NovelToon NovelToon
Baret Biru

Baret Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:179.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jia.P

Kirana hanyalah sebatas gadis muda yang baru mengenal mimpi dan cinta. Dia sedang bahagia merangkai satu demi satu kuncup cintanya bersama seorang pemuda bernama Keenan.

Namun, bunga yang baru akan mekar itu segera layu karena satu kejadian naas yang merenggut hampir seluruh akal sehatnya hingga keluarganya menerima lamaran Raihan begitu saja. Lalu, bagaimana kisah cinta Kirana dan Keenan? Haruskah dia merelakan egonya dan menatap masa depannya dengan laki-laki lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jia.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Antara Ya dan Tidak

Kirana sudah menerima kehadiran Bang Raihan di dalam hidupnya. Kirana akhirnya memutuskan untuk menerimanya sebagai bentuk terima kasihnya pada semesta yang masih begitu baik pada gadis hina sepertinya. Dia terus berusaha memperlakukan Bang Raihan dengan baik, sebisa mungkin menjaga perasaannya walaupun sebenarnya hal itu sangat berat untuk Kirana.

Sejak saat itulah Bang Raihan tidak pernah lagi absen menjemput Kirana. Selepas isya Bang Raihan pasti sudah stand by di cafe bahkan sering kali juga membawakan makan malam untuk Kirana dan kedua sahabatnya. Atau seperti kemarin malam misalnya,, Bang Raihan bilang baru saja naik pangkat dan dia mentraktir Kirana dan teman-temannya sekaligus juga karyawan-karyawannya.

“Dek? Abang mau bicara sama kamu dulu berdua, bisa? Sekalian kita makan malam,” tanya Bang Raihan.

“Harus sekarang Bang?” tanya Kirana yang memang sedang sibuk mengecek isi gudang.

“Nanti saja kalau kamu sudah selesaikan pekerjaanmu,” kata Raihan.

“Maaf ya, sebentar saja. Selesai ngecek gudang aku temui Abang. Abang tunggu saja di depan ya,” kata Kirana.

Lucy dan Ningrum sedang tidak berada di tempat hari ini itulah kenapa Kirana jadi sibuk sejak tadi. Kirana sebisa mungkin meng-cross check semuanya sebelum dia tinggalkan untuk makan bersama dengan Bang Raihan. Kirana memberikan amanah pada Dimas untuk mengawasi dan mengabarinya jika terjadi sesuatu baru dia berani meninggalkan cafe.

“Mau makan di mana kita Bang?” tanya Kirana.

“Kamu maunya makan apa Dek? Abang manut deh,” kata Raihan.

“Abang hari ini sudah makan nasi kan?”

“Belum sih, tadi siang cuma makan pecel. Kenapa tanya begitu?”

“Aku pengen mie ayam Bang,” kata Kirana sambil memainkan jari tangannya.

“Sama-sama tepung Dek, bedanya apa? Bukannya sama saja makan nasi?” kata Raihan.

“Beda dong Bang, tepung di nasi sama tepung di mie tuh beda. Kandungan gizinya beda, di perut juga rasanya beda,” kata Kirana.

“Sama saja Dek. Abang mah perutnya kebal sama segala jenis makanan jadi mau kemanapun dan makanan apapun yang kamu mau Abang jabanin, ya kecuali kalau diminta nyamai level pedasmu sih,” kata Bang Raihan sedikit bergumam di kalimat terakhirnya.

Kirana tertawa, “siapa juga yang minta Abang ngikuti level pedasku.”

“Yaudah kita makan mie ayam ya, kebetulan Abang punya warung mie ayam langganan. Tapi tempatnya di dalam gang kecil gitu, cuma pedagang kaki lima yang buka lapak di depan rumahnya,” kata Bang Raihan.

“Perfect Bang. Malah nggak begitu berisik tempatnya,” kata Kirana.

“Beneran? Perutmu kan sensitif Dek.”

“Asal tempatnya bersih nggak masalah Bang,” kata Kirana.

Kirana dan Raihan kemudian segera menuju ke lokasi. Begitu sampai di sana, Raihan yang memesan. Dia pesan satu porsi jumbo untuknya dan yang porsi normal untuk Kirana. Entah apa yang mau dibicarakan Raihan, tapi laki-laki itu bilang dia baru mau bicara setelah mereka selesai makan. Ketika makan mereka malah sibuk membahas soal kerandoman Bang Adnan yang tiba-tiba mau pakai baju berwarna tosca cerah yang jelas-jelas bukan selera Bang Adnan.

“Kirana…, Abang mau tanya sama kamu,” kata Raihan yang mulai serius.

“Tanyalah Bang,” jawab Kirana.

“Soal hubungan kita, Abang memang berniat untuk menunggu kamu sampai siap menerima Abang tapi kayaknya orang tua Abang nggak siap menunggu selama itu,” kata Bang Raihan sedikit ragu.

“Kalau soal itu Kirana sendiri juga sama. Papa selalu menanyakan kapan Abang akan datang ke rumah, tapi Kirana bingung Kirana ini sudah siap belum menerima Abang,” kata Kirana.

“Apa yang membuatmu ragu Dek? Biar Abang bisa hilangkan keraguan itu dari hatimu,” tanya Bang Raihan.

“Abang tahu kan aku sudah nggak utuh, apa benar Abang mau menerima aku? Dengan kondisiku seperti ini?”

“Astagfirullah Dek, apa Abang masih kurang membuktikan diri kalau Abang tulus sama kamu? Abang tahu dan paham betul sama apa yang pernah terjadi sama kamu. Abang juga kan yang mengusut kasusmu sampai tuntas. Toh itu bukan kesalahanmu Dek, itu musibah.”

“Beneran Abang mau menerima Kirana yang bekas orang lain?”

“Kamu bukan bekas Kirana, kamu itu perempuan, sebuah pribadi, bukan barang. Jangan pernah bilang kamu itu bekas. Bagi Abang kamu itu masih bersih. Justru Abang berpikir, dengan pengalamanmu di masa lalu itu kamu akan mampu jadi ibu yang baik buat anak-anakmu nanti, buat putrimu,” kata Bang Raihan.

“Beneran Bang?”

“Bener Dek, Abang nggak berani bohong sama kamu,” kata Bang Raihan.

Kirana terdiam selama beberapa saat dan memaksa Raihan kembali bicara untuk menghapus keheningan, “Kalau kamu mau menerima Abang, Abang janji tidak akan memaksakan kehendak sama kamu. Masalah hak dan kewajiban suami istri pun Abang hanya akan selalu melibatkanmu dalam semua keputusan,” kata Bang Raihan.

“Kalau begitu, Kirana minta waktu sedikit lagi buat mikir ini ya Bang. 3 hari saja, nanti Kirana akan jawab Abang. Maafkan Kirana Bang,” kata Kirana.

“Jangan terlalu sering minta maaf Kirana, Abang nggak suka. Abang paham kok sama kondisimu,” kata Raihan.

***

Sudah beberapa malam ini Kirana tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan apakah akan menerima Bang Raihan atau bertahan dengan masa lalunya. Jika dia mengiyakan ajakan Bang Raihan untuk menikah, maka Kirana akan menyelamatkan banyak orang. Hubungan keluarganya dan keluarga Bang Raihan tidak akan merenggang. Bang Adnan sendiri juga tidak perlu canggung dengan Bang Raihan.  Tapi dia akan mengorbankan seluruh hidupnya hanya untuk satu keputusan ini.

Andai Kirana mengambil langkah untuk menunggu Keenan yang entah berada di mana dan bagaimana kabarnya itu dia akan mengorbankan banyak orang. Bukan hanya Bang Adnan akan semakin terpuruk melihat kondisinya yang tidak mampu lepas dari belenggu masa lalu, tapi juga tentang nasib dirinya sendiri yang entah akan bagaimana kedepannya. Harapannya terlalu kecil untuk bisa bersama lagi dengan Keenan walaupun Kirana sebenarnya masih menyimpan rapi semua tentangnya di dalam hatinya.

“Kirana…, Dek, kamu kok belum bangun sayang?” tanya Mama yang terus mengetuk pintu kamar Kirana.

“Dek Kirana?” panggil Mama lagi.

“Ada apa Ma?”

“Eh Abang, maaf Mama jadi bangunin kamu. Ini lho adikmu kok sudah hampir jam 9 belum bangun juga. Nggak sholat subuh, nggak sarapan juga. Mama takut ada apa-apa. Beberapa hari ini adikmu diem aja, bahkan Mama merasa Kirana menghindari Papa dan Mama,” kata Mama.

“Kirana? Dek ini Abang,” kata Adnan ikut memanggil-manggil Kirana.

Karena beberapa kali mengetuk tidak mendapatkan respon apa-apa, Adnan terpaksa mendobrak kamar adiknya. Dia tidak peduli pada pintu itu, yang dia pedulikan adalah kondisi adiknya. Begitu dia dan Mama masuk, mereka menemukan Kirana tertidur dengan tenang di atas tempat tidurnya tapi seluruh badannya diselimuti keringat dingin.

“Ya Allah badanmu panas banget sayang,” kata Mama.

“Ma, kita bawa Kirana ke rumah sakit ya,” kata Adnan.

Begitu mendengar kata rumah sakit, Kirana menolak. Dia dengan secepat kilat menahan tangan Mama dan memohon agar dirinya tidak dibawa ke rumah sakit. Dia benci bau etanol, dia benci ada jarum yang menembus kulitnya, dia juga benci dengan semua hal yang berkaitan dengan rumah sakit.

“Nggak papa Mama yang temani, mau ya? Janji hanya diperiksa saja nggak sampai menginap di rumah sakit,” kata Mama.

“Mama bilang gitu di rumah juga kalau dokter minta Kirana nginap Mama akan iya iya aja. Kirana nggak mau Ma, pokoknya Kirana nggak mau,” kata Kirana.

“Dari kapan coba kamu sakit kaya gini Dek, astaga. Kenapa kamu nggak bilang sih. Kan Abang sudah pernah bilang, kalau ada apa-apa cerita,” kata Adnan sedikit memarahi adiknya.

“Abang jangan marah dong, kepalaku jadi makin pening,” kata Kirana nyaris menangis.

1
Berbieliza
semngat thor udah mmpir, klau berkenan mmpir
Jia.P: Pasti aku akan meluangkan waktu untuk mampir kak, makasih ya atas apresiasinya
total 1 replies
lutfia
😭😭 nangis kejer aku, ga sanggup aku, 😭😭
Anita Qarry
masih gak pham,kno Keenan melepas Kirana. ap krn gk virgin, atw ap seh ?? klo mental down tp bisa masuk Akpol...lh kan gak ngerti aq ny
Jia.P: yahh namanya udah nggak jodoh kak 😅
total 2 replies
Elsa Devika
dri awal baca novel ini udh bagus bnget siih, menceritakan tentang seorang gadis tangguh yg penuh perjuangan cinta dan hidup smpe akhir nya happy ending😊
semangat buat karya² baru nya kak💪
jngan marah yaa klo ada saran dan kritik dri readers mu😁
Jia.P: iya kakak terima kasih atas masukannya semangat juga untuk kakak, hehe aku nggak akan marah kok justru aku seneng banget kalau ada yang mau saran dan kritik untuk karyaku karena untuk pengembangan diriku juga
total 1 replies
Elsa Devika
menangis aku baca part ini mlem²😭🤧
Elsa Devika: siaaap😁
total 2 replies
Recm82
yaaach koq END thor padahal bagus loh ceritanya..okay dech ditunggu karya berikutnya
Jia.P: ditunggu karyaku berikutnya ya kakak, as soon as posibble
total 1 replies
Maya Puspita
ditunggu karya berikutnya thor
Jia.P: yupyup doakan lancar kerjaanku biar bisa segera nulis lagi yaa kak
total 1 replies
Suci Fazira
Thor up lagi dong,tunggu ya
Jia.P: siap..., diusahakan segera up kok.
maaf ya lama soalnya author lagi sedikit sibuk berhubung mau 17an juga
total 2 replies
lamps 2
baguss thor❤❤lanjutkan ❤❤
Jia.P: shap ndan 👍😊
total 1 replies
Anonim
Jujur blom samp pada kenyataan klo bukan sama kenan
Jia.P: kqta Kirana rencana Tuhan buat dia jauh lebih baik, nggak papa 😌
total 1 replies
Anonim
Jujur gelo tp mau gimana
Jia.P: yang aabar ya kak 🤭
total 1 replies
Kaisar Tampan
kak aku udah mampir ni.
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
Jia.P: siap nanti kalau ada waktu aku pasti mampir 👍👍👍
total 1 replies
Mika Saja
semoga skripsi lancar,tanpa ada koreksi LG,mendapatkan hasil yg memuaskan dan semoga ilmunya bermanfaat,amin💪
Jia.P: aamiin... 🙏
total 1 replies
Mika Saja
akhirnya up jg,jgn lama2 thour😘😘
Mika Saja: amin..,yra,,tetap semangat👍
total 4 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭 jangan pelit² up ceritanya Thor 😭😭🙏🙏🥺🥺
Jia.P: pasti kakak diusahakan yaa 🙏
semoga kakak nggak bosen sama ceritaku hehehe
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭😭
lebih banyak upnya thor
Jia.P: makasih kakak atas semangatnya hehe semoga kakak nggak bosen ya 🤗
total 3 replies
Windy Miller
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
Jia.P: makasih kakak semoga kakak suka yaa 🤗
dukung juga karyaku yang lain ya kakak, novelku yang di sebelah juga nggak kalah bagusnya lhoo 🤭
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭
Jia.P: aduh baret biru sudah tamat kakak 😅
sebagai gantinya aku sudah bawa novel baru lho semoga kakak juga suka
total 3 replies
flower bean
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Jia.P: seneng deh kalau kakak bisa enjoy bacanya 🌹
support terus baret biru ya kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!