NovelToon NovelToon
Devil Beside You

Devil Beside You

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:429.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Christ

Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamatan Jessy part 1

...ENJOY...

.......

.......

.......

Tok..Tok..

Suara ketukan di pintu cabin lagi-lagi terdengar menginterupsi tidur lelap Aorion dan Queen.

''Tuan Aorion. Kita akan mendarat dalam waktu dua puluh menit'' Luca memberi tahukan kepada Bosnya itu agar mempersiapkan diri.

Setelahnya Luca hanya berdiri di depan Cabin untuk menunggu Aorion keluar dari sana.

Sementara itu, di dalam Cabin Queen lah yang lebih dahulu terbangun  dan menyadari bahwa ada yang mengetuk pintu, dan Queen jugalah yang mendengar suara Luca.

Queen pun bangun lebih dulu dari atas ranjang, ia sempat terdiam sesaat untuk memperhatikan Aorion. Pria itu, lebih menarik disaat sedang tertidur, wajahnya terlihat lebih lembut dan mulutnya tak menganggu sama sekali.

Lucu memang, padahal Queen tidak menyukai Aorion, tapi baginya, tak ada salahnya saling memberi dukungan disaat salah satu dari mereka sedang mengalami sesuatu yang buruk.

Terlebih lagi, meskipun kelak Queen tidak akan menikahi Aorion, setidaknya mereka pernah menjalin hubungan sebagai seorang tunangan.

Sepertinya kau memang lelah. Queen membelai pelan wajah Aorion, lalu buru-buru menarik tangannya, sebelum Aorion terbangun.

Sepuluh menit kemudian, Queen sudah rapi dengan pakaian yang ia gunakan sebelumnya. Ia melirik Aorion yang masih terlelap dengan begitu pulas di tempat tidurnya.

Karena tau bahwa Luca pasti akan ada di depan cabin, Queen pun memutuskan untuk keluar dan menemui Luca.

''Nona.'' sapa Luca saat Queen menampakan dirinya.

"Luca, kau bisa pergi mempersiapkan semua perlengkapan Rion. Aku akan membangunkannya." Perintah Queen pada asisten tunangannya itu.

Sekali lagi Luca menundukan kepalanya, ''Baik Nona.''  Luca menyunggingkan sedikit senyum, saat menyadari bahwa Queen memiliki rasa kepedulian terhadap tuannya, meskipun hanya sedikit.

"Apa ada kabar tentang Jessy?" tanya Queen lagi, sebelum Luca beranjak pergi.

''Sampai sekarang masih belum ada Nona, tapi orang-orang tuan akan melakukan yang terbaik.'' kata Luca. ''Kalau begitu saya permisi Nona.''

Luca pun pergi ke Cabin Aorion untuk menyiapkan barang-barang tuan nya seperti yang Queen perintahkan.

Setelah kepergian Luca, Queen kembali menutup pintu cabin, lalu mengambil ponsel yang selalu diletakannya di atas nakas. Ia harus menghubungi David, dan memastikan informasi apa yang bisa di dapatkan oleh orang-orangnya.

Hanya dalam dua kali deringan, David sudah menjawab panggilan Queen; Bagaimana, kau sudah dapat informasinya?" tanya Queen. ''Sudah Queen. Aku akan segera mengirimkannya padamu.'' sahut David. Itu adalah kabar yang sangat melegakan bagi Queen.

"Kalau begitu segera berikan laporannya pada ku, terima kasih untuk bantuan mu Dav.'' Queen mendesah penuh kelegaan. Berjanjilah kalau kau tidak akan bertindak ceroboh Queen.'' khawatir David. "Aku tau, aku akan berhati-hati."

Tak ingin berlama-lama dan membangunkan Aorion, Queen harus segera memutuskan panggilannya, ''Aku harus pergi sekarang, pesawat kami akan segera mendarat.'' kata Queen ingin menyudahi panggilan itu.

''Kau harus hati-hati, aku juga sedang dalam perjalanan menuju Airport, aku akan menyusulmu.'' ujar David memberitahukan keberadaan nya. Queen hanya bisa mengangguk setuju jika David sudah bersikeras.

"Baiklah, sampai bertemu di London.'' tutup Queen, benar-benar menyudahi panggilan keduanya.

Setelah mematikan ponsel Queen hendak membangunkan Aorion, namun ternyata laki-laki itu sudah terbangun dan kini tengah tersenyum menatap pada Queen.

''Astaga.'' Queen mengelus pelan dadanya. Apa Aorion mendengar pembicaraan kami?

"Kau bicara pada siapa Lilie?"  Tanya Aorion sambil melenguh, sepertinya baru saja terbangun. Untunglah.

"David. Dia akan menyusul ke London. Ada pekerjaan yang harus kami selesaikan" Jelas Queen dengan sebenarnya.

''Ah, sepertinya asisten mu memang harus ikut kemanapun kau pergi.'' gumam Aorion seraya menganggukkan kepalanya, mengerti.

"Bersiaplah, sebentar lagi pesawat kita akan mendarat.- Luca sudah datang dan memberitahukan kita tadi." kata Queen, mengabaikan protes Aorion tentang keberadaan David.

"Baiklah Lilie, kau juga bersiaplah. Aku akan kembali ke Cabin ku." Aorion, bangun dari tidurnya. Setelah mencium kening Queen ia pun berlalu.

Kenapa Lilie harus berhati-hati? apa aku ini sangat berbahaya..? pikir Aorion kesal. Sebelumnya Aorion memang sempat mendengarkan percakapan Queen dengan David.

''Menyebalkan.'' Aorion, kembali kesal jika mengingat laki-laki itu selalu mengikuti Queen kemana saja.

Begitu sampai di Cabinnya, Aorion sedikit heran karena melihat keberadaan Luca di sana. Terlebih lagi, asistennya itu kini tengah mengemasi barang-barang miliknya.

"Tuan.." Sapa Luca, saat menyadari keberadaan Aorion. "Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Aorion masih heran.

''Saya sedang membereskan barang-barang anda Tuan. Nona Queen yang memintaku untuk melakukan nya.'' Jelas Luca singkat.

"Apa ini sebuah bentu perhatian kecil lainnya?" Gumam Aorion, lalu tersenyum.

''Tuan, semuanya sudah siap. Silahkan menunggu di depan, Nona Queen sudah lebih dulu duduk disana..'' pinta Luca pada Tuannya itu.

"Baiklah, aku akan keluar sebentar lagi." sahut Aorion. ''Luca,- Bagaimana dengan Jessy, sudah mendapatkan informasinya?" tanya Aorion, sebelum Luca meninggalkan Cabin nya.

''Belum tuan, tapi para informan sedang mengerahkan semua kemampuan mereka.'' sahut Luca.

''Bagaimana bisa mereka belum menemukan apapun! periksa semua cctv dan lacak keberadaan mereka secepat mungkin, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Jessy.'' perintah Aorion.

''Baik tuan.''

Setelah meredakan emosinya, Aorion pun keluar dari cabin untuk menemui Queen di kursi penumpang.

"Lilie.. " sapa Aorion, bertingkah manja, namun Queen hanya meringis sambil menggeleng pelan.

Apa stres membuat orang berubah seperti ini?

Beberapa menit kemudian, pesawat benar-benar telah mendarat. Dan seperti biasa, jemputan mereka pun sudah menunggu di sana.

"Lilie, sepertinya kita tidak bisa langsung bertemu dengan Jessy hari ini. Baru saja Jessy memberi kabar, bahwa  dia sedang mengikuti kegiatan kampus selama dua hari. Bisa kah kau menunggu, sampai Jessy kembali?'' ujar Aorion yang sengaja menutupi tentang keberadaan adik nya dari Queen.

Queen yang memang sudah lebih dulu mengetahui perihal kejadian yang menimpa Jessy pun hanya menganggukkan kepala menyetujui permintaan Aorion.

"Kalau begitu bisakah kau langsung mengantar ku ke mension? aku ingin bertemu dengan kak Kevin." pinta Queen pada Aorion.

"Baiklah, aku akan mengantar mu ke sana sekarang.."

Aorion menganggukkan kepalanya pada sopir dan Sopir mengerti akan permintaan tuannya tersebut.

Kurang dari tiga puluh menit dalam perjalanan, baik Queen ataupun Aorion tak bicara sepatah katapun. Hanya keheningan yang menemani keduanya selama perjalanan. Tapi bagi Queen hal itu adalah hal yang wajar.

Ketika dalam situasi yang buruk, diam dan menenangkan diri adalah pilihan terbaik. Yang terpenting sekarang. Queen akan segera tiba di mension milik keluarganya, setelah itu Queen bisa melanjutkan misinya sendiri.

''Sesampainya di mension, kepala pelayan keluarga Hanzel sudah bersiap untuk menyambut kedatangan keduanya.

''Selamat datang di kediaman keluarga Hanzel, Tuan dan Nona muda..'' Sapa Uncle Jhon yang sudah membungkuk bersama sederet pelayan wanita yang juga ikut memberikan hormat.

"Terima kasih Uncle..." balas Queen sambil tersenyum ramah.

"Baiklah Rion. kau pergilah, aku akan tinggal disini, beritahu aku jika Jessy sudah kembali." Kata Queen, yang tak ingin menahan Aorion lebih lama bersama nya.

"Baiklah Lilie. Aku akan menghubungi mu segera." sahut Aorion tak ingin berbasa-basi, lalu pergi meninggalkan Queen yang masih berdiri memperhatikan mobil Aorion yang perlahan menghilang dari hadapan nya.

"Luca, bagaimana? Apa sudah ada kabar tentang Jessy...?" Tanya Aorion yang kini sudah kembali menunjukan wajah aslinya. Sejak tadi sudah cukup ia menahan kemarahan dan juga rasa cemas yang sudah bercampur jadi satu.

Semua yang terjadi benar-benar di luar perkiraannya.

''Sudah tuan. Keberadaan nona Jessy sudah di temukan. Nona Jessy di sekap di salah satu gedung milik tuan Migguel, kakak dari nona Sonya.'' Lapor Luca, membuat Aorion yang mendengarnya mengepalkan tangan sampai buku jarinya terlihat memutih.

Kali ini Sonya benar-benar membuat Aorion marah. Ia tak akan mengampuni siapa saja yang telah mencelakai keluarganya.

"Kurang Ajar! beraninya mereka melakukan itu pada keluarga Kingston. Segera siapkan anak buah terbaik, dan kita segera ke sana." Perintah Aorion marah.

''Baik Tuan.'' sahut Luca.

Apa yang pantas di dapatkan oleh seorang yang berani menyentuh keluarga Kingston? jawabannya hanya satu, pembalasan yang setimpal.

...❄️...

...❄️...

...❄️...

1
Santhi Agung
suka cerita karakter ceweknya tangguh
titi arti
okeeee bingutts,sy suka komplit action romance humor
Wirda Wati
thank you thort..
Wirda Wati
sedih dg kejujuran Queen dg David...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
Wirda Wati
aku pikir waktu di pantai Rion palsu.
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
Wirda Wati
deg degan bacanya kaya nonton film
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
Wirda Wati
lanjuuuut
Wirda Wati
mengerikan....tapi suka
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
lanjuuut
Wirda Wati
😭😭😭😭
Wirda Wati
masih bingung
Wirda Wati
meguelkah orangnya queen.
bukan rion
Wirda Wati
Romero adalah Miguel...
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
Wirda Wati
mengerikan.....tapi penasaran mn🤣🤣🤣🤣
ku rasa Romero adalah megguel
Wirda Wati
zanda kekasih Kevin...
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
Wirda Wati
luar biasa....benar katamu Frank Jane memang sesuatu.....ada faktor X nya.
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...
Wirda Wati
kayaknya Frank cocok dg zanda
Wirda Wati
jangan jangan lilie hamil
Wirda Wati
visualnya thort
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!