜💜
jgn sampai salah paham lagi.....
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
waduh kasian bara dong patah hati 🤧
Siti Nurhayani
benar² nackal kmu ayuna😂
Rierudi Laras
Next bab thor
яσяσ мєη∂υт
ayuna pergi aja yg jauh udh tau sakit hati tp msh betah distu aja 🙄sakitmu itu tak berdarah 🚶🏻‍♀️
яσяσ мєη∂υт
wah itu pasti aunty ana 🤔omegod kepergok aunty ana yuna lg menggoda om davian 🙈
Widya Handayani
mana dong kelanjutannya thor...
Widya Handayani
ceritanya sangat menarik... lanjut thor..
Indra Nur Laraswati
Di tunggu upnya lagi thorr💪💪💪
Indra Nur Laraswati
aq mampir thor
baru nyimak💪💪💪
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
duh ayuna kamu bandel bgt sih 🙈🙈
Nurmaya
paling juga si om
Kenzi Kenzi
nah lhoh....siapa kira2.....oom davian tuh...... mosok guru bp,ga mungkin kan
Kenzi Kenzi
apa yg kamu rasakan bang...heheheb😉😉😉😉ser ser.an sama ponakan....
Rierudi Laras
Baru baca thor dari bab 1 hingga sekarang rasanya omnya ayuna sudah jatuh hati sama keponakannya sendiri 😄😄😄😄 next bab thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!