NovelToon NovelToon
ISTRI TITIPAN ABANG

ISTRI TITIPAN ABANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

"Satu Janji, Dua Dunia, dan Takdir yang Tertukar."
Di hari pernikahannya, Syarifah Khadijah Al-Eydrus kehilangan Habib Farhan, calon suaminya yang tewas dalam kecelakaan tragis. Melalui sebuah wasiat terakhir, Khadijah terpaksa dinikahi oleh Zaid, adik kandung Farhan yang tampan, dingin, sekaligus berandalan ketua geng motor.
Bagi Zaid, Khadijah hanyalah "titipan" yang menyesakkan. Di bawah satu atap, sang Hafizah berjuang dengan kesabaran, sementara Zaid terus memberontak dalam liarnya kehidupan malam. Namun perlahan, getaran asing mulai tumbuh di antara cadar dan jaket kulit.
Akankah Zaid berubah menjadi imam yang pantas, ataukah Khadijah selamanya hanya menjadi bayang-bayang masa lalu?
"Karena terkadang, Allah mematahkan hatimu hanya untuk mempertemukanmu dengan seseorang yang akan menjagamu selamanya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYANG-BAYANG DI BALIK PINTU BENGKEL

Kesan bahwa "semuanya telah selesai" ternyata hanyalah ketenangan sejenak di pusat badai.

Seminggu setelah penangkapan Raka di dermaga Kalibaru, kehidupan Zaid dan Khadijah tampak berjalan ideal. Zaid mulai sibuk mengurus pendaftaran lisensi advokat dan persiapan studi lanjutannya, sementara Khadijah kembali aktif mengajar hafalan Al-Qur'an di yayasan milik keluarganya. Namun, di dunia bawah tanah Jakarta, celah yang ditinggalkan oleh tewasnya pengaruh Raka tidak biarkan kosong begitu saja.

Sore itu, Zaid baru saja selesai mendiskusikan berkas perizinan usaha bengkel bersama Haikal di ruang kantor kecil bengkel mereka. Udara Jakarta sedang terik, membawa aroma oli dan karet ban yang menyengat.

"Zaid," panggil Haikal sambil memutar-mutar pena di jarinya. Raut wajahnya tidak setenang kemarin. "Lo ngerasa ada yang aneh nggak sama berkas asetnya Macan Hitam?"

Zaid yang sedang memeriksa draf perjanjian kerja sama menoleh. "Maksud lo?"

"Raka itu emang otak di jalanan, tapi dia nggak punya akses keuangan sebanyak itu buat nyewa kontainer, beli senjata rakitan, atau bayar orang-orang di Sleman," Haikal memajukan kursinya, berbisik rendah. "Ada penyokong dana di belakang dia. Seseorang yang punya kepentingan lebih besar dari sekadar dendam geng motor."

Zaid meletakkan penanya. Tatapan matanya yang tadi teduh mendadak menajam. "Polisi nggak nemuin jejak aliran dana itu waktu meriksa Raka?"

"Raka tutup mulut di tahanan. Dia cuma ketawa-ketawa kayak orang gila tiap kali ditanya soal donornya," jawab Haikal serius. "Dan tadi pagi, Sherly datang lagi."

Nama itu membuat Zaid mengernyit. "Sherly? Bukannya dia udah menghindar setelah ngasih alamat gudang tua itu?"

"Dia ketakutan, Zaid. Dia bilang ada orang-orang berpakaian rapi bukan anak geng motor yang nyariin dia dan nanya seberapa banyak hal yang udah dia bocorin ke lo."

Belum sempat Zaid merespons ucapan Haikal, ponsel di atas mejanya bergetar singkat. Sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor yang terenkripsi.

“Pangeran Jalanan yang sudah bertobat... Kamu pikir memborgol Raka sudah cukup untuk membayar utang masa lalu keluarga Al-Idrus? Ini baru babak pemanasan. Nikmati peran barumu sebagai suami, sebelum panggungnya kami runtuhkan.”

Zaid mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah yang sempat padam kembali memercik di dadanya. Orang ini bukan sekadar musuh jalanan biasa; orang ini tahu latar belakang keluarganya dan memanfaatkan Raka hanya sebagai bidak catur pertama.

"Ada apa, Zaid?" tanya Haikal cemas melihat perubahan raut wajah sahabatnya.

Zaid menghapus pesan itu, lalu berdiri dan meraih jaketnya. "Haikal, perketat pengawasan di sekitar yayasan tempat Khadijah mengajar. Jangan sampai dia tahu soal pesan ini dulu. Gue nggak mau dia cemas sebelum kita tahu siapa dalang sebenarnya."

"Lo mau ke mana?"

"Gue mau nemuin Sherly," jawab Zaid dingin. "Dia satu-satunya kunci yang tahu siapa orang-orang berpakaian rapi itu."

Di rumah, Khadijah sedang menyiram tanaman melati di halaman depan ketika mobil Zaid memasuki gerbang. Khadijah tersenyum hangat, menyambut suaminya yang turun dari mobil. Namun, sebagai seorang istri yang kini sangat mengenali setiap detail gestur tubuh suaminya, Khadijah langsung menangkap ketegangan terselubung di bahu Zaid.

"Mas Zaid baru dari bengkel?" tanya Khadijah lembut sambil menyerahkan segelas air putih hangat begitu mereka masuk ke dalam rumah.

Zaid meminum air itu sampai habis, lalu menatap Khadijah. Ia mencoba tersenyum, namun senyum itu tidak mencapai matanya. "Iya, Khadijah. Ada beberapa urusan administrasi bengkel yang harus diselesaikan."

Khadijah merapikan kerah baju Zaid, menatap lurus ke dalam mata suaminya. "Mas... apa ada hal lain yang mengganggu pikiran Mas? Sejak pulang tadi, genggaman tangan Mas terasa sangat dingin."

Zaid tertegun. Ketajaman intuisi istrinya selalu berhasil menembus pertahanannya. Ia meraih tangan Khadijah, mengecup telapak tangannya lembut.

"Hanya sedikit lelah, Istriku. Banyak hal yang harus disiapkan untuk rencana masa depan kita," bohong Zaid pelan. Ia tidak ingin merusak ketenangan Khadijah yang baru saja pulih dari trauma ancaman Raka.

Khadijah menatap Zaid lama, ada riak kecemasan di matanya, namun ia memilih untuk tidak mendesak. "Apapun itu, Mas... ingat janji kita di atas sajadah. Jangan pernah menanggungnya sendirian jika badai itu datang lagi."

"Iya, Khadijah. Aku janji," bisik Zaid sambil merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukan hangat, berusaha menyembunyikan kenyataan bahwa badai baru yang jauh lebih besar dan lebih gelap kini sedang mengintai pernikahan mereka dari balik kegelapan.

Perjalanan mereka menuju pendewasaan, ujian cinta, dan pertarungan sesungguhnya baru saja memasuki babak yang baru.

1
Enz99
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!