NovelToon NovelToon
Cinta Sang Ajudan

Cinta Sang Ajudan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:404.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ndra KyRa

Beberapa kisah dalam cerita ini di ambil dari kisah nyata.

Kisah ini menceritakan seorang abdi negara berpangkat Prajurit Satu (Pratu Indra). Seorang pria yang tampan dan gagah. Seorang ajudan yang melayani sang Komandan.

Suatu ketika dia terpikat oleh seorang gadis cantik yang mungkin bisa di bilang sangat jauh dari levelnya yang hanya seorang Tamtama. Seorang gadis berhijab yang meluluhkan hatinya.

Bisakah sang Ajudan mengambil hati gadis cantik itu? Bagaimana cara dia meyakinkan si gadis akan perasaannya? Dan bisakah orang tua si gadis menerima Indra yang hanya seorang Prajurit Satu?

Penasaran kan?? Yukk langsung baca sampai habis yaa... Jangan lupa like dan votenya ya. Biar author makin semangat updatenya....

IG : @Kyra.Arrafa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndra KyRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji

Terlihat Kinan memandangi gadis kecil yang bernama Sinta itu.

Kasian kamu sayang. Umurmu masih kecil, tapi harus menerima kenyataan hidup yang sepahit ini.

Dia pun mengusap lembut rambut gadis yang sedang tertidur pulas itu.

Sesibuk itukah orang tuamu? Sampai sampai orang tuamu yang seorang dokter pun tidak tahu jika kamu sedang sakit. Pernahkah dia memelukmu, atau hanya sekedar mengucap salam saat berangkat bekerja?

"Dokter." seorang perawat membuyarkan lamunannya.

"Iya."

"Kondisi gadis kecil ini sudah stabil, Dokter Adam meminta untuk memasukkannya ke kamar."

"Baiklah. Tolong kamu antarkan gadis ini ke kamarnya."

Beberapa perawat pun datang dan mendorong bed gadis itu. Kinan hanya bisa melihatnya dari jauh hingga dia masuk ke dalam lift.

"Nggak nyangka ya Dokter, ternyata gadis itu anak Dokter Adam." ucap Ana yang muncul dari samping.

"He em." jawab Kinan singkat. "Ayo kita lanjutin kerja dulu. Banyak pasien yang masih harus kita periksa." ajak Kinan.

Kinan pun mulai fokus kembali pada pekerjaannya.

.

Saat sore hari, sebelum pulang Kinan menyempatkan untuk menjenguk Sinta di kamarnya. Perlahan dia mendekat ke tempat Sinta terbaring. Wajah Kinan tersirat bahwa dia sangat kasian pada gadis itu.

Tubuh mungil, namun pengalaman hidupnya sungguh luar biasa besar.

Pelan pelan dia mengecek suhu Sinta. Dia menyentuh kening dan mengusap lembut rambutnya. Namun sentuhannya yang lembut itu tidak sengaja membut Sinta terbangun dari tidurnya.

"Kakak." ucap manja Sinta.

"Iya sayang." jawab Sinta lembut seraya mendekatkan wajahnya ke Sinta.

"Maaf ya kakak membuatmu terbangun." Kinan merasa bersalah.

Namun Sinta menggelengkan kepala.

"Aku nggak apa apa kok kak." Sinta dengan senyum lembut yang mengembang dari bibir mungilnya. Kinan pun ikut tersenyum.

"Cepat sembuh ya cantik." ucap Kinan seraya membetulkan rambut Sinta yang menutupi matanya.

Sinta hanya menganggukkan kepalanya.

"Sekarang apa yang kamu keluhkan? Apa kepalamu pusing? Atau kamu ingin makan sesuatu?" tanya Kinan sebagai sosok dokter yang penuh kasih sayang pada pasiennya.

Sinta hanya menggelengkan kepalanya.

"Nggak ada makanan yang kamu sukai?"

Sekali lagi gadis itu hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

"Terus kamu maunya apa dong?" tanya Kinan putus asa.

"Ada satu yang aku mau." tiba tiba gadis itu membuka suaranya.

"Apa??" tanya Kinan penasaran.

"Kalau aku sudah sembuh, apa kakak mau janji ngajak aku jalan jalan??"

"Jalan jalan??" Kinan heran.

"Iya jalan jalan. Aku pengen sekali ke taman bermain kak. Udah lama aku nggak pergi kesana." jelas Sinta. "Papa terlalu sibuk. Bahkan di weekend pun dia juga tetap sibuk dan nggak ada waktu nemenin aku jalan jalan." gadis kecil itu mulai bersedih.

Sejenak Kinan berfikir.

"Udah udah, nggak usah sedih. Iya deh kakak janji, nanti kalo kamu udah keluar rumah sakit kita akan jalan jalan ke taman bermain." Kinan terpaksa menyetujui agar tidak membuat Sinta sedih.

Sebenarnya Kinan berat mau menyetujui permintaan gadis itu, karena dia nggak mau berurusan dengan Dokter Adam. Hanya memikirkan orang itu saja membuat Kinan malas.

"Tapi nanti Sinta sendiri ya yang harus ijin sama Papa??"

"Oke deh kak." gadis polos itu mengacungkan jempolnya. Sangking polosnya dia tidak paham jika Papanya dan Kinan sering perang dingin.

"Oh iya kakak sudah kenal Papaku?" Sinta mulai aktif berbicara.

"Kenal. Dokter Adam kan?"

"Betul sekali. Seratus buat kakak." senyum Sinta. "Menurut kakak, Papaku gimana?"

"Apanya yang gimana?" Kinan heran.

"Ya, apa menurut kakak Papaku keren??"

"Hemmm... Iya..dia keren." Kinan sulit untuk menjawab jujur di depan gadis itu. Dia tidak tega menjelekkan Papanya.

"Papaku cakep kan??" tanya Sinta penasaran.

Kinan hanya menjawab sambil tersenyum.

"Papaku juga sudah punya segalanya loh kak. Punya mobil, rumah, apartemen." gadis itu mulai mempromosikan si Papa.

"Iya." jawab Kinan singkat sambil berusaha menyembunyikan rasa enegnya saat mendengar Sinta memamerkan harta Dokter Adam.

"Jadi??" tanya Sinta penasaran.

"Jadi apa??"

"Jadi apa kakak tertarik sama Papaku."

"'Apa?!!!" Kinan seketika terkejut mendengar gadis polos itu.

Mendengar nada Kinan yang terkejut, Sinta pun juga ikut terkejut. Terlihat gadis itu membelalakkan matanya.

"Kenapa kak?? Kakak nggak suka sama Papaku?" ucap Sinta dengan raut wajah sedih.

"Oh...bu...bukan... Bukan seperti itu. Ehh, mmm... Oh iyya Sinta harus banyak istirahat ya biar lekas sembuh." Kinan berusaha mengalihkan pembicaraan agar tak mengecewakan Sinta.

Dia pun segera membetulkan posisi bantal dan membaringkan Sinta disana.

"Hmm, kakak pamit pulang dulu ya. Besok kalo ada waktu, kakak akan kesini lagi." ucap Kinan sembari tersenyum.

Tanpa banyak bicara Kinan pun langsung pergi dari kamar Sinta.

Bapak sama anak yg di bahas kok sama sih??

Saat sedang menggerutu, tiba tiba ponsel Kinan pun berdering.

"Iya. Assalamu'allaikum Om." ucap Kinan.

"Ohh oke, ini aku udah meluncur ke lobi kok Om. Tunggu sebentar ya."

Dia pun menutup telponnya dan bergegas menuju lobi RS.

Tak beberapa lama Kinan pun sampai di lobi Rumah Sakit dan masuk ke dalam sebuah mobil putih yang terparkir disana.

"Maaf ya Om nunggu lama. Tadi masih jenguk anaknya teman." ucap Kinan sembari masuk ke dalam mobil.

"Nggak apa apa Mbak. Saya juga baru sampai." Indra tersenyum.

Saat mobil akan melaju, pandangan Kinan terhenti pada baju yang di kenakan Indra. Kaos berkerah berwarna navy, celana jeans dan sepatu berwarna abu abu. Dia baru sadar jika Indra mengganti pakaiannya.

"Ganti baju ya Om?" tanya Kiran heran.

"Ehh. Iya Mbak. Tadi pagi kan Mbak bilang sendiri kalo saya harus pakai baju santai. Jangan pakai loreng, biar nggak terlalu mencolok." ucap Indra mengulang kata kata Kinan yang tadi pagi.

"Jadi tadi Om balik ke mess dong??"

"Iya Mbak." jawab Indra tersenyum.

Kinan pun ikut tersenyum.

Bener bener ajudan yang patuh. Pantas saja selalu jadi rekomendasi untuk ngawal para petinggi.

Saat di perjalanan pulang.

"Om sudah makan?"

"Sudah Mbak. Tadi di suruh makan sama Neneknya Mbak."

"Ooh."

"Ehmm... Mbaknya sendiri apa sudah makan?" tanya Indra ragu.

"Belum Om."

"Mbak mau nyari makan dulu?" tawar Indra.

"Nggak deh Om. Aku mau langsung pulang saja." tolak Kinan lembut.

"Baik Mbak."

Indra pun kembali fokus ke jalanan. Namun sesekali dia masih berusaha curi pandang pada Kinan.

Sesampainya di rumah Nenek.

"Makasih ya Om." ucap Kinan.

"Sama sama Mbak." jawab Indra.

Kinan pun hendak masuk ke dalam rumah, namun langkahnya terhenti saat melihat Indra mengambil ember dan kanebo.

"Mau ngapain Om?" tanya Kinan heran.

"Mau bersihin mobil Mbak." jawab Indra polos.

Kinan pun melihat langit sore itu. Langit cerah tanpa tetesan hujan sedikit pun.

1
Surati
bagus
Erry zaidah luthfiyah
sedih bangt pas hamil ditinggal.
lagiran tanpa suami kinanya, amg sebelum setahun indra sdh plg ya thor
Saya Sayekti
kereenn... usahanya g kaleng2
Saya Sayekti
makanya dr awal jujur.terpaksakan jadinya.g nyaman tau..
Saya Sayekti
lakik banget...
Saya Sayekti
bagus ceritanya.g panjang muter2 sinkat padat
Een Mely Santi
si sambo
SR.Yuni
sampai sini aku setuju sama pendapat Aris....dan dahlah gak respek lagi sama sikap indra....
Wasis Esa
Luar biasa
Lia
bg Niko, sini jd jodohnya aq akoh aja..... 😍😍😍
Lia
cinta tak memandang kasta ya bg indra.....
maju terus pantang mundur bg......
Nurmila Karyadi
oalaahh cinta yg rumit, kasian juga Niko y, belum ada pengganti kinan
Dewi Purnomo
yaaaaah lama gak up....sekali up malah END....kepiye tow kak....
Sapti Ridar Wanti
kok tau" the end thor,lanjut dong,gmn cerita Niko.....
Kyra.Arrafa: nanti aku kasih season 2 nya untuk Niko yaa 😄🤗 mohon sabar menunggu
total 1 replies
Kumalasari
lanjut thor
winta purwantia
lanjutan nya donk
winta purwantia
lanjutan nya Don Thor.
nadya insan
lanjut extra nya dong kak
Afinah Bachty
yach,, kasih keajaiban buat mas indra thor, kn kasian kinan ma anaknya
Syahriati 1212
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!