hey iblis tampan jadilah kekasih ku, maka akan aku jaga kau di dunia ini.
Aku mencintaimu tanpa syarat, walaupun kau seorang iblis itu tidak mengubah apapun. cinta ku tulus.
"dia gadis yang aneh bersama dengannya sebentar mungkin tidak apa-apa
ini adalah kisah seorang gadis yang memungut iblis dan jatuh cinta pada iblis itu, namun apakah kisah mereka akan berakhir bahagia dengan perbedaan ras dan alam yang membentang di antara mereka?
*ini hanya cerita fiksi jadi tolong jangan dihubungkan dengan dunia nyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alula. zhr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prahara ponsel baru
"Lucifer aku mencintaimu" Alma bergerak ingin memeluk Lucifer namun sebelum dia menggapai tubuh kekar didepannya, seseorang lebih dulu membawa Lucifer kedalam pelukannya
"Dia milik ku manusia" Baal datang entah darimana dan langsung memeluk Lucifer dengan manja
"Hah! Benar-benar iblis yang satu ini" Merasa kesal Alma bergerak ingin memukul Baal, tapi dengan instingnya Baal berhasil menghindar mereka melakukan aksi kejar-kejaran untuk beberapa saat hingga Lucifer menginterupsi kegiatan mereka
"Baal dari mana saja kau?" Lucifer menatap Baal yang masih menahan kaki Alma yang hendak menendang wajahnya
"Bekerja" Baal mengambil sesuatu dari kantong celananya dan memberikannya kepada Alma
"Hanya segini?" Alma membolak-balikan selembar uang kertas seratus ribu yang Baal berikan
"Itu sisa, seseorang yang mempekerjakan aku, meminta ku untuk membeli ini" Baal menunjukkan sebuah ponsel cerdas keluaran terbaru
"Wah sombongnya bukankah kau bisa membeli yang biasa saja, kenapa harus yang mahal?" Alma mencemooh terlihat tidak suka dengan apa yang Baal lakukan
"Apa katamu tentu saja harus yang terbaik! dan lihatlah banyak hal-hal aneh yang dapat kau temukan disini" Baal membuka kunci ponselnya terlihat sangat senang mencoba menunjukkan sesuatu yang baru dia temukan kepada Alma
"Lihatlah manusia benda ini bisa menyimpan sebuah potret cukup dengan sekali tekan, kau juga bisa dengan mudah mendapatkan informasi dari sini"
𝘔𝘦𝘯𝘨𝘦𝘴𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘩𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘯? 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘭𝘢𝘩
Alma memaksakan senyumnya untuk menanggapi setiap hal yang Baal bicarakan
Ninit.. Ninit..
"Ada yang menghubungi? Siapa?" Alma terlihat penasaran dia hendak meraih ponsel Baal yang segera ditepis oleh pemiliknya
"Tidak ini adalah pengingat, di jam ini aku seharusnya mandi" Baal bergerak mematikan bunyi yang mengganggu tentu saja hanya untuk Alma sedangkan yang punya malah terlihat menikmatinya
𝘏𝘢𝘩? 𝘐𝘯𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘭𝘰𝘩 𝘬𝘢𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘺𝘢? Alma diam membatin
"ini benda yang sangat berguna dengan benda ini aku tidak perlu takut lupa dengan jadwal hidupku, aku benar-benar sangat beruntung, benda ini membantu ku menjadi orang yang disiplin" Baal terlihat sangat bangga senyum tidak pernah lepas dari wajahnya dia terlihat sangat senang
"Wah luar biasa" Alma bertingkah seperti seorang ibu yang menanggapi anaknya ketika sang anak memamerkan mainan barunya
"Satu lagi"
𝘈𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪? 𝘊𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘵𝘶𝘬.
"Lihat manusia, ini adalah permainan yang sedang populer, apa kau juga memainkannya?" Baal menunjukkan sebuah permainan online yang banyak dibicarakan Akhir-akhir ini
"Wah keren kau memilikinya, bahkan aku saja tidak punya" 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘪𝘵𝘶,
"Hoam... Maaf Baal aku mengantuk kita lanjutkan besok pagi saja ya" Alma berdiri bergegas pergi namun suara Lucifer menghentikan langkahnya
"Tunggu"
𝘈𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬! 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩, 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢!
"Ya?" Alma berbalik melihat Lucifer dengan senyum yang dipaksakan
"Aku juga ingin benda itu, jika Baal memilikinya maka aku juga harus punya, ayo pergi untuk membelinya" Lucifer sudah berdiri menghampiri Alma dan berniat menarik tangan gadis itu
"Ini sudah lewat tengah malam, kau ingin membeli atau ingin mencuri?" Alma berusaha mencegah Lucifer untuk pergi
"Kenapa kau selalu mempermasalahkan waktu, ya sudah ambil saja dulu, besok baru membayarnya"
"Tidak seperti itu konsepnya Lucifer, hah.. Sekarang tidur dulu ok?" Alma mencoba membujuk Lucifer sebenarnya dia juga harus memikirkan sebuah cara dulu untuk besok, bagaimana dia harus membodohi Lucifer
"Ya dia benar Lucifer, sekarang semua toko sudah tutup" Baal ikut menanggapi dengan mata yang masih fokus ke layar handphone
𝘋𝘪𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘶! 𝘎𝘢𝘳𝘢-𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪? Alma melotot tidak suka kearah Baal yang tentu saja tidak ditanggapi
"Baiklah ayo tidur bersama agar kita bisa berangkat lebih awal"
"Tidak usah" Baru kali ini Alma menolak Lucifer
Sepertinya kali ini dia menyadari bahwa uang itu sangat penting, fisik saja tidak cukup hahaha setidaknya dengan ini dia mendapatkan sebuah pelajaran kan?
#PenaAutoon
bagiku ini rasanya nyesek🤧🤧
baru nyadar ya...
tapi itu juga hanya kemungkinan 😅