"Kamu sengaja tidak ikut makan malam saat saya dirumah kamu?" Tanya Arka
"Ketiduran pak" jawab Mentari asal
"Apakah Aldi mengetahui kebohongan mu ini?.. saya sangat tau kalau orang itu bohong atau tidak" ucap Arka membuat Mentari diam tidak berkutik
Kira-kira apa yang terjadi yaa?
.
.
.
Semoga suka😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Arka masuk dalam butik tersebut, begitupun dengan ibu dewi yang sudah menemui ibu Anita.
"Anita?" panggil ibu Dewi. Ia melihat mirip dengan Anita teman SMA nya dulu ada di butik itu, ia langsung menghampirinya dan memastikannya dan ternyata benar itu temannya yang sudah lama bertemu
"iya, ya Allah Dewi lama tidak bertemu" ujar ibu Anita lalu memeluk sahabat lamanya itu,
"beli apa?" Tanya ibu Dewi lagi dengan ramah setelah melepas pelukannya dari Anita
"kerudung untuk anak saya Dewi" jawab ibu anita dengan lembut
"Anaknya mana?" Tanya ibu Dewi sambil celingak-celinguk mencari putri Anita itu
"Tadi ke toilet" jawab ibu anita
Arka tidak memperhatikan siapa teman ibunya itu, ia sibuk memperhatikan model jilbab yang ada dibutik itu.
"Cocok untuk Mentari warna ini" batin Arka
Warna yang ia pegang Arka yaitu warna gold. Arka menuju kasir untuk membeli kerudung tersebut. Arka menunggu ibunya dari luar butik, ia sudah capek mengikuti ibunya.
Arka memutuskan untuk mencari pakaian untuk dirinya yang berada disamping butik tersebut.
Mentari yang dari toilet melewati butik dimana arka berada.
Arka melihat mentari lewat, spontan Arka keluar dan mengejar Mentari
"Kamu masih disini juga?" Tanya Arka yang ada dibelakang Mentari
Mentari berhenti sejenak dan menoleh "pak Arka" ucap Mentari dengan terkejut, "bapak ngapain kesini?" Sambungnya dengan pertanyaan
"Belanja" jawab Arka sambil mengangkat papebag yang dia pegang. paperbag tersebut tertulis butik hijab dengan stiker orang berhijab
"Hahaha... Bapak beli apa disana?.. disana semua pakaian perempuan" ucap mentari setelah ia ketawa. Ia tidak bisa tahan setelah melihat Arka dengan bangga mengangkat paperbagnya dan memperlihatkan padanya
"Memangnya ada yang salah?" Tanya Arka
"Gak ada pak, saya pergi dulu" pamit Mentari lalu ia masuk dibutik tersebut sedangkan Arka pergi menuju parkiran, Arka sudah tidak jadi membeli pakaian disitu. Ia memutuskan untuk menunggu ibunya dimobil.
Mentari kembali masuk dalam butik tersebut sementara ibunya masih cerita sambil mencari-cari kerudung dengan ibu Dewi.
"Bunda" panggil mentari
"Sini sayang, suka gak?" Tanya ibu Anita
"Bagus" jawab Mentari pada ibunya
Ibu Dewi melihat Mentari sembari memanggil ibunya. Entah kenapa ibu Dewi langsung suka kepada mentari
"Cantik Putrimu Anita ini, tapi " batinya
"Anita ini Putri kamu?" Tanya ibu Dewi
"Iya.."jawab ibu Anita.. "sayang ini teman bunda" sambungnya kepada Mentari
Mentari langsung senyum kepada ibu Dewi lalu ia mencium tangan ibu Dewi. Ibu Dewi melihat Mentari yang sopan kepada orang tua, ia semakin suka
"Nama kamu siapa nak?" Tanya ibu Dewi
"Mentari bu" jawab Mentari
"Wahh.. nama yang cantik, secantik orangnya" puji ibu Dewi
Ibu anita mendengar pujian dari ibu Dewi itu langsung ia jawab "Dewi bisa aja.. dia anaknya biasa saja"
"Aku serius Anita.. eeehhh lihat anak saya gak?" Tanya ibu Dewi setelah sadar ternyata dari tadi tidak melihat Arka
"tidak, mungkin lagi keliling cari yang mau dibeli" jawab ibu Anita
"Mungkin yaa... Nak Mentari pilih saja nanti ibu yang bayar" ucap ibu Dewi lagi
"Gak usah dewi, makasih loh.." tolak ibu Anita dengan lembut
"Gak apa-apa, aku senang belanja untuk anak perempuan.. aku gak punya anak perempuan" jelas ibu Dewi.. "kapan-kapan bisa gak ibu ajak makan?" Sambungnya dengan pertanyaan kepada Mentari
"Bisa bu, nanti diatur aja ya bu.. Mentari ngikut aja" jawab Mentari sembari ia senyum ramah
"Oke,.. jeng aku pergi dulu yaa" pamit ibu Dewi.. "nak Mentari ibu pergi dulu, aku tunggu loh kapan ada waktunya" sambung ibu Dewi kepada Mentari dengan ramah
Mentari bingung dengan ucapan ibu Dewi karena ibu dewi menunggu info darinya sementara nomor ponsel saja tidak saling tau
"Ternyata banyak yang membuat kita bingung di dunia ini" batin Mentari
"Heee.. kenapa bengong?.. bunda sudah belanja.. kita pulang" ucap ibu anita
Mentari tersadar dari lamunannya "eehh.. iya bu.. ayo" Mentari penuh semangat
Mentari dan ibunya keluar dari Mall menuju parkiran mobil
Sementara Arka masih menunggu ibu diparkiran, Arka menelfon ibunya
📞"Assalamualaikum bu, ibu belum selesai belanja?" Tanya Arka
📞"Wa'alaikumussalam.. sudah.. kamu dimana?" Tanya balik ibu Dewi dibalik telfon
📞"Diparkiran, Arka tunggu saja dimobil ya" ucap Arka dengan lembut kepada ibunya
"Mentari" ucap Arka melihat mentari yang lewat tepat depan mobilnya dengan ibunya
📞"Sayang, Mentari siapa?" Tanya ibu Dewi mendengar Arka menyebut nama seseorang
📞"Sudah dulu ya bu, assalamualaikum" ucap Arka lalu ia mematikan sambungan telefon dan keluar dari mobil mengejar mentari
Arka menoleh kiri kanan mencari keberadaan Mentari dan saat itu Mobil Mentari lewat disamping Arka, ia langsung membungkuk menutupi dirinya dengan bantal-bantal kecil dalam mobil
"Kenapa sayang?" Tanya ibu anita heran melihat putrinya itu
"Gak bu, hanya pengen melenturkan pinggang saja" jawab mentari asal dengan nada lirih
"Kamu ini ada-ada saja" ujar ibu Anita lagi. "Pak singgah di minimarket depan ya" sambungnya lagi
Mentari yang mendengar itu yang baru keluar dari halaman Mall tersebut
"Bunda, mentari capek ni" Mentari mulia mengeluh
"Gak usah turun" jawab ibu Anita
"Terserah bunda" jawab Mentari dengan nada kesal
Mentari kesal karena baru keluar dari Mall tapi masih mau singgah lagi di minimarket.
Sisi lain Arka dan ibu Dewi sudah dijalan dengan Arka yang diam dengan seribu bahasa
"Arka, kamu kenapa?" Tanya ibu Dewi
"Gak bu" jawabnya singkat dengan senyum yang ia paksa
"Benar?" Tanya ibu Dewi memastikan
"Iya.. kita pulang kan?" Tanya Arka pada ibunya
"Ke restoran seafood, teman ibu sudah menunggu disana" jawab ibu Dewi lagi
Arka menjalankan mobilnya menuju restoran seafood itu. Tidak menunggu waktu lama mereka sampai direstoran seafood. Ibu Dewi menelfon temannya itu
📞"Assalamualaikum.. jeng aku sudah didepan nih.. oohhh.. iya jeng.. assalamualaikum" ucap ibu Dewi ditelfon itu
Ibu Dewi masuk didalam restoran seafood tersebut dan ia jalan menuju dimeja nomor 10.
"Maaf ya jeng kalau menunggu lama" ucap ibu Dewi tidak enak setelah sampai di meja nomor 10 itu
"Gak apa-apa jeng" jawabnya. "Silahkan duduk" sambungnya lagi
"Oohh iya" jawab ibu Dewi dan ia duduk diikuti Arka
"Ini putra kamu?" Tanya ibu Tati
"Iya, anak saya namanya Arka.. yang aku ceritakan itu lho jeng" ucap ibu dewi lagi dengan ramah dengan gaya sosialita mereka
"Oohh iya, ini Putri saya namanya Santi" ucap ibu Tati.. "gimana kita cerita sambil makan saja, aku sudah pesan dari tadi" sambungnya dengan ramah
"hehehe.. kamu selalu repot kalau sudah ajak makan" ucap ibu Dewi lagi
"Arka kamu kerja dimana sekarang?" Tanya ibu Tati
"Saya asisten dosen bu" jawab Arka singkat lalu ia kembali memperhatikan ponselnya
"Santi ini cantik seperti ibunya" puji ibu Dewi namun tidak untuk Arka.
Arka meliriknya saja tidak, ia tidak suka dengan cara berpakaian santi yang kekurangan bahan.
"Arka, cantik kan Santi?" Tanya ibu Dewi
Arka dengan senyum terpaksa dan sebenarnya malas dengan pertanyaan ibunya "iya cantik" jawabannya sambil melihat ponselnya
"Lihat dulu dong" ujar ibu dewi lagi karena melihat Arka malah sibuk dengan ponselnya,.. "maaf ya jeng, arka ini selalu sibuk dengan pekerjaannya" sambung ibu Dewi lagi
"Gak apa-apa,, jadi kapan kita bicarakan tunangan Santi dan Arka?" tanya ibu Tati sambil mereka makan
Arka kaget dengan ucapan ibu Tati itu dan menoleh kearah Santi dengan tatapan tidak suka. Santi melihat tatapan Arka hanya membalasnya dengan senyuman. Santi percaya Arka ini mampu ia taklukkan nanti
"Akan aku buat bertekuk lutut kepadaku" batin Santi
Arka melihat ibunya lalu ia kembali diam sambil meraih gelas air minum didepannya itu dengan meminumnya satu kali angkat
Ibu Dewi paham dengan putranya, jika melakukan hal seperti itu tandanya ia tidak suka
"Ohh.. kalau masalah itu kita serahkan kepada mereka, mungkin mereka saling mengenal dulu" ucap ibu Dewi lagi
Arka mendengar ucapan ibunya itu sedikit lega. Santi yang pintar menarik perhatian dan simpatik orang ia menjalankan bakatnya ini
"Tante, bukan saya dan kak Arka sudah saling melihat saat ini, kalau saling mengenal lebih bagus kalau sudah menikah" ucap Santi
"Benar itu jeng, niat baik harus disegerakan" timpal ibu Tati
Ibu Dewi menoleh kepada putranya itu, dan Arka melihat ibunya sekilas lalu ia kembali fokus diponselnya
✉️ "Brian, cari tahu tentang orang ini sekarang, namanya Santi dan ibunya bernama Tati" pesan Arka sembari mengirimkan foto santi dan ibunya yang ia ambil gambarnya secara diam-diam
✉️ "Baik pak" balas asisten Brian
Arka tidak fokus dengan cerita ibunya dan ibu Tati serta Santi, ia menunggu informasi dari asisten Brian
"Nak Santi sekarang kerja dimana?" Tanya ibu Dewi lagi
"Baru selesai wisudah tante.. rencana mau kembangkan perusahaan ayah" jawab Santi dengan sopan
"Bagus itu nak, mandiri ya Santi ini jeng?" puji ibu Dewi lagi
Santi dengan senyum malu-malu mendengar ucapan ibu Dewi itu "tidak juga bu tapi harus karena siapa lagi yang melanjutkan usaha ayah selain saya"
"Ahh.. kamu merendah meskipun itu kenyataannya, apalagi kalau sudah jadi istri" puji ibu Dewi lagi
Ditempat lain ibu anita dan Mentari singgah di minimarket hanya untuk beli nugget ikan. Mentari melihat bundanya itu hanya mengambil satu bungkus nugget
"Beli saja 3 atau 4 bun" ucap mentari tiba-tiba
"Ini anak katanya tunggu dimobil ternyata sudah disini" ucap ibu anita kaget
"Mau beli eskrim" jawab Mentari dengan senyum melebar menampilkan deretan giginya
"Kurangin ya nak makan es krimnya," ucap ibu Anita kepada putrinya itu
"Iya.. hanya satu kok untuk makan di jalan" jawab mentari lalu ia pergi ambil di freezer tempat eskrim
Setelah Mentari dan ibu Anita selesai bayar di kasir mereka lanjutkan perjalanan pulang dirumah
Sedangkan di restoran seafood, Arka melihat Santi yang semakin akrab dengan ibunya itu, ia pamit dari ibunya itu
"bu Arka ke toilet dulu" pamit Arka
Arka menuju toilet sambil menelfon Brian
📞"Brian, kamu belum menemukan informasinya?" Tanya Arka dengan nada sedikit berbisik
📞"Sudah pak, menurut informasi yang saya dapat perusahaan keluarga ibu Tati sekarang terlilit utang dan mereka lagi mencari perusahaan yang bersedia untuk bayar hutang pak" lapor asisten Brian
📞"Memangnya utangnya berapa?" Tanya Arka lagi.
📞"500 juta pak, anak ibu Tati sering salah gunakan uang perusahaan ayahnya dan ayahnya meninggal 5 bulan yang lalu akibat serangan jantung" jelas asisten Brian lagi
📞"Terima kasih Brian" ucap Arka lalu ia mematikan sambungan telepon
Arka kembali di meja dimana ibu dan temannya berada. Arka tidak makan sedikitpun selain minum.
"Maaf tante, bisa saya bertanya?" Tanya Arka
"Ohhh boleh-boleh.." ibu Tati mempersilahkan
"bagaimana keadaan perusahaan Tante sekarang?" Tanya Arka
Ibu Tati diam sejenak lalu ia menjawab "ohhh perusahaan tante baik-baik dan perusahaan Tante itu Putri Tante ini yang akan lanjutkan"
"Suami Tante mana?.. kok gak datang" ujar Arka lagi
Dan ibu dewi baru kepikiran "iya jeng, suami jeng mana?" Timpal ibu Dewi
"Lagi diluar negeri" jawab Santi cepat
Arka menoleh ketempat lain dengan menyunggingkan senyum jahat
"Hal seperti ini sudah berbohong" batin Arka
"Sejak kapan beliau pergi.. apakah nanti kami bisa ketemu?" Tanya Arka lagi
"Bisa kak, nanti aku telfon ayah yang terpenting kita tunangan dulu" jawab Santi lagi yang membuat ibu Tati langsung melaratnya
"Maksud Santi, kemungkinan ayah akan balik setelah kalian tunangan"
"Ohhh" jawaba Arka singkat
"Ibu dan anak sama saja, benar kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" batin Arka
Arka kembali diam tidak menghiraukan Santi yang sudah berdiri disamping arka mengajaknya untuk jalan-jalan.
"Kak, kita jalan-jalan yuk" ajak Santi
Arka tidak menghiraukannya, ia malah sibuk dengan ponselnya.
Santi menarik ponsel Arka lalu ia simpan dalam tasnya. Arka tidak suka diganggu langsung menatap tajam santi
"Kamu tidak punya hak mengatur saya" ucap Arka.. "kembalikan ponsel saya" sambunya dingin
"Jalan-jalan dulu baru aku kasih" ucap Santi lagi. Ia malas pusing dengan Arka yang marah
Arka berdiri dan pamit kepada kedua ibu didepannya itu untuk jalan-jalan dengan Santi
Ibu Dewi dan ibu Tati mengiyakan dan namanya ibu-ibu jika punya niat lalu didukung dengan keadaan mereka sangat bahagia.
"Jeng, cocok ya Arka dan Santi" ucap ibu Tati kepada ibu dewi itu
"Perusahaan ayah santi akan aman jika mereka menikah" batin Tati
"Iya jeng" dukung ibu Dewi
Ibu Dewi dan ibu Tati lanjut cerita sambil menikmati minuman yang mereka pesan sedangkan Arka dan Santi sudah sampai parkiran mobil
Santi melihat mobil Arka yang mewah dan bagus itu Santi langsung meraih lengan Arka
"Ini mobil kakak?" Tanya Santi
"Iya" jawab arka sambil melepas tangan Santi dilengannya
...SEMOGA SUKA ❤️...
...MENTARI SELALU MENUNGGU TEMAN-TEMAN UNTUK MAMPIR 😁🌹...
.......
.......
...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TEMAN-TEMAN...
...👇...
...KOMENTAR, LIKE DAN VOTE...
...TERIMA KASIH 🙏...