seorang pemuda bernama Aryan, Aryan Pratama Radja bermimpi menjadi super Mega star sepak bola Dunia.
Dari menjadi tulang punggung keluarga hingga mengharumkan tanah air.
"Aku lahh Sang Super Starr... Arrghh"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mpi Apriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 : Gagal?
"Baik, semuanya di depan kalian sudah ada scout yang akan membacakan nama peserta yang terpilih seleksi...silakan." Ucap pelatih Andre mempersilahkan setelah perkenalan singkat
Ketiga pelatih memasang raut wajah yang sulit di artikan cemas, khawatir, tegang tercampur aduk menjadi satu, dan dalam benat mereka apakah Aryan berhasil terpilih salah satu scout?, semoga saja hasil seleksi dapat membantunya terpilih salah satu scout.
"Baik, semuanya selamat pagi. " safa salah satu scout dengan aksen British
"Siap pagi!!. " Ucap semua peserta dengan penuh minat tak terkecuali Aryan cemas dengan rasa tegang di dalam dirinya terus menerpanya
Scout tersenyum senang dengan semangat semua peserta " Perkenalkan saya Bert Van Jick, saya akan membacakan daftar peserta yang terpilih mewakili semua scout,... Namun, tidak semua scout memilih peserta. Hanya beberapa scout yang tertarik memilih kalian, dan karena ada beberapa insiden yang di luar dugaan kami..."Ucap scout Bert mengedarkan pandangannya mengamati semua peserta hingga tatapannya terkunci pada satu peserta, bibirnya tersungging tipis
Aryan yang sadar di tatap menolehkan pandangannya kedepan, dia melihat di tatap scout yang berbicara mewakilkan scout lainnya, tidak bukan hanya dia tetapi semua scout tampak memperhatikannya seperti masih memperhitungkan apakah dia layak untuk di pilih? Karena ini seperti perjudian jika seorang scout salah membuat perhitungan memilih bakat muda akan berdampak pada karirnya.
Dari tatapan semua scout tersirat rasa 'penyesalan' untuk menyia nyiakan harta karun di depan mereka, raut keraguan tampak jelas dari wajah para scout untuk mempertimbangkan memilih Aryan, berjudi dengan karier mereka, karena hampir semua scout memasukan nama Aryan dalam buku catatan mereka.
Aryan tetap berusaha tenang menghadapi tatapan tajam dari para scout " Baik, untuk mempersingkat waktu saya akan langsung membacakan daftar peserta yang terpilih, tolong dengarkan baik baik karena saya hanya akan sekali membacakannya, mengerti..." Ucap scout Bert berhenti sejenak sebelum melanjutkan " Peserta yang terpilih Scout Inggris ; Adi... Scout Belanda ; Tama... Scout Jerman ; Febi..... "Ucap scout Bert
" ...baik itu adalah beberapa peserta yang berhasil lolos, untuk nama yang saya sebutkan tadi segera menghadap pelatih Andre untuk informasi lebih lanjut, dan yang gagal terpilih jangan berkecil hati, masih ada kesempatan tahun depan, sampai jumpa. "Scout Bert mengakhiri pengumuman dan berbalik badan kembali pada kumpulan para scout
" Baik, kalian bisa istirahat terlebih dahulu, akan ada beberapa informasi lebih lanjut. "Ucap pelatih Andre lekas pergi
Setelah mendengar dengan saksama pengumuman scout Bert pelatih Andre di ikuti pelatih indra Sjafri dan pelatih Fakhri Husaini di belakangnya menyusul kerumunan para scout.
" Permisi... "Ucap pelatih Andre setelah mendekat
" Iyaa, ada yang bisa saya bantu, pelatih?. " Ucap scout Bert menghadap pelatih Andre
"Boleh kami berbicara sebentar?. " Ucap pelatih indra Sjafri
"Tentu pelatih... " Ucap scout Bert
"Baik, tolong ikuti saya. " Ucap pelatih Fakhri Husaini mengarahkan memipin jalan
. . . . . . . . .
Setelah scout Bert selesai membacakan daftar peserta seketika pandangan Aryan kosong memutih tidak percaya jika dia gagal terpilih "Tidak mungkin... Pasti terjadi kesalahan... " Gumam Aryan dengan tubuh gemetar
Tama yang melihat Aryan kecewa dengan hasil seleksi menghampiri " Aku tidak percaya dengan hasil keputusan mereka, bagaimana bisa kau tidak terpilih?... Pasti terjadi kesalahan. " Ucap Tama
"Aku tidak habis pikir, bagaimana kau tidak bisa terpilih. Kau adalah Man Of The atch pertandingan ini. " Ucap Adi menghampiri
Bagaimana pun Aryan adalah pembeda pertandingan ini dengan mencetak Quintrick 5 gol dalam satu pertandingan, tidak dalam waktu 45 menit separuh pertandingan normal layak untuk mendapatkan panggung di Eropa.
"Sudahlah, mau bagaimana mana lagi?... Itu sudah menjadi keputusan mereka. " Ucap Aryan lemas
Tama prihatin dengan kondisi Aryan yang mulai patah semangat " Ar, Patah satu tumbuh seribu. Masih banyak jalan jangan patah semangat seperti itu... "Ucap Tama bagaimanapun Aryan adalah orang yang bertekad kuat saat di lapangan dia bisa membangkitkan mental peserta dengan tekadnya dan membawa tim menuju kemenangan dengan skor telak 7:1
Aryan mengangguk tersenyum " Benar yang di katakan Tama, ke mana perginya ambisi ku?... Tekad ku?... Mentalitas ku?... Akan sangat memalukan aku jatuh dengan hujan gerimis seperti ini, untuk seorang yang terbiasa melewati hujan badai. " Batin Aryan
"Kau benar, masih banyak jalan. Ke penilaian scout itu tidak akan bisa menghentikan ku. " Ucap Aryan
"Itu baru Mang Aryan yang ku kenal... " Ucap Tama merangkul pundak Aryan
"Hahaa... " Tawa mereka bertiga melupakan sejenak hasil seleksi
"Aku masih memiliki sistem membantu untuk mencapai tujuan ku...dengan sistem aku bisa melakukan yang tidak bisa dilakukan orang lain... Akan kubuktikan penilaian bodoh scout itu salah.... " Batin Aryan menyeringai
. . . . . . . .
"silakan... " Pelatih Fakhri Husaini memimpin jalan mengarahkan ke ruang ganti.
Alasan mengapa ketiga pelatih memilih berbicara langsung dengan scout Bert karena dia adalah yang mengundang para scout lainnya untuk menghadiri seleksi pemuda berbakat dan menjadi jembatan penghubung pada scout yang lainnya. Terlebih dia cukup baik untuk di ajak bicara.
"Terima kasih." Scout Bert duduk di kursi tempat pelatih menjelaskan taktik tim
Ketiga pelatih bingung harus memulai dari mana untuk membicarakan hasil seleksi
"Baik, saya mengerti mengapa anda mengundang saya untuk berbicara, ini tentang pemuda bernama Aryan, bukan?. " Ucap scout Bert memulai pembicaraan
"Anda benar, ini tentang pemuda bernama Aryan. mengapa dia tidak terpilih?...bukankah dia bermain bagus?... " Ucap pelatih Andre
"Benar, dia memang bermain bagus. tetapi karena insiden pelanggaran keras tadi memengaruhi pertimbangan kami sebagai scout, dan tidak mungkin anda tidak melihat betapa kerasnya pelanggaran itu?. " Ucap scout Bert
"Benar kami bisa melihat betapa kerasnya pelanggaran itu, tetapi bukan kah anda sudah melihat hasil tes medis?...dia baik baik saja tidak mengalami cedera apa pun. " Ucap pelatih indra Sjafri
"Anda benar, kami sudah melihat hasil tes medis dia memang baik baik saja, namun tidak tertutup kemungkinan akan ada masalah cedera skala panjang di karier nya, dan kami menghindari risiko sekecil apa pun. Tolong anda mengerti pelatih." Ucap scout Bert tenang
"Kami mengerti... " Ucap pelatih Fakhri Husaini terhenti sesaat, ketiga pelatih memiliki aura suram di raut wajahnya " Namun jika memang ada kemungkinan dia cedera skala panjang sangat tidak mungkin dia bisa menyelesaikan penalti, dan apabila ada cedera di kakinya sangat tidak mungkin dia bisa berlari bahkan untuk berdiri saja pun tidak akan bisa... tetapi dia bisa melakukan itu semua... " Lanjut pelatih Fakhri Husaini
"Itu benar, mulanya kami berpikir dia akan cedera dan melakukan tes medis untuk memastikan kondisinya, namun setelah tes medis hasilnya menunjukkan dia baik baik saja. " Pelatih Andre menambahkan
Scout Bert terdiam sesaat menghela napas memikirkan sesuatu di kepalanya sebelum berbicara "Sebelumnya semua scout mencatatkan nama pemuda bernama Aryan itu, dan berdebat siapa yang akan mendapatkan talenta muda berbakat sepertinya..." Ucapan scout Bert terhenti, seketika wajah ketiga pelatih sedikit cerah mendengar penuturan scout Bert "Namun setelah insiden pelanggaran itu mulai mengubah keputusan mereka dan mempertimbangkan Pemuda bernama Aryan itu. " Lanjutnya raut wajah ketiga pelatih kembali muram